
Ketua mafia sudah terbiasa kan? Sekarang disebuah kehidupan terdapat satu manusia dengan gelar King's mafia dengan pakaian sobek-sobek berjalan ditengah kerumunan. Banyak juga rekannya yang menyamar sama sepertinya di pesisir jalan. Berpura-pura mengemis demi memata-matai musuhnya untuk ia tangkap dengan rekannya.
Seorang wanita dengan pakaian casual tak sengaja menabraknya. Wanita itu terdorong ke belakang hingga terjatuh dan tas nya terjatuh. Pria itu dengan emosi pun menghampirinya.
“Bisa kah kau ketika berjalan melihat-lihat dulu! ini tempat umum bukan rumah mu. kau bisa membaca ketika dirumah kan?” ucap nya dengan kesal.
wanita itu membenarkan kacamata nya dan menatap dari kaki ke atas. Kemudian memungut bukunya secepat mungkin lalu berdiri.
“Maaf,” ucapnya menundukkan badan sopan.
“Cih, pergi.” ujarnya.
Wanita itu terlihat terdiam sebentar, menatap mata biru itu dengan seksama dan detail. Beberapa menit kemudian pria itu sadar ketika wanita itu menaruh sebuah kertas ditangannya dan sudah hilang dari sekitar nya.
“Apa ini! apa aku terkena hipnotis?” batinnya kemudian membuka kertas ditangannya.
Dengan mata melotot pria itu menatap seksama tampilannya ketika ia tidak menyamar. Kaca mata, rambut pirang dengan jas yang terlihat elegan.
“Wanita itu sepertinya siapa?” batin pria itu menatap ke sekitar walaupun ia tak menemui wanita itu.
****
“Akhh gerah nya...” Gumam wanita itu melepaskan jaket nya.
Ia membuka topi dan kacamatanya dengan hati-hati. Ia duduk di sofa dengan bersandar melepas penat. Kemudian tersenyum lirih mengingat kejadian ketika dijalan.
“Laki-laki itu.. tampan juga, apa jangan-jangan dia seorang Presdir yang sedang menyamar menjadi pengemis ya? hahaha. Tidak mungkin mata sebagus itu menjadi pengemis,” ucapnya dengan lirihan dan tertawa sendiri. Memikirkan tentang suatu judul novel yang menjadi sumber haluannya.
“Hoaamm... sebaiknya aku tidur.” Ucapnya meregangkan otot nya dan mengambil seluruh barangnya yang ia bawa waktu berpergian kedalam kamar.
Ditempat lelaki itu ia juga telah sampai di sebuah mansion besar waktu malam harinya. Ia langsung turun dan memberikan kunci mobil kepada pengawalnya. Pergi ke kamarnya dan berjalan ke kamar mandi kamarnya. Menyalakan kran wastafel dan membasuh mukanya akibat serangan musuhnya yang terjadi waktu siang harinya.
“Sial!gegara wanita breng*ek itu dengan hipnotis nya aku lupa tujuan!” Geramnya kesal.
Ia pun merobek pakaian putih yang terkena noda darah hingga menunjukkan betapa kekar badannya. Ia terlihat memukul cermin karena lagi-lagi mendapatkan tugas penyerangan yang lebih berbahaya ditempat lain.
“Jika kau ketemu akan ku habisi seluruh organ mu dengan tangan ku,” Ucapnya. Penuh dengan keyakinan dan tekad yang kuat.
Ia pun menyalakan shower dan mulai membersihkan tubuhnya dari keringat. Waktu siang tadi dirinya pergi ke markas karena musuhnya telah mati dibunuh rekan lainnya. Nyawa yang seharusnya ditangannya, berpindah tempat karena kelalaiannya. Kejadian tanpa diduga itu membuat Daniel salah templat dan dipanggil ke markas tuk menjalankan hukumannya.
Untuk keesokan harinya, akan ada pencuri yang masuk ke dalam rumahnya sebab sesuatu. Dan misinya adalah menjadikan pencuri itu sebagai pasangan hidupnya. Tuan Daniel menjadikan misi itu sebab ia tahu bahwa kemampuan Daniel dalam urusan cinta itu kurang.. menjadikan kelemahan dan akan membuktikan bahwa apakah Daniel masih bisa diberi gelar King's mafia dibanding dengan Joanna?
Setelah membersihkan dirinya, dengan hanya menggunakan handuk sepinggang dirinya berjalan ketempat tidur. Membaringkan tubuhnya dan menatap langit-langit. 10 menit merenung ia tiba-tiba mendengar sesuatu dari balkon. Mengingat tentang misinya ia pun seketika mematikan lampu tempat tidurnya dan pura-pura menutup mata.
Dugh!
“Daniel!!” Teriak seorang wanita dengan kerasnya membuat rahang Daniel mengeras.
“Cih! ini jam berapa kau tidur, Hah! bangunlah, ayo ke club'!!" ujar wanita itu menggoyangkan tubuh Daniel.
“Pergilah Renia, besok aku ada misi.” ujar nya membelakangi sahabatnya.
“Daniel! aku tidak bisa pergi sendiri kesana, temani aku..” ujar Renia memelas.
“Tidak.” ujar nya dengan singkat padat dan jelas.
“Ayolah, jika bukan kamu siapa lagi? Olaf lagi ada perjalanan keluar negeri.” ujarnya dengan duduk. Membanting kan tubuhnya di sebelah Daniel. Cemberut menatap ke depan.
“Pergilah atau ku cekik kamu!” ujarnya dengan kesal.
__ADS_1
Renia menatap ke arah Daniel, mata tajam yang sedang serius tak main-main dengan perkataannya. Daniel perlahan bangun kearahnya dan membuat Renia bangkit.
“Baiklah jika kau tidak mau, aku pergi.” ujar nya kemudian berjalan ke jendela lagi
“Malam ini istirahat dirumah dan berjaga-jaga jika ada seseorang yang masuk ke dalam rumah mu jangan izinkan kecuali aku.” ujar Daniel yang hanya dijawab daheman oleh Renia sebelum pergi.
Daniel pun berjalan mengunci pintu kamarnya, menutup jendela dan menatap ke balkon. Mobil Renia telah pergi dari pekarangan rumahnya. Kemudian dirinya pun memasang jebakan untuk pencuri rumahnya yang akan datang entah kapan.
3 jam beristirahat dengan menutup mata langkahan seseorang dengan anggun datang dan berbunyi mendekat ke arahnya.
“Kamar mu besar juga, tak sia-sia aku datang bertamu kan tuan?” Ujarnya dengan kekehan diakhir.
Ia melihat-lihat vas yang harganya sekiranya fantastis disudut ruangan.
Pranggg
“Ups..” Wanita itu menoleh kebelakang dan mengerut menyadari bahwa orang yang tadi berbaring dengan tenangnya di atas kasur menghilang.
“Hay nona.”
Grep
Keesokan harinya...
Wanita itu membuka matanya, rasa ngantuk dan lelah menjalar ditubuhnya. Menatap ke sekitar dan baru sadar bahwa dirinya masih berada di ruangan target kelakuan beja* nya.
“Sial! aku..” Ia baru menyadarinya ketika dirinya merasakan hangat yang menghilang berganti dengan dingin ketika selimut itu jatuh.
Dengan berteriak terkejut dirinya menarik selimut itu dan menutupi badannya. Habis melakukan hubungan panas dengannya pria itu kabur dan meninggalkan sepucuk surat disebelahnya.
“Maaf nona tidak bisa menyambut mu di pagi hari, salam untuk mu dan calon bayi kita.”
“Sialan!! siapa yang kau sebut bayi kita hah!” Teriak wanita itu dengan emosi melemparkan kertas itu.
Wanita itu menoleh ke arah pintu. Menatap sepucuk surat yang masuk ke dalam ruangan dan orang yang mengirimkan surat itu menjauh.
Modal selimut yang menutupi tubuhnya ia membuka kembali surat ke-dua.
From: Daniel
“Mulai saat ini mansion ini untuk mu, baby.”
“Kau gila? Kau memberikan mansion ini untuk ku? atas dasar apa, dasar gila!” teriaknya dengan frustasi.
Ia kembali menjatuhkan surat itu, ketika surat itu jatuh. Amplop itu otomatis terbalik dan ada tulisan.
“Buka surat ketiga di jendela.”
Sreett
Menoleh, menatap jendela yang benar saja ada sarapan yang tersaji dengan sepucuk surat ketiga di sampingnya.
Dengan Malas dan pasti tau apa isinya ia membuka surat itu tanpa menyentuh makanan enak di depannya.
“Pagi... tetaplah disini. Maaf karena telah merebut kesucian mu, hanya ini yang dapat ku lakukan untuk membuktikan bahwa aku LAKIK.”
Wanita itu tidak membalas ucapan dan tulisan Daniel. Ia hanya tertawa dengan keras dan berakhir mencengkram surat itu.
9bulan kemudian...
__ADS_1
“Aaaakkkhhhhh!!!!” Erang Yuna di sebuah ruangan operasi.
“Ayo Bu, lebih kencang tinggal sedikit lagi kakinya keluar..” ucapnya.
Yuna pun berteriak melepaskan dahaga dan emosinya yang tertanam di hatinya dengan sekencang-kencangnya. Dengan 2 tarikan nafas, Yuna melepaskan suaranya walau para dokter merasakan bahwa telinga nya tuli.
Akhirnya bayi mungil berjenis kelamin perempuan itu dapat menangis dengan keras dan langsung dibawa ke tempat pembersihan bayi.
Yuna mengatur nafasnya yang tersengal-sengal. sedangkan darah lahirannya dibersihkan oleh dokter itu.
Mereka meninggalkan Yuna seorang diri untuk melegakan badan serta hatinya. Satu suster yang masih mengecek keadaannya disuruh pergi oleh dokter lainnya.
Tak lama ada seorang lelaki masuk. Ia adalah Daniel, ia kembali dengan memakai pakaian hijau mendekat ke arah Yuna.
Ia tersenyum dengan samar merasakan bahwa dirinya menjadi seorang ayah walau diluar nikah.
“S-siapa kau?” tanya Yuna tersendat.
“Da-”
Yuna mencengkram kuat tangan pria itu. Ia merasakan bahwa hidupnya tak lama lagi.
“Jaga anak ku!!” ucap Yuna dengan tekanan.
Daniel merasakan bahwa pegangan Yuna semakin mengendur. Sial! ia pun pergi keluar dan berteriak memanggil dokter. Namun terlambat, ketika dokter baru saja akan melakukan pengecekan. Sebuah suara melengking tinggi memenuhi ruangan dan membuat mereka terdiam.
“Yuna..” Pertama kali. ia memanggil wanita hebat nya yang telah melahirkan anaknya dan diam-diam mengurus nya itu hari ini.
“Yuna, kau bercanda kan! bagaimana bisa kau memberikan anak kita berdua tanpa seorang ibu? kau mau anak kita hidup dalam kesendirian? siapa yang akan mengurusnya Yuna! bangunlah..” ucap Daniel.
“Kita pergi...” bisik dokter.
Mereka pun pergi, tapi satu suster itu terlihat terdiam. Ia mendekat ke arah daniel yang sedang memegang tangan Yuna dengan air mata yang mengalir. Urat wajahnya menonjol keluar karena histeria.
“Tuan, ada surat dari pasien untuk anda.” ajar nya.
Daniel pun mengangkat wajahnya, mengambil surat itu. Sementara suster itu pergi setelah mengirimkan pesan terakhirnya kepada laki-laki cinta satu malam Yuna.
Ini pesan untuk mu, jika kau telah membaca surat ini itu artinya kehidupan ku telah berakhir, tuan. Aku Yuna Andaresta, mengatakan selamat atas kelahiran anak mu. Maaf untuk mu dari ku karena tidak bisa menemani mu merawat anak kita bersama. Putri kecil ku akan lahir selama beberapa bulan lagi. Aku tahu kau berada disekitar ku tak berani menemui ku. Aku pernah melihat mu yang sedang membuntuti ku pergi ke mall kan? Haha. Jujurlah pada ku bahwa kau telah mengurus ku dengan baik selama aku mengandung putri kita, Yuni. Tuan, terima kasih telah menjaga ku dan aku sudah melupakan kejadian cinta satu malam kita. Walau aku syok sebagai perempuan aku tidak bisa mengugurkan anak ku ini. Kau pernah bilang kepada ku kan? tempat satu malam kita untuk ku. Itu aku kembalikan pada mu dan putri kita. Itu adalah rumah terbaik seumur hidup ku dan rawat lah untuk Yuni. Wariskan kepada kita, apapun yang aku punya. Jangan bilang ini kepada Yuni, walau kita belum menikah aku titipkan anak ku kepada mu. Tuan Daniel.
“Apa ini? Kau telah merencanakan nama anak kita?” ujar Daniel kepada Yuna yang pucat diatas brankar.
“Kau tahu? aku juga merencanakan nama Yuni karena nama itu sama dengan nama mu, sayang. bangunlah! kita akan menikah dan hidup bertiga di mansion itu..”
“Tuan, waktunya pasien di istirahat kan ketempat sebenarnya.” ucap dokter menganggu runtinitas Daniel.
... Dengan menggendong bayi kecilnya. Daniel menghadiri pemakaman istrinya di makam keluarganya. Disana ada rekan-rekan nya termasuk Joanna dan tuan nya. Daniel terlihat pucat pasi memandang makam Yuna. Cinta pertama dan akhirnya.
Ketika doa telah terlaksana semua berjalan dengan lancar mereka pergi satu persatu. Hanya tersisa Yuni, Daniel, Joanna dan tuan Kayl.
Joanna menepuk pundak Daniel. “Semangat, aku tidak menyangka kau ada malaikat kecil secantik nya.” ujar Joanna.
“Daniel. Maaf telah membebani mu dengan pekerjaan, selama ini aku tidak tahu kalau kau telah menghamilinya.” ujar Kayl.
“Dia hadiah terindah dari mu, tak sepantasnya kau meminta maaf. Seharusnya aku yang berterima kasih, walau aku sibuk aku bisa memiliki seorang anak sebab ulah mu. Anak ini, akan menjadi teman hidup ku..” ujar Daniel lemah.
Kayl mengangguk. Mereka berpamitan meninggalkan lokasi pemakaman.
“Sayang, kau akan tetap bersama kami kan? tenang dan berdoalah,” ujar Daniel.
__ADS_1
Ia sempat mengucapkan doa di hatinya dengan menutup mata. Mengecup tangan mungil Yuni dan pergi dari sana dengan mengusap air mata nya yang keluar sewaktu berdoa.
Bersambung....