
Pesan ku, berjuanglah jika anda benar² mencintai.
-Rachmadani Varellino Arbiansyah A.
-10 November
**
POV IZZA
Dengan susah hati diriku meninggalkan kota kelahiran ku untuk menempuh pendidikan baru di kota lain. Meninggalkan kakak pertama ku menuju panti serta dua orang tua angkat yang sudah ku anggap sebagai orang tua kandung ku sendiri.
Sebagai awalannya, mari kenalan dengan penulisnya. Hay, nama ku Izza. Kita bertemu lagi pada tahun 2022. Kali ini, ini adalah cerita nyata yang sesuai dengan kehidupan ku ya hehe.
Pertengahan tahun aku menginjakkan kaki pada kelas ku, kelas baru dan suasana baru. Asing, yang kurasa. Kepribadian ku terkenal Introvert dan tidak ada kenyamanan pada ajaran baru ini. Suasana kelas ku sangat sepi pada saat itu. Karna diketahui aku selalu berangkat lebih awal dari rumah hanya untuk menghirup udara bersih di pagi hari.
Setelah berbulan-bulan penantian ajaran baru pada akhirnya aku dipertemukan oleh sosok pria yang kukenal dirinya sebagai osis. Yang membuat diriku melupakan semuanya.
Dia baik, sopan, tampan, dan sempurna. Membuat ku serasa beruntung dan tak salah memilih orang yang pantas ku cintai. Yang namanya cinta yaa namanya membutuhkan perjuangan. Diriku mencarinya beberapa bulan sekitar sebulanan lamanya ku melihat dirinya.
Hanya beberapa kali ku menemukannya. Suatu ketika aku dan teman ku berjalan menuju gerbang, tak disangka ketika mood ku buruk ku bertemu dengan dirinya lagi.
__ADS_1
Ingin ku menyapanya namun diriku masih belum tau namanya dan hanya bisa menatapnya dari jauh. Sungguh, sepertinya memang aku suka pada dirinya?
Keesokan harinya tak disangka aku melihat dirinya berjalan melewati Kelas ku dengan temannya. Hal itu membuat ku langsung terkejut dan memastikan apakah itu memang dirinya atau bukan?
Teman teman ku pada asalnya nampak tak peduli. Hingga beberapa hari kemudian, teman ku yang mengikuti kegiatan acara osis mendapati nomornya dari salah satu kakak kelas lainnya.
Ia memberikan nomor itu pada hari itu, tapi diriku masih belum bisa mengirimkan pesan karena tak tau harus mengobrol apa? Namun ketika siang hari, aku dan teman ku berdiskusi seolah berdebat supaya aku mengirimkan pesan padanya. Akhirnya aku mengalah ketika teman ku menang dan membiarkan dirinya chat nomor crush ku.
Pukul 12 siang. Ketika aku sampai dirumah, pesan ku di balas dan betapa senangnya diriku. Aku langsung lapor ke teman ku, entah kenapa setiap hal baru aku selalu melapor ke teman ku dengan bahagia.
Tanpa basa-basi lebih banyak lagi, aku langsung mengutarakan perasaan ku padanya. Ia terkejut beberapa menit terdiam.
Selesai. Disini aku kira sudah lega, namun ternyata tidak semudah itu mengakhiri semuanya. Dirinya trus menginginkan obrolan ringan dengan ku. Aku bingung, apa ini.. ditengah kebingungan ku aku mempunyai ide yang buruk.
Aku bodoh memang. Aku kira diriku dan dia sudah selesai dan ku kira aku di gosting. Hingga membuat ku mengepost video alay bin lebay yang membuat kami bertengkar sesaat.
Disitulah letak dimana kita akan menuju asing. dirinya sudah terlanjur sakit hati, dan waktu sudah tidak bisa diulang, seandainya waktu bisa di ulang aku tidak akan pernah mengecewakannya.
Namun bodohnya aku lagi, aku menginginkan kepastian dari dirinya. Dan menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi padaku.
pertengkaran demi pertengkaran kita lalui dengan perang dingin. Entah aku yang berlebihan atau dirinya. Entahlah, aku berusaha ikhlas atas semua yang terjadi.
Beberapa bulan kemudian setelah aksi pertengkaran dingin itu. Aku berusaha keras melupakan dirinya. Ya, pada bulan ketiga 2022 diriku berhasil membuat keputusan dan yakin akan keputusan ku itu tepat. Ku memutuskan hubungan dengannya, berpamitan, walau diriku pernah berpamitan namun ternyata masih gagal dalam melupakannya, dan pada akhirnya diriku benar-benar melambaikan tangan akan keterpurukan ku selama ini lewat teman ku.
Kukira diriku lah yang hanya melupakannya, namun ternyata salah. Ternyata beberapa cewek Indonesia juga melupakan kekasih pujaannya dan tidak galau galauan lagi. Ya, aku menang dan merasa bangga akan keberanian ku. Beberapa hari ku lewati dengan sekilas tanpa dirinya, tanpa memikirkannya, dan aku lega. Aku bisa melupakannya.
__ADS_1
***
Perjuangan tidak akan sia-sia dan mengkhianati hasil.
-Izza2022
***
14 April 2022
-Kamis
POV IZZA
Diriku tersenyum pada diriku sendiri, perasaan lega dan masih bisa menatapnya sebelum kenaikan kelas dan perpisahan kita membuatku serasa ingin memeluknya dan berlari melambaikan tangan memberikan semangat dalam ujian kenaikan kelasnya. Aku berdoa, bagiku dirinya adalah segalanya. Cinta ku, dan membuatku belajar banyak darinya. Walau aku sudah tidak ada rasa namun diriku sendiri bangga bisa mencintai orang sebaik dan sesopan dirinya.
Aku tidak akan melupakan dirinya, aku berjanji pada diriku sendiri. Lebay? mungkin. Karena cinta itu buta. Benar apa kata orang,cinta tak memandang usia ataupun kasta orang itu, yang penting kita bisa menempatkan diri di dirinya dan membuat kita nyaman padanya.
Jujur, aku tak bisa berkata apapun selain ini. Bagiku, dirinya segalanya. Love u><
***
Bagiku, kamu adalah segalanya.
-Izza2022
__ADS_1