KUMPULAN CERPEN REMAJA

KUMPULAN CERPEN REMAJA
CERPEN #5 Penantian Kebahagiaan Seorang Anak


__ADS_3

Sudah menjadi keseharusan sebagai orang tua untuk membiarkan anaknya tumbuh dengan baik.


Tapi tidak dengan hidup Anastasia Frozen. Ia hidup dengan kekurangan Kasih sayang dan seolah dididik menjadi mandiri sejak kecil.


Ia tidak mendapatkan kasih sayang, perhatian serta nafkah jajannya selama bertahun-tahun. Ia mencari uang lebih dan akhirnya ada guru yang membutuhkan jasa tangan Anastasia untuk membantu suaminya bekerja.


Hingga akhirnya, disitu Anastasia mendapatkan gaji dan bisa menabung dengan izin orang tuanya. Entah karena apa Anastasia tidak diberi uang tapi diizinkan ikut dengan orang lain.


Tak lama ketika ia hendak naik kelas 6, Anastasia mendapati ibunya meninggalkan dirinya dirumah sakit. Bagaikan anak panah yang langsung menyerang nya bertubi-tubi Anastasia merasakan amat yang sangat dalam bahwa mengetahui ibunya meninggal.


Tidak, ini tidak mungkin kan? Bagaimana ibunya bisa meninggalkannya!! kakinya lemas,dirinya tak nafsu makan. Ia membuang makanan itu dan menangis. Disampingnya terdapat ayahnya yang berusaha menguatkan Anastasia dan mengurus surat kematian istrinya.


Anastasia berusaha kuat, ia melirik ke arah adik semata wayangnya. Adik satu-satunya yang masih berumur 5 tahun atau 6 tahun itu tidak mengerti apa yang terjadi. Ia berusaha tersenyum dan berusaha bermain dengan adiknya supaya adiknya tidak terlalu memikirkan nya...

__ADS_1


Tapi ketika Ayahnya masuk ke ruangan ICU ia disuruh masuk ke dalam. Hingga akhirnya dirinya menatap kain kafan itu yang didalamnya ia yakini bahwa badan ibunya yang sudah tidak bernyawa.


Ia tersenyum. Anastasia tersenyum, setelah diberi kesedihan dirinya menatap ibunya. Ibunya didalam dan badannya masih ada, tinggal beberapa jam lagi ibunya bakal ada rumah baru. Setidaknya Anastasia masih bisa melihat ibunya.


Tapi dirinya down ketika ibunya di bawa ke lift dan dirinya tidak bisa ikut dan akhirnya menggunakan lift khusus dan segera berlari menghampiri ayahnya di kasir.


Anastasia dengan adiknya disuruh menunggu diluar rumah sakit karena ambulans akan segera membawa Ibunya pergi. Tak bisa dipungkiri air mata Anastasia terjatuh dan wanita itu menunduk.


Tapi dirinya mengantuk hari ini, ia langsung tidur dan bangun keesokan harinya. Ia merasakan rumah yang sepi dan baru sadar bahwa pemakaman ibunya sudah lewat. Ia tersenyum dan menguatkan dirinya untuk menjalankan hari harinya dengan bahagia.


2 tahun kemudian. Anastasia mendapatkan kabar yang sama ketika bangun tidur dari kakaknya. Ayahnya meninggalkannya dengan penyakit yang sama seperti ibunya. Hah.. Anastasia yang masih setengah sadar berusaha untuk tidur kembali namun suara tangisan kedua kakaknya membuatnya ikut menangis dan tak bisa melawan kenyataan.


Adik nya yang 2 tahun disana, dirawat oleh pamannya. Dan kini ayahnya meninggalkannya, pertama ibu, kedua adik, dan ketiga ayah, kelak yang ke empat ia berdoa semoga dirinya.

__ADS_1


Terlebih lagi karena pandemi ayahnya terpisah dengan ibunya. Pemakamannya sangat jauh dari rumah ibunya yang dulu. Ia tak bisa menguatkan dirinya, ia ditinggalkan kedua orang tuanya. Mentalnya dihajar habis oleh kenyataan, dan fisiknya disuruh kuat oleh keadaan.


Bagaimana sih kecil anastasia menjalani kehidupannya sedangkan ia kurang kasih sayang. Sebulan kematian ayahnya, ia dijemput oleh pamannya ke rumah baru dengan kakaknya.


Tumbuh dilingkungan toxic atau pergaulan bebas membuat Anastasia yang masih berduka tidak bisa kuat dan menyendiri diruangan. Tapi beruntungnya, disana ia bisa bertemu dengan adiknya. Yang nyatanya rumah barunya tak jauh dari rumah adiknya. Bisa melihatnya beribadah dan bermain.


Ia tersenyum dan kadang bahagia bagi orang lain walau sering Anastasia merasa bahwa bahagianya dengan tulus itu hanya 30-+ setahun. Ia dididik mandiri dari pengawasan orang tua, diacuhkan, dan hati sensitif nya terkena omongan toxic teman-teman se rumahnya.


Ya, dia hidup untuk diajarkan mandiri disebuah panti. Setidaknya, walau kekurangan kasih sayang dirinya masih bisa berdiri tegak dengan membawa nama Islam didalam pelukannya. Hanya Tuhan lah satu - satunya penyemangat nya sejak ia belajar disana.


Anastasia tau bahwa akan ada hari dimana ia bahagia setelah kematian kedua orang tuanya. Dan kebahagiaan itu masih perlahan lahan menghampirinya. Tidak secepat kilat seperti yang lain. Anastasia lemah, ya dia lemah karena hidupnya kurang beruntung dari yang lain.


Selesai

__ADS_1


__ADS_2