
Lady Reaper adalah salah satu Malaikat maut yang sangat hebat, bahkan tidak
kalah hebat dengan para Malaikat maut lainnya, namun Lady Reaper yang satu ini
masih memiliki perasaan belas kasihan, tidak seperti para Malaikat maut lainnya
yang dengan tanpa segan membunuh targetnya. para Malaikat maut juga memiliki nama,
walaupun bukan nama aslinya. si Lady Reaper ini bernama Deya.
Pada suatu malam, Deya ditugaskan untuk membunuh seorang Pemuda yang akan melakukan
bunuh diri.
“Tugas berikutnya ternyata masih ada ya, baiklah akan aku kerjakan sekarang.”
Deya pun pergi ke tempat Targetnya.
“Akhirnya sampai"
"eh sedang apa Dia?”.
Begitu Deya stampai ke tempat itu, Dia mendengar semua permasalahan yang
Pemuda itu keluhkan sehingga Dia berusaha untuk bunuh diri dengan menggantung
Dirinya di sebuah tali dengan leher yang terikat.
Dikarenakan Deya adalah seorang Malaikat maut jadi Dia tidak bisa terlihat
oleh Manusia, namun para Malaika maut memiliki kemampuan untuk membuat wujudnya
terlihat oleh Manusia. jadi Deya memutuskan untuk membuat dirinya terlihat oleh
si Pemuda itu.
“Hai”. sapa Deya kepada pemuda itu.
Tiba-tiba Pemuda itu terkejut ketika melihat sesosok Wanita cantik di hadapannya.
Pemuda itu pun bertanya padanya.
"Siapa kau?". tanya pemuda itu.
Deya hanya membalasnya dengan senyuman. sambil berjalan ke arah Pemuda itu
Deya langsung menggunakan kemampuan andalannya yaitu “Ciuman Kematian” ke si
Pemuda itu sambil berkata.
"Tenang saja aku akan membebaskanmu dari semua penderitaanmu itu".
Lalu Deya pun pergi meninggalkan si Pemuda yang sudah tidak bernyawa itu.
Hari demi hari telah berlalu, tugas yang dia kerjakan sangat banyak dan
__ADS_1
bahkan tidak ada habisnya hingga dia merasa lelah.
Deya baru saja menyelesaikan tugasnya di salah satu rumah sakit.
“Yaampun Tugasku Banyak Sekali, Aku Ingin Istirahat Sebentar”.
Terlihat seorang wanita tua yang terlihat tidak sehat duduk di
kursi roda sendirian di sebuah lorong rumah sakit yang mengajaknya berbicara.
Wanita tua itu berkata.
"kau terlihat kelelahan".
Seketika Deya terkejut karena melihat wanita tua itu berbicara sendiri seolah
sedang berbicara dengannya.
“Eh?”.
Kemudian wanita tua itu bertanya kepadanya.
"kenapa kau tidak istirahat? Pasti berat ya menjadi
seorang Malaikat maut?".
Deya pun dengan heran melihat kearah wanita tua itu dan berpikir,
"kenapa dia bisa melihatku ya?"
Dan Deya pun balik bertanya pada wanita Tua itu.
Lalu wanita tua itu menjawab.
"aku juga tidak tau alasannya, kupikir kaulah yang akan mengambil nyawaku saat ini, Karena Aku tau Kalau Umurku Sudah Tidak Panjang Lagi".
Deya pun merasa heran dengan penyakit yang di derita oleh si wanita tua
itu, kenapa dia berpikir kalau dia akan mati, dan kalau benar kenapa aku tidak
mendapatkan tugas ini, apakah ini sudah menjadi tugas para malaikat maut yang
lain. Itulah yang dipikirkan oleh Deya.
Dan tanpa pikir panjang lagi Deya pun meminta izin untuk beristirahat di sebelah wanita tua itu.
“Boleh saya duduk disini?”. tanya Deya.
“Tentu saja”. jawab Wanita tua itu.
Deya pun duduk sambil menjawab pertanyaan pertanyaan Wanita tua itu.
"Menjadi seorang malaikat maut sepertiku itu sangatlah sulit, dan bahkan tugasku tidak ada habisnya sampai sampai membuatku kelelahan seperti ini, tapi ya mau bagaimana lagi ini sudah menjadi tanggung jawabku, aku tidak bisa terus mengeluh".
Wanita tua itu pun merasa kasihan terhadap Deya dikarenakan tugasnya yang tidak ada habisnya.
“Memanglah tidak mudah menjadi seorang malaikat maut, tapi kita hanya bisa bersyukur dan menjalinya dengan sepenuh hati”.
__ADS_1
lalu beberapa saat kemudian setelah berbagai macam cerita yang mereka
bicarakan, datanglah sesosok lelaki yang mengenakan pakaian hitam bertudung dan
itu adalah malaikat maut yang lain. Deya pun memanggil nya karena dia
mengenalnya.
"Eh kau itu kan Deva, itu kau benarkan? Jadi wanita tua ini adalah targetmu?".
"Tentu saja aku Deva, memangnya kenapa? Dan kenapa kau ada di sini mengobrol dengannya?".
Hal ini membuat Deya sedikit senang karena Deva adalah seorang malaikat
maut yang dikenalnya secara baik, bahkan Deva lah yang melatihnya menjadi
sehebat ini.
"Tadi aku baru saja menyelesaikan tugas di tempat ini tapi tiba
tiba aku dipanggil oleh Wanita tua ini, entah bagaimana bisa dia melihatku,
apakah mungkin seorang manusia bisa melihat kita sesuka hatinya begitu
saja?".
Lalu Deva pun membalasnya dengan panjang lebar mengenai manusia
yang bisa melihat sosok para malaikat maut dan bahkan melihat sosok lainnya
yang tidak bisa dilihat oleh manusia biasa lainnya.
“Memang benar bahwa manusia tidak bisa melihat para malaikat maut
dengan sesuka hati mereka, tetapi ada beberapa manusia yang bisa melihat sosok
nya, walaupun tidaklah banyak”.
Setelah pembicaraan yang panjang lebar, Deva pun harus
segera menyelesaikan tugas nya yaitu membunuh si wanita tua itu.
“Jadi begitulah, oh iya aku harus menyelesaikan tugasku”.
Deva pun meminta maaf kepada wanita tua itu karena dia harus membunuhnya.
"maafkan aku, berbicara dengan manusia unik sepertimu memang
menarik namun sudah menjadi tugas saya untuk membunuhmu saat ini, jadi sudah
siapkah kau?".
Lalu wanita tua itu pun membalas nya dengan menganggukan kepalanya pertanda
bahwa dia sudah siap. Kemudian Deva pun membunuhnya, dan mereka berdua segera
pergi dari rumah sakit itu meninggalkan wanita tua itu yang sudah tidak
__ADS_1
bernyawa itu. Deya merasa senang karena melihat mayat wanita tua itu tersenyum
bahagia, bahkan sampai di akhir hidupnya.