
“aduh ramai sekali ya, kalau begini kita tidak akan kebagian
tempat.” Ucap Rika yang sedang kebingungan mencari tempat duduk.
“sepertinya tempat itu cukup untuk kita berdua lihat masih
ada tempat di samping mereka.” Ucap Deya sambil menunjuk ke arah meja yang
terlihat ramai.
Rika yang melihat tempat yang ditunjukan oleh Deya tiba tiba
terkejut dan berusaha untuk membujuk Deya agar tidak kesana.
“hei Deya sebaiknya kita tidak mengganggu mereka.”
“eh kita kan hanya mau makan, tenang saja aku akan meminta
izin dengan sopan pada mereka.” Ucap Deya yang berusaha meyakinkan Rika.
Lalu Deya berjalan menuju meja itu dan Rika hanya diam dan
mengikutinya saja dari belakang sambil merasa ketakutan.
“permisi, bolehkah kami duduk disini.” Ucap Deya
Murid murid yang sedang menempati tempat itu pun melihat Deya
sambil tertawa dan mengejeknya.
“hei lihat orang ini, memangnya siapa dia berani sekali
berbicara dengan kita.” Ucap salah satu murid
“hei Kenji kau tidak tau ya, dia kan murid baru itu loh yang
terlambat di hari pertamanya.” Ucap wanita yang duduk di sebelahnya.
“wah sepertinya dia belum mengenal kita.” Ucap salah satu
temannya.
“kalau begitu tinggal perkenalkan saja dia pada kita. Iya kan
Shiro.” Ucap wanita yang duduk di sebelahnya.
Lalu murid yang bernama Shiro itu berdiri dari kursi nya dan
berdiri menghadap Deya.
“oh jadi kamu murid baru ya, perkenalkan dua wanita itu Vera
dan Lucy, dan yang laki laki ini Kenji, dan aku Shiro.” Ucap Shiro sambil
__ADS_1
tersenyum licik.
“salam kenal aku Deya dan ini ....”
Belum selesai Deya berbicara tiba tiba makanan yang dibawanya
di jatuhkan oleh Shiro.
“aku tidak peduli, sekarang pergilah dari sini.” Ucap Shiro
sambil tertawa.
Teman temannya pun tertawa menertawakan Deya.
Murid murid yang ada di sekitar situ pun terdiam dan
memalingkan wajah mereka dan tidak ingin terlibat, Begitu juga Rika.
Deya yang kesal langsung memukul wajah Shiro, dan seketika
Shiro terjatuh. Murid murid lain pun terkejut melihatnya. Rika yang panik tiba
tiba menarik tangan Deya dan mengajaknya pergi dari situ.
Rika menariknya sampai ke kelas. namun tidak ada siapa siapa
di kelas.
“sudah gila ya sampai memukulnya segala.” Ucap Rika yang
“eh memangnya kenapa, aku hanya kesal saja dengan dengannya.”
Ucap Deya yang sedang bingung.
“aduh Deya kau itu polos sekali ya. Mereka itu kelompok yang
berkuasa di sekolah. Bukan hanya mereka ber empat saja tapi ada lebih dari 20
orang. Semua murid takut pada mereka.” Ucap Rika yang sedang berusaha
menjelaskan.
Rap dan beberapa teman sekelasnya tiba tiba masuk dengan rasa
panik berkumpul di sekeliling Deya.
“hei Deya sebenarnya apa yang kau lakukan.” Ucap Harry teman
sekelasnya.
“ini gawat, Kenji dan Shiro sedang menuju kemari.” Ucap Doni
yang baru saja sampai di kelas.
__ADS_1
Tiba tiba Kenji dan Shiro masuk dengan rasa kesal. Seketika
murid yang tadinya berkumpul di sekeliling Deya tiba tiba menyingkir darinya.
“kau memang tidak tau diri ya.” Ucap Shiro yang sedang kesal.
“tahan amarah mu Shiro. Oi Deya datanglah ke atap sekolah
sekarang, sepertinya kau tertarik untuk berkelahi kan. Akan kami tunggu kau di
sana dan sebaiknya kau datang.” Ucap Kenji.
Mereka berdua pun berjalan keluar dari kelas itu.
“hei Deya apa yang akan kau lakukan sekarang, sepertinya
mereka tidak main main loh.” Ucap Rika yang sedang panik.
“berapa lama lagi jam istirahat habis?” ucap Deya.
“sekitar 15 menit lagi, memang nya ada apa?” ucap Cindy teman
sekelasnya.
“aku akan ke atas dulu, kalian di sini saja tidak usah ikut
terlibat.” Ucap Deya sambil berjalan keluar kelas.
Di pintu menuju atap sekolah terlihat Shiro yang sedang
menunggu Deya. Deya langsung melewatinya tanpa berbicara apapun. Terlihat Kenji
yang sudah menunggu di atap sekolah. Deya pun menghampirinya, namun ketika Deya
menghampirinya, Shiro yang berada di pintu tiba tiba berjalan kearahnya dan
meninggalkan pintu dalam keadaan tertutup.
“apa apaan ini, kupikir satu lawan satu ternyata kalian
menggunakan cara licik ya.” Ucap Deya.
“tentu saja kami selalu licik.” Ucap Kenji sambil tersenyum
licik.
“kenapa? Kau takut?” ucap Shiro.
“tidak. Justru akan lebih mudah jika kalian berdua langsung
kuhabisi.” Ucap Deya dengan nada sombong.
“nah kalau begitu langsung saja kita mulai.” Ucap Deya sambil
__ADS_1
tersenyum sombong.