Lady Reaper

Lady Reaper
Episode 8


__ADS_3

“aduh ramai sekali ya, kalau begini kita tidak akan kebagian


tempat.” Ucap Rika yang sedang kebingungan mencari tempat duduk.


“sepertinya tempat itu cukup untuk kita berdua lihat masih


ada tempat di samping mereka.” Ucap Deya sambil menunjuk ke arah meja yang


terlihat ramai.


Rika yang melihat tempat yang ditunjukan oleh Deya tiba tiba


terkejut dan berusaha untuk membujuk Deya agar tidak kesana.


“hei Deya sebaiknya kita tidak mengganggu mereka.”


“eh kita kan hanya mau makan, tenang saja aku akan meminta


izin dengan sopan pada mereka.” Ucap Deya yang berusaha meyakinkan Rika.


Lalu Deya berjalan menuju meja itu dan Rika hanya diam dan


mengikutinya saja dari belakang sambil merasa ketakutan.


“permisi, bolehkah kami duduk disini.” Ucap Deya


Murid murid yang sedang menempati tempat itu pun melihat Deya


sambil tertawa dan mengejeknya.


“hei lihat orang ini, memangnya siapa dia berani sekali


berbicara dengan kita.” Ucap salah satu murid


“hei Kenji kau tidak tau ya, dia kan murid baru itu loh yang


terlambat di hari pertamanya.” Ucap wanita yang duduk di sebelahnya.


“wah sepertinya dia belum mengenal kita.” Ucap salah satu


temannya.


“kalau begitu tinggal perkenalkan saja dia pada kita. Iya kan


Shiro.” Ucap wanita yang duduk di sebelahnya.


Lalu murid yang bernama Shiro itu berdiri dari kursi nya dan


berdiri menghadap Deya.


“oh jadi kamu murid baru ya, perkenalkan dua wanita itu Vera


dan Lucy, dan yang laki laki ini Kenji, dan aku Shiro.” Ucap Shiro sambil

__ADS_1


tersenyum licik.


“salam kenal aku Deya dan ini ....”


Belum selesai Deya berbicara tiba tiba makanan yang dibawanya


di jatuhkan oleh Shiro.


“aku tidak peduli, sekarang pergilah dari sini.” Ucap Shiro


sambil tertawa.


Teman temannya pun tertawa menertawakan Deya.


Murid murid yang ada di sekitar situ pun terdiam dan


memalingkan wajah mereka dan tidak ingin terlibat, Begitu juga Rika.


Deya yang kesal langsung memukul wajah Shiro, dan seketika


Shiro terjatuh. Murid murid lain pun terkejut melihatnya. Rika yang panik tiba


tiba menarik tangan Deya dan mengajaknya pergi dari situ.


Rika menariknya sampai ke kelas. namun tidak ada siapa siapa


di kelas.


“sudah gila ya sampai memukulnya segala.” Ucap Rika yang


“eh memangnya kenapa, aku hanya kesal saja dengan dengannya.”


Ucap Deya yang sedang bingung.


“aduh Deya kau itu polos sekali ya. Mereka itu kelompok yang


berkuasa di sekolah. Bukan hanya mereka ber empat saja tapi ada lebih dari 20


orang. Semua murid takut pada mereka.” Ucap Rika yang sedang berusaha


menjelaskan.


Rap dan beberapa teman sekelasnya tiba tiba masuk dengan rasa


panik berkumpul di sekeliling Deya.


“hei Deya sebenarnya apa yang kau lakukan.” Ucap Harry teman


sekelasnya.


“ini gawat, Kenji dan Shiro sedang menuju kemari.” Ucap Doni


yang baru saja sampai di kelas.

__ADS_1


Tiba tiba Kenji dan Shiro masuk dengan rasa kesal. Seketika


murid yang tadinya berkumpul di sekeliling Deya tiba tiba menyingkir darinya.


“kau memang tidak tau diri ya.” Ucap Shiro yang sedang kesal.


“tahan amarah mu Shiro. Oi Deya datanglah ke atap sekolah


sekarang, sepertinya kau tertarik untuk berkelahi kan. Akan kami tunggu kau di


sana dan sebaiknya kau datang.” Ucap Kenji.


Mereka berdua pun berjalan keluar dari kelas itu.


“hei Deya apa yang akan kau lakukan sekarang, sepertinya


mereka tidak main main loh.” Ucap Rika yang sedang panik.


“berapa lama lagi jam istirahat habis?” ucap Deya.


“sekitar 15 menit lagi, memang nya ada apa?” ucap Cindy teman


sekelasnya.


“aku akan ke atas dulu, kalian di sini saja tidak usah ikut


terlibat.” Ucap Deya sambil berjalan keluar kelas.


Di pintu menuju atap sekolah terlihat Shiro yang sedang


menunggu Deya. Deya langsung melewatinya tanpa berbicara apapun. Terlihat Kenji


yang sudah menunggu di atap sekolah. Deya pun menghampirinya, namun ketika Deya


menghampirinya, Shiro yang berada di pintu tiba tiba berjalan kearahnya dan


meninggalkan pintu dalam keadaan tertutup.


“apa apaan ini, kupikir satu lawan satu ternyata kalian


menggunakan cara licik ya.” Ucap Deya.


“tentu saja kami selalu licik.” Ucap Kenji sambil tersenyum


licik.


“kenapa? Kau takut?” ucap Shiro.


“tidak. Justru akan lebih mudah jika kalian berdua langsung


kuhabisi.” Ucap Deya dengan nada sombong.


“nah kalau begitu langsung saja kita mulai.” Ucap Deya sambil

__ADS_1


tersenyum sombong.


__ADS_2