Lady Reaper

Lady Reaper
Episode 15


__ADS_3

      Deya yang sedang berada di depan gerbang sekolah tiba tiba bertemu dengan Rap yang baru saja dari luar sekolah yang sedang membawa kamera dan tas yang biasanya dipakai untuk menyimpan lensa kamera.


 


“eh Deya, abis ngapain jam segini baru mau pulang?”


“tadi aku baru masuk club sih, eh langsung disuruh ikut latihan bareng.”


“oh aku tau kamu pasti masuk club basket ya.” Ucap Rap sambil mengamati Deya dengan serius.


“ko tau sih.” Ucap Deya dengan sedikit terkejut.


“jadwal kegiatan club hari ini tuh cuma basket dan fotografi.”


“lalu kau sendiri darimana?”


“berkeliling sekitar saja sih mencari foto dengan tema yang ditugaskan oleh ketua club.”


“kebetulan bertemu di sini, sekalian pulang bareng aja yu.”


“aku harus kembali ke ruang club dulu nih tas ku tertinggal disana.”


“yaudah ku tunggu disini ya aku males balik lagi soalnya.”


“oke tunggu ya.”  Ucap Rap sambil bergegas pergi untuk mengambil tas nya.


 

__ADS_1


Tak lama kemudian Rap kembali dengan membawa banyak tas.


 


“eh banyak amat barang lu perasaan tadi pagi Cuma bawa tas doang.”


“iya soalnya kamera dan tripod nya ini ku simpan di loker ku.”


“lalu kenapa sekarang malah dibawa?”


“besok mau kupakai sih.”


“melihatmu memakai tas punggung, tas kamera dan tas untuk menyimpan tripod kameramu itu aku jadi berpendapat sama dengan Rika.”


“eh emang Rika ngomong apaan?” ucap Rap yang kebingungan.


      Merekapun berjalan pulang bersama. Di tengah perjalanan mereka, Rap menyarankan Deya untuk ikut makan malam di sebuah restoran cepat saji. Deya yang memang sedang kelaparan menerima ajakan itu, dan mereka pun berjalan menuju restoran itu yang kebetulan tidak terlalu jauh dari jalan yang biasa mereka lewati untuk pulang.


      Mereka pun melanjutkan perjalanan pulang mereka setelah selesai makan. Tak lama kemudian mereka pun sampai di kosan mereka. Mereka menaiki tangga menuju lantai dua sambil mengobrol, saat mereka berbelok menuju lorong setelah menaiki tangga seketika mereka melihat ada seorang wanita yang sedang duduk di depan pintu kamarnya yang sedang terbuka. Wanita itu langsung menyapa Rap sambil melambaikan tangannya.


“Yo Rap.” Sapa wanita itu


“Yo Sam.” jawab Rap


“wah pulang malem sambil bawa pacar nih ya tumben.” ucap Sam


“enak aja, ini Deya yang baru pindah ke sini.”

__ADS_1


“oh jadi ini Deya ya, ga pernah keliatan sih soalnya aku jam segini kerja sih biasanya dan pagi juga aku tidur, dan aku sabtu minggu libur.” Ucap Sam sambil melihat Deya.


“salam kenal aku Deya.” Ucap Deya dengan sopan.


“eh ga perlu sesopan itu, aku emang lebih tua dari kalian sih tapi ya santai aja ga perlu sesopan itu sama aku.” Ucap Sam yang sedikit terkejut dengan sikap Deya.


“eh mba, tumben masih dikamar jam segini, biasanya ngumpul di tempat biasa sama yang lain.” Ucap Rap


“yaampun ini anak udah dibilangin manggil nama aja malah manggil mba.” Ucap Sam yang sedang kesal.


“ya maap kebiasaan.” Ucap Rap


“lagi males nih, eh kalian lagi nyantai ga? Main kartu yu di dalem.” Ajak Sam kepada mereka berdua.


“besok pagi aku ada keperluan sih.” Ucap Rap yang ragu.


“sepertinya menarik, oke aku ikut main.” Ucap Deya dengan penuh semangat.


“ah lu mah Rap ga asik banget, Deya aja semangat tuh.” Ucap Sam


“iya iya aku ikut juga.” Ucap Rap yang terpaksa ikut.


 


Mereka pun bermain kartu di kamarnya Sam sampai larut malam dan tanpa sadar Rap dan Deya tertidur.


 

__ADS_1


“yaampun malah pada tidur, tadi semangat sekarang malah pada tidur di meja. Yaudahlah aku juga tidur aja.” Ucap Sam sambil berjalan menuju kasurnya.


__ADS_2