
Malam hari yang terasa sunyi di
sepanjang jalan, terlihat sebuah apartemen yang memiliki dua lantai dan banyak
kamar. Deya yang sedang bingung mencari alamat rumah barunya yang diberikan
oleh Deva, tiba tiba dia bertemu dengan seorang wanita yang baru saja keluar
dari salah satu kamar itu. Deya pun menghampirinya.
“ permisi, apakah disini ada kamar kosong yang sudah disewakan untukku, namaku Deya.”
“eh kamu Deya ya. Baru saja ku siapkan kamarmu. Ayo silahkan biar kutunjukan kamarmu. Oh iya hampir lupa, nama saya Siska. Panggil saja Bu Siska”
Lalu Bu Siska membuka pintu kamarnya dan
menunjukkan apa saja yang ada dikamar itu.
“ini kamarmu, memang tidak begitu luas tapi sudah lengkap dengan kasur dan televisi dan juga dan juga tidak lupa dengan kamar mandi nya.”
“tidak apa apa, ini sudah lebih dari cukup.”
“oh iya untuk bayar sewa nya tiap bulan jadi ingatlah untuk membayarnya ya, saya pergi dulu.”
“iya baiklah, terima kasih.”
Deya pun menutup pintu kamarnya dan
__ADS_1
merebahkan dirinya di atas kasur.
“aduh melelahkan sekali, aku harus membiasakan diriku karena mulai besok aku bukan lagi malaikat maut melainkan seorang pelajar. Aku harus menjadi lebih baik lagi.”
Deya pun tanpa sadar tertidur begitu saja karena kelelahan.
Keesokan paginya Deya pun bangun dan memulai hidup barunya.
“ oh iya seragamku dimana ya?, eh ternyata aku belum mengeluarkannya dari tasku.”
Setelah bersiap siap, Deya pun berangkat ke sekolah.
Terlihat Deya yang berbeda karena memakai seragam sekolahnya dan bukan pakaian malaikat maut miliknya yang baru saja keluar dari kamarnya.
“ oke waktunya memulai hidup baru”
Deya pun berangkat menuju ke sekolah.
“ternyata lumayan melelahkan juga berjalan dari rumah, ternyata aku juga kehilangan kemampuan teleport ya. Ah sudahlah aku kan sekarang manusia biasa.”
“eh sepi sekali, aku tidak telat kan?”
Deya pun berlari masuk kedalam sekolah, dan tiba tiba bertemu dengan kepala sekolah yang kebetulan berada di pintu masuk sekolah yang sedang menunggu Deya.
“ah maaf, aku terlambat, aku masih baru jadi belum terbiasa.”
“saya Gerald, kepala sekolah di sini. Tadinya saya mau mengajakmu berkeliling sekolah terlebih dulu, tapi karena kau terlambat jadi akan kuantar langsung ke kelas mu.”
“ah iya maaf, terima kasih.”
__ADS_1
Mereka pun berjalan menuju kelas, tak lama kemudian mereka pun sampai didepan kelas.
“ini kelasmu, kalau begitu saya pergi dulu ada sesuatu yang harus saya kerjakan.
Kamu masuklah.”
“baik pak.”
Kemudian Kepala sekolah pun pergi menuju ruangannya.
Deya yang sedikit ragu untuk membuka pintu kelas itu berusaha menghilangkan keraguannya dan masuk kedalam kelas.
“permisi..”
Seisi kelas pun tiba tiba terdiam dan pandangan mereka tertuju pada Deya.
“silahkan masuk, kamu pasti murid baru di kelas ini, tidak perlu malu silahkan
perkenalkan namamu pada teman teman yang lain.”. ucap seorang guru yang sedang mengajar di kelas itu.
Deya pun masuk dan berdiri di depan untuk berkenalan.
“perkenalkan namaku Deya, salam kenal semuanya”
Seisi kelas pun mulai ramai ingin berkenalan dengan nya.
Salah satu murid ada yang terkejut dengan kedatangan Deya.
“(sepertinya aku pernah melihatnya tapi aku tidak begitu ingat dimana aku pernah
__ADS_1
melihatnya).”. pikir salah satu murid.
“baiklah Deya silakan duduk di tempatmu dan kita akan melanjutkan pelajaran."