Lady Reaper

Lady Reaper
Episode 13


__ADS_3

      Setelah jam pelajaran selesai kelas pun dibubarkan. Murid yang lain pun membubarkan diri dan pergi meninggalkan kelas. Deya dan Rika masih tetap berada di kelas karena tidak ada kesibukan lain. Mereka pun mengobrol.


“oh iya Deya kamu belom ikut salah satu club sekolah ya?” ucap Rika


“eh belum sih, memang ada club apa aja?” ucap Deya


“ya banyak sih, ada club sepak bola, club basket, club renang, club memasak, club seni, club musik, dan club fotografi.” Ucap Rika


“lalu kalau kau sendiri ikut club apa?” ucap Deya


“kalau aku sih di club memasak.”


“oh iya tadi si Rap katanya ada kegiatan club ya memang dia di club apa?”


“kalo dia sih dari tampang pemalasnya itu sih yang pastibukan salah satu dari club yang menggunakan tenaga, kalau tidak salah sih dia ikut club fotografi deh.”


“kau pintar memasak jadi wajar saja ikut club memasak, dan Rap juga terlihat cocok ikut club fotografi. kira kira club apa ya yang cocok untukku, kau ada saran ga Rika?”


“sebentar, kau itu atletis sih dan juga kalau menurutku club olahraga cocok sih untukmu tapi kalau untuk perempuan sih hanya dua pilihan antara club basket dan club renang.”


“aku agak bingung sih tapi sepertinya club basket terlihat cocok untukku.”


“nah pas sekali hari ini club basket sedang latihan ayo cepat kesana dan mendaftar.”

__ADS_1


    Rika langsung menarik tangan Deya dan bergegas menuju tempat latihan club basket. Sesampainya mereka disana mereka melihat para anggota club basket yang sedang latihan. Terlihat tim basket laki laki yang sedang berlatih tanding di lapangan dan tim basket perempuan yang sedang berlari dan melakukan pemanasan.


“wah luar biasa mereka terlihat hebat sekali.” Ucap Deya yang terkagum melihat club basket yang sedang berlatih.


    Tiba tiba ada orang yang menepuk pundak mereka berdua dari belakang. Mereka berdua pun terkejut.


“kalian sedang apa disini?” ucap murid laki laki yang mengejutkan mereka.


“eh kak Ryan ku kira siapa. Ini loh kak teman sekelasku dia baru masuk jadi belom ikut club apa apa, apa masih ada pendaftaran anggota baru di sini?” ucap Rika


“oh jadi kamu yang namanya Deya ya, bahkan murid murid di tingkat dua pun tau namamu, kau itu cukup populer juga ya.” Ucap Ryan sambil melihat Deya.


“eh memangnya ada apa denganku?” ucap Deya yang sedang bingung.


“SCOUT, apa itu?” ucap Deya


“eh kau tidak tau?” ucap Ryan


“itu loh Deya kelompok preman sekolah yang aku bilang waktu itu.” ucap Rika


“itu benar. Oke cukup mengobrolnya, Deya kau diterima ayo ikut akan ku perkenalkan dengan anggota yang lainnya.” Ucap Ryan


“kalau gitu aku pergi dulu ya Deya, Kak Ryan sisanya kuserahkan padamu ya.” Ucap Rika

__ADS_1


Rika pun pergi.


“aduh anak itu. oh iya Deya jangan terlalu memaksakan diri ya kalau memang belum bisa karena nanti juga diajari sampai bisa jadi hebat.”


“iya baiklah.”


Mereka berdua berjalan menuju para anggota perempuan yang sedang duduk berkumpul. Ketika mereka sampai di situ para anggota yang lain langsung menyapa Ryan karena dia adalah ketua club basket.


“siang kak Ryan.” Ucap mereka


“siang juga, oh iya ini Deya dia anggota baru.” Ucap Ryan


“salam kenal semuanya.” Ucap Deya


“salam kenal juga dan selamat bergabung” ucap mereka


“oh iya mana Lisa sepertinya tadi aku melihatnya disini?” ucap Ryan


“dia baru saja pergi keruang ganti kak, tadi dia belum sempat mengganti pakaiannya.” Ucap salah satu anggota


“kalau gitu Liz bisa kau antar Deya keruang ganti dan berikan dia seragam, tanya Lisa dia yang menyimpan seragam untuk wanita.” Ucap ucap Ryan kepada salah satu anggota yang bernama Liz.


“baik kak.” Ucap Liz

__ADS_1


Lalu Deya dan Liz pun pergi ke ruang ganti.


__ADS_2