Lady Reaper

Lady Reaper
Episode 11


__ADS_3

      Disaat Deya sedang


sibuk bekerja, ada salah satu pengunjung wanita muda yang berpakaian serba


hitam sedang memperhatikan Deya selama dia sedang bekerja. Tak lama kemudian


dia pun pergi setelah menaruh bayaran nya diatas meja. Deya yang melihatnya


merasa aneh dengan sikap orang itu.


“ada apa dengan orang itu kenapa dia berpakaian menyeramkan seperti itu?” ucap Deya.


“kau tidak tau ya, itu namanya gothic. Memang terkesan menyeramkan tapi terlihat menawan sih tapi entahlah sepertinya cocok sekali untuk orang yang misterius seperti dia.” Ucap Rekan kerjanya yang berada disampingnya.


Setelah Deya selesai bekerja dia pun langsung pulang.


Diperjalanan Deya yang sedang memainkan hp nya tiba tiba merasakan hawa yang aneh


dan Deya ingat darimana asal nya. Deya pun melihat sekeliling dan melihat orang


yang sedang berdiri di pinggir jalan seperti hendak menyebrang dan


dibelakangnya terlihat sosok Malaikat maut yang sedang mengikutinya.


      Terlihat sebuah


kendaraan yang melaju kencang kearang orang itu. Deya pun langsung berlari


untuk menyelamatkannya. Deya menarik orang itu tepat sebelum dia tertabrak oleh


mobil yang melaju kencang itu.

__ADS_1


“hampir saja terjadi hal yang gawat.” Ucap Deya


“eh terima kasih ya. Tadi aku sedang melamun jadi tidak sadar apa yang kulakukan.” Ucap orang yang akan menyebrang tadi.


Kemudian dia pun pergi setelah berterima kasih. Sosok


Malaikat maut itu berdiri di samping Deya dan mengajaknya berbicara.


“Deya lagi lagi kamu mengacau ya!” ucap Malaikat maut itu yang sedang kesal.


Deya yang sedikit terkejut bahwa sosok Malaikat maut itu


adalah Deva.


“eh Deva, ga nyangka ketemu disini.” Ucap Deya


“yaampun kau meloloskan targetku, eh tapi ga apa apa lah karena sudah seharusnya manusia itu saling tolong menolong.” Ucap Deva


“iya iya. Sepertinya kamu menjalani masa hukuman ini dengan baik.” Ucap Deva


“ya tentu saja dong.” Ucap Deya


“ya baguslah. Aku pergi dulu ya pekerjaanku masih banyak, nanti lagi saja mengobrolnya.” Ucap Deva


Sosok Deva pun menghilang. Lalu Deya pun melanjutkan


perjalanan nya. Ketika Deya hendak pergi, dia merasa bahwa dia sedang diawasi


oleh seseorang tapi Deya menghiraukan hal itu. Sesampai nya Deya di rumah dia


melihat Rap yang sedang membaca buku di depan kamarnya. Rap yang melihat Deya

__ADS_1


datang tiba tiba langsung menyapanya.


“eh Deya baru pulang ya, eh iya tadi Bu Siska kesini nyariin kamu tuh.” Ucap Rap


“Siska siapa? Yang mana?” ucap Deya


“yaampun itu loh Bu Siska, Ibu pemilik kosan ini.” Ucap Rap yang sedikit terkejut.


“oh iya ya, hehe aku sampe lupa.” Ucap Deya sambil sedikit tertawa.


“wah jangan dilupain lah bahaya ntar diusir loh.” Ucap Rap sambil tertawa.


“iya ga sengaja ko. Emang ada apaan?”


“Cuma mampir aja sih katanya, paling Cuma mau nanya, Gimana betah ga?. Gitu sih paling.”


“oh kalo itu sih ya betah sih, betah banget malah.”


      Mereka pun mengobrol di lorong depan kamar mereka sampai larut malam. Setelah mengobrol


mereka pun kembali ke kamar masing masing untuk istirahat karena besok mereka


harus sekolah.


Keesokan harinya mereka berangkat bersama lagi seperti


kemarin. Rap yang sedikit kesal karena melihat Deya yang telat bangun lagi


sekarang dia berjalan sambil sibuk memakai dasi dengan roti yang dia gigit di


mulutnya. Rika yang melihat mereka berdua langsung berlari kearah mereka dan

__ADS_1


langsung mengejutkan mereka.


__ADS_2