
Deya pun berjalan menuju tempat duduknya
yang berada di belakang.
Murid yang berada di dekatnya mulai memperkenalkan diri mereka masing masing.
“ hai Deya perkenalkan namaku Doni.”
“senang berkenalan denganmu”
“ hai Deya perkenalkan namaku Rika”
“Senang berkenalan denganmu juga”
Terlihat salah satu murid yang duduk di sebelah Deya sedang menatapnya dengan heran yang membuatnya tidak nyaman. lalu Deya pun menyapanya untuk mengubah suasana.
“hai namaku Deya”
“ah maaf, senang berkenalan denganmu, namaku Rap.”
“senang berkenalan denganmu juga.” ucap Deya
Pelajaran pun dilanjut sampai waktu istirahat tiba.
“baiklah pelajaran sampai sini dulu, sampai jumpa lagi." ucap Guru
Murid murid yang lain pun berkumpul di sekitar Deya untuk menyapanya.
“hai Deya namaku Harry salam kenal ya”
“Deya salam kenal ya namaku Cindy”
“ah iya terima kasih semua nya salam kenal juga." ucap Deya
“teman teman sudahlah berikan Deya ruang, oh iya Deya kau sudah berkeliling sekolah belum.” ucap Rika
__ADS_1
“eh belum sempat, aku tadi terlambat datang jadi langsung ke kelas.” ucap Deya
“kalau begitu serahkan saja pada ketua kelas, tuh si Rap yang akan mengajakmu berkeliling.” ucap Rika
Rap yang sedang makan terkejut mendengarnya dan langsung tersedak makanannya.
“eh Rap lu sehat kan?.” ucap Rika
“sialan, hampir aja ga sehat tau ga?, yaudah deh biar aku aja yang ngajak dia keliling.” ucap Rap
“nah gitu dong, tuh Deya si Rap setuju tuh. Langsung jalan aja sana keburu jam istirahat abis.” ucap Rika
“eh iya.” ucap Deya
Deya dan Rap pun berkeliling sekolah, namun mereka berdua tidak mengobrol karena masih malu
malu.
Rap pun mulai memberanikan diri untuk bertanya pada Deya.
“oh iya Deya, maaf sebelumnya tapi apa kita pernah bertemu sebelumnya, karena aku seperti
Deya pun heran dan mulai mengingat apakah pernah bertemu dengan Rap sebelumnya.
“sepertinya ga mungkin deh.” ucap Deya
“aneh padahal aku yakin kita pernah bertemu di suatu tempat." ucap Rap
tiba tiba Rap teringat.
"aku ingat sekarang, kau itu malaikat maut yang kutemui malam itu.” ucap Rap
Deya pun terkejut dan mulai ingat.
“eh jangan jangan kamu yang waktu itu dihajar oleh lima orang jahat itu?.” ucap Deya
__ADS_1
“tentu saja itu aku, tapi bagaimana kau bisa ada disini?.” ucap Rap
Deya langsung melihat keadaan di sekitar untuk memastikan tidak ada orang lain yang
mendengar.
“kita tidak bisa bicarakan itu disini, kita bicarakan hal ini lagi nanti.” ucap Deya
“maaf, oke baiklah.” ucap Rap
Mereka pun kembali ke kelas karena waktu istirahat telah berakhir. Semua berjalan lancar sampai waktu sekolah berakhir.
Murid murid yang lain pun bersiap siap untuk pulang. Tiba tiba Deya menghampiri Rap yang sedang
membereskan buku buku nya. Deya pun mengajaknya untuk pulang bersama.
“Rap ikut aku, ada yang ingin kubicarakan padamu.” ucap Deya
Rap hanya diam dan menurut saja ketika tangan nya ditarik oleh Deya.
Mereka berdua pun mengobrol sepanjang jalan pulang.
“kemana kau mau membawaku?.” ucap Rap
“tentu saja pulang, kita kan searah.” ucap Deya
“tunggu, bagaimana kau bisa tau kalau tempat tinggal ku searah denganmu?.” ucap Rap
“kamar kita bersebelahan, Bu Siska yang memberi tauku, katanya kau juga bersekolah di tempat yang sama denganku.” ucap Deya
“astaga, maaf aku tidak mengetahuinya.” ucap Rap
“lalu, bagaimana luka mu?.” ucap Deya
“ah itu, aku sudah mengobatinya, sekarang aku sudah lebih baik. Oh iya karena ini masih jam 4 sore bagaimana kalau kita ke cafe, disana ada kue dan kopi yang enak, aku akan mentraktirmu anggap saja ucapan
__ADS_1
terima kasihku?.” ucap Rap
“boleh deh, sepertinya enak.” ucap Deya