
Beberapa saat kemudian Deya mendapatkan tugas baru.
“Eh, Aku dapat tugas baru lagi, padahal baru saja istirahat sebentar”.
“Hei berhentilah mengeluh, ini sudah menjadi tugas kita, kau ingat?”.
“Iya deh, kalau begitu aku pergi dulu. Sampai jumpa Deva”.
Deya langsung pergi ke tempat target selanjutnya. Sesampainya Deya di
tempat targetnya berada, tempat yang berada jauh dari keramaian, tempat yang
berada di sebuah gang yang sepi dan gelap. Terlihat seorang lelaki yang
terlihat babak belur sedang di pukul habis habisan oleh 5 orang preman yang
berbadan besar. Lelaki yang sedang di keroyok itulah target nya.
“Tolong.. siapa saja tolong aku!”.
“Tidak akan ada yang menyelamatkanmu bocah sialan”. Ucap salah satu Preman.
“Hahaha, salah sendiri kamu ikut campur urusan orang dewasa.”. ucap salah
satu Preman
tentu saja hal ini membuat Deya tampak kasihan melihat lelaki yang sedang
dipukuli para Preman itu.
“apa kita bunuh saja bocah seperti ini”. Ucap salah satu Preman itu.
Deya yang mendengar ucapan dari salah satu Preman itu pun terkejut.
“Apa apaan itu, tidak bisa dimaafkan, aku tidak akan tinggal diam”. Pikir Deya.
Deya merasa sangat kesal dan dia memutuskan untuk menampakan wujudnya.
“Keparat sialan”. Ucapnya kepada para Preman itu.
__ADS_1
Para preman itu terkejut dengan sosok Deya yang muncul tiba tiba, namun
para Preman itu justru malah meledeknya.
"hei kau, mau apa kau disini? Apa kau mau ikut ku pukul juga hah!”.
"Hei, kau cosplayer ya kenapa berpenampilan seperti itu?”
Dengan perasaan kesal dan amarah yang tidak bisa ditahan olehnya, Deya pun
mengeluarkan sabitnya.
“oi oi hati hati dengan senjatamu, apa kau ini ingin melawan kami dengan
senjata mainanmu itu ya?, mustahil lagipula mana mungkin gadis sepertimu
mengalahkan kami berlima". Ucap salah
satu Preman itu.
Deya pun semakin merasa kesal dengan para preman itu, emosi nya yang
sangat kuat, yang bahkan Deya pun belum pernah menggunakan kekuatan itu. Dengan
amarah nya yang meluap Deya pun menantang para preman itu.
"AKAN KUBUNUH KALIAN SEMUA!". Teriak Deya kepada para Preman itu.
Deya pun berlari kearah mereka dengan sangat cepat dan membunuh salah satu
preman itu dalam sekali tebas menggunakan sabit nya.
Namun hal itu membuat para Preman itu semakin marah.
“Gadis sialan. BUNUH WANITA SIALAN ITU!”.
Lalu terjadilah pertarungan yang sangat menegangkan.
Deya melempar sabitnya ke arah salah satu Preman itu, seketika Preman yang
__ADS_1
tertusuk sabit itu pun mati.
Lalu tiba tiba ada dua Preman yang ingin menusuk nya dengan pisau dari dua
sisi. Deya pun berhasil menahan serangan mereka dengan kemampuan bela dirinya
dan mematahkan tangan kedua Preman itu.
Dengan gerakan yang sangat cepat Deya pun berpindah ke belakang mereka dan mematahkan
leher para Preman itu.
Salah satu Preman yang terlihat ketakutan karena telah meliat Deya membunuh
teman temannya hanya bisa terdiam ketakutan dan meminta maaf.
“ma.. maaf kan aku, kami semua mabuk jadi tidak sadar apa yang kami
lakukan.”
Deya yang terlihat kesal, menghampiri Preman yang sedang meminta maaf itu
dan menebas kepalanya.
“katakan itu sebelum aku membunuh kalian semua dasar keparat sialan!”.
dengan kelincahan dan keahliannya dalam menggunakan gerakan bela diri, Deya
berhasil mengalahkan preman preman itu seorang diri. Lelaki yang menjadi target
itu pun hanya bisa terdiam tidak bisa berkata kata.
Dengan kekuatan yang sudah mulai melemah, seiring aura kegelapan nya
menghilang Deya pun berjalan menuju lelaki itu.
"Hei, kau tidak apa apa? Tenanglah aku tidak jadi mencabut nyawamu. Sudah
aman sekarang kau bisa pergi". Ucapnya kepada Lelaki itu.
__ADS_1