Lady Reaper

Lady Reaper
Episode 2


__ADS_3

    Beberapa saat kemudian Deya mendapatkan tugas baru.


“Eh, Aku dapat tugas baru lagi, padahal baru saja istirahat sebentar”.


“Hei berhentilah mengeluh, ini sudah menjadi tugas kita, kau ingat?”.


“Iya deh, kalau begitu aku pergi dulu. Sampai jumpa Deva”.


    Deya langsung pergi ke tempat target selanjutnya. Sesampainya Deya di


tempat targetnya berada, tempat yang berada jauh dari keramaian, tempat yang


berada di sebuah gang yang sepi dan gelap. Terlihat seorang lelaki yang


terlihat babak belur sedang di pukul habis habisan oleh 5 orang preman yang


berbadan besar. Lelaki yang sedang di keroyok itulah target nya.


“Tolong.. siapa saja tolong aku!”.


“Tidak akan ada yang menyelamatkanmu bocah sialan”. Ucap salah satu Preman.


“Hahaha, salah sendiri kamu ikut campur urusan orang dewasa.”. ucap salah


satu Preman


    tentu saja hal ini membuat Deya tampak kasihan melihat lelaki yang sedang


dipukuli para Preman itu.


“apa kita bunuh saja bocah seperti ini”. Ucap salah satu Preman itu.


Deya yang mendengar ucapan dari salah satu Preman itu pun terkejut.


“Apa apaan itu, tidak bisa dimaafkan, aku tidak akan tinggal diam”. Pikir Deya.


Deya merasa sangat kesal dan dia memutuskan untuk menampakan wujudnya.


“Keparat sialan”. Ucapnya kepada para Preman itu.

__ADS_1


Para preman itu terkejut dengan sosok Deya yang muncul tiba tiba, namun


para Preman itu justru malah meledeknya.


"hei kau, mau apa kau disini? Apa kau mau ikut ku pukul juga hah!”.


"Hei, kau cosplayer ya kenapa berpenampilan seperti itu?”


Dengan perasaan kesal dan amarah yang tidak bisa ditahan olehnya, Deya pun


mengeluarkan sabitnya.


“oi oi hati hati dengan senjatamu, apa kau ini ingin melawan kami dengan


senjata mainanmu itu ya?, mustahil lagipula mana mungkin gadis sepertimu


mengalahkan kami berlima".  Ucap salah


satu Preman itu.


    Deya pun semakin merasa kesal dengan para preman itu, emosi nya yang


sangat kuat, yang bahkan Deya pun belum pernah menggunakan kekuatan itu. Dengan


amarah nya yang meluap Deya pun menantang para preman itu.


"AKAN KUBUNUH KALIAN SEMUA!". Teriak Deya kepada para Preman itu.


Deya pun berlari kearah mereka dengan sangat cepat dan membunuh salah satu


preman itu dalam sekali tebas menggunakan sabit nya.


Namun hal itu membuat para Preman itu semakin marah.


“Gadis sialan. BUNUH WANITA SIALAN ITU!”.


Lalu terjadilah pertarungan yang sangat menegangkan.


Deya melempar sabitnya ke arah salah satu Preman itu, seketika Preman yang

__ADS_1


tertusuk sabit itu pun mati.


Lalu tiba tiba ada dua Preman yang ingin menusuk nya dengan pisau dari dua


sisi. Deya pun berhasil menahan serangan mereka dengan kemampuan bela dirinya


dan mematahkan tangan kedua Preman itu.


Dengan gerakan yang sangat cepat Deya pun berpindah ke belakang mereka dan mematahkan


leher para Preman itu.


Salah satu Preman yang terlihat ketakutan karena telah meliat Deya membunuh


teman temannya hanya bisa terdiam ketakutan dan meminta maaf.


“ma.. maaf kan aku, kami semua mabuk jadi tidak sadar apa yang kami


lakukan.”


Deya yang terlihat kesal, menghampiri Preman yang sedang meminta maaf itu


dan menebas kepalanya.


“katakan itu sebelum aku membunuh kalian semua dasar keparat sialan!”.


dengan kelincahan dan keahliannya dalam menggunakan gerakan bela diri, Deya


berhasil mengalahkan preman preman itu seorang diri. Lelaki yang menjadi target


itu pun hanya bisa terdiam tidak bisa berkata kata.


Dengan kekuatan yang sudah mulai melemah, seiring aura kegelapan nya


menghilang Deya pun berjalan menuju lelaki itu.


"Hei, kau tidak apa apa? Tenanglah aku tidak jadi mencabut nyawamu. Sudah


aman sekarang kau bisa pergi". Ucapnya kepada Lelaki itu.

__ADS_1


__ADS_2