Lady Reaper

Lady Reaper
Episode 14


__ADS_3

“oh iya Deya sebelumnya salam kenal ya.”


“iya salam kenal juga.”


“seharusnya sih Lisa masih di ruang ganti”


“dia bukannya murid tingkat dua seperti kak Ryan ya?”


“tentu saja bukan, aku ini masih di tingkat yang sama dengan kalian.” Ucap Lisa yang baru saja dari ruang ganti.


“eh kebetulan nih jadi bisa dijelasin langsung sama orangnya.” Ucap Liz


“perkenalkan aku Lisa Wakil ketua club basket, aku masih belum lama juga sih jadi wakil ketua. Karena wakil ketua hanya dipilih dari murid tingkat satu supaya saat naik ke tingkat dua bisa langsung menjadi ketua, begitulah sistem nya. Karena jika sudah berada di tingkat tiga para murid tidak diperbolehkan mengikuti club dan lebih di sibukkan dengan belajar.” Ucap Lisa.


“oh iya Lisa seragam untuk Deya dimana?” ucap Liz


“oh itu tuh di loker yang di ujung, sekalian itu barang barangmu di simpan di loker itu ya Deya itu milikmu sekarang.” Ucap Lisa


“oke baiklah.” Ucap Deya


Lisa pun pergi meninggalkan mereka berdua dan bergabung dengan anggota lainnya.


Deya pun membuka lokernya dan melihat ada baju kaos putih polos dan juga seragam basket.

__ADS_1


“kau kenapa heran begitu, wajar kan bagi wanita memakai baju kaos terlebih dahulu sebelum memakai baju basket yang tanpa lengan dan terlihat longgar itu.”


“bukan itu sih maksudku, kukira tidak dikasih baju kaos nya.”


“oh itu ide nya Lisa sih soalnya sebelumnya tidak ada yang seperti itu.”


“ya baguslah kebetulan juga aku tidak bawa.”


“oke kalau begitu cepat ya kau kan belom sempat melakukan pemanasan.”


“tenang aja ga lama ko kan cuma ganti baju doang.”


Lalu mereka pun kembali ke lapangan. Terlihat anggota tim perempuan sekarang yang sedang bertanding.


“baiklah ini yang kutunggu tunggu.” Ucap Liz dengan semangat.


Setelah melakukan pemanasan, Lisa pun mengajari Deya cara


bermain basket.


“ini adalah hal dasar yaitu mendrible bola yaitu dengan memantulkan bola kebawah menggunakan satu tangan.” Ucap Lisa sambil mempraktekannya.


“seperti ini kan?” ucap Deya yang sedang mencobanya.

__ADS_1


“iya benar seperti itu. sekarang akan kuajari cara mengoper bola. Sebelum itu coba kau letakkan dulu bola itu dan cobalah untuk menangkap bola yang ku oper ya, pelan ko jadi jangan takut ya.”


Lalu Lisa pun mengajari beberapa hal dasar lainnya dan Deya mempelajarinya dengan cepat tanpa masalah.


“wah kau belajar dengan cepat ya, sepertinya hanya itu sih latihanmu untuk hari ini.”


“cara mengajarmu cukup mudah dimengerti jadi ya aku juga jadi cepat bisa.”


“Oh iya ayo istirahat kita cari tempat duduk untuk menonton pertandingan mungkin saja kau bisa mempelajari cara bermainnya.”


“ide bagus ayo.”


Mereka pun duduk di bangku penonton. Ketika mereka sedang mengobrol tak lama kemudian Ryan datang dan duduk di samping mereka.


“kau berlatih dengan  baik Deya, tapi sepertinya kau bisa langsung bermain tanpa ada masalah.” Ucap Ryan


“eh tunggu dulu kak, bukannya itu terlalu cepat, aku bahkan belum mengajarinya cara memasukkan bola dan beberapa gerakan yang lainnya.” Ucap Lisa


“ya karena waktunya juga tidak terlalu banyak yang tersisa, mungkin sabtu depan akan kuajarkan.” Ucap Ryan


“oh iya kak sekarang sudah jam 5 sore, sudah waktunya bubar.” Ucap Lisa


“kalau begitu setelah pertandingan tim perempuan selesai ya, sebentar lagi sih.” Ucap Ryan

__ADS_1


Peluit tanda pertandingan selesai pun berbunyi. Dan sesuai arahan Ryan sebagai ketua club latihan hari ini pun selesai. Para anggota yang lain pun pergi berganti pakaian dan pulang.


__ADS_2