
Saat Deya mau pergi tiba tiba Deya mendapat panggilan dari atasan nya untuk
segera menemuinya, tanpa menunggu lagi Deya pun langsung pergi menemui
atasannya.
“Sudah aman sekarang, jadi aku pergi dulu ya. Oh iya tolong rahasiakan
tentang hal ini ya”.
Lelaki itu pun hanya duduk terdiam melihat Deya yang berjalan pergi dan
mulai menghilang.
Sesampainya Deya di dunia Malaikat maut tiba tiba dia diajak oleh salah satu
Malaikat maut untuk mengikutinya.
“Ayo Deya ikut aku, Ketua dan yang lainnya telah menunggumu”
Sesaimpainya Deya di ruangan yang di
tunjukan oleh salah satu Malaikat maut itu Deya pun merasa kaget melihat para Malaikat
maut lainnya termasuk Deva berkumpul di suatu tempat yang seperti sebuah tempat
sidang yang dipimpin oleh pemimpin para Malaikat maut bernama Tarlok.
“ini kan tempat sidang, sama seperti di dunia manusia. Aku bahkan tidak tau
kalau di sini ada tempat seperti persidangan?”. Tanya Deya yang keheranan
kepada Malaikat maut yang membawanya ke tempat ini.
__ADS_1
“ya tentu saja ada, dan juga kau tersangka utamanya”.
Ternyata benar disini adalah sebuah tempat sidang dengan Deya sebagai
tersangka utama nya.
“DEYA, CEPAT DUDUKLAH DISANA ! ". Ucap Tarlok yang duduk di kursi Hakim.
Deya pun terkejut dan langsung menurutinya karena itu adalah sebuah
perintah dari seorang atasannya yang paling berkuasa. Deya sebenarnya sudah tau
tentang kesalahan yang dia perbuat, dan yang dia lakukan ini adalah sebuah
kesalahan yang besar. Walaupun Deya bahkan tidak menyangka akan berada tempat
sidang. Dan benar saja sidang ini adalah tentang kesalahan itu.
“Deya, kau telah melakukan kesalahan yang besar, kau tau melepaskan seorang
kenapa kau melakukannya?".
Deya pun hanya terdiam dan tidak menjawab.
"Aku tau kalau kau ini memang masih memiliki hati yang lembut, tidak
seperti para Malaikat maut yang lain. Namun Karena kau telah melakukan beberapa
kesalahan, oleh sebab itu kau di jatuhi sebuah hukuman”.
Deya pun panik dan bingung memikirkan tentang hukuman apa yang akan dia
terima.
__ADS_1
“Deya, mulai sekarang kau bukan lagi seorang malaikat maut. Aku akan mengambil
kemampuan malaikat mautmu, dan aku akan menurunkan mu menjadi seorang manusia
biasa, dan kau akan menjadi manusia selama 3 tahun, dalam waktu 3 tahun itu gunakanlah
untuk belajar dan pikirkanlah kesalahanmu”.
Mendengar hukuman itu Deya pun hanya bisa menerima nya tanpa bisa membantah
hukumannya. Lalu setelah sidang selesai Deya pun langsung diantarkan ke suatu
tempat yaitu sekolah sma untuk manusia biasa bersekolah oleh Deva.
“Dengar Deya, aku tau ini berat bagimu, tapi kuharap kau bisa
menjalaninya”.
“Tenang saja, aku masih hidup jadi tidak ada yang perlu kau khawatirkan”.
Agar bisa membaur dengan manusia lainnya, Deya sudah didaftarkan sebagai
seorang murid pindahan di sana dan memulai hidup sebagai manusia biasa.
“Hey Deya, Semoga beruntung oke”.
“Tentu saja, dan juga terima kasih ya Deva telah membantuku selama ini”.
“kau bercanda, tentu saja aku akan membantumu selalu. Tapi aku tidak akan
melakukan pelanggaran sepertimu. Sudah ya, sampai jumpa”
Deva pun pergi dan menghilang. Dan Deya pun pergi untuk mencari tempat
__ADS_1
tinggal yang sudah di siapkan oleh Deva, senior sekaligus teman terbaiknya.