Langkah Bodoh Menuju Tamat

Langkah Bodoh Menuju Tamat
Chapter 10: Dokter spesialis


__ADS_3

Aku duduk di kursi dekat jendela. Memandang pemandangan diluar, pandanganku tertuju pada sang algojo tua bersama putrinya, Guinevere yang sedang melakukan rutinitas mereka.


Untuk sekarang, aku sudah mengupdate informasi hingga pada bab terbaru. Aku senang mengetahui Arthur baik-baik saja. Bersamaan, aku masih marah dengannya karena telah memaksaku memakan semua jantung iblis.


Tapi harus kuakui, sang algojo tua adalah sebuah karakter yang menarik. Baru kusadari setelah membaca catatan author di bab-bab sebelumnya, dia adalah seorang dokter spesialis iblis yang dulunya turun ke medan perang—— Komandan Ogyruan.


Ia adalah dokter yang lihai dan berpengalaman. Satu-satunya hal yang tak ku sukai darinya adalah caranya menyelamatkan pasiennya terlalu ekstrim.


Dari diagnosa nya, aku terlalu banyak memakan jantung iblis sehingga tubuhku kini berada dalam keadaan tidak stabil. Sewaktu-waktu, aku bisa kehilangan kendali jika aku kehilangan tubuhku dan jantung para iblis.


Menjadi pemilik jantung para iblis tidaklah mudah. Prosesnya memerlukan waktu supaya jantung dan tubuh ini menyatu sempurna. Untuk membantunya, tuan Ogyruan memberikanku sebuah ramuan bernama Order.


Bisa diibaratkan, Order adalah racikan obat tanpa resep pasti. Tergantung pada kondisi dan gangguan yang dialami pasien, resep ramuan tersebut bisa berubah kapan saja. Namun bukan berarti Order tidak memiliki peraturan dalam pembuatannya.


'Nama iblis adalah cerminan dari diri mereka. Ketika kau mengenal namanya, itu artinya mereka menerimamu dan kau berhasil memegang mereka.'


Seseorang harus mengenal jelas iblis yang mereka makan dan nama serta kelas mereka untuk membuat sebuah Order yang kompatibel. Aku seharusnya tidak boleh menerima Order yang ia suntikkan padaku kemarin karena aku memakan iblis secara babi buta.


Itu sebuah keberuntungan salah satu iblis dalam tubuhku memiliki kecocokan dengan Order yang ia berikan.

__ADS_1


'Baru pertama kalinya, aku melihat manusia bodoh yang memakan 5 jantung iblis dalam waktu singkat. Kau sedang berjudi dengan nyawamu melakukan hal gila itu.'


Tuan Ogyruan memarahiku habis-habisan selama berjam-jam kemarin. Aku merasa diperlakukan tidak adil. Dalang dibalik semuanya ditempat pertama bukanlah aku. Kalau saja Arthur bukanlah sang protagonis, aku mungkin akan meledak dari amarah.


5 iblis dalam tubuh ini; Salah satunya adalah iblis tingkat tinggi, 3 diantaranya adalah kelas rendah dengan sisanya adalah iblis kelas menengah.


Sama seperti iblis, Order pun memiliki 7 tingkatan yang dibagi menjadi 3 kelas. Order 7, 5, dan 6 adalah Order kelas rendah yang manjur untuk iblis berkelas lemah.


Order 4 dan 3 dikategorikan menjadi kelas menengah. Para dokter ebiasanya meresepkan ini untuk iblis yang memiliki kemampuan bertarung tingkat menengah hingga tinggi. Biasanya juga bisa digunakan untuk menetralisir tubuh dari iblis kelas rendah sehingga jantung tersebut berubah menjadi jantung biasa.


Order 2 dan 1 adalah Order kelas atas yang terbuat dari bahan-bahan langka. Digunakan dalam menangani iblis kelas atas yang berbahaya. Tidak banyak dokter yang berani meresepkan Order ini karena berbahaya bagi sang pemilik tubuh. Kebanyakan dari mereka langsung meninggal sedetika setelah mengonsumsinya akibat penolakan dari tubuh dan iblis yang dimakan.


Dan itu tentu saja belum tentu akan membantu jantung iblis menerima Order secara instan.


Kau harus mengenakan 'topeng' agar jantung iblis bisa merespon Order. Supaya bisa bekerja dengan baik, setiap orang memerlukan lingkungan yang cocok.


Dalam arti seseorang harus memahami dan mengenakan topeng personalitas dan karakteristik iblis yang mereka makan. Dengan begitu, jantung tersebut akan mengakui sang pemakan sebagai pemilik tubuh mereka.


Pengecualian di kasusmu, kau lebih baik menguasai jantung iblis itu perlahan-lahan. Iblis kelas atas dalam tubuhmu sedang tertidur. Dalam waktu 2 bulan, aku ingin kau menguasai jantung iblis yang ada sementara aku mencari resep untuk Order baru.

__ADS_1


Yah.. kurasa aku benar-benar merepotkannya. Aku harap aku bisa membalasnya kembali suatu hari. Dia adalah karakter author yang unik.


TOK, TOK, TOK..


Aku berjalan membuka seperempat pintu kamarku. Melihat Guinevere di depan sana, aku menyapanya singkat sebelum menanyakan keperluannya kemari.


"Aku datang mengantarkanmu surat dari temanmu," jawabnya, memberikanku sepucuk surat. "Ia memintamu menuliskan balasan padanya ketika kau sudah bangun"


Ujung bibirku berkedut sekali mendengar kata teman muncul dari bibirnya. Aku bukanlah teman atau apapun selain pendampingnya satu hari. Mengapa dia menyebut ku sebagai temannya?


Aku melipat surat itu masuk kedalam saku celanaku seketika aku mendapatkannya di tanganku. Tidak ingin menbacanya, aku sudah tahu apa yang ia tulis di dalam melalui layar biru. Ditambah, aku masih kesal dengannya. Terutama sehabis mengetahui ia meremehkan ku diam-diam.


"Terimakasih. Aku akan mempertimbangkan untuk membalasnya," ujarku, memegang gagang pintu. Bersiap-siap menutupnya, tanganku dihentikan oleh Guinevere yang belum pergi dari tempatnya.


"Apa ada sesuatu yang salah?"


Guinevere menggeleng cepat. "Aku ingin berbicara denganmu. Apa aku boleh masuk sebentar?"


Aku mengerutkan keningku. Menoleh ke belakang, aku mengecek ruanganku yang sedikit berantakan. Lagian, aku tidak ingin sekamar dengan perempuan yang baru kutemui kemarin.

__ADS_1


".. Mari kita berbicara di bawah saja. Aku tidak bisa membiarkanmu masuk ke kamar orang sakit"


__ADS_2