Langkah Bodoh Menuju Tamat

Langkah Bodoh Menuju Tamat
Chapter 9: Putri seorang algojo


__ADS_3

Guinevere POV


Aku adalah putri seorang algojo yang ditakuti semua orang di kerajaan ini. Semua orang membenci keluarga kami. Tidak pernah ada yang berani mendekat. Tidak pernah ada yang mengundang kami selain untuk menebas leher seorang kriminal.


Itulah mengapa ibuku meninggalkan keluarga ini setelah ia melahirkanku. Aku iri sekali padanya. Namun, aku tidak bisa melakukannya sebab aku tidak memiliki tempat untuk kabur.


Kemanapun aku pergi, aku selalu mendapatkan lirikan benci. Itulah hukuman bagiku sebagai seorang putri dari keluarga algojo.


Di suatu malam, aku dikunjungi oleh tamu tak diundang saat ayah sedang pergi bekerja diluar kota. Seorang pria berbau lumpur tiba di depan rumah sembari menggendong sesuatu yang tertutupi jubah hitam di belakangnya.


Dia meminta sebuah tempat untuk berlindung di hari hujan. Aku tidak bisa menolak permintaannya. Malahan, ini adalah sebuah kesempatan yang bagus bagiku.


Jika aku tidak bisa pergi dari sini, maka akulah yang akan menarik mereka masuk agar aku tidak kesepian. Aku telah menunggu seorang pria seumur hidupku yang bisa menemaniku dalam hukuman ini.


'Namaku Arthur. Aku adalah seorang pengembara yang tersesat di hutan'


Betapa beruntungnya aku. Aku dengan senang hati memberikannya tempat menginap. Arthur adalah seorang pemuda yang santun dan baik hati. Wajahnya juga tidak terlalu buruk untuk dipandang. Dia adalah pria yang sempurna.


Tetapi aku bisa merasakan sesuatu darinya terlihat sendu. Kupikir aku bisa mengisi kekosongan hatinya dan menjadikannya milikku selamanya. Kami akan menjadi sebuah keluarga bahagia yang tinggal di tepi hutan.


Namun semua itu berakhir tidak seperti yang kuharapkan saat aku melihat tanda raja di tangan kanannya. Sebuah bintang yang melambangkannya sebagai orang terpilih.


Dia adalah pahlawan yang akan mengalahkan raja iblis dan apa yang ia bawa di punggungnya tidak lain adalah rekannya yang berada di ambang hidup dan mati.

__ADS_1


Aku langsung menjadi bimbang dengan semua rencana ku. Ini adalah kesempatan sekali seumur hidup tetapi aku tidak bisa mengambilnya karena takdir tidak memperbolehkanku. Aku tidak ingin melewatkannya.


Sayangnya, sebagai pahlawan negeri ini, aku tahu dia akan meninggalkanku. Tidak mungkin seorang pahlawan sepertinya ingin menikahi wanita sepertiku. Dia pastinya sudah dipinang dengan wanita lain.


—— Seketika, terlintas sebuah rencana busuk agar aku bisa mendapatkannya dengan adil.


Melihat temannya yang berada dalam kondisi buruk, aku menyarankan Arthur untuk menitipkannya di rumah ini sementara ia melanjutkan perjalanannya.


Temanmu tidak akan mampu mengikutimu. Dia tidak akan bisa bertahan jika kau memaksanya pergi bersamamu. Dia bahkan belum memilih sepenuhnya!


Awalnya, Arthur merasa ragu dengan saranku dengan alasan takut akan membebaniku. Ia menjelaskan padaku rekannya adalah seorang penyihir kerajaan dari negeri yang jauh. Meskipun begitu, ia tidak bisa menggunakan sihir apapun.


Dalam perjalanannya keluar dari hutan, Arthur memberitahuku sang penyihir pada dasarnya sudah pernah mati sekali dan untuk menghidupkannya kembali, ia terpaksa harus memberikannya jantung para iblis supaya sang penyihir bisa beregenerasi lagi.


Pria bak pengemis itu adalah orang yang penting bagi Arthur. Saat aku mendengarnya, aku hampir tertawa terbahak-bahak. Sudah jelas sekali Arthur telah dijebak oleh seorang gelandangan.


Hanya setelah aku membujuknya untuk yang ketiga kalinya barulah ia meyakinkan diri demi melindungi sang gelandangan dari bahaya perjalanannya.


Kau bisa mengunjunginya kapanpun. Datanglah ke rumah ini setelah kau menyelesaikan perjalanan mu.


Sebuah rencana sempurna! Aku sangat berterimakasih pada sang gelandangan. Karenanya aku bisa menemukan seorang pria sempurna dalam hidup menyedihkan ini.


Sebelum ia pergi, Arthur menitipkan sebuah surat berisi penjelasan singkat situasi sang pengemis. Ia memberitahuku untuk memberikannya kepada gelandangan itu apabila ia sudah bangun.

__ADS_1


Semuanya berjalan mulus. Sangat lancar sesuai rencanaku. Aku hanya perlu menjaga seorang gelandangan setiap hari hingga kedatangannya dan berbohong pada ayahku bahwa aku menemukannya di tepi hutan. Kupikir itu akan mudah karena sang pengemis terlihat mati suri tanpa adanya kabar.


Oleh sebab itu, aku tidak mempersiapkan diri ketika aku menemukannya terbangun berdarah.


'Pak penyihir adalah seseorang yang telah melampaui batas manusia'


Aku melihat sisik dan bulu burung muncul di lehernya. Tanduk panjang tumbuh di kepalanya. Sebuah tonjok menggeliat di belakang punggungnya seakan-akan sesuatu akan merobek kulitnya untuk keluar.


—— Dia adalah sosok perwujudan iblis.


Aku mungkin telah meremehkan peringatan Arthur. Saat itu, aku terlalu shock untuk bisa melakukan apapun. Tinggal di tepi hutan, tidak jarang aku menemukan iblis kelas rendah di sekitar.


Berkat mantra pelindung ayahku, para iblis tidak pernah mendekati area rumah. Ayah pernah memesan padaku apabila hari dimana sesosok iblis berhasil masuk kedalam rumah dan ia tidak ada disana, aku harus segera bersembunyi dan kabur.


Tapi bagaimana jika sang iblis menemukanku lebih dulu? Aku telah melakukan langkah yang salah.


'Meskipun dia bukanlah manusia bisasa, pak penyihir adalah seseorang yang lebih baik dan lembut dari siapapun'


PUK-


".. Kau.. baik..?"


Aku mengangkat kepalaku melihat sosok monster itu. Merasakan tangannya di pundakku masih hangat, aku tersentak kecil begitu menyadari ia bukanlah sosok iblis sepenuhnya.

__ADS_1


Itu berarti aku masih memiliki kesempatan untuk membantunya. Aku tidak bisa membiarkan jaminan hidupku mati sekarang!


"—— Tunggu disini- ada algojo tua yang bisa membantumu!!"


__ADS_2