
Acara pemakaman Aerii istri dari Marklee sudah berlangsung tadi, Mark yang belum bisa melepas kepergian Aerii dan bayi dalam kandungannya masih terlihat menangis didekat batu nisan sang istri tentu Mark didampingi oleh kawan-kawannya dan juga Taeyong kakak sepupunya.
Disamping Mark Taeyong bersedekap seperti Mark memeluk Mark dengan erat mengusap bahu Mark tanda menguatkannya sambil mengatakan "Tenang aja Mark lo gak sendiri kan masih ada gue, Y/N dan anak-anak Lee Company lainnya"
Walalu begitu Taeyong sangat sayang dengan Mark terlebih lagi Taeyong dan Mark dulu pernah tinggal satu atap jadi bagaimana Taeyong tidak sesayang ini pada Mark, Sejujurnya hati Taeyong sangat sakit ketika tahu istri adik sepupunya itu telah pergi selamanya karena semenjak Taeyong sudah tidak lagi tinggal bersama Mark faktor Taeyong yang ingin kuliah di Korea menjadikan Mark seorang yang kesepian tidak mau dekat dengan siapapun kecuali Taeyong, iya memang dulu mereka sedekat nadi namun sekarang sejauh matahari.
Situasi saat ini juga membuat Taeyong merasa bersalah karena sudah meninggalkan Mark dan semalam dia baru saja bertengkar dengan Mark soal ia memeluk istrinya bukankah ini egois? Mark hanya membutuhkan kehangatan bukan malah ia tuduh yang tidak tidak seperti anak kecil saja.
Kamu melihat Mark yang sulit diajak untuk pulang meninggalkan makam sang istri berniat untuk membujuk Mark.
Kamu menghampiri Mark lalu ikut bersedekap disebelahnya sambil merangkul tubuh Mark "Mark??? Yuk pulang"
Inilah yang spesial darimu semua orang akan mencair ketika sudah berada dipelukan mu.
"Tidak nuna Mark masih ingin bersama Aerii disini". Air mata Mark mengalir deras disekujur pipinya.
Dengan segala kepekaan dirimu kamu langsung mengusap pipi Mark yang dari tadi mengeluarkan bulir air.
"Eishh jangan gitu Marklee, Kau tahu tidak? Jika seperti ini maka Aerii akan menangis juga disana malah nanti jadinya dia tidak tenang dialam sana"
Mark menatapmu dalam "Tapi nuna Mark masih ingin melihat Aerii, Karena disini Mark merasa Aerii masih ada"
Untuk yang kedua kalinya kamu mengusap wajah Mark yang basah.
"Tidak Mark, bahkan arwah Aerii belum sepenuhnya kembali sebelum 7 hari kepergiannya jadi dia masih ada dirumah juga" kamu tersenyum kearah Mark, demi tuhan kamu berasa sedang membujuk anak balita yang kehilangan ibunya.
Oh iya melihat kejadian ini bagaimana dengan dua lelaki mu dibelakang kamu dan Mark? Iya mereka berdua sudah menekuk wajahnya pertanda cemburu.
Mark terdiam tak percaya.
"Yasudah kalau kau tidak percaya, Jadi mau sampai kapan kita ada disini,hmm??"
Kini Mark berubah pikiran "Baiklah kita pulang sekarang"
Sebelum pulang Mark mencium batu nisan sang istri pertanda perpisahan.
"Aku pulang dulu ya sayang, jaga diri kamu baik-baik aku janji setiap pulang kerja aku akan kesini menceritakan kamu semua yang aku alami, Aku mencintaimu sayang"
Lalu setelahnya kalian pergi meninggalkan pemakaman Hwa Aerii.
●●●
Sampai dikediaman Mark Lee.
Ibu Mark kini berada disamping Mark yang sedang berada diruang tengah, beliau memeluk Mark dengan erat, mengusap lembut surai Mark, juga tak lupa beliau menyingkap air mata Mark yang sedari tadi terus mengalir.
"Sudahlah Mark Aerii sudah bahagia disana bersama William jadi ibu harap kau jangan tangisi dia lagi"
Walaupun anak Mark dan Aerii belum lahir tapi Mark dan Aerii sudah memberikan nama untuk calon bayinya dengan nama William Mark Lee, hanya ditambahkan William saja selebihnya menggunakan nama dan marganya.
Ketika Taeyong ingin mengambilkan air untuk teman-temannya ia tidak sengaja melihat pemandangan sendu disana, merasa kasihan Taeyong langsung menghampiri Mark dan ibunya.
"Bi Marknya boleh dibawa kebelakang rumah gak? Soalnya disana anak-anak kantor lagi ngumpul" Taeyong meminta izin pada Ibu Mark selaku bibinya untuk membawa Mark ketempat biasa mereka bercanda-canda disana.
"Oh boleh yong, siapa tahu Mark sudah tidak sedih lagi"
"Baiklah bi, Ayo Mark ditunggu sama yang lain tuh" Taeyong merangkul tubuh ringkih Mark yang masih lemas kurang tidur ditambah menangis seharian ini.
Johnny melihat Taeyong merangkul Mark sendirian menghampiri Taeyong segera untuk membantu merangkul Mark yang notabennya kecil tapi berat itu.
"Yoww Mark Lee sini-sini biar gue bantu" Johnny mengambil tangan kiri Mark untuk dikaitkan kebahunya.
"Markk!!!" Sapa anak-anak lee company bersamaan.
"Mark jangan sedih donggg mana nih Mark yg dulu songong banget sama gue??" Ucap lucas guna untuk menghibur Mark.
"Tau, Mark lo harus kuat gak boleh sedih berlarut-larut gini nanti malah Aerii ikut sedih" sahut Ten yang berada diatas rumah pohon mereka jaman sekolah dulu.
"Woyy cabe turun lu gak sopan anjirr yang lain dibawah lu diatas!!!!" Teriak Taeyong sambil melemparkan batu-batu yang ada disekitarnya.
"Wah Tayo lu bener-bener gak ada akhlak ye luu!!! Sakit anjirrrr dilemparinn!!!" Balas Ten teriak dariatas yang mungkin kepalanya sudah terkena timpahan batu dari Taeyong.
Melihat tingkah lucu dua seniornya itu membuat Mark tertawa senang.
"Hahaha hyung bisa gak sih mulut lu gak bacot masih aja sama kaya dulu" Teriak Mark kearah Ten.
"Iyalah gue mah gak akan berubah masih dengan suara sexy gue yang seperti biduan ini" dengan percaya dirinya Ten mengatakan seperti itu hal hasil ia menerima timpahan terkahir dari Hansol yang mulai muak dengan kata-kata Ten memuji dirinya sendiri.
"ANJIRTTTT SAKITT HANSOL HYUNGG!!!"
Buru-buru Ten loncat dari atas setelahnya Ten mengejar Hansol dan yg berakhir main kejar-kejaran.
●●●
Semua sudah berjalan dengan normal namun masih ada kebiasaan yang belum bisa dihilangkan dari Mark contohnya pagi ini, biasanya Mark akan dibangunkan dari tidurnya oleh Aerii namun tidak untuk sekarang dan selamanya karena Aeri yang sudah tak bersama Mark.
Mark terbangun ketika melihat jam sudah pukul 08.00 pagi, masih dengan wajah bangun tidurnya ia mengusak-usak matanya untuk memfokuskan pandangannya.
"Hmm sayang kamu kenapa gak bangunin aku???" Sepertinya Mark masih belum menerima kepergian Aerii.
"Sayang??" Pagilnya sambil mengedarkan pandangannya kearah kamarnya.
"Sayang, kamu dimana??" Pagilnya lagi.
Karena panggilannya tidak disahuti oleh sang istri ia memutuskan untuk pergi kedapur biasanya ketika Mark belum bangun dan Aerii sudah tidak ada di tempat tidurnya berati ia ada didapur sedang mempersiapkan sarapan mereka.
Oh iya hari ini Lee company sedang libur jadi hanya ada kebosanan nantinya, terkecuali Taeyong pastinya ia harus mengurus segala berkas yang akan ia tanda tangani.
"Sayang, Aeriii??? Jawab dong kan aku manggil" ucap Mark.
Kamu melihat Mark berteriak memanggil nama Aerii terus menerus membuatmu tergerak untuk mendekati Mark.
"Hey Mark, sedang apa?"
"Mencari Aerii" jawab Mark.
Kamu menghela nafas perlahan "Mark?? Belum terbiasa tanpa Aerii ya? Aerii sudah bahagia disana Mark sudahlah waktunya kau membuka lembaran baru"
Mendengar perkataan kamu Mark langsung tersadar bahwa Aerii sudah tidak bersamanya lagi untuk selamanya.
__ADS_1
Air mata Mark kembali mentes "Mark rindu Aerii nuna"
"Iya sama nuna juga, tapi sudahlah jangan terlalu berlarut-larut seperti ini Mark tidak baik"
Mark memeluk kamu tanpa berpikir panjang, pikirnya kamu adalah kakak iparnya istri dari Taeyong kakak sepupunya jadi tidak apakan lagi pula hanya sekedar memeluk.
Kamu juga menerima pelukan Mark dengan baik "Sudahlah bayi besar jangan menangis, kalau bisa kau kan masih muda cari saja yang terbaik dari Aerii hitung-hitung untuk mengurusmu dan memberikan mu morning routine kan?"
Mark tersentak kaget mendengar kata-kata kamu barusan lalu ia melepaskan pelukannya.
"Tidak semudah itu nuna, Aerii lebih dari yang terbaik"
Mark pergi keninggalkan mu, ups sepertinga kamu telah melakukan kesalahan.
"Mark maafin nunaaaa"
Taeyong yang kebetulan sedang berada ditoilet mendengar kamu teriak menyebut nama Mark langsung menghampiri kamu.
"Hey ada apa sayang?" Taeyong menarik tubuhmu kepelukannya.
"Itu aku kayanya salah ngomong deh yong tadi sama Mark, duh gimana ni yong???" Wajah kamu panik kamu takut Mark marah dengan mu akibat ucapan mu tadi.
"Emang kamu ngomong apa kedia sampai bisa kaya gitu?"
"Tadi aku nyuruh dia buat nyari istri baru eh terus dia malah marah gitu" kamu mengerucutkan bibir mu gemas yang membuat Taeyong tertawa.
"Ya ampun kamu tuh ya, Aerii baru kemarin wafat sayang kamu udah nyuruh Mark nyari istri baru aja" Tangan Taeyong tak berhenti mencubiti pipi gembul mu habisnya kamu gemas pikirnya jadi ia harus mengekpresikan ini dengan cara mencubit pipi gembul mu.
"Jadi aku salah ya?"
"Salah banget" ledek Taeyong.
"Aaa mati gue bisa bisa Mark ngamukk" kamu menepuk dahi mu.
Duh gemas sekali ingin rasanya Taeyong memakan mu hidup-hidup.
"Sayang aku mau nanya"
Wajah Taeyong berubah menjadi serius kamu pun yang tadinya sedang panik memikirkan Mark sekarang malah fokus pada ucapan Taeyong.
"Nanya apa? Tapi jangan susah susah soalnya aku belum belajar, dan juga jangan kasih pertanyaan berbentuk pilihan karena perempuan tidak bisa memilih satu dalam hidupnya,paham?
Taeyong tertawa gemas sambil mencubit pipi mu lagi "haha iya iya"
"Buruan mau nanya apa"
Wajah Taeyong mendekat kearahmu "kamu umur berapa si?"
"27 kan kita sama panjul"
"Umurnya udah tua tapi kelakuan kaya anak kecil gemas sekali,hahahhaa" setelah itu Taeyong menciumi bibirmu.
"Hmmmpppphh Tae-yong!!!!!" Tangan mu terus memukuli Tubuh Taeyong yang sedari tadi masih menciumi bibirmu.
"Ekhmm" Nahkan kalian terlalu sakit sampai tidak memperdulikan kehadiran ibu Mark disana "Biar lebih leluasa lebih baik pindah kekamar gih yong" kedek ibu Mark jahil.
Sadar adanya ibu Mark disana Taeyong langsung menjauhkan tubuhnya darimu.
"Haha snaa gih pindah kekamar" Ibu Mark kembali menjahili dua sejoli yang tertangkap basah melakukan adegan panas diruang tamu, ckck benar benar tidak ada akhlak.
Setelah itu Taeyong langsung membopong tubuh mu kekamar sesuai perintah.
"Sayang ayo lanjut" pinta Taeyong.
"Palamu lanjut, liat sudah jam berapa?!" Kamu menujuk kearah Jam diatas pintu kamar kalian yang telah menunjukkan pukul 09.00 tandanya Taeyong sudah terlambat.
"Aku kan atasan sayang jadi santai aja kali, gak akan ada juga yang marahin aku" Kebayangkan wajah Taeyong seperti apa jika tidak dituruti.
"Gak gak ayo buruan berangkat!"
Taeyong mengerucutkan bibirnya gemas "sayang ayoo ih sekali aja"
"Gak ada ya Taeyong!! Buruan sana kerjaaa!!!"
"Iya iya ini mau berangkat" dengan muka lesuh nya Taeyong beranjak dari tempat tidur menuju pintu.
"Yongie??" Panggil kamu hingga Taeyong menoleh.
"Hm?"
"Nanti malam kita lanjutkan, sekarang kamu kerja ya, I love u" kamu tersenyum menggoda kearah Taeyong.
"Hahaha of course baby, sampai bertemu diranjang nanti malam sayang" jawab Taeyong disertakan senyum ala om om pedo diwajahnya hingga membuat mu gemas dan melemparkannya bantal kasur kalian kearah Taeyong.
"NDAS MU RANJANG!! UDAH SANA BERANGKAT!!!" Kamu bersiap melempar Taeyong dengan bantal yang ada dikasurmu, demi tuhan Taeyong menjijikan sekali pagi ini.
"aww yang kasar banget sama suami heran, oh ya inget ya kalau mau kemana mana bilang dulu sama aku"
"Oke seyeng, dahh hati hati"
Taeyong sudah pergi kerja lalu apa lagi yang akan kamu lakukan? Oh iya membawakan makanan untuk Jeffrey dan Jeno tentu saja.
●●●
Kamu mengetuk pintu kayu terukir indah didepanmu dengan keras, kemana perginya seisi rumah ini sampai sampai tidak ada yng membukakannya pintu?
Tok
Tok
Tok
Setelah beberapa kali kamu mengetuk pintu kayu berukiran indah tersebut akhirnya ada lelaki bertubuh tinggi besar namun bukan Jaehyun sepertinya dia lebih muda dari Jaehyun
"Cari siapa nuna?" Sapa pria bertubuh tinggi besar dihadapanmu.
"Ah aku cari Jung yon-ooh ada?"
"Oh pacarnya uncle Jung ya?"
__ADS_1
"Hmm, kamu siapa?"
"Aku Jeno nuna, senang bertemu dengan anda silahkan masuk"
Kamu mengikuti langkah pria tampan lebih muda dari kamu dan Jaehyun 8 tahun itu.
"Silahkan duduk nuna, nanti akan ku panggilkan uncle Jung, ia sedang tidur dikamar dari semalam badannya panas sekali baru tadi pagi panasnya turun"
"Eh Jen biar nuna aja yang bangunin, boleh?"
Jeno hanya mengangguk lalu mengantarkan kamu kekamar Jaehyun.
Dibukanya pintu kamar Jaehyun perlahan takut menganggu kegiatan tidur pria yang hampir mirip beruang itu.
Kamu menghampiri Jaehyun yang tengah tertidur tenang, kamu juga menyentuh dahi dan leher Jaehyun untuk memastikan apakah masih sama suhu tubunya seperti yang Jeno bilang ternyata sudah sedikit baik dsir yang Jeno katakan.
Tangan mu menyentuh pipi Jaehyun lembut "Jung??? Heyy bangun Jung sudah siang"
Jaehyun perlahan membuka matanya lalu mengerjap ngerjapkan matanya guna untuk menfokuskan pandangannya.
"Baby? Sejak kapan kamu disni" Jaehyun merubah posisinya menjadi duduk sekarang.
"Baru sampai, mandi gih aku mau ajak kamu jalan-jalan"
Wajah Jaehyun sayup sekali hari ini benar kata Jeno Jaehyun memang sakit semalam.
"Gak bisa sayang aku lemes banget ini gak tau kenapa dari semalam, jalan-jalannya ditunda dulu gak apa-apa kan?"
"Oh yaudah gak apa-apa, yaudah yang penting mandi sana gihh bau tau"
"Mandiinn" ucap Jaehyun dngan nada manja yang membuat Jeno meringis jijik.
"Iyuuuwwhhh"
"Apaa loo bocahhh iri yaa??? Snaa gih minta dimanja sama renjun!!!" Jaehyun menatap Jeno sinis.
"Yakkkk, Unclee renjun kan laki-laki aku masih suka dengan perempuan enak saja!!!" Umpat Jeno.
"Tuhkan suka gak mengakui renjun, jahat lo"
"UNCLEE!!!" Jeno melempar Jaehyun dengan bantal kamar Jaehyun dibalas dengan Jaehyun yang melempar Jeno menggunakan guling tersayangnya.
"Udah ehhh kenapa berantemmm!!!! Jaeee Jenoo stop it!!!!!!"
Akhirnya mereka berdua menghentikan aksi bakuhantam mereka lalu berakhir dengan saling melempar tatapan sinis.
5 menit kemudian.
"Nuna kenapa mau sama uncle Jung? Dia kan malas berolahraga, pelit, suka marah-marah gak jelas"
Kamu mencubit pipi Jeno gemas "Haha gak tau ya kenapa nuna bisa suka sama om kamu ini"
Jaehyun mengerucutkan bibirnya "Sayang jangan cubit-cubit bocah ingusan ini aku gak suka ya" sambil melipat tangannya di dada.
"Dihh jijik lo uncle, masih imutan Jaemin kali dari pada situ" Decih Jeno.
"Dih songong lu bocah"
Ngomong-ngomong Jaemin, kemana perginya bocah batita itu sejak ia sampai tidak terlihat juga pucuk kepalanya biasanya juga ketika kamu datang Jaemin sudah merangkak dan memanggilmu tapi ini tidak kemana perginya batita gemas itu.
"Jaemin kemana Je?" Tanya kamu hitung-hitung menengahi pertengkaran ponakan dan paman yang sedang berlangsung.
"Dibawa sama Nuna kerumah mamah ku, kenapa?"
"Rindu si gemas itu"
"Enak ya jadi bayi selalu dikangenin sama cewe-cewe lah aku engga" Jaehyun memutar bola matanya malas.
"Ya lu sadar diri uncle udh tua!!" Sahut Jeno.
"Diem lu bocah" ancam Jaehyun
"Ya terus kamu mau dikangenin cewe-cewe gitu?!" Ucap kamu dengan nada agak sedikit tinggi.
"Ya maulah, kan enak dikangenin cewe-cewe"
"Sana lah Jae aku gak mau lagi sama kamu" kamu memalingkan wajahmu disertai tekukkan diwajahmu.
Jaehyun melihat wajah mu yang gemas langsung menghampiri mu lalu mencium pucuk kepalamu "Bercanda sayang, yaudah mau kemana hari ini hmm??"
Kamu memeluk tubuh Jaehyun "Dirumah saja takut kamu mati dijalan"
Jaehyun memukul pelan kepalamu "Lambe mu nak jahat banget sama suami"
"Haha, eh emang kamu suami aku ya?"
"Oh iya lupa kan suamimu si Tayo ya aku mah cuma selingkuhan" baguslah sadar diri, haha.
"Heh udah udah, yaudah dari pada kita diam diam kaya gini, kalian berdua mau aku masakin apa?"
"Jeno mau nasigoreng seafood nuna"
Ucap Jeno antusias.
"Oke, Kamu Je?"
"Samain aja deh sama bocah ini"
Jawab jaehyun lesuh.
Kamu mengusak surai Jaehyun "Kamu lagi kenapa sih Je?"
Jaehyun hanya mengelengkan kepalanya.
"Nuna si uncle kalau lagi sakit suka manja, semalam aja uncle manja banget sama nono serius" ucap Jeno seperti mengadu.
Kamu mencium pucuk kepala Jaehyun lembut "Yasudah setelah ini aku akan memeluk mu sampai seharian kita bersama oke? Sekarang aku mau memasak untuk kalian berdua dulu jangan ada yang mengganggu ya!"
"Nee" Jawab 2J bersamaan.
__ADS_1
Kamu mulai memasak dengan santai terkadang Jeno membantu mu sesekali ia juga memasukan kegiatan memasak mu keinstagram story nya tenang saja ia tidak berteman dengan siapapun kecuali Renjun dan Renjun pun sudah ia privasikan entah kenapa dengan Jeno aneh sekali.
Tobe a continue....