LEE TAEYONG X YOU

LEE TAEYONG X YOU
Permulaan


__ADS_3

Happy readingg❤❤


.


.


.


"Jadi Appa dipecat sama om Taeyong?" Tanya Jeno pada sang ayah.


Sang ayah hanya menganggukan kepalanya pertanda benar ia tidak berniat untuk menjawab lebih, Johnny pun kembali menyuapkan sup nya.


"Tapi kok bisa, John?"


"Ya bisalah kan kantor dia"


"Bukan gitu, maksud ku kenapa kamu dan Jeffrey bisa dipecat bersamaan kalian salah apa?" Sejujurnya Dae Kyung memikirkan hal yg dari tadi ia khawatirkan, tapi ia tidak berniat untuk menanyakan hal itu.


"Hanya hal sepele, entah iblis apa yg menguasai tubuh dan pikiran Taeyong cuma karena Jaehyun membocorkan niat kerjasama Lee Company dngan  perusahaan lain dia langsung mecat kita berdua kan gila" Johnny memutar bola matanya malas.


Wajah Johnny berubah menjadi serius mengingat perkataan sang istri tadi siang "Memangnya, hal lain apa yg kau pikirkan soal dipecatnya kami berdua?" Lanjutnya.


"Tidak ada" Dae Kyung menggelengkan kepalanya lalu seolah tak tahu hal apapun.


"Katakan apa yg perlu dikatakan, oke?"


Dae Kyung mengangguk mengerti.


"Oh ya, Jen. Pacarnya uncle mu masih sering kemari?"


Mati! Kenapa Johnny tiba-tiba menanyakan hal ini, Dae Kyung tidak tahu hrus jawab apa jika ia diberi pertanyaan nantinya soal pacar adiknya itu.


"Kemarin baru saja kemari, Appa. Masa iya dia harus kesini setiap harinya lagian nanti apa kata tetangga belum menikah saja sudah sering sekali dibawa kerumah" Jeno memang segenius ini, bahkan soal pamannya yg bodoh ini saja ia tahu harus menyikapinya bagaimana. Tapi jangan sampai kepandaian Jeno dapat membongkar rahasianya.


"Ya siapa tau saja kan. Lagi pula kau sering sekali membuat snapgram tentangnya"


"Sejujurnya aku iri dengan paman ku yg malas itu, kenapa dia bisa mendapat calon istri secantik dan serajin nuna Ahn (kamu) itu tidak sebanding dengan dirinya" Jeno mengerucutkan bibirnya.


Johnny mengernyitkan dahinya "siapa tadi kau bilang, Jen?"


"Nuna Ahn?"


"Siapa dia?"


"Appa, kita kan sedaritadi sedang membahas soal pacarnya uncle Jeffrey kenapa bisa keliru seperti ini?"


"Tidak tidak, namanya persis seperti istri teman Appa."


"Marga Ahn di korea ini banyak Appa, tidak hanya istri kawan mu saja" Cetus Jeno sambil mengunyah kentang goreng buatan sang ibu.


Johnny terdiam. Seperti ada yg mengganjal di otaknya tapi apa?


"Appa, are u oke?" Tanya Jeno


Johnny mengulas senyum dibibirnya "Tidak apa, lanjutkan makannya"


"Nee"


•●•


Remaja berusia 18 tahun bernama Ahn Jisung berjalan mendekati meja makan dengan surai yg masih berantakan, mata yg belum sepenuhnya terbuka lalu suara khas seorang yg baru saja terbangun dari tidurnya.


"Jisung hyung, mari makan. Injun sudah buatkan sup kesukaan mu." Teriak Renjun dari arah meja makan, Jisung pun hanya mengangguk.


Anak bernama Jisung pun duduk di kursi makannya tepat disebelah adik sepupunya Moon Renjun itu.


Renjun mengambilkan piring lalu mengambilkan Jisung nasi sesuai takaran biasanya dan meletakannua didepan Jisung, Renjun memang sesayang ini pada Jisung walaupun kadang Jisung akan menjadi orang paling menyebalkan.


"Y/n nuna kemana, hyung?" Tanya Jisung yg tngah sibuk menyesap sup buatan Renjun.


Renjun memukul tengkuk Jisung "Kalau sedang makan jangan berbicara! Orang korea percaya kalau sedang makan berbicara maka gigi mu akan rontok hyung."


Jisung memasang wajah malas "Sekarang aku tahu alasan kenapa Eomma mu menyuruh ku agar tetap berada disampingmu."


Renjun menatap wajah Jisung kebingungan "Loh kenapa memang hyung? Ada yg salah?"


"Tidak tidak, Lanjutkan saja makan mu"


"Baiklah. Tapi nanti aku akan menanyakan ini lagi padamu"


"Terserah"


Kedua orang tua Renjun sekaligus Kakak dari Jisung hanya bisa terkekeh melihat interaksi keduanya, sngat manis.


"Jadi?" Jisung memastikan jawaban atas pertanyaannya.


"Oh itu, tadi dia izin pada ku ingin menginap ditempat kawannya katanya." Jawab Taeil.


Jisung mengangguk paham.


"Appa? Tau tidak?" Renjun terlihat excited dalam menyampaikan hal ini.


"Ada apa injunn,, bukan kah kau yg bilang pada hyung mu ini kalau makan tidak boleh berbicara?" Taeil terkekeh dengan ulah anaknya.


"Eh iya, tapi ini harus disampaikan."


"Baiklah baiklah. cepat katakan"


"Appa tau tidak? Pacar om nya Jeno mirip sekali dengan aunty Y/N" ucap Renjun.


•●•


Taxi berwarna hitam itu tadinya ingin mengambil jalan yg berbeda namun setelah melihat ada sebuah mobil yg ia pikir sangat mengenali mobil tersebut ia memutuskan untuk mengekori mobil  itu, hingga akhirnya mobil yg ia ikuti berhenti disebuah rumah.


"Sayang cepat sebelum seseorang mengkap basah kita tengah berdua" ucap sang lelaki di mobil itu.


"Jeffrey?" Gumamnya pelan.


Pria didalam taxi tersebut menyipitkan matanya untuk memastikan bahwa yg ia lihat bukanlah sosok yg ia kenal tapi ternyata setelah mobil itu pergi dan menampakkan nomor seri mobilnya ternyata benar itu sahabatnya Jeffrey.


"Ikuti mobil itu pak."


"Baik."


•●•


Keadaan Taeyong saat ini sudah dibilang seperti korban hewan buas dengan rambut yg tidak karuan, tidak mengenakan sehelai baju apapun tubuhnya hanya dibalut dengan selimut hotel yg tadi ia pesan untuk bercumbu dengan perempuan sewaannya itu. Taeyong baru saja membuka matanya setelah ia lelah melakukan aktivitas yg luar biasa semalam hingga menghabiskan tenaganya.


Melihat Taeyong membuka mata sang perempuan yg sudah membuka matanya terlebih dahulu memberikan morning kiss pada Taeyong "Selamat pagi master"


"Pagi"


"Wanna play again?" Perempuan itu menggerakkan tangannya diwajah Taeyong.


"Let's play again!" Ketika Taeyong ingin melancarkan aksinya tiba-tiba selintas terpikirkan wajah mu yg terlihat sedang senyum disana "But not today, I wanna go home right now."


"Yah padahal aku ingin hari ini kita bersenang-senang seperti semalam."


"Tidak untuk hari ini. ada yg harus ku selesaikan, manis."


"Baiklah. Tapi kau akan membayar untuk ku lagi kan setelah kembali?"


"Ya."


Tidak butuh waktu lama Taeyong sudah berpakaiam rapih dengan tubuh yg wangi walaupun belum mandii, ia pun segera meninggalkan kamar tersebut lalu menuju kerumah.


•●•


"Semalam kau menginap dirumah siapa?" Tanya Taeil yg sedang membaca surat kabar dipagi hari.


"Oh itu, aku menginap dirumah Yeon So Hee teman ku."


"Oh, lalu bagaimana Taeyong? Apa sudah ada kabar darinya?"


Kamu hanya menggelengkan kepalamu dengan wajah sedih.


"Nappeun!" batin Taeil.


Tiba-tiba handphone mu berdering dengan cepat kamu merogoh kantung saku mu.

__ADS_1


"Yongie?."


"Dimana kamu?!"


"Dirumah kak Taeil.."


"Kenapa tidak mengabari ku dulu,hm?!!! Sengaja ingin membuat ku marah ya?!"


"Ah tidak yongie tidak, bukan begitu maksud ku.."


"Halah alasan! Aku yakin kau pasti sedang mencari selingkuhan kan? Rumah Taeil hyung kau jadikan alasan?!!"


"Tidak yongieeee aku tidak berselingkuh percayalah...." kini kamu tidak bsa menahan tangis mu lagi memang kadang sikap Taeyong yg seperti ini tidak bisa diampuni.


"Aku tidak tahu harus percaya atau tidak dengan ****** seperti mu!"


Tanpa Taeyong sadari handphone mu telah dikendalikan oleh Taeil.


"Kalau adik saya ****** kamu apa? Bahkan anda tidak pantas untuk dipanggil hanya sekedar ****** atau ******* tuan Taeyong!! Bermainlah dengan perempuan lain sesuka hati anda tapi jangan pernah hubungi adik saya lagi!" Taeil marah bukan main ia langsung mematikan panggilan tersebut dan segera memeluk mu.


"Maaf." Kata itu yg keluar setelah Taeil habis-habisan membentak Taeyong benar kata Johnny Taeyong memang bejat dari dulu hanya keinginannya yg harus terpenuhi tanpa memikirkan hati orng lain.


"Tadi kakak bilang apa?" Kamu melepas pelukan Taeil.


"Maaf?"


"Bukan, itu yg tadi di telpon"


"Oh itu."


Taeil membuka grup yg semalam membahas soal Taeyong. Salah satu foto ia buka lalu menunjukkan nya padamu.


Ketika itu hati mu terasa ditusuk pisau belati berkali-kali. Sakit, perih, mengerikan itu lah yg kamu rasakan air matamu tak sanggup lagi tertahan kamu pun memeluk Taeil kembali namun lebih erat.


"Nuna??"


Taeil memberi isyarat pada istri dan adiknya untuk tidak mengganggu mu terlebih dahulu.


"Sialan si Taeyong itu!!"


Hye Naa mengusap punggung Jisung.


Walaupun kamu dan Jisung tidak seakrab dulu semenjak kamu dan Taeyong sudah menikah namun tetap saja rasa sayang Jisung padamu tidak pernah pergi seperti kamu pergi dari Jisung.


Tok tok tok!!!


"Biar aku yg buka." Jisung menawarkan diri toh siapa tahu yg datang Taeyong jadi ia bisa langsung menghantam sialan itu.


Dibukanya pintu oleh Jisung menampakkan pria yg sedang ia kesali, iya itu Taeyong. Dengan cepat Jisung meraih kerah baju milik Taeyong lalu menghujamnya kelantai setelah itu Jisung melayangkan tinjuannya ke wajah tampan kakak ipar nya.


"Bahkan ini pun belum sebanding dengan perlakuan menjijikkan mu, tuan!!"


Mendengar keributan diluar Taeil, Kamu, Hye Naa bahkan Renjun keluar untuk melihat aksi keributan yg Jisung perbuat.


Dengan cepat Hye Naa menarik tubuh jenjang Jisung dari tubuh Taeyong. Pria itu sudah berlumuran darah di bagian plipis mata dan pinggir bibirnya. Memang Jisung kalau sudah menyangkut urusan dirimu ia tidak pernah bermain-main.


Satu tinjuan pun melayang kali ini dari Taeil.


"Sekarang anda pergi jangan pernah kembali lagi kesini!"


Hye Naa dan kamu membawa Jisung dan Taeil keruang keluarga lalu Renjun menutup pintu untuk kalian.


•●•


Taeyong Bejat


Taeil


Hari ini apakah kalian ada |


waktu senggang?


Ada hal yg ingin ku ceritakan|


Hansolji


|Senggang il.


Doyoung


|senggang banget


|oke lah gasken


Jeffrey


|tumben hyung, ada apa?


Johnny


|taeil hyung, are u ok?


Ten


|Hyung, oke kan?


Winwin


|tenang hyung kita selalu ada buat hyung kok


Jungwoo


|iya benar.


|kita akan bertemu dimana?


Lucas


|tertinggal apa aku ini?


Doyoung


|Tidur aja sana😌


Jeffrey


|Hey doyoung hyung kau marah seperti perawan saja, gemas😅


Johnny


|Hahaha jangan sampai kau jatuh cinta Jung Jeffrey🤣


HansolJi


|efek terlalu lama menjomblo ya😅


Winwin


|tapi dipikir pikir mereka cocok


Doyoung


|apanya?!!!


Lucas


|Galak sekali si doyoung hyung ini😌


| Wihhh couple JaeDo😅


Jeffrey


|JaeDo? Eumm lucu juga😅


Yuta


|Ada apa ini?


|JaeDo siapa?

__ADS_1


Doyoung


|Ada yuta udahan yu udahan


Yuta


|Sialan!


Johnny


|Sudah berapa ronde yut?


HansolJi


|3 ronde lebih john🤣


Ten


|Crazy yuta😅


| Ngomong-ngomong, ini soal siapa Taeil hyung?


Taeil


Si bejat Taeyong|


Johnny


|Kenapa lagi dia?


Mark


|Oh ya Taeil hyung?


|ck


|Si biadab itu


Taeil


Iya Mark?|


Mark


|Kemarin malam apa benar Y/N nuna pergi kerumah mu?


Taeil


Bukankah ia menginap dirumah|


Temannya?


Mark


|Hmm...


Jeffrey


|Jangan sampai telat datang!!!


Doyoung


|sedang bersiap


Jungwoo


|Aku juga


Winwin


|lucas?


Lucas


|Iya, 5 menit lagi aku kerumah mu win gege


HansolJi


|sudah paham rupanya haha


|Aku otw!


Taeil


Aku juga|


Ten


|....


|Jumpa lagi di caffe guys👋


Pria yg malam itu melihat Jaehyun dan kamu sedang diam-diam melarikan diri mengerutkan dahinya setelah melihat pesan dari Jaehyun berkesan seperti mengalihkan pembicaraan antar Mark dan Taeil.


•●•


Mark tengah duduk diteras rumahnya sambil memainkan game online di hp nya seketika melirik kearah pria berambut hitam kebiruan tengah memegang bagian rahangnya yg terdapat luka disertai darah segar disana.


"Siapa yg memukuli mu?" Tanya Mark.


"Taeil hyung" jawabnya sambil meringis kesakitan.


Mark menyeringai "Bagus, ini pun belum seberapa dengan apa yg kau lakukan pada adiknya."


"Harusnya kau bela aku Marklee!!!" Taeyong mendorong tubuh Mark kasar.


"Tidak ada waktu untuk membela pria bejat seperti mu, Lee Taeyong yg terhormat!"


"Oh iya, kau tetap dirumah bersihkan luka mu aku akan bertemu mantan kariyawan mu." Lanjutnya lalu Mark segera pergi meninggalkan Taeyong.


Taeyong menendang meja didekatnya "Sialan! MARK LEE!!!"


•●•


"Kau ingin kemana Kak?"


"Bertemu Lee Company Boys, kau ingin ikut?"


"Ah tidak lebih baik aku merawat Jisung dirumah"


Akibat perkelahian singkat tadi cukup membuat wajah Jisung memar atas serangan balik dari Taeyong.


"Baiklah. Oh iya, aku tanya pada mu sekali lagi! Waktu kemarin malam kau pergi kemana?"


Deg!


Jantung mu ingin lompat rasanya ketika Taeil menanyakan hal tersebut. Terpaksa kamu harus berbohong lagi padanya.


"Sungguh kak, aku benar-benar pergi kerumah teman ku dan menginap disana."


Taeil menghembuskan napasnya perlahan "baiklah jangan pernah hilangkan kepercayaan ku, oke?"


Kamu mengangguk mengerti


"Yasudah, aku pergi dulu. Kunci pintu lalu berikan Renjun makan siang nanti."


Kamu mengangguk untuk yg ke 2 kalinya "Baik,Tuan."


Setelahnya Taeil benar-benar pergi.


"Hufftt... untung saja kak Taeil tidak sepintar yg aku kira."


"Tapi aku tidak sebodoh yg kau pikir, Nuna."


.


.


.

__ADS_1


T B C ....


Sudah mau tamat yeay😅😅😅


__ADS_2