
Pagi ini para laki-laki LCompany sudah berada di kantor lebih awal termasuk Taeyong terlihat mereka sedang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing begitu juga dengan Doyoung dia sedang sibuk mengontrol para staff nya satu persatu, Jaehyun yang sedang merapihkan beberapa MOU dan surat-surat lainnya, Ten yang sedang membuat surat menyurat, Jhonny yang sedang sibuk mengatur script untuk company profile perusahaan mereka di bantu oleh Taeil dan Doyoung dan yang lainnya ikut serta membantu pekerjaan yang sangat sibuk itu.
Bagaimana dengan Taeyong?dia sedang mengontrol pekerjaan staff designer alias bawahan dari Jhonny, taeyong menatap satu staff yang sedang membuat beberapa brosur dan idcard perusahaan "Dejun-ssi apa pekerjaan mu dalam project ini,hm?" Tanya taeyong pada seseorang staff bernama Xiaodejun.
"Hm ini sajangnim, aku membuat beberapa brosur perusahaan kami, lalu membuat company profile milik client dan idcard untuk client" Jawab dejun gugup, gimana gak gugup Taeyong kalau lagi serius tuh keliatan garang banget jadi gak ada yang berani negur ataupun ngajak dia ngobrol.
"Boleh saya lihat beberapa sampel brosur dan idcard client?tapi yang sudah jadi,ada?" Taeyong meminta beberapa sampel brosur dan idcard yg dejun kerjakan untuk perusahaan mereka, dejun pun langsung memberikan beberapa sampel yang diminta Taeyong.
Tiba-tiba wajah Taeyong berubah menjadi macan yang seolah olah ingin menerkam mangsanya, iya Taeyong marah lalu membanting beberapa brosur dan idcard ditangannya.
Kariyawan yang berada diruangan itu tersentak kaget begitupun dengan jejeran orang-orang penting diperusahan tersebut (Winwin,Jihansol,Taeil,Jaehyun,Jhonny,jungwoo,Ten,Yuta,Doyoung,Lucas,dan kun)
"Mengapa ide mu akhir-akhir ini sedang buruk sekali Dejun-ssi?!" Taeyong marah bahkan mereka yang sudah mengetahui rencana ini merasa kalau Taeyong marah sungguhan bahkan Ten, Winwin dan Kun mengatakan Taeyong sungguh-sungguh marah juga sempat mengira kalau rencana ini belum berjalan.
"Maaf sajangnim tapi ini bukan ide ku melainkan idenya Doyoung-ssi" Dejun benar-benar takut saat ini ia takut akan di pecat karena sudah menerima saran dari orang yang berbeda bidang dari dirinya.
Mendengar nama Doyoung yang keluar dari mulut Dejun Taeyong langsung menghampiri Doyoung yang sedang fokus pada layar monitor iya dia sedang menganalisis bug dan eror yang akhir-akhir terjadi pada monitor kantor mereka, Doyoung terlihat sangat pusing dalam hal ini namun tiba-tiba saja Taeyong menghampirinya dengan amarah.
Taeyong memukul meja Doyoung yang tengah sibuk menekan keyboard monitornya Doyoung terkejut bukan main ketika Taeyong memukul mejanya dengan keras lalu menatap heran Taeyong
"Kenapa si lo Tayo?" Doyoung belum sadar akan hal ini ia masih menganggap sikap Taeyong ke dia biasa saja.
"Tayo tayo emang gue bis apa" Taeyong memutar bola matanya lalu kembali pada tujuan awalnya ingin memarahi Doyoung.
LCompany boy hampir ingin tertawa mendengar jawaban Taeyong barusan
"Ini bukan waktunya untuk tertawa ya! Saya sedang marah jangan ada yang membantah satu pun!"
Mereka semua berubah menjadi diam seribu bahasa.
"Dengar Doyoung! Aku ingin protes soal tidak bagusnya pekerjaan yang di lakukan Dejun!" Lanjutnya.
"Loh kenapa lo protes sama gue?itu kan anak buahnya Jhonny jadi gak ada urusannya sama gue lah" Jawab doyoung dengan nada suara sedikit tinggi.
Jhonny yang mendengar namanya disebut oleh Doyoung ikut angkat bicara dengan nada emosi juga"Ya emang anak buah gue harusnya cuma gue yang boleh memberikan ide ke dia kenapa lo ikut-ikut an ngasih ide juga?!"
"Ya apa salahnya gue ngasih ide jhon bukannya semakin banyak ide semakin bagus?" Kini Doyoung mencoba untuk tenang hanya saja dia tidak menginginkan keributan di kantornya.
Taeyong sudah terlalu geram untuk itu lalu ia melempar brosur yang berada di tangannya "Kalau ide lo begini siapa yang mau pakai,hm?! Udah lah lo urusin kerjaan lo aja doy kalau kerjaan lo sudah baik sudah memuaskan baru deh lo ikut campur tangan urusan yang lain kalau gini caranya perusahaan kita rugi besar dalam mengeluarkan dana, gue tau lo ahli dalam segalanya tapi perlu lo inget doy gak semuanya yang lo bisa yang lo tau bisa jadi selera orang lain"
"Udah lah doy next time lo fokus aja sama programmer lo jangan ngurusin yang lainnya" sahut Ten
"Kenapa semuanya jadi nyalahin gue si?!!!sudah lah gue capek hari ini gue izin pulang lebih cepat, maaf atas kesalahan saya Taeyong-ssi saya izin pulang permisi" doyoung pergi meninggalkan rekan rekan kerja nya lalu menuju parkiran.
"Gimana gimana gue udah cocok kan jadi aktor?" Di wajah Taeyong kini menampakkan wajah yang amat sangat bahagia karena sudah membentak Bawahannya.
"Kayanya dia nangis beneran deh yong, samperin sana ke rumahnya" usul hansol tak tega dengan keadaan doyoung sekarang.
"Nanti aja disamperin pas jam istirahat, yaudah kalian kembali lagi bekerja dan teruntuk Dejun saya minta maaf sebesar besarnya telah melibatkan anda didalam rencana kami untuk Kun aku juga minta maaf karena sudah melibatkan adikmu dalam hal ini tanpa memberitahunya" tutur Taeyong.
"Haha elah santai kali yong lagian juga gue kan udah mengizinkan atas adik gue diseret ke dalam rencana kita ini hahaha" Kun menjawab penuturan taeyong dengan santai
"Yaudah sekarang lu semua balik lagi kerja, oh ya dejun yang brosur ide nya doyoung jangan di buang itu bagus kok sebenarnya haha yaudah selamat bekerja kariyawan ku" Tegas Taeyong pada semua kariyawan
•••
Hye Naa siang ini sedang membuat kue pesanan kakak sepupunya dibantu oleh adiknya Taeil yaitu Jisung bersama dengan 2 temannya Haechan dan Chenlee yang merupakan ponakan dari teman sekantor suaminya juga chenlee nya sendiri teman sebangku Jisung kalau Haechan ia adalah adik dari Lee Ae Rii.
Melihat kelakukan Jisung dan Chenlee Hye Naa memarahi keduanya, lagian bukannya lanjut membuat adonan kue nya mereka malah main handphone.
"Aigooo~ Jisung-aah Chenlee-yya cepat kocok telur dan adonannya jangan bermain handphone terus!!" Omel Hye Naa pada dua anak remaja itu.
"Apa si kak ini kita juga lagi liat bahan bahan kue nya kali takut ada yang kurang nanti kalah jadi gak enak" sahut jisung.
"Hooh kak tenang aja kali kita mah gak kaya haechan maunya makan aja-_-" Chenlee melirik ke arah pria yang ia maksud yang dilirik hanya memutar bola matanya malas.
"Jisung-aah ini kau cuci terlebih dahulu buah apelnya sebelum di potong" Ucap Chenlee pada jisung sambil menyerahkan beberapa buah apel untuk dicuci oleh jisung.
"Baiklah,apa kita akan membuat kue rasa apel?"
"Yap benar sekali, sudah ayo cuci terlebih dahulu jangan banyak tanya" chenlee mendorong lengan jisung agar ia cepat pergi mencuci apel tersebut.
•••
Kamu kini berada di balkon dekat kamar mu sambil melamun ia kamu nampaknya sedang memikirkan pira bernama Jung itu kamu awalnya tidak menyangka kalau Jung yang pernah kamu cintai adalah teman kantor sekaligus sekertaris suamimu padahal dulu Jung yang kamu kenal sangat berbeda dari Jung yang sekarang, Jung yang dulu adalah Jung yang benar-benar hanya dirinya yang paling berharga tapi mungkin sekarang dia sudah memiliki beberapa barang berharga selain dirinya sendiri memang hukum alam luar biasa.
Kamu membayangkan wajah Jung kamu masalah lalu mu itu sekarang ia lebih tampan dibanding Jung yang dulu memang sudah benar benar berubah.
Dan akhirnya kamu tersadar dari lamunan sialan itu "Plis y/n lo gak boleh jatuh lagi ke pelukan Jung lo harus jaga hati suami lo yang sayang banget sama lo! Please don't be a stupid human!!!" Kamu mengacak acak rambut mu.
Kala itu kamu teringat aka sesuatu, iya kamu siang ini harus membawakan makan siang suami mu karena ia minta dari sebelum berangkat lalu kamu buru-buru menyiapkan kotak makan yang sudah kamu siapkan sejak tadi dan langsung pergi mengantarnya.
•••
"Semua aja nyalahin gue! Masih mending gue bantu dari pada gak sama sekali kan? Sialan!!!"
Doyoung sebenarnya sudah kesal sejak dikantor tadi namun ia menahannya pasalnya jika doyoung marah maka ia akan lepas kendali jadi ketika ada perdebatan antar mereka Doyoung memilih untuk diam dari pada ia harus melukai Taeyong dan yang lainnya.
Air mata sebenarnya sudah turun dari tadi ketika Doyoung dalam perjalanan pulang kerumahnya saat itu ia dalam keadaan kacau bahkan hampir tertabrak tadi untung saja beberapa warga meneriaki Doyoung untuk membanting stir kearah kanan kalau tidak maka Doyoung akan mati tertabrak.
Sudahlah kita tinggalkan Doyoung sendiri biarkan dia menangis layaknya manusia pada normalnya.
•••
Akhirnya Jam makan siang telah datang inilah saat yang situnggu tunggu para kariyawan LCompany.
"Jeff?mau nitip apa?" Tanya johnny pada jaehyun.
"Tidak hyung nanti aku akan di bawakan bekal oleh kakak" jawab jaehyun yang masih fokus pada layar monitornya.
"Berati istri ku akan kemari jeff?" Johnny memasang wajah tak percaya atas ucapan jaehyun.
Angguk jaehyun "Iya nanti kakak kemari bersama jeno"
"Oh oke i can wait" sepertinya setelah mendengar perkataan Jeffrey adik iparnya Johnny tidak jadi pergi keluar bersama yang lain.
Ten,winwin,kun dan Taeyong keluar secara bersamaan dari dalam ruangan mereka menuju ruangan Johnny.
"Heiii Jyaniiii kau ikut kami kan? Kalau ikut kamu yang membawa mobil ku,oke?" Ten ini gak bisa kalem anaknya maunya teriak teriakan mulu kaya dihutan untung Taeyong sabar lagi pula perusahaan ini tidak akan berdiri tanpa rekan rekannya itu.
__ADS_1
"Loh kan ada Kun kenapa harus aku?" Johnny sudah terlalu bosan menjadi supir pribadi Ten.
"Tadinya aku sudah memilih Kun-ge untuk menjadi supir pribadi ku tapi si tayo ini merebutnya!!!" Ten mengeluarkan muka sok imutnya pada Johnny ingin rasanya Johnny menampol dongsaengnya itu.
"Dih orang Kun sendiri yang mau" bantah Taeyong.
"Sekali sekali sih yong lo bawa mobil sendiri selain pulang kerja" ini Hansol berusaha melerai para dongsaeng nya yang suka banget ribut.
"Tau lu kaya pangeran aja maunya di supirin mulu-_-" Sahut Ten.
"Emang gue pangeran! Lo gak inget ya dulu siapa yang paling di kejar kejar cewe satu sekolah? Gue." Taeyong mulai menyombongkan dirinya pada Ten.
"Cih, gue bilangin ya sama lo tu cewe cewe matanya lagi burem ke pedean si lo" Ten memutar bola batanya malas.
Jeffrey yang melihat tragedi perang dingin ini akhirnya angkat bicara "Hyung?mending lo ikut aja biar si chitta gak brisik suaranya udah kaya trompet tahun baru tau gak si brisik banget-_- dah sana lo ikut" pinta jaehyun.
"Lah nanti kalau istri gue datang bagaimana?" Sejujurnya Johnny ingin pergi kerumah Doyoung dan pergi makan siang bersama mereka tapi ketika mendengar istrinya akan datang maka ia mengurungkan niatnya dan lebih memilih makan bersama sang istri apa lagi kata jeffrey istrinya akan datang bersama anaknya jeno.
"Udah tenang aja nanti akan ku suruh kakak menunggu mu sebentar, asal perginya tidak lama" Jeffrey memang yang terbaik dalam memberikan solusi pantas saja posisi dia dikantor ini sebgaai sekertaris sekaligus tangan kiri Taeyong.
"Good Idea, ayo Jyanii berangkat" Ten berjalan lenggang setelah melemparkan kunci mobil pada Johnny.
5 menit setelah mereka pergi kamu datang kekantor suamimu untuk mengantar bekal yang suamimu minta tadi pagi.
Sesuai prosedur sebelum bertemu Taeyong kamu harus bertemu dengan receptionist guna untuk ditanyakan apakah sudah memnuat janji ingin bertemu dengan pemilik perusahaan atau belum jika belum maka kamu harus buat janji terlebih dahulu lalu datang lagi esok hari tetapi karena pemilik kantor ini suamimu maka prosedur itu tidak berlaku itu pikir kamu tapi ternyata....
"Maaf permisi bu, anda mencari siapa ya?" Receptionist wendy menyapa mu yang sedari tadi sedang kebingungan di dekat meja receptionist.
"Oh ya itu saya mau antar makan siang untuk suami saya" jawab kamu sambil tersenyum canggung. Kamu tuh paling tidak suka kalau ada seseorang memanggilnya dengan sebutan 'ibu' apa lagi dia seumuran dengan mu ingin rasanya kamu memaki recepcionist wendy.
"Siapa bu nama suami nya? Saya tebak ya bu pasti Xiao Dejun?" Wendy tidak tahu apa ya dia sedang berbicara dengan istrinya siapa.
"Hehe bukan mbak" kamu kembali tersenyum canggung ingin rasanya benar benar memaki wendy.
"Hmm kalau gitu berati mas Huang Guanheng?" Wendy masih menebak nebak nama suamimu.
"Siapa tuh?" Kamu mengernyitkan dahimu.
"Itu loh mas dery mbak" ketika menyebut nama henderry kebetulan sekali orang itu melintasi mereka berdua yang sedang tebak tebakan.
"Ah salam nyonya, apa kau mencari sajangnim?" Hendery membungkukkan badannya namun kamu menahannya.
"Ah tidak perlu seperti itu,haha. Hmm iya benar dimana ruangan boss mu itu hendery?"
Ketika kamu sedang berbincang dengan wendy dan hendery tiba-tiba pria bersurai pink dengan jas hitam ditubuhnya sehingga memperjelas ketampanannya menghampiri kamu,Wendy dan Hendery.
"Hey ada apa?" Sapa pria bersurai pink itu.
"Ah ini Pak jeff ada istrinya Sajangnim" sahut Hendery.
Jaehyun menatap kearah mu yang membuat kamu langsung menundukkan kepalamu. Masya Allah ukghtieeee ghodulbashor ya :v
Jaehyun senyum kearah mu "Mari saya antar"
Seperti ada gravitasi antara kamu dan Jaehyun sehingga kamu turut mengikuti langkah Jaehyun, namun bukannya kamu diajak keruangan suamimu Jaehyun malah membawa mu keruangannya untung saja disana tidak ada orang mereka semua sedang makan siang termasuk Jihansol,Mark,Lucas, Yuta dan Taeil.
"Jung kau bicara apa sih! Jangan seperti itu kau harusnya tahu diri aku ini istri bos mu Jung!!" Titah mu pada Jaehyun.
"Sebentar aku akan menghubungi kakak ku terlebih dahulu, jika ia tahu aku disini bersama mu maka permainan ini tidak akan seru jika sudah ketahuan di awal bukan?" Jaehyun tersenyum kecut.
Seperti yang ia katakan Jaehyun langsung menelpon kakaknya istri dari Johnny seo "Nee, Nuna apakah kau sudah berjalan kemari?"
"Belum, memangnya kenapa Jung?"
"Ah tidak kak, aku hanya ingin menyampaikan tadi suamimu bilang pada ku kalau ia ingin juga dibawakan makan siang, dan nanti jika kau sudah sampai dikantor ku kau harus menelpon ku terlebih dahulu"
"Baiklah, Cih memang kenapa harus menelpon mu dulu,hm?"
"Aigoo~ nuna jika aku tidak ada dikantor bagaimana?sia-sia kau kemari bukan?"
"Yasudah nanti akan ku telpon jika aku sudah sampai"
"Haha oke, i love u nuna"
"Menjijikan Jung!!!!"
"Sudah beres haha, hey duduk lah apa tidak pegal berdiri disana terus,hmm?"
Jaehyun masih sibuk dengan pekerjaannya dari Taeyong apa lagi sekarang perusahaan ini akan bekerja sama dengan perusahaan besar di Amerika makin banyak sudah tugas seorang Jung Jaehyun.
Kamu tidak merespon sedikit pun kata-kata Jaehyun tadi.
"Hey y/n kau ini tidak berubah ya masih saja menggemaskan,haha. Kalau memang kau tidak mau duduk karena ini perintahku setidaknya kau duduklah anggap saja ini perintah dari suamimu" Jaehyun tersenyum tulus disana sampai kamu pun dibuat terlena oleh senyumnya.
Entah kenapa kamu langsung duduk begitu saja.
"Aku membawa mu kesini hanya ingin menanyakan beberapa hal saja kok" Jaehyun masih dengan senyum yang sama.
"Apa?" Kini kamu tidak bisa berkutik sedikitpun.
Seketika Jaehyun berhenti melakukan aktifitas mengetiknya lalu ia menghampirimu di sofa ruang kerjanya, kini kalian saling berhadapan.
"Bagaimana kabarmu?" Kamu menatap hangat mata sendu Jaehyun disana sangat jelas terlihat bahwa ia benar benar merindukan mu.
Sepertinya senyum Jaehyun menular padamu kamu tersenyum hangat pada Jaehyun "Baik, baik sekali. Bagaimana dengan mu Jung?"
"Sukurlah kalau begitu, aku baik baik saja sesuai janji ku aku akan kembali dengan keadaan baik segalanya bukan?" Jaehyun mengusap pipi kamu dengan jari jari nya yang lembut yang membuatmu merasanyaman.
Kini Jaehyun memegang kedua tangan mu "Bagaimana pernikahan mu dengan Taeyong teman ku?apa baik baik saja?"
"Jung?kau tahu? Ketika kau meninggalkan ku seketika aku menjadi sosok perempuan yang sangat menjijikan?" Air matamu tiba tiba sjaa mengalir dipipi mu yang membuat Jaehyun langsung mengusap pipimu.
"Hey don't crying babe,haha. Menjijikan seperti apa,hm?" Tangan lembut Jaehyun sibuk menyibak air yang tengah bercucuran disana.
"Aku menjadikan Taeyong sebagai pelarian ku darimu Jung! Laki-laki sesempurna Taeyong ku jadikan pelarian hanya karena laki-laki sepertimu! Padahal kau dengannya jelas jauh berbeda, entah nasip atau wajahnya" Semakin deras air mata di pipi mu semakin Jaehyun ingin memeluk mu.
Betul saja, kini Jaehyun menarikmu ke dalam dada bidangnya.
"Maafkan aku babe, aku memang laki-laki keparat yang pernah ada memnuang mu begitu saja lalu datang kembali untuk menuntut bersama seperti dulu"
__ADS_1
Kamu menangis semakin jadi ketika mendengar perkataan Jaehyun.
.
.
.
.
Tringgg!!!
Telpon diruangan Jaehyun tiba-tiba berbunyi.
Jaehyun melepaskan pelukkannya darimu lalu buru buru menghampiri telpon kantornya.
"Dengan Jung Jaehyun"
"Tuan Jeffrey ada perempuan yang ingin bertemu denganmu bernama Jung Dae Kyung"
"Oh baik aku akan kesana, eh iya apakah istri sajangnim sudah pulang?jika belum katakan padanya suaminya akan pulang sebentar lagi" Pembohong besar padahal... ahsudahlah.
"Baik tuan nanti jika aku bertemu akan ku sampaikan"
"Nee,gomowoyo"
Jaehyun langsung nutup telepon dari recepcionist dan kembali menghampirimu.
"Babe?kayanya ngobrolnya sampai sini dulu deh soalnya kakak ku datang takutnya dia curiga" pinta Jaehyun.
"Baiklah Jung"
Jaehyun kembali mengusap pipi mu yang masih mengalir air mata "Cupcupcup sudah babe jangan menangis aku disini bersamamu tenang saja, dan status ku masih milik mu jika kau ingin" Lagi lagi Jaehyun mengeluarkan senyum hangatnya "Yasudah aku keluar terlebih dahulu nanti kalau situasi sudah aman aku akan memberitahu mu via room chat"
Kamu hanya mengangguk mengiyakan perkataan Jaehyun.
Untuk yg terakhir kalinya sebelum meninggalkan ruangan dan berjaga jarak dengan mu Jaehyun mengusap lembut surai coklat mu "Aku mencitai mu my love" lalu setelahnya Jaehyun pergi meninggalkan mu.
Kamu kembali menangis sebentar atas perlakuan Jaehyun padamu, ini yang membuat kamu susah sekali move on dari seorang Jung Jaehyun perlakuannya padamu sangat beda dia memperlakukan mu dengan istimewa Taeyong pun sama namun rasanya berbeda entah mengapa Jaehyun dimatamu pria yang istimewa dibanding yang lainnya.
Tiba-tiba notif room chat mu berbunyi, ternyata itu pesan dari Jung Jaehyun.
Jung
Jung
|Hey babe?
|Keluarlah selagi suamimu
|belum datang,ayo!
You
|Oke Jung
Diluar kamu bertemu dengan Hansol dan kakak mu Taeil.
"Y/n? Ngapain lu kesini?" Tanya Taeil yang melihat mu barusaja keluar dari ruangan Direktur dan Sekertaris.
Jadi ruangan Direktur sama Sekertaris itu dijadikan satu namun beda pintu. Ruangan Taeyong di pintu pertama lalu ruangan Jaehyun di pintu kedua.
"Oh itu abis nganter makan siang Taeyong, kenapa?" Jawab kamu.
"Lah taeyong kan belum pulang?" Taeil ini selalu saja kepo ingin radanya kamu benar benar menendang tulang kering kakakmu.
"Eh Nuna, Dimana Jisung dan Haechan?" Tanya mark yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Ah Marklee, Jisung, Haechan dan chenlee sedang membantu kak Hye Naa membuat kue dirumah" jawab kamu.
"Oh oke deh, oh ya nuna nanti haechan suruh pulang jangan terlalu larut malam kasihan dia" Ujar mark
"Baiklah akan aku sampaikan pada kak Hye Naa"
"Y/n? Kau ingat aku?" Pria bersurai blonde menyapamu dari ambang pintu ruangan Mark,Taeil,Jihansol,Winwin,Hendery dan Dejun.
"Kak Hansol bukan sih?" Jawabmu ragu, pasalnya kamu sudah 3tahun tidak melihat hansol lagi semenjak ia pindah ke Los Angeles jadi agak lupa dengan wajah apik hansol.
"Haha benar, ku kira kau melupakkan ku" ucap hansol sambil berjalan menuju kursinya.
Yuta yang baru saja selesai merapihkan beberapa berkas penting perusahaan menghampirimu "Hey Y/N , aigoo~ kau tanpa makeup pun cantik beruntung sekali Taeyong memiliki istri seperti mu"
Kamu ternyum malu atas pujian yuta "Ah terimakasih Yuta-ssi"
Niatnya kamu ingin keluar dari ruangan bapak bapak ini tetapi rasanya sungkan dna akhirnya kamu disana sampai Jaehyun tiba bersama Taeyong,Winwin,Doyoung,Kun, Johnny dan Ten.
"Loh Doy balik lagi?" Taeil mencoba meledek Doyoung untuk memecahkan suasana.
"Lihat lah si keparat ini, dia datang dan mengemis agar aku tetap bekerja hari ini-_-" Wajah Doyoung masih kesal dengan perlakuan mereka yang tadi.
"By the way Happy birth day Doyoung-ssi" kamu menyalami tangan Doyoung lalu Ten memukul tangan Doyoung.
"Enak aja lu pegang pegang harusnya gue dulu!" Titah Ten tak terima kalau tangan Doyoung terlebih dahulu dipegang.
"Apa si orang dia yang megang duluan emang rejeki gue kali!" Doyoung pun tidak terima atas perlakuan Ten yang memukul tangannya sembarangan.
Taeyong yang melihat kejadian ini hanya bisa bungkam, tak lama setelahnya taeyong memukul kepala dua dongsaengnga itu "Istri guee woi!!! Pada genit genit banget lo perjaka tua!!!"
Perkataan Taeyong membuat Ten dan Doyoung murka padanya ingin sekali dua anak itu menendang tulang kering Taeyong.
"Eh eh btw si lucas mana?" Taeyong sadar kalau adiknya yang terbesar itu tidak ada diruangan.
"Ah itu tadi dia keluar bersama neneknya, tadi nenek nya kesini minta antar ke apoteker mau beli obat katanya jadi lucas anter" jelas Hansol pada mereka.
Taeyong hanya ber'oh' ria.
"Istri lo cantik juga hyung,boleh gue tikung?"
Tobe a continue...
__ADS_1