LEE TAEYONG X YOU

LEE TAEYONG X YOU
Ten yang ultah Ten yang ngeprank


__ADS_3

ATTENTION⚠️⚠️⚠️


PART INI MENGANDUNG UNSUR DEWASA!!! ANAK KECIL SKIP AJA YAK!!


.


.


.


Dan akhirnya Taeyong yang mengambilkan mu air minum dibawah kamu pun kembali keatas kasur nyaman mu tadi.


Ting!


Notif handphone mu baru saja berbunyi dan ternyata ada pesan dari pria bernama Jung.


Jung


Jung


|Beby malam ini aku akan


|menginap dirumah Mark


|bersama Johnny hyung.


|tunggu aku yaa❤


Senyum kamu semakin terbuka lebar ketika mengetahui Jaehyun akan bersama mu lagi seharian.


Tak lama kemudian Taeyong sudah berada di belakang mu dengan segelas air di tangannya ia menyodorkan gelasnya padamu "Ini airnya cepat diminum"


Kamupun meraih gelas yg Taeyong berikan dengan senyuman merekah di wajah mu "Terimakasih sayang hehe"


"Gimana di australi,seru?" Taeyong menaruh gelas yang tadi ia bawakan untukmu diatas nakas.


"Seru dong, kemarin sempat pergi ke Sydney Opra House dan Kakadu National Park" jawab kamu sambil memainkan pokemon favorite mu.


Taeyong menatap mu tidak percaya "Serius kamu udah ke Kakadu National Park?"


Kamu mengangguk dengan wajah berbinar binar.


Melihat ekspresi mu Taeyong membalasnya dengan mencubit mu dibagian hidung "Curang ya kamu, katanya mau kesana sama aku tapi malah udah kesana duluan jahat banget"


Kamu meringis sakit "Ihh Taeyongg!!!


Sakit tauu pipi kuuu" tangan lentik mu berjalan naik turun untuk meredakan sakit yang dibuat Taeyong tadi.


Taeyong tertawa gemas melihat wajah mu yang merah dan berupa cap 2 jadi yang membekas disana "Habisnya kamu menggemaskan aku jadi semakin mencintaimu, i love y/n apapun yg terjadi aku tidak akan pernah meninggalkanmu dalam keadaan apapun"


Tidak akan meninggalkan? Seketika diotak mu muncul sebuah ide untuk Taeyong mengenai pembicaraannya tadi "Tapi, jika aku selingkuh bagaimana babe?"


"Tergantung, pada siapa dulu kau akan selingkuh Jika pada trio jomblo Ten,doyoung dan lucas maka aku tidak akan menganggap itu serius dan aku tidak akan marah pada mu, tapi jika dengan seorang Jung Jaehyun maka aku akan.... Ah sudah lah mengapa kau bertanya seperti ini Ada niatan selingkuh,hmm???" Tangan yang dipenuhi urat nadi itu menangkup pipi mu yang lembut.


Kamu hanya menggelengkan kepalamu perlahan "Mari kita tidur sudah malam"


Laki-laki yang bersamamu dikasur tadi beranjak dari tempatnya semula lalu menuju pintu "Kau tidur saja duluan aku masih akan menunggu teman sekantorku yang lain" ia kembali menghampirimu untuk mengusap lembut suraimu.


Kamu langsung duduk tegap ketika Taeyong mengatakan hal itu padamu "bagaimana kalau aku menemanimu saja?"


"Ga usah kamu tidur aja ya?"


"Aniyo, aku mau sama kamu berduaan"


Kamu sudah memasang wajah handalanmu namun kali ini tidak ada respon dari sang suami.


"Ga y/n , kamu tidur aja ya aku tahu kamu lelah habis dari kampung.. nurut smaa aku ya?" Wajah Taeyong berubah menjadi sendu dan teduh siapa juga yang tidak luluh ketika melihat wajah sendu Taeyong seperti ini.


"AKU MAU SAMA KAMU YONG BERDUA!! ATAU AKU PERGI KE KAMAR MARK LEE SEKARANG?!" Wajah mu tiba-tiba memerah karena kamu tersulut emosi, sesuai kata-kata mu yang akan ke kamar Mark lee jika tidak dituruti oleh Taeyong kamu berjalan kearah pintu bahkan kamu sudah memegang engsel pintu yang siap kamu buka untuk keluar.


Merasa lelah dengan keributan yang sering kalian lakukan Taeyong tidak ingin ambil pusing soal ini jadi Taeyong membolehkan kamu bersamanya sampai teman sekantor Taeyong datang.


Taeyong mengulurkan tangannya yang aesthetic "Yasudah ayo temani suamimu ini sampai teman temannya datang setelahnya kamu kembali tidur oke?"


Gembira kini yg terpancar diwajahmu, lalu kamu menerima uluran tangan Taeyong dan masuk kedalam pelukkan hangatnya.


•●•


Ruang tamu.


Kalian melihat Mark tengah tertunduk diatas sofa dengan suara isak tangis disana sepertinya Mark sedang merindukan istri terbaiknya, melihat hal ini kamu melirik kearah Taeyong memberi isyarat sebagai perizinan untuk mendekati adik iparnya dan dengan berat hati Taeyong mengizinkan hal ini.


Kamu mulai duduk dibelakang Mark yang tengah menangis Mark belum sadar akan kehadiran kamu disana sebagai sinyal kamu mengusap punggung lebar Mark "Mark are u oke? Coba sini cerita sama nuna kamu kenapa?"


Pria bernama Mark lee menoleh kearah kamu dan langsung menyerbu tubuh mungil mu, dipeluknya erat tubuhmu diikuti tangisan yang semakin sesak dirasakan, tangan mu mulai mengusap lembut surai hitam milik Mark secara perlahan.


"Mark kangen Aerii?" Suaramu menguasai pendengaran Mark sekarang.


Mark melepaskan pelukannya dari tubuh kamu "Mark sangat merindukan  Ae Rii"


"Iya nuna ngerti, tapi jangan terlalu dipikirin Mark gak baik lebih baik di ikhlaskan saja"


"Mark belum ikhlas nun kepergian Ae rii"


Percayalah saat ini Mark sedang menggenggam tanganmu begitu erat dan suamimu telah pergi meninggalkan kalian berdua diruang tengah melihat Taeyong sudah tidak ada di sekitar kalian berdua kamu kaget bukan main jadi dalam hati mu terus berkata 'dimana si dingin itu? Mengapa meninggalkan kami hanya berdua?'


"Hmm Mark?sebentar ya nuna mau ambil handphone dikamar dulu nanti kesini lagi, gpp kan?" Padahal kamu ingin mencari suamimu yang cemburuan itu.


"Iya nuna tidak apa, berjanjilah kau akan kemari lagi nanti"


"Iya janji" kamu langsung pergi meninggalkan Mark sendiri lalu mulai mencari suamimu disetiap ruangan rumah Mark.


Ketika melewati pintu depan tak sengaja mata mu menangkap siluet tampan sedang beridiri diambang pintu sambil menatap langit ditemani seputung rokok disana dengan cepat kaki mu melangkah kearah siluet tampan tadi.


"Yongie?"


Pria yang kamu panggil yongie itu menoleh kearahmu namun hanya beberapa detik setelahnya ia langsung menatap langit lagi.


"Ngapain disini? Sana masuk aku sedang merokok"


"Yong?kau tahu kan aku tidak suka pria perokok?"


Tak ada jawaban sama sekali dari pria berstatus suamimu itu.


"Yong kamu denger ga sih? Buang ga itu puntung rokoknya?!"


Berasa ngomong sama tembok tau ga sih untung kamu sabar.


"Yasudah atur saja dirimu sendiri ingin seperti apa aku tidak akan melarang mu apapun, tugas ku mulai hari ini hanya membuatkan mu sarapan, menyiapkan baju kantormu dan mencium mu dipagi hari tidak untuk melarang mu"


Masih diposisi yang sama Taeyong juga masih mengisap sepuntung rokoknya yang terlihat tinggal setengah batang lagi sesekali ia membuang asapnya keluar "Jangan harap larangan mu ingin didengarkan oleh ku kalau saja dirimu telah melanggar larangan ku!"


Emosi kini memenuhi Taeyong ia berbalik kearah mu, tangannya sudah siap untuk melayang ke pipi mulus mu.


Namun...


"Apa? Kamu mau tampar aku???tampar ajaa!!!" Kamu teriak entah sekencang apa sampai Mark yang didalam berlari kearah kalian berdua yang sedang bertengkar.


"Lo apa-apaan sih hyung?!! Kalau ini soal tadi gue meluk y/n nuna gue minta maaf karena ini kesalahan gua bukan nuna, dan lo kalau emang ga bisa jaga istri gua bersedia nikahin istri BEKAS ABANG SEPUPU gue!"


Bertepatan Kamu,Taeyong dan Mark sedang bertengkar teman teman sekantor Taeyong dan Mark datang dan telah melihat kejadian barusan.


"Lo boleh hyung marah ke istri lo asal ga main kekerasan gini gua paling ga suka kalau laki-laki udah main kekerasan sama perempuan! BANCI"


"Lo tau apa sih Jeffrey soal keluarga gua,ha?!"


Jaehyun diam seribu bahasa, iya pria yang berani membuka suara dan membela mu tadi adalah Jaehyun pria kesayangan mu setelah Taeyong. Jaehyun memilih diam karena ia tidak ingin menambah masalah dikeluarga mu dia juga tidak ingin hubungan ini berakhir begitu saja dari pada menjawab terus lebih baik Jaehyun diam.


"Benar kata Jeffrey yong lo ga boleh keras sama istri lo, dia itu istri lo bukan samsat emangnya lo mau berada di posisi Mark sekarang hm?" Pria kelahiran 94 itu menasihati Taeyong yang kemungkinan akan menerima nasihatnya.


Akibat diramai ramaikan seperti ini Taeyong memilih diam tak menjawab siapapun disana begitupun dengan dirimu, kamu menangis menatap Taeyong yang masih dalam kekesalannya.


"Bukannya tadi kamu mau nampar aku yong? Ayo tampar!! Kenapa tidak jadi???!!!ayo Taeyong tampar aku tampar!!!!" Kata kamu sambil memperagakan.


Air matamu makin deras entah kenapa rasanya sakit sekali ketika Taeyong sedang marah padamu ia jadi lebih kasar dari biasanya, sebenarnya salah dirimu juga harusnya kamu tidak membiarkan Mark memeluk mu begitu jauh iya memang Taeyong mengizinkan kamu menenangkan Mark sepupunya tapi kamu lupa bahwa tugasmu hanya sekedar 'Me-ne-na-ng-kan' bukan memberi kenyamanan iya memang kali ini kamu yang salah.


Melihat keadaan awakward seperti ini pria mungil berkulit putih pucat yang menguasai 4 bahasa ini berinisiatif untuk menghampirimu dan menarikmu dari lingkaran pembodohan ini.


"Ayo ikut aku"


Kamu mengikuti langkah kaki pria mungil tadi dngan langkah yang begitu besar. Ternyata dia membawa mu ketempat biasa dia dan kawan kawannya berkumpul semasa sekolah, kalian sekarang sedang berada dirumah pohon yang pernah dibuat sendiri oleh Hansol dan Johnny pada masanya.


"Kita mau apa kesini Ten?"


Iya pria tadi bernama Ten,


"Menjalankan rencana lah sesuai yang kita omongin tadi malam"


"Tapi kamu yakin Ten? Soalnya Taeyong lagi marah banget sama aku"


Entah sadar atau tidak Ten tiba-tiba menyibak surai coklat cantik mu perlahan "Dia tidak akan marah pada ku sayang tenang saja"


Ten membuat jantung mu berdebar dan tak berani menatap matanya, wajah Ten sejengkal jari dari wajahmu sedikit lagi kamu memajukan wajahmu maka akan tersentuh hidung dan bibir kalian.


Terdengar suara langkah kaki menuju area rumah pohon yang kalian singgahi, semakin dekat langkah kaki yang kalian dengar kamu dan Ten saling memandang untuk sekedar memastikan siapa sang pemilik suara langkah kaki tersebut.


"Mereka kemari, ayo kita keluar" pria mungil yang bersamamu itu menarik tangan kanan mu untuk memastikan siapa yang datang dan ternyata dibawah sana kalian melihat ada Taeyong, Jaehyun, Johnny dan yang lainnya kamu dan Ten langsung beranjak turun untuk menemui mereka yang datang tadi.


Melihat kejadian tersebut wajah Taeyong sudah tidak dapat dideskripsi kan lagi begitu juga dengan Jaehyun mengapa bisa begitu, karena mereka berdua melihat kamu dan Ten sedang bergandengan erat.


"Ngapain kesini? Belum puas lo marahin istri lo? Hah?!" Ten semakin mengeratkan genggaman tangannya padamu dengan sedikit rasa emosi didirinya.


Taeyong dan Jaehyun terus memandangi tangan yang sedari tadi dipegang oleh Ten, bisa-bisanya dia melakukan hal seperti ini didepan mereka mau cari mati? Apakah Ten tidak tahu bahwa perempuan yang sedang bersamanya telah memiliki 2 orang pria yang mencintainya begitu tulus? Tidak tidak harusnya hanya satu karena hubungan Jaehyun dan Kamu belum waktunya di publikasikan dan bahkan Ten pun tidak tahu.


"Mengapa kalian melihat ku seperti macan yang sedang kelaparan?" Pria mungil kelahiran Thailand itu pun memasang wajah bingung akibat dua pasang mata sedang menatap nya tajam seperti ingin memangsa.


Kamu mempererat genggaman mu pada pria kelahiran Thailand disebelahmu wajah mu juga berubah menjadi sangat ketakutan ketika melihat dua wajah lelaki dihadapanmu seperti ingin memakan mu, mencabik mu dan menghabisi mu terlebuh lagi Jaehyun dia tidak pernah marah padamu tapi kali ini wajahnya benar benar merah tinggal menunggu keliarnya lava saja.


" Y/n kamu ngapain disini sama Ten?!" Pria agak kurus didepan kamu dan Ten akhir nya membuka suara mungkin sudah terlalu panas dengan adegan pegangan tangan kamu dan Ten.


"M-mm" belum sempat kamu menjawab Ten sudah memotongnya "Gue yang ngajak, kenapa?"


"Ada urusan apa lo sama istri gue?" Sepertinya pria kurus bersurai hitam kebiruan tengah dipuncak kemarahan.


"Suka-suka gue lah mau ajak dia kemana kek asalkan dia gak dimarahin lo terus, sebenarnya lo punya hati gak sih yong istri lo tiap hari dimarahin terus, diambekin terus? Mending banget deh kalau lo hanya sekedar marah biasa coba tadi kalau gak ada gue mungkin y/n udah babakbelur kali gara-gara sikap pencundang lo itu"


Kini wajahmu memucat pasalnya kamu baru pertama kali melihat pertengkaran antara suami mu dan teman suamimu, eh tunggu? Iya pikiran kita sama kita doakan saja semoga hubungan mu dengan Jaehyun tidak ketahuan oleh suamimu jika ia maka akan ada world war 3 bahkan lebih parah dari ini bisa ada adegan bakuhantam nanti.


Kakakmu yang berada di pihak Taeyong sedari memperhatikan gerak gerik kamu yang sudah ketakutan berharap ada malaikat yang menolongnya dan membawa kamu pergi dari kerumunan sialan yang membuat kamu pusing bukan kepalang ini akhirnya Taeil yang notabennya kakakmu tidak tega melihat adiknya sengsara seperti yg ia lihat maka dari itu Taeil menyuruh Doyoung yang berada disebelahnya untuk membawamu pergi dari keributan tidak berujung ini.


Dengan berani Doyoung mengambil alih tangan manismu dari genggaman Ten lalu membawamu pergi keluar dari rumah ini untuk menenangkan diri sejenak.


Doyoung & You pov.


Doyoung sebagai pria tidak tega melihatmu menangis akhirnya ia berinisiatif untuk meminjamkan bahunya untuk mu "H-mm maaf nyonya Lee kalau anda butuh bahu untuk menangis saya bersedia meminjamkan"


Mendengar kata-kata Doyoung  barusan kamu langsung menubruk tubuh kurus Doyoung disanalah kamu menumpahkan semua air matamu sesekali Doyoung mengusap tengkuk mu sebagai penenang, Demi Tuhan kenapa ini nyaman sekali rasanya kamu tidak ingin beranjak dari tubuh kurus Doyoung yang hangat itu.


Setelah satujam berlalu, tangisanmu pun sudah bisa dikendalikan kamu pun melepaskan tubuhmu dari tubuh Doyoung, tangan mu sibuk menyapu air mata yang bercucuran sejak tadi yang kini sudah membasahi sebagian kaos putih doyoung.


"Eumm sorry ya doy kaos mu jadi basah gara-gara saya nanti saya ganti atau mau saya cucikan?"


"Ah tidak usah nyonya Lee"


"Haha yaampun doy aku seumuran sama kamu kali gak usah seformal itu panggil aja aku y/n oke?"


"Ah iya y/n" doyoung menggaruk tenguknya yng tidak gatal.


"Ah iya makasih ya doy udah ngajak aku kesini terus udah minjamin aku tubuh kamu rasanya nyaman sekali"


Percayalah pipi Doyoung kini sudah seperti udang rebus, bagaimana tidak ia dipuji oleh gadis incarannya jaman SMA nya dulu jauh sebelum Taeyong dan Jaehyun mengenal kamu.


Malam ini kamu merasakan kehangatan yang belum pernah sama sekali kamu rasakan baik itu bersama Taeyong ataupun Jaehyun, Jaehyun memang hangat tapi entah kenapa Doyoung memberikan rasa hangat yang lebih, bahkan sekarang kamu sedang menggenggam erat tangan Doyoung untuk merasakan kehangatannya lagi.


"Doy?aku pinjam tangan kamu dulu ya sebentar"


"I-iya y/n.... lama juga gak apa"


Kamu menoleh kearah Doyoung "Eum?"


"Eh enggak maksudnya jangan lama-lama gak enak kalau tiba-tiba si tayo datang eh Taeyong maksudnya" Doyoung menampar bibir ia sendiri akibat gugup sehingga salah dalam berkata.


"Oh haha kamu lucu banget si Doy, eh iya aku mau nanya boleh?" Kamu merubah posisi duduk mu untuk memulai obrolan serius pada Doyoung.


Doyoung menatap langit yang indah lebih tepatnya ini sebagai pelarian karena ia tidak berani menatap wajah kamu "Boleh tanya aja"


"Kamu beneran suka sama saya?"


Ajaib padahal Doyoung tidak sedang minum apapun tapi mengapa ia tersedak? "Ukhhhh"


"Ehh maaf maaf, kamu gak apa-apa kan doyoung???"


"Hmm gak apa-apa cuma ketelan nyamuk aja tadi"


"Eh?hahaha seriusan??" Kamu tertawa melihat ekspresi Doyoung yang masih terbatuk-batuk.


"Iya, udah saya udah gak kenapa kenapa, tadi mau tanya apa?"


"Lah kan tadi saya udah nanya ke kamu, kamu suka sama saya beneran? Ten juga? Kalau benar ia kenapa?"


Kini gantian Doyoung yang mengganti posisi duduk mengahadap kearahmu agar pembicaraan lebih khitmat.

__ADS_1


"Jadi sebenarnya....."


Flashback jaman Taeyong dan kawan-kawan duduk dibangku SMA


"Woy katanya hari ini ada murid pindahan di kelas sebelah tapi" ini Kang Daniel selaku ketua kelas XI-3 Teknik berteriak sambil mengendong tas nya menuju kursi tempat ia duduk.


"Ah gak peduli" Sahut pria yang terkenal berandal disekolah itu.


"Kalo cewe gimana yong?" Sahut Bangchan yang tengah duduk di meja guru sambil bermain ular di hp esia hidayah miliknya.


"Sama aja gak peduli, lagian gak ada cewe cantik selain Seulgi didunia ini inget itu" Ucap Taeyong sambil menghisap puntung rokok ditangan kanannya.


"Kalo lo gimana Doy, Jep, Wo?" Bangchan menghampiri bangku Taeyong dan kawan-kawan untuk mebicarakan hal ini.


"Ya gue tergantung kalo cantik gue embat" sahut Jaehyun.


"Kalo maneh doy?" Tanya Bangchan lagi.


"Kalo gue? Gak tau tergantung gimana dia ke gue" sahut doyoung.


"Kalo elo wo?" Bangchan memukul kepala jungwoo yg tengah tertidur dimeja "Wooo!!!!"


"EALAH ANJING!!!"


Bangchan, Taeyong dan kawan-kawan tertawa terbahak bahak.


"Sial lu gue dikata Anjing, gimana?" Bangchan belum bisa berhenti tertawa akibat ulah Jungwoo.


"Gimana apa nya sialan!!"


Bangchan menoyor kepala Jungwoo yang lemotnya bukan main "Kenapa lu sama kaya si Winwin si lama lama, btw winwin mana?"


"Winwin kan kelas sebelah bodoh bareng Ten, Kun sama lucas" Jaehyun menyahuti padahal ia sedang sibuk memainkan asap rokok yang ia buat.


"Ohya lupa gue, Heh gimana? Kalo ada anak baru cewe mau lu deketin apa biasa aja?" Lanjut Bangchan introgasi.


"Kalo cantik nan sexy gue pepet kalo jelek Up keras dah" jawab jungwoo sambil ngusap matanya guna untuk memfokuskan pandangannya "Emang mau ada anak baru?"


"Iya, dikelas si winwin, ten sama lucas"


Bangchan ini lambe sekolah jadi apapun itu pasti dia tahu lebih dulu.


"Cewe cowo?" Jungwoo mendekatkan wajahnya pada wajah pria asal Australia tersebut.


"Jauh jauh setannn najiss homo!!!!" Pria asal australia dihadapan Jungwoo langsung menjauhkan wajahnya dari Jungwoo sambil menyumpah serapahi Jungwoo..


"Idih gue juga najis kali" Omel jungwoo tak mau kalah


Tidak lama setelah itu guru sejarah mereka datang untuk mengajar.


Bel istirahat telah berbunyi semua murid telah keluar berhamburan namun tidak dengan Taeyong,Jaehyun, Jungwoo, Doyoung, Changbin dan Bangchan mereka masih berada dikelas sambil menghisap puntung demi puntung yang mereka beli patungan itu, tidak lama setelahnya beberapa berandal lain juga masuk ke kelas XI-2 Teknik untuk bergabung.


"Gimanaa woyy anak baru, cewe apa cowo?" Bangchan si raja lambe turah langsung mengintrogasi winwin dan kawan-kawan untuk mengetahui soal murid baru itu.


"Oh dia, mayan lah dari cewe-cewe dikelas gue" jawab Winwin.


"Menurut lo Chitt?" Tanya bangchan antusias


"Chat chit chat chit panggil gue Ten!!!" Omel Ten pada Bangchan.


"Iya Yawlah Tenie sayang ku, gimana menurut lo?" Bangchan mengusap pucuk kepala Ten


"Najis, Jawaban gue sama kaya winwin" Misuh Ten.


"Elo Kun?"


"Cantik, baik juga kayanya anaknya kalem"  jawab kun.


"Nah ini jawaban yg gue mau,, menurut lo gimana kas?"


"Mana gue tau kan gue bolos pelajaran"


Jawab lucas santai "Woy minjem korek asem nih"


"Mulut deket sama ketek si" Sahut Ten.


"Diem ya lu chit mau lu gue semein?" Ten Lucas itu manusia yang selalu nyari ribut setiap saat entah siapapun itu pasti sering banget ribut sama Lucas ataupun Ten dari XI-I Ipa.


"NAJIS PERGI LU HAMA DARI GUE!!!"


Terlihat dua pria jenjang berambut blonde menghampiri Taeyong dan kawan-kawan "Woy anak setan berantem mulu lu heran gue"


"Itu Hyung si lukas nya minta di bantai sial emang tu anak" Wajah ten berubah menjadi seperti bayi sedang merajuk ketika ada tetuah dari Geng mereka.


"Lah ngadi-ngadi lu anak dajjal, ada juga elu yang ngajakin gue bakuhantam mau gue sundut pake udut lu?" Kucas yang tak mau kalahpun mengeluarkan segala sumpah serapahnya.


"Udah udah elah bacot ***** lu pada" Johnny mencoba menghentikan aksi bakuhantam ini


Melihat keributan yang tak kunjung selesai Doyoung yang dari tadi menahan urinnya tak tahan lagi akhirnya ia memutuskan untuk pergi ketoilet.


Taeyong yang melihat Doyoung lari terbirit-birit kebingungan kenapa dia? "Woy doyok mau kemana lu?" Teriak Taeyong.


"KENCING, MAU IKUT LU?" teriak Doyoung dari ambanh pintu.


"Ogah emang gue homo apa"


Dikamar mandi pria.


"Shhh akhirnya..." Doyoung menaikan celananya dan buru-buru menyeletingkannya lalu setelah selesai ia keluar dari kamar mandi.


Karena kamar mandi pria bersebelahan dengan kantin maka dari itu alangkah lebih baik  Doyoung mampir sejenak untuk melepas dehidrasinya langsung saja ia berjalan menuju kantin bukan kelasnya.


"Bu yang ini saberaha?" Doyoung menunjukkan jajanan berbungkus merah.


"Oh ini 1000 dek doy" jawab sang ibu kantin.


Doyoung mengeluarkan uang bernominal 1000 rupiah untuk membayar dan setelahnya ia akan kembali ke kelas.


"Oy doy?"


Doyoung menoleh kearah sumber suara "Lah bang yut, ngapain lu?"


"Abis boker biasa" yuta mengeluarkan senyumnya, kata orng kalau sampai BAB ditempat itu berati ia betah dan ingin berlama-lama ditempat itu,kan? "lah lu ngapain?" Lanjut yuta.


"Gue abis beli ini" Doyoung mengangkat jajanan yg ia beli


"Ohh, anak anak ada di kelas lu?"


"Iya"


Disaat Doyoung dan Yuta sedang berbincang perhatian mereka teralihkan oleh 3 orang perempuan yang lewat diantara mereka berdua.


Mata doyoung tak luput memandang wanita imut diantara somi dan nayeon saat itu.


"Somi sama Nayeon anak kelasannya winwin kan?" Sahut yuta, tapi memang benar ia hanya melihat Somi dan Nayeon disana tidak ada perempuan lainnya.


"Bukan si dua bocah itu tapi yg tengah itu" Doyoung memukul kepala yuta yang dipukul hanya meringis.


"Aww sakit *****, ya lagian yang mana woy lu nunjuknya somi sama nayeon"


Doyoung melihat Mark berjalan kearah perempuan yang ia maksud "Tuh yang lagi sama Mark"


"Oh dia, itu anak kelasannya winwin juga anaknya manis"


"Oh dia toh yang diomongin sama anak -anak ******* itu" Doyoung mengangguk paham mengingat Bangchan antusias sekali membahas soal anak baru itu ternyata cantik juga.


"Kenapa? Lu mau kenalan?" Yuta ini ahlinya pakar cinta Taeyong aja bisa dapetin Seulgi gimana Doyoung yang ganteng berusaha deketin kamu yang jauh dibandingkan seulgi pasti mudah sekali.


"Boleh deh, ayo anterin gue ke dia"


Somi yang sadar bahwa kalian sedang diperhatikan dengan 2 anggota salah satu dari geng anak berandal melaporkan hal ini pada kamu dan Nayeon


"Eh kayanya kita lagi di liatin deh sama dua anak berandal itu?" Ucap somi dengan wajah takut, gimana gak takut coba orang diliatin sama anak berandal kalau mereka ngeliatin ada maskudnya gimana coba?


"Huss suudzon lu som" kata kamu untk menutup mulut sahabat mu itu.


"Eh tapi kayanya iya deh y/n dia dri tadi ngeliatin lu mulu tuh" sahut Nayeon.


"Masasih?"


"Coba aja liat tuhh"


Kamu menoleh kearah yang ditunjuk oleh somi dan benar saja dua pria itu masih memperhatikan mu dari kejauhan sampai akhirnya kamu merasa risih lalu memutuskan untuk pergi kekelas, lalu kemana Mark? Dia sudah pergi ninggalin kamu dari tadi.


"Yah doy kelamaan lu keburu pergi kan tuh"


"Yaudah santay hyung nanti habis balik sekolah gue kenalan"


"Oke, good luck bro"


Sepulang sekolah.


"Yong balik sekolah maen bola gak?" Bangchan teriak dari ambang pintu kelas.


"Gak ah libur dulu gue mau jalan sama seulgi" jawab Taeyong.


"Halah bucin bgt *****" sahut Jaehyun.


"Sadar diri kingkong lu juga bucin si Jisoo" Taeyong memukul kepala Jaehyun menggunakan buku yang ada di mejanya, tapi setelah melihat nama yg ada dibuku tersebut membuat ia bertanya-tanya.


"Woy emang dikelas kita ada yang namanya Ahn 'Y/N' ?" Teriak Taeyong yg untung saja dikelas itu masih ada beberapa manusia sedang piket kelas sekaligus ada tetuah kelas.


"Gak ada" jawab seisi kelas bersamaan.


"Eh tunggu, siapa tadi namanya?" Ten sepertinya mengenali nama yg tadi Taeyong sebut.


"Ahn y/n, lo kenal?"


"Kenal, itu anak baru yang ada dikelas gua *******!!! Kok bukunya ada disini? Modus ya lu?"


"Gigi lu modus, ngapain juga gue modus sama buku"


"Ya kali aja"


Kamu dikelas masih mencari bukumu yg hilang.


"Mana anjirr buku gue ya tuhan!!!" Sudah hampir satujam kamu mencari buku mu yg hilang itu namun tak kunjung menemuinya.


Somi melihat mu sedang kebingungan bertanya padamu "kenapa woy?"


"Buku biologi gue yg tebel ilang"


Wajahmu panik bukan main.


"Lah bukannya dipinjem Lucas tadi?"


"Ah iya ***** lupa, terus tu anak kemana?"


"Paling dikelasnya si Taeyong sana gih samperin"


"Anterin" kamu memasang wajah memelas pada somi.


"Gak deh cuy gue males kalo kekelas yang isinya anak berandal semua"


"Yehh berandal juga manusia kali lu pikir setan apa, ayo kalo lu kenapa napa gue yang hajar mereka"


"Bisa apa lu?"


"Ngeremehin gue? Gue juara international karate kali, ayo ah anterin gue"


"Iyaiya tapi gue tunggu diluar ya"


Kamu dan somi berjalan menuju kelas Taeyong seperti yang dibilang Somi, sampai depan kelasnya kalian tidak ada yang berani masuk jangankan masuk mengetuk pintu saja kalian tidak berani.


"Som? Ketuk gih"


"Sini gue ketuk pintu hati lu biar gak batu, lagian udah gue bilang jangan kesini ngeyel banget"


Dengan modal nekat namun gemetar kamu memberanikan diri untuk mengetuk pintu ada didepan kalian.


"Lucas?"


Nama Lucas yang dipanggil tapi 11 pria yang ada disana menoleh semua demi tuhan rasanya ingin lari keluar dan menghajar Somi yang tidak mau menemani mu kesana.


"Nyari siapa lu?"


Sebenarnya kamu takut tapi apa boleh buat.


"Lu gak denger tadi gue nyebut nama siapa?" Jawabmu agak songong tak kalah dngan Taeyong.


"Dih kok nyolot si lu?" Ujar Taeyong.


"Udah ya gue gak mau ribut sama lu, mana Lucas? Gue cuma mau nyari buku gue kata Somi sama Lucas tadi, mana Cas buku gue?"


"Oh buku biologi lu ya? Sama doyoung tuh maaf ya tadi di lempar lempar sama Taeyong sama Daniel" sahut Lucas.


"Sialan lu gue mulu yang disalahin" sahut Daniel tak terima namanya terseret.


"Lah gak ngaku lagi sianjing" timpal Ten.


Mereka pikir setelah diberitahu buku kamu dilempar kesana kemari dan tertawa.g sama mereka kamu akan memarahi mereka dngan kekuatan bulan tapi nyatanya.

__ADS_1


"Oh yaudah gak apa-apa, mana sekarang buku gue?" Jawab kamu datar.


"Loh lu gak marah atau nangis buku lu dilempar-lempar gitu?" Tanya Johnny heran harusnya kamu marah pada mereka sama seperti kejadian sebelumnya tapi kenapa kamu tidak marah atau menangis?.


"Kenapa emang? Sebelumnya ada yg nangis dan marah diginiin?"


Diluar Somi khawatir sekali dengan keselamatan mu mengingat kamu sedang memasuki kandang macan takutnya kamu keluar sudah tidak berbentuk.


"Y/n cepet woyy keluar lama banget!!!"


Teriak somi.


"Lu kesini sama Somi?" Tanya hansol yang lebih tua dari mereka ber10


"Iya, buruan mana buku gue"


"Kalau mau ambil ada syaratnya" Demi tongkat Neptunus ingin sekali kamu menendang kepala Taeyong sibanyak mau ini.


"Apa buruan gue gak ada waktu"


"Hmmm pijitin gue dulu sini cantik"


Mendengar persyaratan bodoh dari Taeyong Doyoung tanpa basa basi langsung menghapiri mu dan memberikan bukunya


"Gak usah dengerin anak dajjal, ni buku lu sekarang pergi sana, oh ya nama gue Doyoung"


"Makasih Doy"


Usai mendapatkan buku biologi mu kamu langsung keluar menemui Somi.


"Lama amat sih?"


"Au ah nanti gue jelasin emang kurang ajar tu anak semuanya kesel gue"


Didepan gerbang sekolah.


Doyoung mengendarai motornya menyetarai kamu yang sedang berjalan kaki.


Menyadari adanya Doyoung disebelahmu kamu menoleh kearahnya "Loh elu doyoung kan?"


"Iya, nama lu siapa? Kan tadi belum sempat kenalan"


"Gue Ahn y/n"


"Oh iya udah tau"


"Lah tadi minta kenalan"


"Cuma mastiin aja takutnya lu udah ganti nama"


"Oh hahaha"


"Mau balik bareng gue gak?"


"Gak makasih"


"Lu takut gue apa-apain?"


"B-bukan gitu doy tapi.."


"Image gue sama temen-temen gue aja berandal tapi hati nya engga santai aja"


"Ah iya gue tau kok, tapi emang lu gak keberatan?"


"Kan gue gak gendong lu jadi gak berat lah"


"Iya juga sih,hehe yaudah boleh"


"Lu gak takut sama gue?"


"Yaudah gak jadi balik bareng kelamaan lu keburu tukang bubur naik haji ke 3 kali nya-_-" kamu memutar bola mata malas.


"Iya maaf, yaudah naik"


Semenjak dari pulang bareng kalian lama lama dekat namun Doyoung tak berani mengungkapkan perasaannya Doyoung takut jika ia mengungkapkannya maka kamu akan menolaknya dan menjauh dari sisi Doyoung jadi ia memutuskan untuk memendam rasanya saja sampai akhirnya kalian sama sama bertemu di tempat dimana itu sangat sakral, iya di pernikahan kamu dan Taeyong yang jelas dulu kalian tidak pernah saling melempar sapaan senyum pun tidak mengapa jadi Taeyong yang menikah dngan mu?


Flashback off....


"Kenapa gak bilang dari awal kamu suka sama aku biar kau gak terlalu kenal lebih dalam si brengsek itu" sahut kamu.


"Siapa?" Tanya Doyoung heran.


"Ah tidak-tidak, jadi rasa itu masih ada sampai sekarang?"


"Iya, ini juga alasan kenapa saya jomblo terus"


"Ih lebay haha"


Disaat kalian sedang asik berbincang tiba-tiba Laki-laki bernama Jung Jaehyun menarikmu dan mengejak mu pergi.


"Woy jepp mau lu bawa kemana istri orang?" Doyoung yg tidak tahu menahu hanya bisa bertanya tanya seperti orang bodoh.


"Diem aja gak usah ikut campur, nanti kalau Taeyong atau siapapun nyariin gue tolong jngan kasih tau siapapun"


Ancam Jaehyun pada Doyoung.


Mobil Jaehyun berhenti ditepi jalan yang sangat sepi tidak ada kendaraan satupun yang melintas, kamu bingung kenapa Jaehyun menghentikan mobilnya dijalanan sepi seperti ini


"Jung kita kenapa berenti disini?"


Jaehyun tidak mendengarkan perkataan mu, ia masih dalam keadaan kesal soal kamu dan Ten padahal baru pegangan tangan tapi mengapa Jaehyun semarah ini?


"J-jung? Are u oke?" Panggil kamu dngan hati-hati.


Kamu melihat air mata mengalir di pipi sebelah kanan Jaehyun tapi ia masih dalam posisi melihat kearah depan tidak mengubris mu sedikit pun.


Kamu memberanikan diri mendekati Jaehyun, menangkup pipi lembut Jaehyun dngan hati-hati.


"Je?? Maaf soal aku sama Ten, kamu marah ya?"


Jaehyun menoleh kearahmu lalu ia menyerangmu dengan lumatan dibibirmu dengan kasar hingga kamu tidak dapat bernafas "Eukhm J-jung..."


Sepertinya Jaehyun benar-benar kesal soal itu, Jaehyun memang tidak sekasar Taeyong semarah Taeyong tapi jika Jaehyun Marah maka akan berurusan dngannya di ranjang bukan beradu argumen dan saling menyalahkan.


Desahan kecil terlontar dari bibirmu yang terus dilumat kasar  oleh Jaehyun dia sangat kesal bisa-bisanya Ten menggenggam tangan kekasihnya tanpa seizin dia, Jaehyun memang seperti itu kalau lagi cemburu atau marah maka semuanya akan ia salurkan pada semua yg ada tanpa niat untuk menyakiti.


"Akhh JAE STOP IT!!!" Kamu mendorong tubuh besar Jaehyun dan kini ia telah menjauh dari tubuh kamu.


"Kenapa berenti,hm?aku sedang menghukum muu nakal. Bisa-bisa nya kamu bergandengan dengan orang lain!" Benar saja pria itu msih dalam mode marahnya


"Jeee tapi ini tuh gak seperti yang kamu bayangin!!! Aku sama Ten gak ada apa-apa Je!!!" Air matamu mengalir tanpa kamu sadari.


"Gak ada apa-apa gimana,hm? Jelas-jelas kalian pelukan, kalian pegangan tangan Ten ngelus-ngelus tangan kamu apa itu gak ada apa-apa?"


Beda dengan Taeyong Jaehyun masih menggunakan nada bicara seperti biasanya walau sedang marah.


"Aku gak minta dipeluk sama dia, dia yang megang tangan aku dia yang elus elus tangan aku dan aku gak minta itu semua tapi dia ngelakuin itu sendiri Je!! Harusnya kamu kalau mau marah sama dia jangan sama aku ini juga rencana Ten, dia berniat mau prank kalian"


Persetanan dengan bunyi handphone, mau tidak mau Jaehyun harus mengangkatnya.


"Jep lu dimana?" Tanya Taeyong


"Gue diluar lagi beli makan bosen gue liat lu smua ribut mulu" tutur Jaehyun.


"Lu tau gak? Si chitta sialan ini cuma ngeprank"


"Iya udah tau emang sialan tu anak belum aja rumahnya gue bombardir"


"Haha yaudah lu abis beli makan langsung kesini, oh ya kalau ketemu istri gue ajak balik ya gue rindu"


"Yoi tar gue angkut kalo ketemu"


Telpon ditutup sepihak oleh Jaehyun ia kembali fokus pada wanita didepannya.


"Sayang maaf" Kini bergantian Jaehyun yang menenangkanmu.


"Aku gak pernah bohong Je sama kamu tapi kamunya aja yang gak mau dengerin aku, kamu sama Taeyong sama aja" air mata mu makin deras disana hingga membuat Jaehyun membawamu kedalam dada bidangnya .


"Maaf ya sayang"


Tak ada jawaban apapun dari kamu yang terdengar hanya suara ingus di hidung mu.


Jaehyun kini menangkup pipi gembilmu sambil mengusap airmata yang jatuh "Sayang aku minta maaf karena gak bisa nahan emosi aku, lagian aku pernah bilang kan ke kamu aku gak rela kalau aku harus berbagi kasih sayang, sama Tayo aja udah gak rela banget apa lagi ditambah si chitaprrr mau ku tendang dia keantero?"


"Ya harusnya apapun itu kamu harus dengerin penjelasan aku dulu jangan main nerjang aku gitu aja dipikir gak sakit apa, gak bisa nafas juga sial" keluh mu berhasil membuat Jaehyun tertawa.


Kamu memukul Jaehyun bukannya minta maaf malah tertawa "Kok ketawa si Jee!!!Minta maaf kek apa kek ini malah ketawa"


"Aww iyaiya maaf haha, tapi tadi balesan kamu oke juga"


"KYAAAA MESUM!!!"


Kamu memukul Jaehyun berkali kali.


"AWWW IYAIYA MIANHAE BABY MIANHAE!!!" Untuk memberhentikan aksi pukulmu pada Jaehyun ia menarik pinggangmu hingga wajah kalian sejengkal jika diukur jari.


"Maafin aku ya kalau aku terlalu posesif entah kenapa aku sayang banget sama istri orang yang satu ini, aku dijadiin suami kedua juga gak papa deh asal sama kamu, i love by" Jaehyun mencium bibir mu sekilas lagi lagi kamu dibuat jatuh oleh perlakuan Jung Jaehyun padamu.


Setelah itu Jaehyun melepaskan kamu perlahan.


"By mau langsung pulang atau nyari makan dulu?" Tanya Jaehyun tidak dapat respon darimu.


"Sayang?? Kamu sakit? Apa aku cium nya terlalu dalam sampai kamu kehilangan kewarasan gini?"


Tangan kamu melayang untuk yang kesekian kalinya ditubuh Jaehyun.


"Aww"


"Ya lagian ngaco, yaudah nyari makan dulu aja aku laper"


Di kediaman Mark.


"Lama amat si Jepri"


"Lagi beli makan dia"


"Istri lu yo?"


"Sama Jae udh ketemu"


"Oh bagus deh, lagian lu akur akur apa sih jangan ribut mulu untung gak gue tikung beneran lu yoo" Ten memasang wajah jahilnya dia ini memang suka sekali menjahili ketua Geng nya semasa sekolah itu.


"Jadi lu sama Doyoung suka beneran sama istri gue?" Taeyong menyenderkan tubuhnya disofa empuk rumah Mark.


"Tentu, rasa sayang dan kagum gue sama dia belum hilang sampai sekarang because he is special" jawab Ten sambil meminum minuman yang telah disuguhkan Mark "Gue rasa Doyoung juga gitu" Lanjutnya.


"Iya doy?" Taeyong menoleh kearah pria bermarga Kim tersebut yang ia ketahui dia adalah pria pertama yang menyukai istrinya jauh sebelum ia benar-benar mencintai sang istri.


"Yaps, Kalau lu masih menyianyiakan dia gue siap nerima jandanya dia" ucap an Doyoung berhasil mendapat sebuah lemparan bantal dari Taeyong.


"Lu doain gue koid,hmm?!!!" Mata Taeyong hampir saja keluar dari permukaan akibat perkataan Doyoung memang keterlaluan teman-temannya itu untung Taeyong sudah biasa menghadapinya.


"Ya kalo lu macem macem lagi sama dia gue gak segan segan bikin lu koid"


Percayalah Doyoung sedang mebgatakan hal sejujurnya dia telah bersumpah siapapun yang berani menyakiti cinta pertamanya dulu akan ia potong-potong menjadi dua bagian lalu setelah itu ia jual organnya dipasar gelap.


"Awww serem banget" ledek Taeyong


Satujam setelahnya kamu dan Jaehyun datang lalu bergabung dengan pria-pria paruh waktu disana ikut menyimak obrolan dan lawakan bapak-bapak kuno.


"Ni makan tadi gue beliin, baik kan gue? Ayo sungkem dulu sama gue" Jangan heran Jaehyun memang dari dulu kurangajar anaknya karena mengingat umurnya telah menginjak 23 tahun maka semua itu telah diminimalisir coba dulu jaman sekolah manggil Johnny dan Hansol saja tidak menggunakan embel embel Abang atau Hyung kurang ajar bukan?


"Kurang ajar lu dari dulu gak ilang ilang jep heran gue" cetus Johnny.


" haha sorry sorry" balas jaehyun disertakan tawa yg menampilkan lesung pipit nya yang menambah kesan manis disana.


"Btw jeff, lu ketemu istri gue dimana?" Ditengah mereka sedang bercanda canda Taeyong memotong percakapan mereka .


"Oh tadi ketemu di tukang makanan lagi jalan nunduk kaya gembel dari pada sendiri mending gue pungut kasian" Lagi lagi Jaehyun tertawa dengan apa yang ia ucapkan.


Diam diam kamu melempar tatapan sinis pada Jaehyun yg dibalas senyuman manis oleh Jaehyun disana.


"Lu kali Gembel" bela Taeyong.


"Mana ada gembel ganteng bak pangeran gini, yakan NYONYA LEE?" Jawab Jaehyun dengan diakhir kata sedikit ditekan pengucapannya.


Kamu ingin sekali menampar wajah konyol Jaehyun saat ini namun sayang masih ada Suami dan teman-temannya bisa gawat kalau ketahuan soal hubungan mereka.


Kamu hanya bisa berdeham mengiyakan kata-kata Jaehyun yang membuat Jaehyun menekuk wajahnya kecewa.


"Ah nyonya lee tidak seru sama seperti suaminya terlalu monoton"


"Diem atau gue lempar pake stick baseball mark?" Acam Taeyong yang sudah siap ditngan kirinya memegang stick baseball untuk memukul kepala sekertaris bodohnya itu.


"Iya maaf, btw Mark pemakaman Aerii kapan?" Wajah Jaehyun menoleh ke arah Mark yang tengah menikmati makanan yang Jaehyun bawa.


"Besok pagi hyung sekitar jam 8 nan biar gak panas" tutur Mark sambil mengunyah sesuap nasi goreng bawaan Jaehyun.


Jaehyun mengangguk paham setelahnya mereka menikmati makanan yang Jaehyun bawa.


.

__ADS_1


.


Tobe a continue......


__ADS_2