
Taeyong menatap jam tangan yang ada di tangan kirinya telah menunjukkan pukul 9.00 KST lalu setelahnya ia menatap foto dirinya yang sedang memeluk perempuan cantik yang diketahui adalah istrinya. Hari sudah mulai malam tapi ia enggan untuk pulang kerumah akibat pertengkaran tadi pagi antara dirinya dan sang istri padahal jika dipikirkan kembali itu hanya masalah kecil bukan? Tapi tidak dengan Taeyong ia memiliki ego begitu besar.
Ia mengacak acak rambutnya kasar sesekali ia mendengus, entah kenapa Taeyong hari ini beda sekali ia lebih menjadi sosok yang penuh dengan bara api disana.
Tiba tiba saja ada yang membuka pintu ruang kerja Taeyong dan ternyata itu Jaehyun.
"Loh hyung belum pulang?" Jaehyun menghampiri Taeyong yang sedang duduk di kursi kerjanya
"Lo kenapa kesini?"
"Oh ini mau ambil berkas diatas kardus ketinggalan, lo gak pulang hyung? Gak kangen istri?" Tanpa disuruh untuk duduk Jaehyun sudah duduk di depan meja kantor Taeyong dan sekarang mereka sedang berhadap hadapan.
"Gw lagi berantem sama istri gw jef" Taeyong menundukkan kepalanya diatas mejanya.
Sebenarnya Jaehyun sudah tau soal ini tapi pura-pura tidak tahu saja.
"Gara gara apa?kok bisa sih?" Jaehyun membenarkan posisi duduknya untuk memulai percakapan serius pada atasannya itu.
"Sepele sih tadi pagi gue disiram Y/N pake air gara gara gue gak bisa bangun pagi" ucap taeyong sambil menyimpulkan tangannya di dada.
"Ya itu kan gara gara lo sendiri kenapa lo marah?" Sebenarnya Jaehyun sedang menahan emosinya dari tadi apa lagi setelah mendengar cerita dari kamu emosinya makin meluap.
"Iya emang gue terlalu lebay masalah ginian aja pake diributin, tapi asal lo tau jef gue lagi emosi banget akhir akhir ini gak tau kenapa" Taeyong mengacak acak rambutnya benar sih akhir akhir ini dia sedang emosi sekali.
"Ya harusnya kalo lo ada masalah pribadi jangan istri lo juga yang jadi sasarannya, inget istri lo bukan samsat!" Ini Jaehyun kalo gak bisa nahan amarahnya udah nerjang Taeyong kali sampe babakbelur.
Taeyong beranjak dari kursi kerjanya lalu mengambil jas hitam nya setelah itu dipakai olehnya.
"Mau kemana lo?" Jaehyun menatap heran kearah Taeyong baru aja dinasihatin kaya tadi udah marahdasar Taeyong.
"Mau pulang lah kasian istri gue dirumah sendiri takut diculik" Taeyong meraih kunci mobilnya dengan cepat lalu ia melangkah kearah luar disusul oleh Jaehyun di belakangnya.
"Iya nanti gue yang nyulik istri lo" sahut Jaehyun dengan wajah serius namun Taeyong menganggap itu adalah sebuah lelucon teman temannya ketika melihat sang istri
"Haha cari dong makanya jangan istri gue mulu jadi inceran lo lo pada"
•••
"Sayang malam ini aku tidur diruang kerja ku ya? Gak apa apa kan?" Mark memeluk istri tercinta nya yang sedang hamil 2 bulan itu dengan lembut.
"Mark, kerjaan kamu banyak banget ya?gak bisa apa kerjainnya besok besok, aku tuh lagi hamil muda Mark butuh kamu banget apa lagi anak kita kamu harus ngerti dong" Kini Hwa Ae Rii sedang merajuk pada Mark tentu nya tentang kehamilannya pasalnya sudah 3 hari ini Mark tidak tidur bersama Ae Rii dikamar mereka berdua tetapi Mark memilih untuk tidur di ruang kerjanya demi menyelesaikan tugas yang amat sangat menumpuk dari kantor.
Mark membelai lembut surai hitam milik Hwa Ae Rii "Sayang,,,,kalau gak di selesaikan secepatnya malah nanti aku gak bisa nemenin kamu kemana mana dong? Terus biaya lahiran buat dedek nya mana kalau aku gak selesaikan ini semua?"
"Mark! Kak Taeyong kan kakak mu ya tinggal minta aja untuk lahiran istri mu gitu susah banget sih" Kata Ae Rii dengan nada tinggi.
Mark membawa Ae Rii pada pangkuannya sambil mengusap perut buncitnya "Kalau kaya gitu namanya ngemis dong?aku gak mau ya keluarga kita sampai ngemis ngemis gitu ke oranglain sekalipun Taeyong itu kakak ku" Ae Rii hanya diam terlepas mendengar perkataan Mark barusan, Pandangan Mark beralih pada kedua tangannya yang berada di perut buncit Ae rii "Nak, maafin Appa ya udah bikin Eomma mu sedih gara-gara kurang belaian Appa" sambung Mark sambil tertawa kecil yang berhasil mendapat pukulan dikepala Mark dari Ae Rii.
"Ssshhh sakit tau sayang" Mark mengusap pelan bagian yang tadi di pukul Ae Rii.
Ae rii bangkit dari pangkuan Mark "Yasudah kalau gitu kamu harus selesaikan malam ini juga biar malam malam selanjutnya kita bisa Quality time dikamar,oke?"
"Iya sayang aku janji bakal selesai malam ini biar bisa tidur bareng dedek" Mark kembali mengusap lembut perut Ae Rii "Yasudah gih sana kamu tidur besok harus kerja kan?"sambungnya.
"Iya, yaudah aku kekamar ya" Ae Rii mencium tangan Mark lalu setelah itu ia pergi meninggalkan Mark.
•••
Kediaman Lee Taeyong.
10.20 KST
"Kok baru pulang yong darimana aja?" Kamu sedari tadi menunggu Taeyong di ruang keluarga sambil menonton sebuah drama korea tengah malam ditemani camilan dan susu coklat tentunya.
"Bukan urusan kamu" sebenarnya Taeyong ingin meminta maaf sama kamu tapi pas denger kamu nanya gitu ke dia yang merasa dia dicurigai sama kamu jadi dia mengurungkan niatnya buat minta maaf.haduh dsr.
"Aku nanya serius yong malah jawbaan kamu gitu" Kamu masih dengan nada bicara yang stabil saat menjawab segala alasan Taeyong malam itu.
"Sekarang aku tanya, kenapa kamu nanya begitu ke aku? Kamu udh gak percaya sama aku? Kamu nuduh aku selingkuh?!!" Taeyong menjawab pertanyaan mu dengan nada tinggi padahal kamu ngejawab semuanya masih dngan nada rendah, entah apa yang terjadi pada Taeyong hari ini dia begitu aneh.
"Terserah aja yong aku cape mau tidur" kamu masih mempertahan kan suara rendah kamu bagaimanapun Taeyong itu suamimu gunakanlah adab ketika sedang berbicara padanya.
Lalu setelah itu kamu pergi meninggalkan Taeyong diruang keluarga. Disana Taeyong duduk sambil mengusak usak kasar surai hitam birunya ia sadar atas kelakuannya barusan padahal ia dari awal ingin meminta maaf tapi kenapa malah emosi yang menguasai dirinya kenapa Taeyong sebenarnya?
Dikamar kamu.
Kamu buru-buru mengambil ponsel mu diatas nakas kasur mu dan menekan sebuah kontak yang beranama Jung
Jung
You
|Jung?
|Apa kau sudah tidur?
|JUNG YOON-OH!!
|Jung Jaehyun!!!!
Jung
|Ada apa babe?
|Belum, memangnya kenapa?
|Kau rindu dengan ku ya?🤭
You
|Bicara apa sih-_-
| Aku ingin bercerita dengan mu
|Soal hari ini
|Aku tidak mengganggu mu kan?
Jung
|Aniyo
|Mau cerita apa,hm?
|Tenang saja aku selalu ada
|disaat kamu butuh babe
|Ayo cerita maka aku akan membacanya.
You
|Taeyong membentak ku lagi :")
| Hari ini ia terlihat sangat aneh jung :")
|Apa kamu tau dia itu kenapa?
Jung
|Aigoo~ Taeyong sialan
|Baru saja aku nasihati agar
|tidak menyakiti mu tapi malah
| Semakin jadi rupanya!!
You
|Kau nasihati dia seperti apa?
| Kau tidak berbicara soal kita kan Jung?
|Jung, kau gila?!!
__ADS_1
Jung
|Aku tidak bercerita apapun tentang kita babe tenanglah
|Lalu apa lagi yang ia lakukan padamu?
You
|Hanya itu sih jung
|Padahal aku tidak menuduhnya selingkuh bahkan yang terlihat sekingkuh aku bukan dia :")
Jung
|Sudah lah babe kenapa kamu yang merasa bersalah sih jadinya?
|Yasudah tenang saja besok aku akan beritahu Taeyong soal ini
| Aku tidak suka wanita kesayangan ku disakiti pria ******** seperti dia!!!
You
|Jung kau gila?!!
|Kalau dia tahu soal ini dia bakalan marah Jung Yoon-ohhh!!!
Jung
|Tidak padaku😄
|Sudah tidak usah khawatir sayang
|yasudah sekarang kamu tidur sudah malam juga kasihan tubuh mu
You
|Baiklah
|Terimakasih Jung
Jung
|sama sama
|I love u more babe❤
| Have a Nice dream
Deg!
Tiba tiba hati kamu berdebar begitu cepat ketika membaca balasan dari pria bernama Jung Yoon-Oh alias Jung Jaehyun itu padahal ini bukan kali pertama Jaehyun memanggilmu dengan sebutan 'babe' tapi kali ini kamu merasakan hal yang berbeda, apa mungkin kamu jatuh cinta lagi dengan seorang Jaehyun?
•••
Anak laki-laki bersurai coklat muda tengah duduk diatas ranjangnya sepertinya ia baru saja terbangun dari mimpinya, sesekali ia mengerjapkan matanya sampai benar benar padangannya fokus pada sekitar.
Kriett!!!
Terdengar bunyi pintu tandanya ada seseorang yng telah memasuki kamar anak laki-laki bersurai coklat muda berparas manis itu.
"Renjun-aah!!! Kenapa belum juga bangun,hm?!!!" Teriak laki laki bersurai hitam diambang pintu.
"Aduh Jisung hyung 5 menit lagi deh"
Iya Jisung dan Renjun bersaudara, Mereka berselisih satu tahun Renjun saru tahun lebih muda dibandingkan Jisung. Renjun adalah anak dari Hye Na dan Taeil otomatis Jisung dan Renjun bersaudara.
"JISUNG HYUNG?? DEDEK RENJUN NYA UDAH BANGUN BELUM TUH?" Hye Na teriak dari bawah untuk memastikan bahwa Jisung telah membangunkan Renjun.
"INJUN GAK MAU BANGUN NIH NUNA!!!" Sahut Jisung tidak kalah keras.
"ENGGAK BUN INJUN UDAH BANGUN KOK HYUNG AJA NGARANG!!!" Balas Renjun yang sedang sibuk membuka lebar mata minimalisnya.
"BOHONG NUNA!!!"
"JISUNG HYUNG!!!!!!!!!"
Tamparan dari tangan Renjun Melayang kearah wajah Jisung ia pun hanya meringis.
"Shhhh awas ya kau renjun-aah!"
Tanpa rasa peduli Renjun pergi meninggalkan Jisung yang masih memegangi pipi nya yang habis ditampar adik sepupunya itu.
•••
Kamu pagi ini sengaja masak banyak untuk suami tersayang mu lalu menyisahkan beberapa makanan untuk diberikan pada Jaehyun juga semoga saja Taeyong tidak tahu soal ini ya.
Taeyong tiba tiba datang dari arah pintu lalu memeluk mu gemas "Pagi sayang, maaf ya soal semalam. Pagi ini masak apa?"
Kamu menoleh sedikit kearah Taeyong "Masak makanan kesukaan mu, dan Tumis Jamur saus tiram hehe"
Taeyong melepas pelukannya padamu "kamu tau gak sih Tumis jamur saus tiram kan makanan kesukaan Jaehyun"
Deg!
Kenapa seakan akan Taeyong sedang menangkap basah perkara kamu dan Jaehyun. Jantung mu tiba tiba tidak bisa terkontrol semakin lama semakin berdebar ingin rasanya kamu menusuk jantung ini agar diam.g.
Kamu menggaruk tengkuk mu yg tidak gatal itu "Oh,hehe" sambil tersenyum sadaanya.
"Sini aku bantu, kamu setrikain aja baju ku buat meeting siang nanti" seperti biasa Taeyong mengambil alih masakan mu dan sedikit menambahkan bumbu yang menurutnya kurang pas.
•••
Kediaman Jung Jaehyun.
Awali pagi mu dengan.....
"APPA??? EOMMA!!!UNCLE KEMANA BUKU RUMUS KALKULUS JENO?!!!"
Teriakan 8 oktav di rumah Jaehyun
"MANA APPA TAU JENO-YYA!! TANYA EOMMA COBA!" Sahut Johnny.
"EOMMA??? DIMANA BUKU RUMUS JENO??"
"TIDAK TAHU, BARANG KALI NYELIP DI NAKAS UNCLE UDAH TANYA UNCLE BELUM?" Sahut Dae Kyung
Jeno masih sibuk mencari buku rumus nya di beberapa tempat namun mulutnya belum berhenti mengabsen orang rumah.
"UNCLE JUNG APA KAU MELIHAT BUKU RUMUS KU?"
"AIGO~ JENO-YYA BISA TIDAK PAGI PAGI TIDAK SEPERTI INI TIAP HARINYA?" Sahut Jaehyun sambil mengusak usak matanya.
"AH MIANHAE UNCLE LANJUTKAN SAJA MIMPI MU AKU TIDAK LAGI MEMBUTUHKAN RUMUS KALKULUS KU! OH YA APPA EOMMA PAGI INI JENO TIDAK PERLU DIANTAR SOALNYA JENO BARENG JISUNG SAMA RENJUN!"
Tanpa pamitan Jeno langsung pergi gitu aja.
"Tuh liat didikan siapa?hm?" Dae kyung melirik ke arah Johnny sinis.
"Hehe maaf ya mah papah khilaf haha"
Johnny hanya bisa seyam senyum ganteng setelah meliaht kelakuan anak pertamanya.
"Ppapa minie mau es jeyuk" Ini si kecil Jaemin yang bicaranya baru sadanya akibat minim kosakata.
Johnny meraih segelas jus jeruk lalu memberikannya pada Jaemin.
"Ppapa ini nda ingin (dingin) minie mau na(nya) yang ingin ppapa!!" Jaemin memasang wajah kesal pada Johnny padahal ia meminta es kenapa dikasihnya tidak dingin
Dae Kyung langsung membawa Jaemin pada dirinya "Nana belum boleh minum es ya sayang masih pilek" Dae Kyung menunjuk hidung kecil Jaemin yang menampakkan lendir hijau disana yaps jaemin lagi pilek.
Jaemin hanya bisa menangis saja karena dilarang Dae kyung dan setelahnya tugas johnny untuk menghibur Jaemin agar berhenti menangis.
"Sir Jeffrey?" Johnny menghampiri Jaehyun sambil menggendong bocah berumur 3tahun itu.
"Yes Rebecca?"
__ADS_1
"Will you Accompany me to the mysterious wedding today?" Johnny menatap Jaehyun dengan serius.
"No" Jaehyun menoleh acuh sepertinya ia mengikuti alur drama Johnny.
"But-but-but sir jeffrey! I love you!" Johnny menguncang guncangkan tubuh Jaehyun.
"I..... i love you to" Jaehyun kembali menatap wajah Johnny.
"I lovvvvvvvvvveeeee you! Marry me sir jeffrey!"
Jaehyun menatap dalam mata Johnny "No"
"WHY?!!"
"I- I don't love you, WhoOpsiesss!" Setelah itu Jaehyun memukul lengan Johnny yang penuh drama "Udah ah lama lama bisa gila kita hahaha, lagian juga harusnya Jeffers yang mau nikah sama rebecca kenapa jadi rebecca yang ngebet banget pengen nikah sama sir jeffers?" Sambung Jaehyun sambil menertawakan kebodohan mereka berdua.
"Ya elo pake segala mancing gue bawa-bawa rebecca segala lagi, eh ya nanti lo kekantor gak?"
"Hahaha... Maunya si enggak soalnya yang kekantor kan yang siang ini rapat gue kan gak ada dalam list rapat jadi mungkin gue gak ngantor" kata jaehyun sambil membereskan peralatan tulisnya dinakas yang dari tadi sudah berantakan .
"Yaudah kalo gitu gue sama dae kyung nitip jaemin ya" pinta johnny.
"Lah emang Nuna kenapa?"
"Dia ada tugas di wuhan buat ngatasin virus mematikan jadi mungkin bakal gak pulang kerumah dan siap siap kita yang bakalan jagain 2 anak nakal ini" Wajah Johnny berubah menjadi musam setelah mengingat ia harus menjaga kedua anaknya yang nakal.
"Ya itu mah tugas lo sebagai ayah gue si tinggal bantu doa aja" ledek Jaehyun
"Sial lo,yaudah ah gue berangkat kerja dulu jagain anak gue!"
Johnny pergi meninggalkan Jaemin diatas trolli kecil diruang kerja Jaehyun.
•••
Disekolah.
Jeno berlari kearah pria bersurai coklat berwajah manis itu.
"Hey Jeno-yya jangan lari lari seperti itu nanti kau terjatuh" pria berwajah manis itu pun meriaki jeno dari kejauhan untuk memberitahu agar jeno tidak berlari.
Sampai dihadapan pria berwajah manis itu Jeno mengantur nafasnya.
"Hu-ha-hu-ha eh renjun pelajaran pertama lo apa?" Tanya Jeno yang masih mengatur nafasnya.
"Bahasa indonesia, kenapa emang?"
"Lo hari ini ada pelajaran matematika kalkulus?"
"Ada, haha ambil aja ditas gue jen gue abis ini mau ke lab buat ujian praktek kimia jadi gak ada waktu buat ngambilin kamus kalkulus gue" jelas renjun.
Jeno menepuk punggung Renjun "Thank u Njun" tak perlu berlama lama lagi Jeno langsung menuju kelas Renjun.
•••
Siang ini kamu mengantar makan siang untuk suami mu, sampai depan kantor suami mu kamu menyapa hangat receptionist wendy yang nampaknya sudah mengenal mu dan langsung diperbolehkan masuk kedalam dengan seenak mu.
Sampai di ambang pintu ruang kariyawan kamu mendapat banyak sapaan dari semua kariyawan yang ada, mereka ramah sekali atau memang kau istri dari seorang CEO LCompany jadi mereka mendadak ramah padamu.entahlah.
Di pintu ruang kariyawan khusus kamu juga mendapatkan sapaan dari penghuni penghuni sana dan kebetulan suamimu sedang berbincang dengan temannya yang waktu itu menabrak mu,iya Kim doyoung.
"Aigoo~ Y/N -yya kau cantik sekali hmm" Mulai lah ke alay an Ten dalam memuji dirimu.
"Gmana gue gak fall in love sama istri orang coba kalo modelan istrinya begini?" Doyoung mendadak scanning body dirimu yang berhasil mendapat sebuah toyoran dari taeyong.
Taeyong menghampiri mu lalu mencium sekilas bibir mu "Naik apa kesini?"
"Mobil kamu lah"
"Oh iya lupa hehe, mana bekal aku?"
Kamu memberikan bekal pesanannya.
"Dihabiskan ya aku masak dari subuh terus gak kamu habiskan bukan nasinya yang nangis tapi aku, ngerti?"
"Iya sayang"
Kamu menaruh rantang berukuran besar diatas meja yang sepertinya itu meja milik Hendery "Ini aku bawakan juga makan siang untuk kalian hehe lagi masak banyak jadi dari pada mubadzir mending aku bawakan kalian, dimakan ya"
"Pasti kok y/n apa sih yang enggak buat kamu" tuh kan ten tu emng bucin banget sama kamu gak tau kenapa.
"Haha bisa aje kecebong aer" timpal yuta.
"Sirik aja lo badut" ketus ten.
"By the way, Happy birth day Johnny-ssi my god bless u bro hehe" kamu menjabat tangan Johnny.
"Yaudah kali jangan lama-lama salamannya" Ucap Ten dan Doyoung bersamaan mereka tkdak bisa melihat pemandangan seperti ini bawaannya mau nampol orang yang pegang pegang kamu aja.
Johnny pun langsung melepas jabatan tangan kalian.
"Iyaiya sorry"
"Kayanya si y/n istri sejuta umat deh ya hahaha" Jihansol menyahuti.
"Cantik sih jadi direbutin" Mark juga menyahuti
"Yang cantik emang cocoknya sama yang ganteng kaya gue" dengan PD nya taeyong mengatakan hal tersebut hingga membuat Ten melayangkan calendar meja milik Dejun kearah Taeyong untung saja tidak mengenai wajah Taeyong hanya mengenai lengannya tapi lumayan sakit juga.
"Gila lo ya Chita untung gak kena kepala atau wajah gue yang porselen ini kalau sampai kena wajah gue gue ambak ambak muka lu!"
"Bodoamat! EGP"
"Apaan tu dek ten?" Tanya taeil.
"Emang Gue Pikirin"
"Emang ya cabe mah tetep cabe" Ucap Doyoung.
"Ngomong apa lu duyung?!"
"Ini cabe dipasar udah mulai naik" Doyoung mengalihkan perkataan.
"Oh oke"
Kamu tersadar dari tadi bahwa ada satu anggota LCompany ada yang tidak hadir,siapa dia?
"Btw Jung Jaehyun sekertaris kamu dan yang lainnya kemana Yong?" Tanya kamu.
"Mereka kalau tidak ada jadwal meeting kantor gak akan datang mereka lebih memilih dirumah ketimbang harus berlama lama dikantor" Jelas suamimu.
Kamu hanya ber oh ria setelah mendapat jawaban itu.
"Yasudah aku pamit dulu ya masih banyak kerjaan yang harus aku kerjakan dirumah" kamu pun segera pamit pada petuah petuah yang ada disana dan menuju parkiran mobil seperti biasa Taeyong mengikuti mu.
"Sayang hati hati"
"Iya,sayang"
Ting!
Notifikasi handphone mu berbunyi buru buru kamu membukanya.
Jung
Jung
|share location📍
Mendapat pesan dari Jaehyun kamu buru buru memutar stir mobil mu kearah yang diberikan Jaehyun lewat GPS.
.
.
.
__ADS_1
.
Tobe a continue....