
Dini hari tadi istri Mark Hwa Ae rii mengalami pendarahan cukup hebat akibat terguling dari tangga rumahnya naasnya Mark sang suami sedang tidak bersamanya dikarenakan pekerjaan kantor yang begitu banyak dan harus dituntaskan jadi ia harus mengalami hal seperti ini, untung saja ada tetangga Hwa Ae Rii yang sadar akan teriakan Ae Rii dari dalam ternyata Ae Rii sudah tergeletak dilantai dengan genangan darah yang sangat banyak disana membuat nyonya Taeyeon gelagapan sekaligus ngeri melihat genangan darah dari Ae arii melihat kejadian itu nyonya Taeyeon istri dari tuan Heechul langsung membawa Hwa Ae Rii kerumah sakit terdekat.
Sampai dirumah sakit Taeyeon hanya bisa menunggu Hwa Ae Rii diruang tunggu sedangkan Ae Rii sudah berada di ruang ICU. Taeyeon sudah mengaggap Ae arii sebagai anak sendiri pada dasarnya Ae Rii snagat baik pada Taeyeon dan sangat mengkhawatirkan Ae Rii jadi saat ini Taeyeon menangis sesak di pelukan Heechul ia hanya bisa berdoa atas kesembuhan Ae Rii.
"Sayang?kamu mendingan hubungin Mark deh biar dia tahu soal ini kasihan Ae Rii" Heechul masih memeluk erat sang istri yang sedang menangis sesak di pelukannya.
Taeyeon mengusap pipinya "Aku ga tega mas sama Mark kalau dia tahu Ae Rii pendarahan gini nanti dia pasti syok mas"
"Ya kalau ga dikasih tahu lebih kasihan Ae Rii ga ada yang dampingin"
Heechul masih bertahan memeluk Taeyeon dipelukannya sambil mengelus lembut surai hitam Taeyeon.
"Iya sih mas, yasudah kamu aja yang hubungin si Mark aku ga tega ngasih taunya"
"Yaudah aku aja, boleh lepasin pelukannya dulu honey?" Pinta Heechul iikuti senyuman manis disana.
Heechul mengeluarkan handphone dari saku nya lalu mengetik sebuah nama 'MarkLee tetangga saya' ditekkannya tombol berwarna hijau lalu muncul sebuah tulisan menyambukan disana.
Tuttt tuttt tuttt!!!!
"Hallo Ahjussi ada apa?" Mark.
"Mark kau ada dimana?"
"Aku dikantor, memang ada apa ahjussi?" Mark.
"Mark..."
Belum sempat melanjutkan Heechul diminta menandatangani surat perurusan kematian dari dokter atas nama keluarga Ae Rii.
"Apa benar ini keluarga dari Nyonya Hwa Ae Rii?" Dokter baru saja keluar dari ICU.
Taeyeon menjawab dengan antusias "iya benar, saya ibu dan ini ayah dari Hwa Ae Rii bagaimana kabar anak ami dok? Bayi dan Ibu nya baik baik saja kan dok??" Taeyeon menggenggam erat tangan sang dokter untuk meyakinkan ia akan mendapat kabar baik dari dokter tersebut.
Namun tuhan berkata lain "Maaf bu tapi anak ibu dan bayi dalam kandungannya sudah meninggal bersamaan, kami minta maaf atas meninggalnya anak ibu kami sudah melakukan sebaik mungkin untuk ini tapi Tuhan berkehendak lain"
Taeyeon memeluk Heechul semakin erat diam diam Heechul juga meneteskan air mata disana pasalnya pasangan suami istri ini sangat menyayangi Hwa Ae Rii seperti anak sendiri Heechul yang tiap pulang kerja selalu membelikan makanan keingan Ae rii dan Taeyeon yang selalu mengajarkan Ae arii memasak beberapa makanan terlihat sangat dekat bukan namun mengapa takdir harus memisahkan mereka ber 3 yang sudah seperti keluarga itu? Rasanya Tuhan tidak adil.
Tanpa Heechul sadari Mark telah menutup telpon mereka.
"Sayanggg Ae Rii anak ku sayang!!!" Taeyeon memukul tubuh menjulang Heechul dengan keras.
Heechul terus memeluk Ae Rii erat disana
Mark pov
Waktu menunjukkan pukul 01.00 pagi namun Mark masih tetap berada di layar monitornya ditemani bubur resep sang istri yg ia buat tadi tak lupa segelas coklat panas karena diluar cuaca sedang dingin akibat hujan baru saja Mark menghubungi sang istri untuk menyuruhnya tidur tak perlu menunggunya karena malam ini ia tidak pulang kerumah. Sedari tadi Mark sangat gelisah setiap ingin mengerjakan sesuatu akibat kegelisahannya ia menumpahkan coklat panas miliknya dikertas perjanjian kontrak milik Taeyong kertas itu sangat penting bagi Taeyong dan perusahaan maka dari itu Mark Panik sepanik paniknya ia hrus bagaimana tidak mungkinkan ia menyuruh Jaehyun untuk membuatkan lagi surat perjanjian itu tidak Mark tidak segila itu. Mark berlari kearah dapur untuk mengambil kain tidak terpakai guna unyuk membasuh meja kerjanya yang terkena tumpahan coklat panas miliknya.
"Oh Mark ayolah kalau kau rindu istri mu cepat selesaikan jangan malah membuat masalah seperti ini mati gue dimarahin Taeyong hyung kalau gini caranya" Mark membersihkan meja yang terkena tumpahan tadi, wajahnya dipenuhi rasa gelisah ia rindu istrinya disisi lain ia memikirkan pekerjaannya ditambah ia telah merusakan kertas perjanjian penting habislah dia.
Selesai membersihkan meja kerjanya Mark pergi kearah jendela yng berhadapan langsung dengan jalan disana Mark bisa melihat bintang bersinar smbil mengingat istrinya yang cantik, ia terus menatap langit sesekali ia menatap kearah cincin perkawinannya dengan Hwa Ae rii sungguh Mark rindu dengan istri dan Janin yang ada di kandungan sang Istri.
"Gue telpon bumil aja kali ya? Kangen gue sama bumil" Mark tersenyum ketika mengingat Ae Rii tangan Mark merogoh saku celanannya untuk mengambil handphone mahalnya dkketik lah sebuah nama
'내 아내🐻' (istriku) namun tidak ada jawaban darisana.
"Yah bumil tidur ga bisa kangen kangenan deh" Mark menaruh kembali handphonenya disaku.
Beberapa menit setelah ia menelpon Ae Rii ia mendapat telpon dari tetangganya tuan Heechul dengan cepat Mark mengangkat telpon dari Heechul.
"Hallo Ahjussi ada apa?"
"Mark kau ada dimana?" Heechul
"Aku dikantor, memang ada apa ahjussi?"
"Mark...."
"Hallo Ahjussi?? Apa kau masih disana? Ahjussi Heechul?? Ahjussi???"
Tidak ada jawaban samasekali dari Heechul tapi tidak sengaja Mark mendengar ada orang lain yang berbicara disana selain Heechul dan sebuah tangisan dari perempuan yang ia kenal sebagai Taeyeon istri dari Heechul terus memanggil nama istrinya.
"Maaf bu tapi anak ibu dan bayi dalam kandungannya sudah meninggal bersamaan, kami minta maaf atas meninggalnya anak ibu kami sudah melakukan sebaik mungkin untuk ini tapi Tuhan berkehendak lain" Mark yang mendengar hal ini langsung mengambil kunci motornya dan sebuah jaket hitam kesayangannya untuk menemani Mark pergi kerumah sakit tempat sang istri meninggal.
Pov mark end.
"Gimana Mark sayang?" Tanya Taeyeon yang terlihat sudah baikkan sepertinya dari yang tadi.
"Tidak tahu ponselnya mati sudah ku coba hubungi"
"Aku kesal deh sama Mark kenapa sih dia sibuk banget sampai ga ada waktu buat Ae Rii sama bayinya???!! Dia tuh kerja apa sihh ya ampunnn sampai ga bisa ditinggal gitu padahal istri lebih penting dasar ego..."
Perkataan Taeyeon terpotong ketika ia mendapatkan laki-laki dengan keadaan yang sudah basah tak karuan itu
"Dimana Ae Rii?!!!" Mark gemeta takut bercampur dingin akibat kehujanan.
"Masih ada hati kamu datangi Ae Rii,hmm???!!!" Taeyeon siap memaki Mark yang pekerja keras ini sampai lupa ia memiliki tanggung jawab besar yaitu istri yang sedang hamil.
"Maaf saya minta kasih tahu istri saya dimana bukan malah ngajak ribut gini" Dada Mark naik turun sepertinya ia sedang mengontrol emosinya.
"Kerja aja terus ga usah mikirin Ae Rii!!!"
Kali ini Heechul geram atas perlakuan sang istri "Kamu tuh apa sih?! Mark masih peduli sama Ae rii kalau ga mungkin Mark udah bodoamat!! , dan lo Mark buruan deh ke ICU liat istri lo untuk yang terakhir kalinya sebelum diurus jenazahnya"
Mark berlari kearah yang ditunjukkan Heechul.
"Maaf pak anda keluarga dari jenazah yang mana ya?" Kata salah satu petugas pada Mark.
"Saya suami dari Hwa Ae Rii"
"Oh nyonya cantik itu ya, ada disebelah sana pak"
"Terimakasih" Mark langsung menghampiri jenazah Ae Rii yang sudah ditutupi kain putih diatasnya.
Mark membuka kain tersebut "Bumil sayang kuuu,, aku pulang..."
Air mata Mark menetes dari pelupuk matanya perlahan.
"Hey bumil? Kamu ga kangen aku? Bangun dong aku pulang buat kamu loh bumil masa aku ditinggal tidur tadi aja aku ga usah pulang kalau kamunya tidur terus gini"
Mark tidak menyadari kalau dari tadi Heechul dan Taeyeon sedang memperhatikannya.
"Bumil? Anak kita gimana nendang nendang kamu terus ga?" Ucap Mark sambil tersenyum air mata nya juga ikut menetes deras disana.
"Sayang bangun!!! SAYANG!!!" Mark mulai frustasi akibat tidak ada jawaban satu pun dari sang istri, ia pun menggoyang goyangkan tubuh sang istri lalu memegang perut sang istri yang sudah tidak buncit seperti dulu melihat Mark sudhs tidak bisa terkendali Heechul menarik Mark keluar untuk menenangkan keadaanya.
Diluar.
"Kamu harus terima Mark ini emang udah jalannya istri kamu!!!"
"Engga ahjussi ini salah Mark harusnya Mark tetap dirumah bersama Ae rii menghabiskan waktu bersama tapi apa Ae Rii seperti tidak memiliki suami!" Mark memukul kepalanya ia menyesali atas perbuatannya itu kalau saja ia tidak meninggalkan Ae rii maka ini tidak akan terjadi.
"Kamu ga boleh nyalahin diri kamu sendiri Mark ini memang sudah jalan Tuhan"
Pagi ini jenazah Hwa Ae rii akan disemayamkan.
•••
Dirumah Taeyong.
Taeyong pagi ini terpaksa memasak makanan sendiri dikarenakan istri tercintanya sedang pergi kerumah keluarganya sekaligus berlibur padahal istrinya lagi enak enakan berduaan sama selingkuhannya taeyong aja tidak tahu hahaha ups😅
"Masak masak sendiri, cuci baju sendiri, tidur tidur sendiri semua serba sendiri, hahaha nasib ditinggal istri jalan jalan dikampung" ucapnya sambil menggerakkan spatula ditangannya.
Ia mengambil sebuah piring untuk menyajikan makanan yang ia buat tadi di meja "Dah siap waktunya makan, eh telpon si sayang dulu deh udah makan belum dia pagi ini" Taeyong mengambil handphone nya di atas meja makan.
•••
Pagi pagi sekali kalian berdua sudah terbangun bahkan kalian sudah smepat melihat sunrise bersama sambil sedikit berciuman dibawahnya ckckck dasar kalian. Namun saat ini kalian sedang menikmati film serial pagi kesukaan pria lembut bermaga jung itu terlihat kalian sedang menontonnya serius dengan Jaehyun yang tertidur dengan kepala dipangkuan mu tengah serius melihat layar besar didepan kalian.
"Ih ngeselin deh kenapa pakai selingkuh segala sihh aku sebel deh Jung kalau liat orang selingkuh!!!!" Ucap kamu emosi dengan film yang kamu lihat.
Jaehyun melirik keawajahmu "Berati kamu sebel sama diri kamu sendiri dong?" Sahut Jaehyun sedikit meledek mu.
Mendengar kata-kata Jaehyun kamu langsung mencubit pipi Jaehyun "awhh sakit baby kamu kebiasan deh"
"Ya lagian ngeselin"
"Tapi kan fakta sayang" jaehyun masih mengusap pipinya yang merah.
Disaat kalian sedang bermesraan kamu melihat Handphone mu berbunyi digenggaman mu.
"Jung? Taeyong nelpon aku"
Entah kenapa kalian mendengar nama Taeyong sedikit takut jaehyun pun langsung berpindah posisi menjadi duduk saat ini.
"Pagi sayang" Taeyong.
"Pagi juga sapi pemalas ku" bohong kalau kamu tidak rindu pada suami mu.
"Aigoo~ haha aku rindu sayang kapan pulang?hari ini kah?" Taeyong
"Ah tidak yongie aku masih ingin berlibur dikampung halaman ku lusa mungkin"
"Kau tidak rindu dengan ku ya?aku rindu pada mu, rindu memeluk mu honey pulang lah kau tega membiarkan aku terus menerus memeluk guling?" Taeyong.
Kamu merekahkan senyum mu sehingga pria didepanmu membuat wajah seperti sedang cemburu kamu pun mengusap wajah pria dihadapanmu sebagai sebuah penguat agar tidak cemburu pada Taeyong memang hebat kamu ini dalam hal membagi kasih sayang.
"Taeyong? Sudah dulu ya aku ingin membantu nenek menyiapkan sarapan pagi" lagi lagi kamu berbohong pada Taeyong.
"Iya sayang, cepat pulang ya aku rindu i love u" taeyong.
"I love you to yongie" kamu segera menutup telepon milik Taeyong.
"Aku cemburu pokonya" Jaehyun merajuk pada mu ia mengerucutkan bibirnya gemas.
"Apa sih jae ga usah cemburu kali aku kan sayang kalian berdua haha"
Jaehyun meninggalkan mu ia berjalan kearah dapur dengan wajah badmoodnya barusan "Sebenarnya aku tidak ingin membagi kasih sayang kamu kepada siapapun tapi karena ulah bodoh ku kamu jadi sama orang lain dan aku harus merasakan berbagi kasih sayang pada orang tersebut"
Mendengar pria tampan kedua mu sedang merajuk kamu menghampirinya kedapur, ia Jaehyun sama seperti Taeyong pandai memasak kamu pun memeluk Jaehyun dari belakang tanda maaf darimu.
"Maafin aku Jae maksud aku ga gitu"
"Halah aku ini cuma simpenan sadar diri aja aku"
"Ih selingkuhan gue kalo marah jelek banget ya hahaha, ga gitu jaehyun sayang kan bener aku sayang kalian berdua sayangnya sama rata ga ada yang dibeda bedain biar ga ada kecemburuan aja antara suami pertama sama suami kedua hahaha" ledek kamu pada Jaehyun.
"Enak ya mba punya suami dua" ucap Jaehyun ketus.
"Hahaha enak dong, btw Jae kamu bikin apa?"
"Tadi kamu manggil aku apa?"
"Jae?"
"Ga aku ga suka dipanggil Jae, kamu panggil aku Jung aja kalau jae ngingetin aku sama suami mu malas aku"
Kamu tertawa mendengar jawaban dari Jaehyun "haha yampun selingkuhan ku gemas sekali sih"
"Kalo gemas cium dong"
Cup!
__ADS_1
Ciuman melayang di pipi kanan Jaehyun yang dicium cuma senyum aja dasar Jung Jaehyun.
"Baby ambil piring buruan ini udah matang nasi gorengnya"
Kamu menuruti perintah Jaehyun sekarang ada 2 buah piring ditangan mu untuk diletakkan diatas meja.
"Kamu mau yang kiri atau kanan?" Jaehyun menunjuk porsi nasi goreng yang tadi ia buat.
"Yang kanan aja deh kayanya enak"
"Apasih orang sama"
"Lah kalau sama kenape lu nyuruh gue buat milih maunn astaga-_-"
Tangan kamu sudah siap memukul kepala Jaehyun sepertinya
"Ya gapapa biar kayayang iya iya aja"
"Ga jelas jung sumpah"
Kalian akhirnya makan bersama dngan tenang.
•••
"Turut berduka cita Mark lee yaampun iya nanti siang gue kerumah lo ya"
"Iya Ten hyung makasih banyak ya"
"Iya sama sama"
Mark menutup telponnya, Ten yang tadinya sedang bersantai ria jadi panik gara gara Mark membawa kabar duka ia langsung pergi kekamar mandi untuk segera kerumah Mark menguatkan hati Mark.
•••
Semua teman Mark termasuk Taeyong sudah berada dirumahnya keluarga Mark juga ibu dari Taeyong sudah berkumpul juga disana hanya saja kamu yang tidak ikut berkumpul disana.
"Yong?"
"Iya mah?kenapa?"
"Istri mu mana?lagi duka gini malah pergi"
"Dia lagi pulang kampung mah sendiri"
"Ohh kok ga ngasih tau mamah?"
Taeyong hanya menaikkan bahunya tanda tak tahu.
Teman teman Mark berkumpul diruang tamu, semua membawa istri kecuali Taeyong dan Johnny jelas Johnny tidak membawa istri karena sang istri sibuk menangani pasien yang terjangkit virus corona lah istri Taeyong sibuk apa? Oh iya lupa sibuk ngurus selingkuhan ya? Haha ups😁
"Yong istri lo mana?" Tanya ten, ten itu yang paling ngeuh kalo ga ada kamu disana jadi makanya dia nanyain terus kalau gada kamu.
"Pulang kampung dia" jawab Taeyong.
"Yah nyolo dong dirumah,haha" ledek Johnny.
"Yah sukur lo sndiri juga akhirnya" sambar Doyoung.
"Diem lo pada mau gue kurangin gajinya??" Taeyong sudah memasang wajah murkanya, dia mah gitu ngeledek mau diledek ga mau.
"Anceman lo jelek amat si elah" sahut Yuta.
"Tau bawa bawa gaji mulu" Ten
"Sekali sekali kek jangan anceman gaji" Doyoung.
"Ga bisa lah lagian juga suka suka gue ini kantor gue jdi suka suka gue aja mau ngapain" taeyong.
"Iya sih yaudah iya maaf elahh" yuta.
"Telpon coba hyung si noona" Mark.
"Kangen lu ya😅" Taeyong.
"Yaiyalah dia yang paling deket sama gue sebelum kenal almarumah Ae Rii" Mark.
"Halah dia juga deket sama gue kali" sambar Doyoung sambil memutar bola matanya malas.
"Eh woi sama gue juga deket kali ga usah mengadi ngadi" sahut Ten ketus.
"Apa si dia juga sama gue deket" sahut Yuta.
"Ya itu artinya istri si tayo deket sama semua orang" lerai Hansol.
"Sama gue engga hyung" timpal lucas.
"Kasian" Doyoung, Ten, Lucas dan Mark menjawab secara bersamaan.
"Sialan lu semua"
Taeyong langsung mencoba menghubungi kamu saat diminta oleh Mark namun setelah Taeyong 6 kali memanggil tidak ada jawaban sekalipun darimu hingga ia memutuskan untuk menelpon mu lagi nanti.
Ini adalah kali keduanya Mark menyuruh Taeyong menelpon mu untuk sekedar kata-kata penguat si adik ipar tersayang mu namun sama saja tidak ada jawaban hanya berdering saja bahkan ini yng 15 kalinya Taeyong menghubungi mu smpai Doyoung, Ten, Taeil dan Johnny ikut serta menghubungi mu melalui ponsel mereka.
"Coba sekali lagi yong pakai bismillah jangan lupa" ujar Taeil.
"Kenapa sih yong?" Akhirnya ada jawaban juga dari kamu disebrang sana.
"Kenapa apanya? Kamu kemana sih kayanya dikampung aja sibuk banget. Aku minta sekarang kamu pulang ya soalnya Mark lagi berduka" sejak telponnya tidak diangkat angkat sama kamu Taeyong udah emosi tapi ini sedikit ditahan aja biar tidak mengacaukan suasana ya tetapi masih saja emosinya terlihat.
"Ga bisa yong kamu pikir Australia Indonesia deket apa main sekarang sekarang aja?" kamu menolak dengan lembut.
Iya kamu keturunan Australia Indonesia ibu mu terlahir di Indonesia lalu sang ayah berkewarganegaraan Australia.
"Hallo noona?"
"Hii Mark Are u Oke? Siapa yang meninggal Mark?"
"Istri Mark Noon" tangis Mark kembali pecah, sungguh dari tadi Mark hanya butuh mendengar suara mu sebagai penguat namun justru tangis nya makin meluap.
"Hah Ae rii sahabat noona dong?" Kamu tersentak kaget.
"Iya noon Ae rii meninggal pagi tadi jam 3"
"Inalillahi wainaillaihi rojiun,,,, Mark sayang kuat yaa nanti noona pulang kok bakal meluk Mark disana oke? Mark jangan sedih Mark kuat" tanpa sadar air matamu juga ikut menetes setelah kamu perpikir Mark sangat membutuhkan mu.
Tak tahan isak tangis Mark mengembalikan handphone Taeyong padanya.
"Pulang sekarang juga"
Taeyong langsung mematikan telpon kamu beralih menguatkan Mark kembali.
•••
Jaehyun menghampiri mu yang tengah duduk dibalkon belakang hotel yang kalian sewa untuk berlibur, Jaehyun mengusap pipi mu yang sedaritadi sudah menetes bulir air disana.
"Kenapa lagi,hm?"
"Jung? Istri Mark..."
"Hmm,, kenapa Ae Rii?"
Kamu memeluk Jaehyun erat "Dia meninggal" tiba tiba tangisan mu pecah dipelukan Jaehyun memang Jaehyun adalah tempat terbaik untuk mengeluh maka dari itu Jaehyun disebut sebagai tempat curhat favorite teman teman sekantornya.
Jaehyun membelai lembut surai coklat mu "Yang sabar ya baby, aku tau sejak lama kamu menanti Ae rii tapi setelah belum lama kalian berjumpa Ae Rii malah meninggalkan kamu selamanya, tenang saja yang terbaik akan diganti dengan yang lebih baik jadi ikhlaskan saja ya?" Ia mencium pucuk kepalamu sebagai penguat dirimu atas kehilangan Hwa Ae rii sahabat masa sekolah mu.
"Jung?" Kamu sedikit menengok keatas tepatnya kearah wajah Jaehyun.
Jaehyun juga menatap wajah kamu "Hmm?"
"Taeyong menyuruh ku pulang sekarang begitu juga Mark sepertinya, jadi bagaimana?" Isak tangis mu sudah berakhir 2 detik yang lalu.
"Yasudah mari kita berkemas"
"Secepat itu Jung?"
"Loh kenapa?"
"Kamu tidak biasanya seperti ini? Biasanya kamu tidak terlalu menuruti perkataan Taeyong melalui aku tapi saat ini kamu langsung menurutinya, ada apa?"
"Yang jelas kalau kamu tidak pulang hari ini si keparat itu akan memarahi mu dan aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi, so ayo kita berkemas kita pulang sekarang" Jaehyun berjalan kearah kamar kalian untuk berkemas beberapa barang kalian lalu pergi dari sana.
Jaehyun memang pria terbaik yng pernah ada, kamu sangat menyayanginya.
•••
Rencananya jenazah Hwa Ae rii akan dikebumi kan siang ini namun terhalang oleh hujan yang begitu deras seolah olah alam ikut serta bersedih atas kepulangan wanita baik seperti Ae Rii karena hal itu pemakaman Hwa Ae rii ditunda hingga esok hari, juga beberapa teman sekantor Mark menginap dirumah Mark untuk menemaninya dan yang memiliki istri pastinya sudah izin untuk menginap disana beberapa nya lagi memang belum nikah jadi bebas saja mau seperti apapun tidak ada yng melarang.
"Rencana mau dimakamin dimana Mark?" Tanya hansol.
"Mau di Sandiego Hills deket kan sama rumahnya Taeyong hyung" Ucapnya.
"Iya deh biar si Tayo sering sering jenguk istri lo" lanjut hansol lagi.
"Btw kangen si jepri gue, telpon dong siapapun" cetus Ten tiba tiba.
"Iya tu anak kemane ga keliatan linuran diem diem aje tu bocah" sahut Doyoung.
"Dia juga belum tau kan kabar ini? Telpon aja coba" Usul Johnny.
Beda dengan dirimu ketika mereka menelpon mu tidak langsung diangkat tapi kali ini Jaehyun langsung mengangkat telpon dari Taeyong.
"Yowww Jeffreyy, kenapa video call kita ga diangkat?" Teriak Johnny dari handphone.
"Kapan lu semua video call gue kocak?ga ada notif vidcall bahlul" Jawab Jaehyun.
"Si joni emang kadang kadang stupid Jep yaudah gue vidcall aja yak?" Pinta Taeyong pada Jaehyun.
"Yoi silahkan"
Sesuai permintaan Johnny akhirnya mereka melakukan panggilan video lalu bagaimana dengan kamu? Tenang kalian sekarang berada di sebuah rest area kamu tetap bersama Jaehyun tetapi ketika video call sedang berlangsung Jaehyun tidak memperlihatkan wajah mu ia hanya memperlihatkan pemandangan sekitar agar mereka percaya.
"Lo liburan sendiri atau berdua doi?" Hansol.
"Berdua doi dong,hahaha emang gue Ten hyung Doyoung hyung lucas apa jomblo hahaha" Jaehyun memperlihatkan dimplenya menambah kesan manis disana.
"Sialan lo ya jep!! Awas aja kalau balik gue pites pites lo langsung!!!" Ten murka pada Jaehyun ditambah wajah Jaehyun yang mnegesalkan ingin rasanya Ten menyumpah serapah adik tingkatnya itu.
"Haha sorry hyung sorry, btw Mark mana?" Sebelum ditanya soal doi lebih lanjut Jaehyun segera mengalihkan pembicaraan.
"Mark lagi ditoilet, oleh oleh jeff jangan lupa" pinta Taeil.
"Siap hyung santuy aja" sahut Jaehyun.
"Pulang ga bawa oleh oleh gaji turun liat aja" siapa lagi kalau bukan Taeyong.
"Yeh gaji gue turun istri lo gue culik mau?" Cetus Jaehyun disertakan wajah yang sedikit meledek Taeyong.
"Setuju gue jep sama lo haha gaji turun istri kita culik" Timpal Ten.
"Gue bagian yang gendong ke mobil aja deh" sahut Doyoung.
"Heleh mending kuat lo hyung" sahut Jaehyun melalui telepon.
__ADS_1
"Kuat lah ***** jangan salah!!!!" Doyoung menunjukkan otot otot ditangannya yang mulai terbentuk "liat nih hah emang si jyani, elo sama si tayo doang yang punya gue juga ada!"
Kelakuan Doyoung membuat mereka semua tertawa termasuk Mark yang sudah selesai dri toilet barusan.
"Heyy Mark turut berduka cita bro, yang tabah ya cuyy yang kuat nanti juga bakal digantiin sama yang terbaik kok selaw aja asal tawakal" Sebuah senyum merekah di bibir Jaehyun ia juga mengepalkan tangannya diudara untuk menyemangati Mark yang sedang berduka.
•••
Jaehyun sampai dirumah.
Jaehyun mengambil sepotong roti lalu ia duduk di kursi bersebelahan dengan Jeno ponakannya.
"Loh hyung bukannya malam ini anak anak kantor nginap dirumahnya Mark ya?" Ucap Jaehyun yang sedari tadi tangannya sibuk mengoleskan selai pada rotinya.
"Iya memang pada nginap malam ini gue kan pulang dulu mau ambil flashdisk si tayo ketinggalan, btw oleh oleh mana cuyy kan lo abis jalan jalan oh ya anyway siapa doi lo bro cerita sabi kali hahaha"
Jaehyun sudah perkirakan pasti Johnny akan menanyakan siapa pacarnya yang ia ajak liburan itu untung saja ia sudah memiliki feeling seperti itu jadi mudah saja untuk menjawabnya.
"Adadeh belum saatnya kalian tahu soal ini nanti juga kalian tahu sendiri hahaha yang jelas dia cantik banget lebih cantik dari Dae Kyung Noona" Jaehyun menjulurkan lidahnya pada sang kakak Dae Kyung.
"Heyy Jung Yoon-Oh kau tampan juga berkat siapa? Aku!" Umpat sang kakak murka.
"Ga lah aku tampan dari lahir maaf" bela Jaehyun.
"Eh Jung look your face! look at your face?!! you look like me right? so there is no need to plead that you are handsome without your beautiful sister, okay ?!" Pingin banget Kak Dae Kyung nampol adik tampannya ini biar tau kalau dia secara tidak langsung mengatakan bahwa Dae Kyung jelek.
"Ya ya terserah, Hyung lo mau berangkat kerumah Mark jam berapa?" Jaehyun kembali mengunyah setelah beberapa saat bertengkar dengan sang kakak.
"Setelah ini jep, lo ikut sama gue ya?" Pinta Johnny.
"Sip"
"Eh next time kenalin cewe lo dong ke gue pingin liat kan gue cantik ga, bibit bebet bobotnya gimana kan harus jelas" tutur Johnny.
Dae Kyung yang telah mengetahui siapa perempuan yang Johnny maksud hanya diam seribu bahasa.
"Sayang kamu udah dikenalin pacarnya si Jeffrey ini?" Johnny bertanya pada sang istri yg sedari tadi diam.
Dae Kyung menaikkan pundaknya "Belum"
Dalam hati Dae Kyung "Bukannya Jeffrey mu ini tidak ingin mengenalkan pacarnya pada mu buddy hanya saja ia takut mengenalkan karena ini akan menjadi kehancuran untuk LCompany dan persahabatan kalian..."
Tiba-tiba saja anak batita berusia 3 tahun bernama Na Jaemin seo benimpali pembicaraan daddy mamy dan uncle nya.
"Daddy!! Nana pelnah tetemu atal angkel Ung temalin" ucap anak batita tersebut sambil mengunyah buah strawberry favorite nya.
"Really? Cantik ga?" Johnny menatap serius Jaemin pasalnya ia sangat penasaran soal pacar yang diomong omongkan Jaehyun tadi di videocall jadi ia begitu antusias.
"Tantik to daddy,,, aik agii oh icu milip istli om tayooo"
Deg!
Dae Kyung dan Jaehyun saling bertatapan ketika Jaemin mengatakan hal tersebut bisa gawat kalau gini caranya, Jaehyun baru ingat kalau Jaemin waktu itu pernah bertemu istri Taeyong sebelumnya diacara party nya Doyoung sempat di gendong juga tapi Jaemin malah menangis walau begitu Jaemin memiliki insting yang kuat dalam mengenal wajah jadi tidak salah jika ia mengatakan pacar Jaehyun mirip istri Taeyong.
"Apa? Serius mirip istrinya om tayo?" Johnny semakin serius mengintrogasi anak batitanya itu.
"Iya daddy milip, api tayana beda deh yebih antik atal angkel Ung" Jaemin masih fokus pada buah strawberry nya itu sambil menjawab beberapa pertanyaan introgasi dari daddy nya.
Lega, Jaehyun kira Jaemin akan membongkar semuanya dasar anak kecil.
"Idih si daddy kepo banget deh sama pacar Uncle, lagian ini urusan anak muda kali dadd" Cetus Jeno.
"Ih ga gitu Jen, kan sebagai keluarga kita harus tau bibit bebet bobot si perempuan siapa tau dia cuma mau menafaatin keluarga kita atau mau jahatin keluarga kita aja gimana?" Johnny kembali memakan beberapa potong roti untuk makanan penutupnya "Nah nanti kamu kalau punya pacar harus dikenali ke daddy sama mamy ya jangan enggak loh biar kita nilai cewe itu baik ga buat kamu" lanjutnya.
"Masih lama kali dad"
"Ya siapa tau aja, btw emang kamu cari pacar yang kaya gimana sampai susah gitu dicari?" Johnny tuh ya tugasnya selain ngepoin monitor tapi dia juga ngepoin hidup orang, aneh bgt.
"Kaya Renjun, baik, lembut,penyayang, manis lagi" Ucap Jeno santay.
Johnny yang sedang meminum air putih tiba-tiba tersedak akibat perkataan anak pertamanya itu "Serius kamu? Kamu suka sesama jenis Jen?"
"Kalo iya kenapa dad?" Jeno denganw ajah meledeknya mendekati wajah sang ayah.
"Jen plis dalam sejarah tu ya yang bertemu Adam dan Hawa bukan Adam Jordan!" Jelas Johnny histeris.
Dae Kyung memukul kepala Johnny "Ck, itu mah jadinya Adam Jordan oon-_-"
"Ya lagian anak mu ada-ada aja"
•••
Kamu sudah sampai rumah Mark.
Kenapa dirumah Mark? Karena tadi Taeyong sudah kasih tau kamu kalau pulang langsung kerumah Mark aja soalnya dirumah mu ga ada orang dan kuncinya juga dibawa sama Taeyong ya jadi kamu nurut nurut aja.
Kamu melihat Taeyong sedang duduk di sofa sedangkan Mark ia masih menemani jenazah sang istri diruangan lain.
Kamu menghampiri Taeyong lalu duduk disebelahnya, Taeyong hanya melirik mu tidak ada sapaan hangat sedikitpun, hanya keheningan yang melanda diantara kalian berdua entah apa yang terjadi tapi setelahnya kamu teringat akan satu hal yang membuat mu memberanikan diri menyapa Taeyong duluan.
"Yongie?"
Tidak ada sahutan dari Taeyong.
"Yongie, aku minta maaf aku tau aku salah maafin aku harusnya aku pulang kemarin tapi malah baru pulang sekarang maafin aku" Air mata mengalir begitu saja diwajah mu namun tetap saja tidak ada respon sedkit pun dari Taeyong ia masih menatap layar televisi didepannya.
"Yaudah terserah kamu deh yong aku cape aku tidur duluan ya, besok kalau mau berangkat ke pemakaman bangunin aku atau pasang saja alarm di handphone mu sekencang kencangnya biar aku bangun tanpa kamu harus menyentuh atau menyebut nama ku" Tutur mu pada Taeyong yang masih menatap layar televisinya namun tanpa kamu sasari ternyata Taeyong sedang menutupi airmatanya disana, ia dia juga menangis menahan emosinya sedari tadi.
"I love u my the best husband ever"
Setelah kamu meninggalkan Taeyong sendiri tangis Taeyong semakin pecah ia memukul kepalanya dengan ekdua tangannya mengacak acak surainya sepertinya ia menyesal telah mendiamkan mu seperti ini, mau bagaimana lagi lebih baik ia diam dari pada ia menyakitimu.
"Harus nya aku yang minta maaf sayang bukan kamu!!!"
Tiba-tiba saja Mark datang dari arah lain.
"Hyung are u oke?"
Dengan cepat Taeyong memeluk tubuh kecil Mark lalu menangis sekuat kuatnya disana.
"Oh oke i know it, udah udah lo baikan sana kalau kaya gini malah memperkeruh keadaan kan ga enak besok ditanya sama mami lo papi lo mami gue papi gue ya kan?"
Taeyong melepas pelukannya dari Mark lalu sedkit memukul pundak Mark pelan.
"Oke bro, thank u"
"Whatever it is, if there is a problem please tell me, bro pasti gue bantu"
"Thank u so much Mark"
"Yoi ga masalah"
Taeyong akhirnya pergi kekamar menemuimu yang sudah tertidur pulas berbalut selimut tebal yang tadi sempat menangis sebelum akhirnya tertidur.
Taeyong membelai suraimu lembut "Maafin aku sayang, aku yang salah bukan kamu tadi aku diam karena aku sedang menahan emosi ku takut takut kalau aku lanjutkan malah akan terjadi hal yg tidak aku inginkan memukulmu misalnya aku tidak mau hal itu terjadi makanya dari tadi aku hanya diam"
Kamu yang mendengar suara Taeyong langsung memeluk Taeyong erat.
"Hey belum tidur rupanya istriku?"
Kamu masih menangis dipangkuan Taeyong sambil menenggelamkan wajahmu di dada Taeyong.
"Aku tidak akan bisa tertidur jika kamu belum melakukan sesuatu pada ku,hiks" isak tangis mu semakin kencang.
"Cup cup maafin aku ya tadi udah diemin kamu seharian, sekarang ingin melakukan apa?" Taeyong masih memeluk mu erat kamu pun belum mau menampakkan wajahmu masih ingin tenggelam dalam dada suamimu.
"Bisa tidak sampai besok aku tertidur di dada mu seperti ini? Aku sangat nyaman yong" pinta mu.
"Iya boleh, sambil ku nyanyikan mau?"
"Tidak usah usara mu jelek"
Perkataan mu berhasil mendapatkan hadiah pukulan dari Taeyong dan kamu meringis sakit "awhh yongieeee sakit issshh!!!"
"Biarin lagian siapa suruh ngatain suara ku jelek"
kamu tidak terima atas perlakuan Taeyong padamu dan kamu memutuskan untuk membalas dendam
Pada Taeyong yaitu menggit leher kanan Taeyong dengan kuat, Taeyong meringis sakit bukan main.
"Sayang!! Gila lo!! Pulang dari australia malah jadi vampire"
Kamu tertawa puas "Hahaha sukurin lo, wlee😝"
"Udah lah aku ngambek tidur aja sana dikasur ga usah di pangkuan aku sana ah aku ngambek bodo!!!" Taeyong melempar pandangannya arti marah padamu.
"Yaudah aku tidur dipangkuan duda Mark aja" ledek mu.
"Cih mana mau Mark sama lo"
"Mau lah, sexy gini siapa sih yang ga mau Ten sama Doyoung aja mau gimana si Mark?"
Kamu berjalan kearah pintu.
"SAYANG ENGGA AHHH SINI SINI SAMA AKU AJA JANGAN SAMA YANG LAIN!!!"
Kamu tertawa gemas melihat tingkah suamimu.
"Apa sih orang mau ambil air dibawah yeh, haha mau ikut ga?"
"Ga ah mager"
"Oke"
"Eh awas lo ya ke kamar si Mark!" Ancam Taeyong.
"Ya emang kenapa? Lagian juga aku belum jumpa Mark dri pas sampai rumah" goda kamu ke Taeyong.
"Sayang.. enggah ah sayang jangan kekamar Markk udah besok aja nyamperin Marknya sama aku tidur aja yu tidur smaa aku sini" gemas sekali suami orang ini mau nyubit ginjalnya rasanya.
"Mau ambil minum tayooo, tapi kalau ketemu Mark ya boleh lah peluk peluk dikit" goda kamu lagi.
"Sayang engga ihh jangan,,, udah aku aja yang ambilin minumnya kamu sini tiduran kasian kamu naik turun terus"
Dan akhirnya Taeyong yang mengambilkan mu air minum dibawah kamu pun kembali keatas kasur nyaman mu tadi.
Ting!
Notif handphone mu baru saja berbunyi dan ternyata ada pesan dari pria bernama Jung.
Jung
Jung
|Beby malam ini aku akan
|menginap dirumah Mark
|bersama Johnny hyung.
|tunggu aku yaa❤
Senyum kamu semakin terbuka lebar ketika mengetahui Jaehyun akan bersama mu lagi seharian.
__ADS_1
Tobe a continue...