![Legend Of Xiaowei [STOP]](https://asset.asean.biz.id/legend-of-xiaowei--stop-.webp)
xiaowei menjelaskan mimpinya, saat itu dia melihat fanyu sedang menunggangi kuda di taman yang indah. xiaowei mencoba memanggil fanyu namun tak terdengar dan tak di perdulikan. saat sudah merasa lelah xiaowei berdiri di depan kuda untuk menghentikan fanyu, tetapi kuda itu malah menembus dirinya. xiaowei sangat kesal.
fanyu tertawa mendengar dari cerita xiaowei, ia pun tersenyum sendiri melihat xiaowei yang asik bercerita.
"tapi ceritanya belum sampai disana." ujar xiaowei.
"lalu?" tanya fanyu.
xiaowei merasa jarak mereka terlalu jauh untuk bercerita, ia pun turun ke lantai dan merebahkan tubuhnya di samping fanyu. dia bercerita bahwa fanyu bertemu dengan sosok perempuan cantik, tapi dirinya tidak mengatakan bahwa perempuan itu memiliki wajah yang sama dengan xiaowei.
lalu tiba-tiba panah menusuk tubuh fanyu, xiaowei pun meneteskan air matanya. dia sangat khawatir pada fanyu sebab itulah dia menyuruh fanyu untuk tinggal semalam disini.
fanyu merasa tersentuh, dia menghapus air mata xiaowei. tubuhnya tidak bisa di kendalikan, tiba-tiba saja fanyu mengecup dahi xiaowei agar dia merasa tenang. untung xiaowei tidak memarahinya. xiaowei pun memeluk fanyu sambil memejamkan matanya.
jantung fanyu kembali berdebar, tapi saat ini dia merasa bahagia. beginikah rasanya jatuh cinta? pikir fanyu. rasanya ia tidak ingin jauh dari gadis ini, tidak ingin membuatnya khawatir dan menangis.
sementara itu shalu merasa kesal, rencana menyerang kakaknya gagal begitu saja saat menyuruh bawahannya untuk mendatangi kamar fanyu.
"Fanyu, sejak dulu aku sangat membencinya, kenapa dia selalu mendapatkan apa yang di inginkannya?!" kesal shalu.
disisi lain fengying sedang memainkan sulingnya, lenglu menikmati suara itu. mereka berdua sejak kecil sudah bersahabat, di tambah lagi saat dewa air meninggal lenglu di rawat oleh dewa angin tak lain adalah ayah dari fengying. semenjak kepergian dewa angin, mereka selalu melindungi diri satu sama lain.
__ADS_1
lenglu dan fengying menatap langit hitam yang sama, sesekali fengying menoleh melihat wajah lenglu. ia merespon itu dengan senyuman kecil.
irama dari suling itu sangat menenangkan, kelinci peliharaan lenglu datang menaiki pahanya dia ikut menikmati suara itu, perlahan waktu terus berlalu dan tergantikan dengan yang baru.
stt...sttt...stt..
terdengar suara desis halus di telinga xiaowei, dia merasa geli kemudian membuka matanya perlahan. saat membuka mata, xiaowei melihat ular kecil berwarna putih di depan matanya.
"Aaaaaa!!!" teriak xiaowei.
dia berteriak dengan kencang kemudian melompat ke atas kasur, ular kecil itu terlihat imut tapi kehadirannya di depan mata xiaowei membuat dirinya ketakutan.
xiaowei menunjuk ular kecil berwarna putih itu dengan ketakutan. fanyu mengambil ular kecil itu lalu memasukannya ke dalam lengan bajunya, kemudian menatap xiaowei heran. saat dia ingin membantu xiaowei turun dari kasur, xiaowei menolaknya dan berlari ketakutan.
"jangan sentuh!" ujar xiaowei kemudian dia berlari meninggalkan kamarnya.
saat meninggalkan tempat itu xiaowei bertemu dengan fengying, dia segera menanyakan keadaan fengying. kesehatan fengying sudah kembali seperti semula, dirinya sudah bisa berjalan dan menggunakan sihir. sementara itu fanyu melihat dari kejauhan saat mereka mengobrol.
fanyu membalikkan tubuhnya, membawa bubur yang dia siapkan untuk xiaowei. kini xiaowei pergi bersama fengying, bubur itu pun di buang secara cuma-cuma oleh fanyu.
__ADS_1
"aku sudah menyiapkan banyak makanan, ayo pergi." ajak fengying.
"hm? ayo!" seru xiaowei.
sebelum pergi xiaowei sempat melirik kamarnya, namun dia melihat fanyu pergi dari tempat itu. tak apa bukan dia pergi tanpa pamit pada fanyu? xiaowei takut dengan ular itu, dia tidak mau dekat-dekat fanyu karena ular itu.
"hei!" jerit seseorang
langkah mereka terhenti, xiaowei memutar bola matanya melihat meiqi datang menghampiri mereka.
"bagaimana dengan luka mu?" tanya meiqi.
"oh? sudah sembuh." jawab xiaowei dengan dingin.
"baguslah." balas meiqi kemudian pergi untuk mencari kakaknya.
fengying menarik pergelangan tangan xiaowei kemudian mencari luka yang di katakan meiqi.
"lukanya sudah sembuh." ucap xiaowei.
"kenapa tidak bilang pada ku kalau kau terluka?" tanya fengying.
__ADS_1
"bukan apa-apa, hanya luka kecil saja." senyum xiaowei.