Legend Of Xiaowei [STOP]

Legend Of Xiaowei [STOP]
awal permulaan


__ADS_3

laki-laki yang memanggil xiaowei tadi adalah fengying putra dari bibi shang yang sedang menjabat sebagai dewa angin. di masa lalu bibi shang menikah dengan seorang dewa hingga melahirkan fengying namun kekuasaan bibi shang di langit hanya bersifat sementara kemudian ia telah di jatuhkan hukuman dan di tarik jabatannya sebagai seorang peri dan di jatuhkan ke bumi karena sebuah kesalahannya.


"Fengying sedang apa kau? bukankah bibi shang sudah bilang jangan turun ke bumi?" tanya xiaowei.


fengying tertawa dia segera memeluk xiaowei dari belakang untuk melepaskan rindunya pada xiaowei, sedangkan xiaowei buru-buru melepaskan pelukan itu kemudian menatapnya tajam.


"kembali lah fengying...bibi shang akan marah jika melihat mu." ujar xiaowei.


fengying mendengus ia duduk di salah satu kursi tua lalu memainkan jaring-jaring yang tertempel di dinding. setelah di perhatikan ternyata mereka berada di depan sebuah rumah tua seorang nelayan sehingga wajar jika ada banyak jaring di rumahnya.


"xiaowei, aku merindukan mu dan ibu." fengying menarik tangan xiaowei kemudian menatapnya.


lagi-lagi xiaowei menolak semua perilaku manis fengying terhadapnya, dia memalingkan pandangannya dan menjauh dari fengying. laki-laki itu sangat panik dia menghampiri xiaowei dengan cepat, fengying pikir xiaowei sangat membencinya.


"Xiaowei, apakah diri mu sangat membenci aku?" tanya fengying.


"tidak! tapi...feng kamu harus ingat, kamu adalah seorang dewa dan kami hanya seorang rendahan. status kami akan membuat diri mu di lecehkan." jelas xiaowei.


"di lecehkan? aku tidak perduli, xiaowei tolong tatap mata ku." mohon fengying.


fengying membalikkan tubuh xiaowei pelan, kemudian xiaowei menatapnya. jemari fengying yang panjang menyentuh pinggiran wajah xiaowei lalu merapikan sisa rambut yang keluar. nyaris saja fengying berniat mencium bibir yang indah itu jika tidak sesosok bayangan mengganggu mereka.


"apa itu?!" panik xiaowei.


"sinyal dari ibu, aku rasa ibu membutuhkan bantuan kita!" panik fengying.


xiaowei dan fengying segera bergegas untuk pergi dari sana, karena xiaowei tidak memiliki kekuatan apapun, fengying menggunakan jurus angin untuk mereka terbang bersama-sama hingga sampai ke rumah.


suasana sangat sunyi membuat fengying curiga dan menjadi waspada. xiaowei berteriak ketika melihat banyak noda darah di kasur.


"bibi! cepat cari bibi shang!!!" panik xiaowei.


fengying memejamkan matanya, terlihat lambang suku dewa angin di dahinya. saat fengying membuka matanya lambang itu telah hilang namun mata fengying berubah menjadi warna biru.


"ikuti aku!" fengying menarik tangan xiaowei kemudian mereka pergi kesebuah tempat dimana bibi shang mengalami keadaan yang kacau ini.

__ADS_1


bibi shang tengah duduk di kursi sembari memulihkan tenaganya, saat mereka datang ia pun beranjak dari sana.


"fengying bahaya! orang-orang permaisuri telah turun untuk mencari anak dari dewi obat, kamu harus membawa pergi xiaowei sejauh mungkin." jelas bibi shang.


"bibi shang! aku tidak mau pergi! aku ingin bersama mu!" tolak xiaowei.


"TIDAK! XIAOWEI KAMU HARUS PERGI!" bentak bibi shang lalu mendapatkan reaksi kaget dari xiaowei.


"permaisuri telah membunuh orang tua mu, kamu harus membalaskan dendam mereka, hanya ini yang bisa ku lakukan untuk mu." bibi shang menyatukan kedua tangannya kemudian matanya berubah menjadi hijau dia mendorong kedua tangannya tepat di dada xiaowei.


dada xiaowei terasa sesak dan dia memuntahkan sedikit darah, lambang air terlihat di dahi xiaowei. ternyata xiaowei bukan hanya anak dari dewi obat melainkan juga anak dari dewa air yang meninggal ribuan tahun lalu.


"Xiaowei, dulu aku selalu melarang mu untuk kembali ke langit... sekarang pergilah ke langit dan balaskan dendam kedua orang tua mu! fengying bawa pergi xiaowei dari sini sebelum orang-orang permaisuri langit datang lagi." mohon bibi shang.


"tapi ibu..."


"sekali ini saja, aku ingin kamu menuruti kata-kata ku sebelum mati. bawa pergi xiaowei lalu bantu dia menyembuhkan banyak orang hingga sampai terdengar kehendak langit setelah itu bawa dia ke langit bersama mu sembunyikan identitas dia sebagai seorang peri biasa." jelas bibi shang.


fengying membawa xiaowei pergi, xiaowei tak terima kemudian menangis histeris saat meninggalkan bibi shang namun walaupun begitu bibi shang mati dalam keadaan bahagia dia sudah menepati janjinya pada dewi obat untuk merawat xiaowei sampai dewasa namun dia tidak menyesal telah melanggar sumpahnya karena bibi shang memerintahkan xiaowei membalaskan dendamnya pada permaisuri langit.


meski begitu bibi shang berusaha melawan para suruhan itu sampai titik darah penghabisan, bibi shang menghembuskan nafas terakhirnya namun sebelum itu ia berkata.


"permaisuri langit akan hancur, maafkan aku dewi obat ini semua demi kebaikan kita."


bibi shang telah meninggal namun para suruhan permaisuri tetap mencari anak dari dewi obat, sialnya aura dewi tidak terdeteksi lagi di tambah mereka tidak tahu nama anak dari dewi obat menyulitkan pencarian.


mereka kembali ke langit kemudian melaporkan bahwa peri air telah mati dan mereka tidak menemukan anak dari dewi obat.


"Bodoh! urusan kecil seperti ini saja kalian tidak bisa menyelesaikannya!" marah permaisuri langit.


"maafkan kami permaisuri, jika kami tahu nama anak itu mungkin akan memudahkan pencariannya." ujar suruhannya.


"Jika aku tahu, aku tidak perlu menyuruh kalian! mungkin sedari awal sudah menemukan anak sial itu!" geram permaisuri langit.


"kalau begitu kami akan turun mencari anak itu lagi." panik suruhannya.

__ADS_1


"tidak perlu, fanyu sedang turun ke bumi untuk menangkap suku iblis, jika kalian turun kesana dan bertemu fanyu dia bisa curiga." jelas permaisuri.


pencarian itu sempat di hentikan sementara itu fanyu seorang putra mahkota langit sedang menangkap suku iblis sendirian tanpa di temani bawahnya. awalnya fanyu memang berniat untuk melenyapkan suku iblis yang ada di bumi namun ia berpikir dunia bumi sangat menarik hingga meminta sang kaisar untuk menugaskannya turun sendiri ke bumi agar bisa menikmati perjalanan itu tanpa adanya halangan dari para pengawal.


fenyu sedikit terluka dan noda darah terlihat di dadanya, namun karena dia seorang dewa jadi tidak merasakan sakit sedikit pun. berbeda dengan gadis yang tak sengaja ia temui.


"kamu?! kamu sedang terluka!" panik xiaowei.


xiaowei terlihat panik lalu menyuruh fanyu duduk dan membantunya mengobati luka itu, fanyu terlihat heran menatap gadis itu. saat xiaowei membuka hanfu fanyu tiba-tiba dia mendorong xiaowei menjauh.


"Jangan sentuh!" marah fanyu.


"kenapa?! kamu takut di lecehkan oleh ku? tidak! aku bukan orang seperti itu! di dunia kesehatan tidak ada perbedaan jenis kelamin untuk menyelamatkan orang sakit!" jelas xiaowei.


fanyu tersenyum tipis dia menempelkan telapak tangannya pada bagian yang terluka lalu luka itu pun sembuh dan noda darah menghilang. melihat itu xiaowei terkejut karna bertemu seorang dewa lain selain fengying, bibi shang bilang selama di bumi ia tidak boleh bertemu dengan dewa atau dewi manapun selain fengying.


Gawat! pikir xiaowei kemudian dia berlari meninggalkan fanyu, sayangnya fanyu cukup kuat dia menarik xiaowei hanya dengan satu jentikan jari. xiaowei tertarik hingga ia menabrak fanyu dan mereka terjatuh di tanah.


mata mereka bertatapan, entah kenapa xiaowei merasa dewa di depannya ini sangat tampan. fanyu juga turut merasakan hal yang sama menurutnya xiaowei adalah manusia pertama yang menarik perhatiannya.


"uhm maaf!" ucap xiaowei.


"kenapa kamu berlari?" tanya fanyu.


"aku...aku takut..kamu memiliki kekuatan aneh." xiaowei mencari alasan kebohongannya.


"aku tidak akan melukai mu."


"kalau begitu biarkan aku pergi!" mohon xiaowei.


fanyu tersenyum kemudian membiarkan xiaowei pergi meninggalkannya, biasanya dewa akan menghapus ingatan manusia yang telah bertemu dengannya namun berbeda dengan fanyu yang membiarkan xiaowei pergi begitu saja, fanyu merasa xiaowei sangat menarik dan ia melihat sepertinya takdir akan terus mempertemukan mereka.


"gadis baik, kita akan bertemu lagi." senyum fanyu.


__ADS_1


__ADS_2