![Legend Of Xiaowei [STOP]](https://asset.asean.biz.id/legend-of-xiaowei--stop-.webp)
langit sangat cerah, bunga bermekaran sangat indah. serigala putih berlari-lari dengan sang penyelamat. sungguh, baik sekali laki-laki itu, pikir xiaowei.
matanya berbinar-binar saat melihat kue bulan yang di bawakan pelayan untuk fanyu, serigala putih menempelkan kaki terdepannya di atas paha fanyu.
"kamu ingin ini?" tanya fanyu.
xiaowei mengangguk, fanyu memberikan satu potong kue bulan pada serigala itu. dia melahapnya dengan semangat.
"hebat, baru pertama kali aku melihat serigala memakan kue." kekeh fanyu.
serigala itu tersenyum kemudian memutari tubuh fanyu. xiaowei akhirnya kagum pada laki-laki ini, tepatnya dia sangat berterimakasih pada fanyu karena sudah menolongnya.
terlihat cahaya putih di ikuti asap kabut yang datang, ternyata itu seorang bawahan kaisar yang menyuruh fanyu untuk datang ke istana. fanyu pun segara pergi mengunjungi kaisar lalu meninggalkan xiaowei sendirian.
berhari-hari di kediaman fanyu, akhirnya xiaowei memutuskan untuk pulang. tapi sebelum itu dia merubah wujudnya menjadi seperti semula, fanyu dewa yang baik hati merelakan sedikit kekuatannya untuk membantu xiaowei.
"lapor permaisuri, kami sudah selesai melakukan rencana permaisuri, seperti yang di katakan. dia memang peri air yang handal, memiliki keterampilan yang bagus, elemen es sangat jarang bisa di gunakan suku air, tapi gadis itu mampu menggunakannya." jelas bawahan permaisuri.
permaisuri tersenyum senang, dia memerintahkan pelayannya agar mengundang peri air dan lenglu untuk datang ke istana.
"beri undangan lenglu dan peri air itu kesini." senyum permaisuri.
kedua pelayan itu menuruti perintah dari permaisuri, tidak butuh waktu lama undangan itu telah sampai ke telinga lenglu. tiba-tiba xiaowei datang saat lenglu menerima undangan itu.
"kemana saja kamu?" tanya lenglu.
"aku... terluka akibat di serang penyusup, lalu seseorang menolong ku dan aku tinggal disana untuk memulihkan diri." jawab xiaowei.
"permaisuri mengundang kita, segera bersiap-siap kita akan menghadapnya." jelas lenglu.
__ADS_1
xiaowei mengganti pakaiannya, selang beberapa waktu pelayan permaisuri datang lagi untuk mengingatkan mereka. lenglu dan xiaowei segera menghadap permaisuri.
"xiowei memberi salam pada permaisuri, semoga panjang umur." ucap xiaowei.
permaisuri tersenyum kemudian menyuruh xiaowei dan lenglu untuk berdiri. cukup lama permaisuri memandangi xiaowei, wajahnya memang sangat cantik. apa dia primadona di suku air?
"maaf permaisuri, ada hal apa yang membuat permaisuri memanggil kami?" tanya lenglu.
"aku mendengar ada peri air yang berbakat, benarkah?" tanya balik permaisuri.
"benar permaisuri, itu adalah bawahan ku peri xiaowei." jawab lenglu.
"ah tidak permaisuri langit, saya...saya masih memiliki banyak kekurangan." bantah xiaowei.
lenglu menatap mata xiaowei, mengisyaratkan bahwa dia harus menurut saja. xiaowei benar-benar gugup, kakinya bergetar tapi xiaowei mencoba menutupinya. bagaimana tidak, ini kali pertamanya dia bertemu dengan pembunuh ibunya.
"putra mahkota belum memiliki pendamping siapapun di sisinya, maukah kau lenglu melepaskan xiaowei pada putra mahkota?" tanya permaisuri.
"panjang umur permaisuri, saya tidak berani melawan titah dari permaisuri." jawab lenglu.
xiaowei menatap lenglu, dia benar-benar ketakutan sekarang bahkan matanya berkaca-kaca. lenglu mengangguk dia mengirimkan sinyal batin dan mengatakan 'semua akan baik-baik saja' untuk menenangkan xiaowei. permaisuri tertawa lalu membalikkan tubuhnya kemudian berjalan untuk duduk di kursinya.
"bagus! aku senang ketaatan mu lenglu! mulai sekarang xiaowei akan menjadi pelayan pendamping putra mahkota." ujar permaisuri.
mendengar perkataan permaisuri semuanya langsung memberikan hormat padanya, kemudian mengucapkan panjang umur dan selamat bagi putra mahkota secara serentak.
__ADS_1
xiaowei meneteskan air matanya saat mereka segera keluar dari istana, lenglu memeluknya kemudian berbisik.
"aku sudah membantu mu, jangan bersedih." bisik lenglu.
"tapi..." matanya berkaca-kaca.
lenglu tertawa, seperti anak kecil yang akan di tinggal kan orang tuanya saja. xiaowei memasang raut wajah sedihnya ia tidak mau meninggalkan lenglu.
lenglu menghapus air mata xiaowei, dia menyuruh pelayan untuk meninggalkan mereka berdua saja.
"dengar, rencana selanjutnya ada di tangan mu, aku tidak bisa membantu terlalu banyak. tapi aku akan selalu melindungi mu." senyum lenglu.
ini pertama kalinya xiaowei melihat lenglu tersenyum. ia mengangguk pelan kemudian mengikuti pelayan menuju paviliun xuan ji.
lenglu melihat kepergian xiaowei semakin menjauh, dia membuat cahaya kecil dengan sihirnya kemudian cahaya itu mengikuti kemana xiaowei pergi. ia pun kembali ke kediamannya lagi untuk melanjutkan tugasnya.
sesampai di paviliun Xuan ji, xiaowei sangat gugup untuk memasukinya. sampai ia mendengar percakapan seseorang dari dalam sana.
"sudah ku bilang aku tidak membutuhkan pendamping!" marah putra mahkota.
"putra mahkota ini titah dari permaisuri." ujar pelayan.
"aku bisa melakukannya sendiri, aku tidak butuh bantuan apapun. aku hanya suka sendiri." jelas putra mahkota.
pelayan menjadi kewalahan untuk menjawab omongan putra mahkota, mau bagaimana pun nasi sudah menjadi bubur, xiaowei sudah datang ke paviliunnya.
mendengar itu xiaowei sangat kesal, dengan berat hati dia menerima titah permaisuri lalu meninggalkan lenglu tetapi putra mahkota seenaknya menolak kehadiran xiaowei.
tanpa basa basi xiaowei langsung mendobrak pintu itu kemudian menatap putra mahkota, kata kasar terucap di mulutnya hingga membuat pelayan terkejut.
__ADS_1
"********! jangan menolak orang seenaknya!" marah xiaowei.
para pelayan membulatkan kedua bola matanya saat menatap xiaowei, putra mahkota juga terkejut dengan ke datangan xiaowei.