Legend Of Xiaowei [STOP]

Legend Of Xiaowei [STOP]
festival yuanxiao


__ADS_3


fanyu tersenyum melihat ke datangan xiaowei, sedangkan xiaowei sendiri merasa takut saat bertemu fanyu lagi. dia memutar balik tubuhnya berniat untuk pergi dari sana, kemudian xiaowei mengingat kebaikan fanyu saat memberikan bubur kepitingnya. xiaowei hanya bisa menghela nafas kemudian membalikkan badannya.


fanyu sempat kebingungan, kenapa gadis itu tidak membalas senyumannya. tiba-tiba xiaowei berbalik arah kemudian menghampiri fanyu dan menyapanya.


"laki-laki aneh!" panggil xiaowei dengan senyum sumringah.


sontak fanyu terkejut saat xiaowei memanggilnya begitu. tapi fanyu berusaha tetap tenang dan tidak berniat untuk memarahi xiaowei, fanyu tersenyum lalu menanyakan apa yang di lakukan xiaowei malam-malam begini.


xiaowei menyentuh rambutnya, lalu melintir sisa rambut yang keluar sembari menjawab pertanyaan dari fanyu. dia bilang hari ini festival yuanxiao jadi wajar saja xiaowei pergi keluar untuk bermain, acara ini hanya di lakukan setahun sekali.


"apa manusia disini akan membuat permohonan?" tanya fanyu.


"tentu saja, oh! memangnya kamu tidak tahu? dimana kamu tinggal?" xiaowei pura-pura bertanya.


fanyu tertawa dia memandang lentera yang tergantung untuk di perjual belikan, dia bilang dirinya berasal dari desa yang miskin jadi tidak tahu sama sekali tentang acara ini.


xiaowei tertawa terbahak-bahak di dalam hatinya. miskin? bohong dia seorang dewa jadi wajar saja tidak tahu. lagi pula rakyat miskin mana yang memakai baju sebagus itu, paling tidak bisa saja fanyu di kira pangeran dari kerajaan karna pakaiannya.


"mau mencobanya?" tanya xiaowei.


"apa bisa?" bingung fanyu.


"tentu saja bisa! ayo kita buat permohonan." ajak xiaowei.


xiaowei menggenggam erat tangan fanyu saat mereka membeli lentera pun xiaowei lupa melepaskan genggaman itu hingga fanyu terus meliriknya. menurut fanyu manusia satu ini sangat menarik, dari sekian banyaknya gadis manusia hanya dia yang selalu bersikap manis namun sedikit menjengkelkan.


"sudah, ayo kita pergi." lanjut xiaowei.

__ADS_1


"tunggu dulu, kita akan pergi kemana?" fanyu menghentikan langkahnya, mengingat sebentar lagi dia akan kembali ke langit dan tak bisa berlama-lama disini.


"orang-orang biasanya menerbangkan lentera di tempat umum atau menghanyutkan di sungai, tapi aku punya tempat khusus!" seru xiaowei.


gadis itu semakin menarik perhatian fanyu, hingga dirinya tak sanggup untuk menolak ajakan itu. mereka pergi kesebuah tempat, dimana ada banyak tumbuhan obat juga langit yang penuh bintang. fanyu memiliki firasat bahwa tumbuhan disini bukanlah tanaman biasa, melainkan tanaman yang penuh manfaat untuk pengobatan.


"taman ini..." bingung fanyu.


"taman ini aku yang buat! bibi shang membeli sebuah tanah di belakang lembah kemudian aku menanam tanaman obat-obatan." jelas xiaowei.


"bibi shang? kamu seorang tabib?" tanya fanyu.


"uhm, iya dia bibi ku, benar! aku seorang tabib dan aku bisa menyembuhkan berbagai penyakit, tapi...saat aku mau mengobati mu tiba-tiba." ucapan xiaowei terhenti saat dia menatap fanyu.


"aku sedikit memiliki kekuatan tenaga dalam biasa, untuk mengobati luka." senyum fanyu.


xiaowei mengangguk pelan, dia menatap langit-langit kemudian mengeluarkan dua lentera yang mereka beli. xiaowei mengeluarkan kuas pena untuk menulis permohonan di lentera itu.


fanyu lagi-lagi tersenyum, melihat gadis cantik berkulit putih bersih itu sedang menulis permohonannya. dia suka tersenyum sama halnya dengan fanyu, tetapi senyum xiaowei sangat manis bak mengandung gula. fanyu benar-benar penasaran kenapa dia bisa tersenyum begitu mudahnya pada seseorang laki-laki yang baru ia kenal.


"sudah, ayo kita terbangkan." ajak xiaowei.


fanyu mengangguk, mereka bersiap untuk menerbangkan lentera. lentera terbang tinggi xiaowei tersenyum puas, dia memohon agar orang-orang yang meninggalkannya kembali lagi. tapi tidak semudah itu, jika xiaowei ingin mengembalikan kerabat untuk hidup kembali maka ia harus bertemu dengan dewa kebangkitan lalu menerima resiko yang akan di dapatkan, dunia kebangkitan membutuhkan pengorbanan demi sebuah kebahagiaan. walaupun begitu, semua kematian akan berujung pada reinkarnasi xiaowei sangat berharap bibi shang dan kedua orangtuanya menjadi manusia biasa di kehidupan selanjutnya kemudian xiaowei juga berharap bahwa dirinya bisa menyusul mereka lalu mendapatkan kebahagiaan.


"Laki-laki aneh, apa yang kamu tulis tadi?" tanya xiaowei.


"aku tidak menulis apapun." jawab fanyu.


"apa?! bagaimana bisa!" xiaowei terkejut mendengarnya, sia-sia dia membeli dua lentera bagus.

__ADS_1


"aku tidak memiliki harapan apapun selain ketenangan." senyum fanyu.


xiaowei tersenyum tipis, tangannya perlahan menyentuh wajah fanyu. laki-laki itu terkejut saat xiaowei menyentuh wajahnya, hatinya berdebar kencang melihat jarak wajah mereka yang begitu dekat. xiaowei membuang daun yang menempel di wajah fanyu kemudian kembali menatap langit.


fanyu berdehem, dia sungguh merasa canggung setelah xiaowei menyentuh wajahnya. bisa-bisanya xiaowei bersikap santai setelah itu, apa dia tidak tahu batasan antara seorang laki-laki dan perempuan? fanyu menyentuh dadanya yang masih terasa berdebar.


"eh! malam masih berlanjut! bagaimana kita pergi makan? tenang saja jika kamu miskin, aku yang bayar!" seru xiaowei.


xiaowei kembali menarik tangan fanyu, mereka berjalan mengelilingi perkotaan kemudian berakhir di sebuah rumah makan. awalnya fanyu akan kembali ke langit karna tugasnya telah selesai, tapi karena gadis ini dia tidak jadi kembali.


"paman! pesan arak sebanyak mungkin!" seru xiaowei.


"baik nona!" ujar penjual itu.


fanyu melototkan matanya, dia terkejut. gadis ini bisa meminum arak? sepertinya dia sangat mahir dengan semangat yang tinggi seperti ini. fanyu sangat heran, ternyata diam-diam gadis ini tidak sepolos yang ia kira.


saat arak datang, xiaowei mengajak fanyu untuk menikmati arak bersama. dengan bangganya dia meneguk arak yang di pesan, meski sulit untuk di teguk karena xiaowei belum pernah meminum arak. tapi ia tetap semangat, dia tidak boleh terlihat memalukan di depan fanyu.


setelah mereka minum bersama-sama, fanyu masih tersadar sedangkan xiaowei sudah merayau-rayau dalam mimpinya karena mabuk. fanyu tertawa, awalnya ia kira xiaowei sangat pandai meminum arak, kemudian dirinya malah berakhir mabuk berat.


terpaksa fanyu harus memesan kamar untuk xiaowei dan dirinya, fanyu tidak tahu dimana rumah xiaowei sehingga dirinya tidak mungkin membiarkan xiaowei pulang sendirian dalam keadaan seperti ini.


akhirnya fanyu sedikit tenang saat xiaowei sudah terbaring di kasur dan tidak mengacaukan suasana lagi. dia melirik xiaowei yang tertidur pulas, sangat cantik. pikir fanyu, dia menyentuh wajah xiaowei pelan, sayangnya hanya manusia biasa, fanyu tidak boleh jatuh cinta padanya, pikir fanyu.


tanpa fanyu sadari bahwa mereka berdua telah di awasi, lenglu kembali ke bumi setelah memberi fengying pelajaran karena menyembunyikan banyak rahasia kemudian menyuruhnya untuk menghadap kaisar karena ada tugas baru untuknya.


lenglu berniat mengobati tangan xiaowei tapi saat di perjalanan ia tak sengaja melihat xiaowei dan fanyu berdua. dirinya terus mengikuti kemana mereka pergi dan mengawasinya, tapi sepertinya xiaowei baik-baik saja. lukanya bisa pulih sendiri akibat kekuatan yang xiaowei miliki, berkah. xiaowei satu-satunya suku obat yang memiliki seni beladiri akibat kekuatan tenaga es yang ia miliki.


lenglu masih menunggu fanyu keluar, dia berniat untuk mengingatkan fanyu tetapi tidak akan membongkar identitas asli milik xiaowei.

__ADS_1



__ADS_2