Legend Of Xiaowei [STOP]

Legend Of Xiaowei [STOP]
perasaan cinta


__ADS_3

cinta? seperti apa rasanya? xiaowei sendiri pun tidak tahu. dia terus mengingat kata-kata yang di ucapkan meiqi. saat kau jatuh cinta perasaan mu tidak bisa di tentukan, kau bisa mengorbankan apa saja demi cinta, dan kau akan merasa sakit jika di tinggalkan, dan kau akan merasa cemburu saat dia dekat dengan orang lain.


"tidak...aku tidak merasakan hal itu pada fanyu." gumam xiaowei.


desiran angin sesekali terdengar di telinga xiaowei, kini tidak ada yang menyuruhnya menulis lagi. tapi xiaowei tetap melakukan hal itu demi membantu pekerjaan fanyu. dia termenung sejenak memikirkan keadaan fanyu, setelah selesai nanti xiaowei akan pergi melihat keadaan fanyu.



tok! tok!


suara ketukan muncul, meiqi berjalan mendekati xiaowei yang tengah melamun. dia memberikan kue bulan kesukaan xiaowei lalu tertawa.


"dari mana kamu mendapatkan ini?" tanya xiaowei.


"aku main ke bumi, dan membeli beberapa buah. waktu itu kak fanyu bilang katanya kamu suka kue bulan? jadi aku bawakan saja." senyum meiqi.


xiaowei ikut tersenyum, dia mengambil kue bulan itu lalu mengigitnya. tiba-tiba saja xiaowei teringat saat fanyu memberikan kue bulan saat dia masih berwujud serigala putih. hati xiaowei terasa sakit lagi, dia memegangi dadanya lalu menghembuskan nafasnya kasar.


"ada apa?" panik meiqi.


"tidak apa-apa." ujar xiaowei.


xiaowei berdiri dan berjalan meninggalkan tempat itu, meiqi mengikutinya dan bertanya kemana xiaowei akan pergi. ternyata xiaowei mendatangi kamar fanyu, terlihat disana fanyu masih tak sadarkan diri.

__ADS_1


xiaowei duduk di sampingnya sambil menggenggam tangan fanyu, berharap bahwa ia cepat sadar. sudah dua hari fanyu tak sadarkan diri, tiba hari esok xiaowei sudah harus pergi berperang.


"maafkan aku fanyu, sudah menyusahkan mu." senyum xiaowei.


"jika umur ku panjang, kita masih bisa bertemu lagi. tiba saat itu, kamu jangan marah-marah pada ku lagi ya." gumam xiaowei.


xiaowei menggenggam erat tangan fanyu, tanpa dia sadar bahwa air mata telah menetes di pipinya. meiqi yang melihat itu pun merasa kasihan.


"haha, menarik sekali." ucap shalu saat melihat bola kaca yang menampilkan gambar xiaowei dan fanyu.


"ternyata gadis itu mencintai fanyu, aku jadi ingin merebutnya dari fanyu lalu memperlihatkan kehancuran fanyu di depan matanya." seringai shalu.


dor!dor!


shalu menutup bola kaca itu kemudian dia bergegas menemui kaisar. karena wujudnya yang sedikit menyeramkan shalu jadi memakai jubah kemana-mana. sementara itu kaisar telah menyiapkan senjata untuk shalu.


"shalu, bawa panah ini." ujar kaisar sambil menyerahkan panahnya.


"baik, ayah." sahut shalu.


kaisar membalik tubuhnya, ia menjelaskan kegunaan panah itu. sembari terus menatap lukisan perempuan di dinding, tentu saja itu lukisan dewi huewei.


"panah ini mampu membunuh iblis, bahkan menghancurkan roh dewa sekaligus." jelas kaisar.

__ADS_1


shalu sangat senang, dia menganggap kaisar sangat bodoh. tidak tahu bahwa shalu bisa saja menggunakannya untuk hal yang salah. untungnya kaisar sangat percaya pada shalu, sehingga rencana itu berjalan dengan mudahnya.


"lenglu." panggil seseorang.


lenglu bermain bersama kelincinya, tang sangat kesal kenapa dia tidak memperdulikan tang yang berbicara padanya.


"lenglu aku bertanya!" kesal tang.


"bukankah sudah jelas semuanya? bahkan permaisuri juga sudah tahu kebenarannya!" ucap lenglu dengan nada tinggi.


tang memasang raut cemberutnya, dia bahkan tidak tahu bahwa xiaowei adalah putri dari dewi xiaowei. pantas saja melihat wajah xiaowei tidak begitu asing, ternyata memang benar dia memiliki hubungan dengan salah satu dewi.


"hei, besok aku akan pergi mengamati perang. apa tidak ada sesuatu yang kau titipkan pada ku?" tanya tang.


"tidak." jawab lenglu singkat.


"huh! xiaowei mendapatkan pedang dari mantian, kenapa aku tidak di kasih perlindungan juga?!" kesal tang.


lenglu tidak perduli dengan apa yang tang bicarakan, dia mengambil guzheng dan memainkannya. karena kesal di abaikan, tang berniat untuk menyerang lenglu melalui jarak dekat. na'asnya dia malah terpeleset karena bebatuan licin.


"bodoh." ucap lenglu sambil menangkap tang.


awalnya tang merasa malu, tapi setelah mendengar perkataan bodoh dari mulut lenglu, amarahnya membeludak seperti api yang di sulut. dia pun memukul lenglu pelan.

__ADS_1


"dasar es!!!!" teriak tang.


__ADS_2