Legenda Bocah Bencana

Legenda Bocah Bencana
Saudara Yg Pemarah


__ADS_3

Saat ini Paman Nias dan Bibi Arshia sedang menikmati senja bersama dengan ditemani secangkir teh kesukaan mereka.Mereka duduk di atas lantai 44 menikmati saat² matahari terbenam


"Hari sudah mulai gelap.Tapi kenapa Rasya belum pulang ya?.Padahal aku ingin mengenalkan dia dengan anak kita yg baru keluar dari kultivasi tertutupnya hari ini.Tak mungkin dia tersesatkan?"ucap Paman Nias


"Setahuku dia adalah anak yg pintar.Tak mungkin dia tersesat,apalagi ditempat sedekat itu.Kalaupun dia lupa arah pulang,dengan terbang 100 kaki dari tanah,rumah ini akan langsung kelihatan dari sana.Apa mungkin dia bertemu penjahat dijalan saat pulang?"ucap Bibi Arshia sambil menikmati secangkir teh


"Push(menyemburkan teh yg baru dia minum karena mendengar kata² Bibi Arshia)...Aku tak pernah memikirkan hal ini sebelumnya.Betapa bodohnya aku membiarkan Rasya yg baru belajar beladiri pergi sejauh itu sendirian.Kalau sebentar lagi dia tidak pulang,aku akan mengajak beberapa pasukan bersamaku untuk mencarinya"ucap Paman Nias yg terus menatap kebelakang rumah,kearah Rasya pergi sebelumnya


"Bicara soal anak kita.Dia tadi bertanya padaku,tentang siapa yg memasuki ruang tamu dilantai dua.Aku memberitahunya,kalau Rasya menempati ruangan itu tadi malam.Lalu dengan wajah kesal dia meninggalkanku tampa mengatakan apa²"ucap Bibi Arshia


"Lupakan saja.Mengurus anak perempuan itu sangatlah merepotkan.Dia ingin semua orang mengerti perasaannya,sedangkan dia tak mengatakan apa².Tak seperti istriku yg mengutarakan semua isi hatinya,sehingga suaminya ini tau apapun keinginannya"ucap Paman Nias sambil mendekati Bibi Arshia dan mengelus kepalanya


...----------------...


Di halaman depan


"Mesum,mati saja kamu"ucap seorang gadis yg terus menyerang Rasya dengan pedang ditangannya


Rasya terus menghindari serangan demi serangan yg diarahkan padanya


"Sepertinya dia benar² sangat marah padaku.Kelihatannya dia tak akan menghentikan serangannya ini sebelum dia membunuhku.Ya sudahlah.Daripada dia membunuhku dengan pedangnya ini,lebih baik kucoba hentikan pedangnya ini dulu dengan gaya sutra selaras.Akan kucoba sebisa mungkin untuk tidak menyakitinya.Setelah itu baru kucoba bicara baik² dengannya"ucap Rasya dalam hati


Gadis ini kembali mengayunkan pedangnya kearah leher dari arah kiri Rasya.Rasya yg melihat serangan ini,dia langsung mengunakan 4000 gaya sutra selaras.Dia memutar tubuhnya kearah kanan sambil meloncat keatas sedikit.Saat pedang gadis ini hampir mengenai Rasya,Rasya mengayunkan kaki kanannya dari atas kebawah.Ayunan kaki Rasya ini mengenai tengah pedang si gadis,yg membuat pedangnya mengikuti arah kaki Rasya yg sedang diayunkan kebawah dan menancap kedalam tanah.Disaat yg bersamaan pedang ini terlepas dari tangan si gadis dan berada dibawah kendali Rasya.Melihat hal ini,Rasya menambahkan satu serangan lagi kearah pedang ini


...Gaya sutra selaras......


...Gaya kaki batu......


Rasya mengayunkan kaki kanannya dari atas kebawah dan serangan ini mengenai gagang pedang.Begitu mengenai kaki Rasya,pedang ini hancur berkeping² dan menimbulkan efek ledakan kecil yg membuat tanah tempat kaki Rasya mendarat saat ini berubah manjadi lobang seluas 2 meter lebih


"Aku hanya berniat membengkokkan pedang dengan tehnik ini.Tak ku sangka dampaknya malah sebesar ini.Kekuatanku benar² tak mendukungku untuk bersikap lemah lembut"ucap Rasya dalam hati sambil menghembuskan nafas karena menyesal


Semua orang terkejut mendengar suara ledakan ini.Bahkan Paman Nias yg berada di atas lantai 44 juga merasakan getarannya.Mendengar suara ini Paman Nias dan Bibi Arshia langsung lari dari arah halaman belakang menuju arah halaman depan.Sesampainya di sana,mereka terkejut melihat Rasya dan anaknya sedang berhadapan sekarang.Mereka berdua langsung turun kebawah dan pergi menuju ketempat Rasya dan anaknya


"Beraninya kau menghancurkan pedang kesayanganku.Akan ku buat kau mati dengan mengenaskan"ucap gadis ini yg terlihat sangat marah


"Jika kukatakan aku tak sengaja apa kau percaya?"ucap Rasya dengan dengan muka bersalahnya


"Jangan banyak alasan,mati saja sana"ucap si gadis meneriaki Rasya


"Apa yg harus kita lakukan sekarang?.Bisa gawat kalau terjadi apa² pada mereka"ucap seorang pengawal yg hanya bisa menonton dari tadi


"Memangnya apa yg bisa dilakukan oleh penjaga gerbang seperti kita.Yg satunya anak tuan Nias,yg satunya keponakannya.Kalau kita ikut campur dalam urusan mereka,kita hanya akan berakhir tuturu"ucap seorang pengawal


Beberapa orang yang lain juga hanya bisa menonton dan takut ikut campur dalam urusan mereka.Gadis yg menyerang Rasya mengeluarkan sebuah belati dari dalam cincin ruangnya


"Aku akan mengunakan belati penghancur jiwa ini untuk membunuhmu.Begitu belati ini mengenai mu,jiwamu akan hancur,dan kau akan mati tampa pemakaman.Harusnya kau bangga karena dapat mati dibawah benda pusaka milik guruku ini"ucap gadis ini mendekati Rasya


"Kalau apa yg dia katakan benar,aku harus sedikit serius untuk kali ini.Ini sudah menyangkut hidup dan mati ku"ucap Rasya dalam hati


"Mati saja sana bocah mesum"teriak gadis ini lari kearah Rasya


"Leslie,hentikan..."ucap Bibi Arshia yg sedang lari mendekat


Leslie tak memperdulikan kata² Bibi Arshia,dia langsung maju kearah Rasya dan menyerangnya.Rasya dengan mudah dapat menghindari serangan ini,dengan hanya memutarkan badannya.Saat Leslie sudah melewati Rasya dan berada dibelakangnya.Rasya mematokkan 2 jarinya ke pundak Leslie,yg membuatnya langsung pingsan seketika.Melihat Leslie yg sudah pingsan Rasya menangkapnya agar tak jatuh ketanah.Paman Nias dan Bibi Arshia lari mendekati Rasya


"Tadi itu sangat berbahaya.Terimakasih Rasya sudah memberi keringanan untuk anakku"ucap Paman Nias yg melihat anaknya pingsan ditangan Rasya


"Apa?.Dia anak paman.Maafkan aku karena sudah membuatnya pingsan"ucap Rasya terkejut


"Hhh.Tak apa².Dia memang tipe orang yg keras kepala.Dia pasti menyulitkan mu tadi.Bibi akan minta maaf padamu sebagai ibunya"ucap Bibi Arshia dengan nada lembut


"Tak apa² bibi.Aku tak terlalu mempermasalahkannya kok.Aku jadi merasa tak enak jika bibi minta maaf begini...Tapi ngomong² kenapa dia menyerang ku ya?.Perasaan kami belum pernah bertemu sebelumnya"ucap Rasya kebingungan


"Apa dia tak mengatakan apa² sebelum menyerang mu?"ucap Paman Nias


"Dia hanya menanyai namaku dan bertanya baju siapa yg aku pakai.Setelah aku bilang kalau aku tak tau ini baju siapa dia langsung menyerang ku...Tunggu².Memangnya yg ku pakai ini baju siapa"ucap Rasya setelah berpikir sebentar


Paman Nias dan Bibi Arshia saling memandangi untuk sesaat,lalu mereka tertawa dengan sangat keras


"Biar aku katakan dulu.Sebenarnya Leslie dulunya sangat sering berpakaian dengan gaya pakaian lelaki.Tapi setelah dia menyukai salah satu pemuda di perguruan nya,dia mulai belajar mengunakan pakaian perempuan dari bibi.Dan kami pikir semua pakaiannya yg dulu dia pakai telah di buang.Tak ku sangka dia malah menyimpannya dikamar tamu yg kamu gunakan itu.Mungkin dia berfikir kalau ruang ini sangat jarang dipakai sehingga dia menyimpannya disana.Dan Paman juga tak tau kalau kamu tak mempunyai pakaian ganti.Jadi tak menyiapkan pakaian ganti sama sekali untukmu.Jadi..."ucap Paman Nias setelah puas tertawa

__ADS_1


"Jangan bilang kalau yg selama ini aku pakai adalah pakaian anak perempuanmu ini"ucap Rasya memotong kata² Paman Nias sambil menahan rasa malu


Paman Nias dan Bibi Arshia menahan tawa setelah Rasya menanyakan ini.Rasya yg sudah sadar kalau pakaian yg dia kenakan selama ini adalah pakaian perempuan dia mulai merinding dan ingin cepat² melepaskan pakaian ini


"Sudah².Kamu pakai saja pakaian ini sekarang.nanti malam kita akan pergi ke Mall untuk mencarikan beberapa baju yg pas buatmu.kebetulan paman nanti malam paman berencana untuk pergi "Rumah Makan Ziva",untuk makan malam disana.Katanya nanti malam akan ada menu baru yg akan disajikan disana.Kamu sebaiknya bergabung bersama paman saja malam ini.Setelah membeli bajumu kita akan langsung pergi ke sana.Bagaimana?"ucap Paman Nias


"Kalaupun aku melepaskan pakaian ini sekarang,aku tetap tak punya pakaian ganti selain ini.Baiklah.Aku akan menunggu sampai malam.Lagipula malamnya juga sudah tak lama,kalau begitu aku akan mandi dulu untuk bersiap².Ku serahkan Leslie pada paman sekarang"ucap Rasya menyerahkan Leslie yg tadi dalam pangkuannya ke Paman Nias


"Baik².Paman akan mengurus sisanya,kamu bersiap² saja sana"ucap Paman Nias mengambil Leslie dari Rasya


Rasya masuk ke kamar dan menyimpan kembali semua pakaian Leslie yg dia ambil sebelumnya.Walau tadi Leslie tak mengungkit soal minyak wangi,Rasya tetap menyimpan semua minyak wangi yg dia ambil ketempat semula juga


"Kalau bukan anak perempuan,siapa lagi memangnya yg mau menyimpan parfum yg sangat wangi sebanyak ini dalam lemarinya"ucap Rasya dalam hati


...----------------...


Dihalaman


"Bukannya kamu bilang Rasya masih ranah fusion zing tingkat 1 padaku tadi pagi.Bagaimana bisa dia mengalahkan Leslie yg sudah ranah fusion zing tingkat 7 semudah itu.Bahkan melihat dari tehnik yg dia pakai untuk membuat Leslie pingsan tadi,kalau dia benar² ingin melawan Leslie,dia bahkan bisa membunuhnya dalam satu gerakan"ucap Bibi Arshia penasaran


"Dia bisa merasakan energi zing dan memadatkannya hingga kepuncak tingkat satu hanya dalam semalam.Membandingkan kekuatannya dengan orang² disini adalah suatu hal yg sangat bodoh.Coba kau lihat bekas tendangannya di tanah itu.Apa menurutmu itu adalah hal yg bisa dilakukan oleh ranah fusion zing tingkat 1.Yg lebih mengejutkan ku,tembok diruang latihan ku yg sangat kokoh itu,dibuat berlubang oleh Rasya hanya dengan satu ayunan pedang biasanya saat dia latihan"ucap Paman Nias dengan wajah serius sambil membawa Leslie kedalam


"Jika dia benar² sekuat itu dengan hanya ranah fusion zing tingkat 1.Dimasa depan,pencapaian beladiri nya pasti sangatlah mengerikan.Sepertinya kau benar² menemukan monster kali ini sayang.Akan sangat baik jika dia tetap berada di pihak kita dimasa depan"ucap Bibi Arshia mengikuti Paman Nias dari belakang


"Monster.Aku sepertinya juga memikirkan hal yg sama.Tapi jangan mengatakan ini didepan Rasya,dia pasti akan marah jika dia tau kamu memanggilnya monster"ucap Paman Nias melihat kearah Bibi Arshia sambil terus berjalan ke depan memasuki rumah


"Hhh.Mana mungkin aku memanggil keponakanku monster.Aku hanya mengatakan kekuatannya saja yg mirip monster"ucap Bibi Arshia sambil tertawa


"Kalau aku tak sedang memegang Leslie sekarang.Aku pasti akan mencium mu,kalau kau tertawa di depanku begini"ucap Paman Nias yg bernafsu saat melihat Bibi Arshia ketawa


"Hhh.Coba lakukan kalau kamu bisa"ucap Bibi Arshia mengejek Paman Nias yg sedang membawa Leslie


"Kau mengejekku?.Awas saja kalau kau ketangkap setelah ini"ucap Paman Nias kesal


"Ayo coba tangkap aku kalau bisa,hhh"ucap Bibi Arshia sambil lari² mengelilingi Paman Nias


Paman Nias yg sudah jengkel meletakkan Leslie dilantai dan langsung menangkap Bibi Arshia


"Ini salahmu yg memancingku tadi"ucap Paman Nias yg ingin mencium Bibi Arshia yg sudah ada di pelukannya


"Itu bisa dilakukan nanti.Menundukkanmu adalah hal utama"ucap Paman Nias melanjutkan adegannya


"Umm...Ummm"ucap Bibi Arshia yg sudah tak bisa bicara


Tiba² Leslie sadar dari pingsannya karena suara ribut mereka berdua.Setelah bangun dia langsung melihat kearah suara ribut² ini dan melihat orang tuanya sedang melakukan adegan dewasa disampingnya.Leslie dan orang tuanya saling bertatapan untuk sementara waktu.Wajahnya memerah menahan malu


"Lanjutkan saja.aku sudah terbiasa melihat adegan ini"ucap Leslie yg kembali berpura² pingsan dan tak melihat apa²


"Setelah 2 tahun aku tak ada di rumah sepertinya sifat cabul mereka berdua masih belum hilang.Tenang².Aku sudah biasa melihat adegan ini dari dulu.Aku masih bisa bertahan"ucap Leslie dalam hati menenangkan diri


Paman Nias dan Bibi Arshia yg sadar kalau Leslie sudah melihatnya,mereka berhenti melakukan adegan tadi dan berpura² tak terjadi apa²


...****************...


Hari sekarang sudah mulai malam.Rasya sudah selesai bersiap².Dia sekarang sedang menunggu Paman Nias di taman dihalaman depan rumah.Tak lama kemudian Paman Nias,Bibi Arshia dan Leslie juga keluar dan mendekat ketempat Rasya


"Paman sudah menjelaskan semua kesalahpahaman tadi sore pada Leslie.Paman harap kalian bisa akrab dimasa depan"ucap Paman Nias mendekati Rasya


"Huh...Cabul"ucap Leslie sambil memalingkan wajah kerena masih kesal dikalahkan oleh Rasya tadi sore


"Sudah².Lupakan saja yg tadi sore itu,sekarang bibi akan memperkenalkan kalian secara resmi.Rasya kenalkan,ini Leslie,anak perempuan bibi satu²nya.Dan Leslie kenalkan,ini Rasya,anggap saja dia saudaramu dimasa depan"ucap Bibi Arshia menenangkan Leslie yg masih acuh tak acuh melihat Rasya


"Maafkan aku jika membuatmu tersinggung tadi sore.Aku benar² tak tau kalau yg aku pakai ini adalah pakaianmu"ucap Rasya sambil menggaruk kepala


"Ku bunuh juga kau sekarang"teriak Leslie yg ingin maju kearah Rasya


Paman Nias dengan cepat memegang Leslie dan menghentikannya


"Sudah².Lebih baik kita pergi sekarang,dari pada kita terlambat nanti"ucap Paman Nias yg masih memegang Leslie


"Sini kau,akan ku bunuh kau sekarang"ucap Leslie yg masih ditahan oleh Paman Nias

__ADS_1


"Apa aku salah berbicara"ucap Rasya bertanya pada Bibi Arshia


"Sepertinya bibi memang harus mengajarkanmu cara meminta maaf yg benar dimasa depan.Untuk sekarang,ayo kita pergi ke Mall dulu untuk menghemat waktu kita"ucap Bibi Arshia yg tersenyum sambil mengeluarkan sesuatu seperti tandu dari cincinnya


"Apa ini bibi?"ucap Rasya penasaran


"Ini rug zing tipe keluarga.Jadi ukurannya lebih besar dari pada rug zing pribadi.Ayo pergi"ucap Bibi Arshia


Semuanya menaiki rug zing ini dan pergi menuju Mall.Setelah beberapa saat,mereka tiba disebuah Mall yg memiliki lebih dari 30 lantai.Rasya mengelilingi Mall ini sendirian,sedangkan Paman Nias dan yg lain menunggunya dilantai 1.Setelah setengah jam,puluhan pasang pakaian sudah dibeli oleh Rasya,tak lupa juga Rasya membeli beberapa barang yg menurutnya diperlukan disana.Rasya menghabiskan 1 juta setengah untuk membeli ini semua.Setelah mengganti pakaiannya,Rasya kembali menemui Paman Nias dan pergi dari sana


Setelah ini mereka melanjutkan perjalanan ke Rumah Makan Ziva.Saat sampai di sana,rumah makan ini terlihat sudah dipenuhi oleh ribuan orang.Sehingga banyak orang yg terlihat masih antri diluar.Untuk bisa masuk,semua orang hanya bisa mengantri sekarang


"Bukannya ini tempat aku menjual resep sate tadi.Kalau begitu,masakan baru yg akan disajikan disini pasti salah satu jenis sate yg ada di resep yg tadi kubuat.Dengan begini,aku juga tak perlu antri untuk masuk ke sana"ucap Rasya dalam hati


"Sepertinya kita datang terlambat malam ini.Kita hanya bisa mengantri kalau ingin masuk,atau kita menganti tempat makan saja malam ini"ucap Paman Nias kecewa


"Itu tidak perlu.Aku memiliki hubungan yg baik dengan seorang koki disini.Kalau Paman percaya padaku,kita langsung ke depan saja.Aku akan mengurus agar kita bisa masuk ke sana"ucap Rasya dengan percaya diri


"Kau pikir hanya dengan sedikit hubungan baik,bisa membuat mereka mengecualikan mu dan membiarkanmu masuk.Sedangkan orang² yg berstatus tinggi saja masih terlihat sedang mengantri diluar.Kalau begitu aku juga bisa masuk ketempat mana saja yg aku mau disini,karena aku punya hubungan baik dengan semua orang"teriak Leslie memarahi Rasya yg tadinya menyombongkan diri


"Maaf².Aku hanya mengatakan kebenaran.Kalau memang tak ada yg percaya,aku tak akan bersikeras"ucap Rasya yg langsung ciut setelah dibentak Leslie


Paman Nias melihat kearah Bibi Arshia sementara.Setelah beberapa saat dia mengangguk


"Apa kamu yakin,kamu bisa melakukannya,paman tak akan menyalahkan mu,jika kamu becanda tadi"ucap Paman Nias memastikan


"Aku benar² bisa melakukannya,tak masalah paman percaya atau tidak"ucap Rasya menghindari melihat Leslie


"Kalau kamu memang percaya diri,paman akan membawamu ke pintu masuk,selebihnya paman serahkan padamu"ucap Paman Nias mencoba mempercayai Rasya


"Kalau kamu memalukan ku nanti,aku akan langsung menusuk mu dari belakang "ucap Leslie mengancam Rasya


Rasya tak berani menatap muka Leslie,dia terus maju ke depan bersama Paman Nias.Bibi Arshia dan Leslie juga mengikuti mereka dari belakang.Mereka semua berjalan mendekati pintu masuk dan mengabaikan barisan² yg ada disampingnya.Orang² yg sedang berbaris membicarakan mereka dari belakang(teksnya malas ditulis,malas buang² alinea buat tokoh figuran🤣).Namun Paman Nias tak peduli,dia tetap mempercayai Rasya dan maju ke depan


Tiba² seorang pengawal menghadang mereka saat mereka akan memasuki pintu masuk


"Apa kalian buta sehingga tak melihat kalau ruangan ini sudah penuh dan harus antri agar bisa masuk.Kembali ke antrian!,sebelum aku sendiri yg akan menendang kalian kembali ke antrian"ucap si pengawal yg menjaga pintu masuk


Paman Nias merasa sangat malu mendengar seorang pengawal menggertak dia yg seorang wali kota.Rasya menjulurkan tangannya kearah Paman Nias bermaksud menahannya.Dengan penuh gaya Rasya mendekati si pengawal,memegang pundaknya dan menarik si pengawal kearahnya


"Apa yg ingin kau lakukan..."tanya si pengawal kebingungan


Rasya mengeluarkan kartu emas dari cincin ruangnya dan menunjukkannya pada si pengawal.Lalu dia memasukkannya kembali kedalam cincinnya


"I...Itu...Itu kartu VIP yg kudengar di berikan pada seorang pemuda tadi sore oleh Kepala Koki.Itu hanyalah satu²nya kartu VIP yg dikeluarkan sejak tempat makan ini didirikan.Bisa mati aku kalau kepala koki tau aku menggertak tamu VIP nya"ucap si pengawal dalam hati dengan penuh rasa takut


Seketika si pengawal langsung panas dingin,keringatnya keluar bersamaan dengan air hidungnya,dia langsung lemas dan tersungkur kelantai.


"Tolong maafkan aku yg tak punya mata ini tuan.Tolong jangan adukan aku pada kepala koki.Aku berjanji akan membayar berapapun yg tuan minta.Tolong ampuni aku" ucap si pengawal sambil memeluk kaki Rasya


"Sudah².Aku tak mempermasalahkan hal² kecil seperti ini,tapi aku tak tau kalau orang² disini bisa melakukan hal yg sama atau tidak.Lepaskan kakiku!"ucap Rasya dengan muka jijik


"Ada apa dengan sikap orang² disini.Tadinya terlihat sangat sombong saat menggertak.Tapi saat dia tau menggertak orang yg salah,dia malah berkelakuan seperti pengemis sampai² harus memeluk kaki segala.Sungguh sangat menjijikkan"ucap Rasya dalam hati sambil melangkah masuk kedalam


Rasya melepaskan kakinya dari pengawal tadi dan melangkah kedalam.Si pengawal tadi masih tak berani berdiri setelah Rasya melewatinya


"Ayo kita masuk kedalam"ucap Rasya mengajak yg lain masuk


Paman Nias dan yg lain langsung masuk kedalam.Pada saat Paman Nias berpapasan dengan si pengawal yg menggertak nya tadi,Paman Nias berhenti dengan wajah yg penuh amarah


"Mulai besok namamu dicoret dari KK"ucap Paman Nias dengan sangat kesal


Si pengawal kebingungan mendengar kata² ini.Setelah Paman Nias menjauh,seorang pengawal mendekati si pengawal yg sedang kebingungan ini.


"Sepertinya yg kamu singgung itu wali kota disini.Aku akan membantu membereskan barang²mu nanti pagi.Semoga kamu mendapatkan tempat tinggal yg cocok diluar sana nanti"ucap si pengawal sambil menepuk pundak temannya ini


"Mampus,aku menyinggung wali kota malam ini.Sudah tak ada tempat bagiku disini sekarang.Aku harus kemana mulai sekarang?"ucap si pengawal dalam hati sebelum akhirnya pingsan karena terlalu stress


...----------------...


Rasya dan yg lain terus masuk kedalam.Tiba² seseorang menghampiri Rasya dan....

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung......


__ADS_2