Legenda Bocah Bencana

Legenda Bocah Bencana
Tempat Pertama Untuk Memulai Hidup Baru


__ADS_3

Tadi pagi berita tentang hilangnya Paman Nias,menyebar di seluruh desa Corner.Disaat ini juga berita tentang hilangnya Paman Nias sampai di telinga keluarga Paman Nias termasuk istrinya yaitu "Bibi Arshia"


Semenjak mendengar kabar bahwa suaminya hilang di dalam kompetisi,dia menyuruh para pengawal ditempatnya untuk menyelidiki info ini asli atau tidak.Setelah tau kalau hal ini memang benar² terjadi,dia memerintahkan lebih dari setengah pengawal untuk keluar desa dan mencari Paman Nias,dia berjanji akan memberikan hadiah kepada siapa saja yg menemukan atau membawanya pulang.


Setengah hari telah berlalu,tak ada kabar apapun tentang Paman Nias,Bibi Arshia mengunci diri di kamar dan melarang siapapun menemuinya,tak ada yg tau seperti apa kabar Bibi Arshia selanjutnya.


Hari pun terus berlalu,dan ini sudah hampir malam,hanya terdengar suara tangis di kamar Bibi Arshia,hingga tiba² seorang pengawal yg menjaga gerbang datang ke depan pintu kamar bibi


"Lapor.Tuan Nias telah kembali,dia sekarang sudah berada di depan gerbang"ucap seorang pengawal.


Mendengar kabar bahagia ini Bibi Arshia langsung membanting pintu kamarnya dan lari keluar kamar.Matanya masih bengkak karena terlalu lama menangis,pakaiannya basah dengan air mata,rambutnya tak beraturan,namum dia tak peduli,dia langsung lari menuju gerbang tempat suaminya berada


Rasya dan Paman Nias terus berjalan memasuki gerbang,2 pengawal yg menjaga gerbang menyambut kedatangan Rasya dan Paman Nias dengan hangat


"Selamat datang kembali tuan"ucap 2 pengawal secara serentak sambil membuka jalan dan mempersilakan masuk


Paman Nias dan Rasya masuk ke halaman rumah dengan santai.Dibelakang Paman Nias,para pengawal saling bertanya²,apa yg terjadi dengan Paman Nias,hingga dia menghilang kemaren,dan juga siapa yg di bawa Paman Nias kali ini,mereka sama sekali tak mengenali siapa pemuda ini.Paman Nias mengabaikan mereka dan terus melangkah ke depan


Dari kejauhan terlihat seorang wanita cantik berambut panjang lari mendekat kearah Paman Nias,matanya terlihat bengkak akibat menangis


"Sayang...itu benar² kamu"ucap Bibi Arshia sambil lari kearah Paman Nias,dan memeluknya dengan erat


"Cup cup cup(mengusap rambut dan mengecup kening istri yg ada di pelukannya),apa yg telah terjadi pada istriku,kenapa mukanya terlihat jelek sekali"ucap Paman Nias yg menggoda istrinya


"Kamu jahat(memukul dada Paman Nias dengan pelan sambil terus menangis),kamu menghilang tampa kabar seharian,bagaimana bisa istrimu ini baik² saja setelah mendengar kabar itu"ucap Bibi Arshia dengan nada manja


"Sudah²,aku sekarang sudah kembali dengan selamat,tak perlu menangis seperti ini lagi(mengusap air mata bibi dengan tangannya),kalau kamu terus menangis,nanti orang² yg melihat,akan mengira kalau istri ku yg cantik ini adalah orang jelek"ucap Paman Nias


"Terserah,aku tak peduli"ucap Bibi Arshia sambil tersenyum,dan terus memeluk Paman Nias dengan erat


Rasya dan beberapa puluh orang di halaman Paman Nias hanya dapat melihat adegan romantis ini dengan tersenyum.Semua orang yg ada di sini benar² tak di anggap oleh 2 pasangan ini.


"Benar² dunia milik kita berdua,yg lain cuma numpang lewat"kata Rasya dalam hati dengan wajah iri


Setelah beberapa saat,akhirnya Paman Nias sadar kalau Rasya masih di belakangnya dan dia belum familiar dengan tempat ini,dia melepaskan pelukan istrinya dan berbalik kearah Rasya bersama dengan istrinya


"Ehmm...perkenalkan ini adalah istri paman,nama nya Arshia,kamu bisa memanggil nya "Bibi" di masa depan(mengenalkan istrinya pada Rasya),dan ini adalah Rasya,dia adalah orang telah menyelamat hidupku di insiden yg lalu(mengenalkan Rasya pada Bibi Arshia)"ucap Paman Nias saling memperkenalkan


"Menyelamatkan hidup?(tanya bibi yg terkejut sambil menatap ke arah Paman Nias).Apakah kondisimu sebelumnya benar² separah itu,ayo kita ke Dokter untuk mengobati luka² mu"ucap Bibi Arshia sambil menarik tangan Paman Nias dengan ekspresi yg sangat panik


"Sekarang aku sudah tidak apa²,semua lukaku sudah di rawat oleh Rasya,tapi jika Rasya tidak menyelamatkanku,yg kau lihat di hadapanmu saat ini mungkin adalah mayat ku"ucap Paman Nias sambil menatap bibi


"Terimakasih Rasya(langsung berlari kearah Rasya dan memegang tangganya),aku sangat berterimakasih karena kamu telah menyelamatkan nyawa suamiku.Katakan apa yg kamu inginkan,selama aku sanggup,aku pasti akan memenuhi semua keinginanmu,jangan malu² katakan saja"ucap Bibi Arshia


"Aku hanya kebetulan bertemu paman saat dia terluka,sebagai manusia,sudah sepatutnya untuk saling membantu,jadi aku mengobatinya,jadi bibi tak usah terlalu sungkan begini"ucap Rasya malu²


"Tidak²(menggeleng²kan kepala),ini adalah masalah keselamatan suamiku,bagaimana bisa aku sebagai istrinya meremehkan hal ini.Jika kamu belum menentukan apa yg kamu inginkan,kamu bisa memikirkannya dulu.Hal ini masih berlaku bagimu kapanpun kamu membutuhkannya"ucap Bibi Arshia sambil menatap Rasya dengan serius


"Terimakasih sebelumnya atas kebaikan bibi,aku akan memikirkan hal ini nantinya"ucap Rasya sambil memaksa senyum


"Ya sudah jika kamu belum menentukan pilihanmu,sekarang mari kita masuk ke dalam dulu,bibi akan menyuruh para pelayan untuk membuat hidangan makan malam spesial untuk menyambut mu dan kepulangan suamiku,ayo kita masuk kedalam dulu"ucap Bibi Arshia menarik tangan Rasya


"Kalian berdua pergilah keruang makan dulu,aku akan menyusul di belakang nanti,aku masih harus mengabari Jendral tentang berita kepulangan ku,dia pasti masih mengkhawatirkan keadaanku sampai sekarang"ucap Paman Nias beranjak pergi


"Baiklah,jangan sampai terlambat ya!"ucap Bibi Arshia dengan tersenyum


"Iya².Bawa Rasya ke sana dulu,jangan buat dia menunggu lama"ucap Paman Nias terus berjalan


Paman Nias langsung bergegas menuju ruang informasi untuk mengabari Jendralnya.Disaat yg bersamaan Bibi Arshia memegang tangan Rasya dan mengajaknya ke ruang makan,dalam perjalanan Bibi Arshia menanyakan beberapa hal tentang pertemuan Rasya dan Paman Nias,Rasya menjawab semuanya dengan jujur hingga akhirnya mereka berdua sampai di ruang makan,mereka melanjutkan cerita di sana.Sehingga bibi yg tadi masih sedih,sekarang sudah bisa tertawa dengan sangat bahagia

__ADS_1


"Istri diri Paman Nias ini adalah orang sangat baik,kecantikannya juga tak kalah dari gadis muda,dari semua wanita yg aku temui selama di sini,tak ada yg secantik dia,tak hanya itu,dia benar² sangat ramah mudah di ajak bicara,Paman Nias benar² beruntung mendapatkan istri sesempurna ini,bisakah aku mendapatkan pasangan yg seperti ini di masa depan(menatap kearah Bibi Arshia,sambil mendengarkan Bibi Arshia bercerita).Paman Nias,kau benar² sangat beruntung bisa mendapatkan istri idaman seperti ini,aku benar² sangat iri padamu"bergumam dalam hati sambil tersenyum melihat Bibi Arshia bercerita tentang Paman Nias


Tak lama kemudian Paman Nias datang keruang makan,karena ia telah selesai membuat laporan.Dia datang dari arah Bibi Arshia,Bibi Arshia tak menyadari kehadirannya.Dia terus melanjutkan bercerita,Rasya yg melihat paman masuk kedalam hanya diam tak mengatakan apa².Paman Nias mendekat dan mendengar istrinya bercerita tentang kehidupan Paman Nias,dia hanya berdiri di belakang istrinya dan tersenyum mendengar ceritanya.Setelah beberapa saat,Bibi Arshia sadar,dia melihat Rasya tersenyum sambil melihat kebelakang Bibi Arshia.Karena penasaran dia melihat kebelakang,dia terkejut karena melihat Paman Nias sudah berdiri di belakangnya,dia tersenyum malu melihat Paman Nias


"Sepertinya kamu sangat cepat akrab dengan Rasya ya(mendekati istri nya),sampai² semua rahasia suamimu ini,kamu bocorkan pada Rasya"ucap Paman Nias sambil melihat ke arah istrinya dengan wajah serius


"Hhh,aku..aku cuma mengatakan hal² yg tak terlalu penting,aku yakin kamu juga pasti tak keberatan"ucap Bibi Arshia dengan nada gugup


"Sepertinya aku harus memberikan kamu beberapa hukuman yg tak akan kamu lupakan seumur hidup,supaya kamu tak sembarangan membongkar rahasia suamimu di masa depan(membunyikan jari di kedua tangannya).Terimalah jurus rahasia "gelitikan maut" dari suamimu ini"teriak Paman Nias sambil mendekati Bibi Arshia dan menggelitiknya


"Tidak ampuni aku suami ku,hhh(tak tahan di gelitik),aku janji tak akan mengulangi nya lagi,hhh(terus di gelitik),tidak,hhh,tidak,hhh..."teriak Bibi Arshia yg sedang di gelitik oleh Paman Nias


"Jangan harap suamimu ini akan mengampuni mu dengan mudah(terus menggelitik Bibi Arshia),rasakan hukuman ini baik-baik dan jangan melupakan nya dalam hidup mu"teriak Paman Nias yg semakin meraja lela


"Tidak maafkan aku,hhh,aku tak tahan di gelitik,hhh,pilih hukuman lain saja,tapi jangan di gelitik,hhh"ucap Bibi Arshia dengan nada putus²


"Jika semua kesalahan di dunia ini bisa di maafkan,untuk apa memangnya hukuman di buat,dan untuk hukuman lain,aku akan memperlihatkannya padamu nanti malam,bersiaplah dengan baik"ucap Paman Nias yg tak mau menghentikan menggelitik Bibi Arshia


"Tidak,hhh, kumohon, hhh,ahh,hhh..."teriak Bibi Arshia yg sudah tak kuat tertawa


Rasya yg terjebak di antara 2 orang yg sedang mesra²an ini,kembali terabaikan.Kehadiran Rasya di sini tak mempengaruhi mereka berdua untuk bercanda,mereka terus melanjutkan aktifitas brutal mereka.Rasya hanya bisa memasang wajah tersenyum melihat aksi mereka,meski sebenarnya hanya senyum paksa


"Mereka benar² tak memperdulikan perasaan ku yg belum mempunyai pasangan ini.Paman Nias,tunggu saja,suatu hari aku pasti akan mendapatkan istri yg lebih cantik dari istrimu.Saat itu terjadi akan ku balas rasa sakit ini dengan bermesraan tepat di depanmu.Tunggu saja,tunggu saja"seru Rasya dalam hati dengan wajah yg masih mempertahankan senyum


"Ahh,aku tak tahan,ahhh,hhh,ahhh,ahhh,hhh"teriak Bibi Arshia yg sudah mulai lelah ketawa


"S1al*n,adakah orang yg bisa menghentikan mereka.Paman Nias,kau yg memulainya,aku benar akan membalas ini suatu saat,jika aku tak membalas dendam ini,aku akan menulis nama ku secara terbalik.Dendam diantara kita ini benar² tak bisa dilupakan"ucap Rasya yg sedang kesal dalam hati


Tiba² ada seseorang yg datang dan mengetok pintu


Tok,tok,tok


"Ehmm(sadar,dan menghentikan aksinya).Silakan masuk!"ucap Paman Nias sambil melepaskan Bibi Arshia,dan keduanya kembali ketempat duduk masing² dengan gaya elegan


Para pelayan membuka pintu dan masuk kedalam,mereka menghidangkan sangat banyak masakan lezat,bau dari masakan ini menusuk masuk ke hidung Rasya,hingga membuat air liur Rasya meleleh karena terlalu lezat baunya.Setelah hidangan selesai di atur,Paman Nias mempersilahkan Rasya untuk mencicipinya duluan


Karena terlalu kesal dengan kelakuan Paman Nias tadi,Rasya langsung melampiaskan kekesalannya ke makanan di hadapannya ini tampa berpikir panjang Rasya melahap semua yg ada di depannya.Paman Nias dan Bibi Arshia serta beberapa pelayan yg sebelumnya membawa hidangan tercengang melihat nafsu makan Rasya saat ini.Setelah 15 menit berlalu,sebagian besar hidangannya telah di habisi oleh Rasya.Rasya benar² melampiaskan amarahnya pada makanan kali ini,sehingga akhirnya dia tak sanggup berdiri karena terlalu kenyang


"Apakah kamu sudah kenyang"ucap Paman Nias yg bertujuan menyindir Rasya dengan wajahnya yg menahan tawa melihat Rasya yg sudah tak sanggup berdiri


"Paman,kau mengejekku,dari mana pun kau melihat,seharusnya kau tau aku yg sekarang sudah sangat kenyang dan bahkan tak sanggup berdiri"ucap Rasya sambil berusaha mengangkat tangannya kearah Paman Nias


Serentak semua orang yg ada di ruangan ini tertawa melihat Rasya yg sudah tak bisa bergerak karena terlalu kenyang


"Hhh,aku cuma bercanda tak usah di anggap serius.pelayan,tolong bawa keponakanku ini ke kamar tamu vip dan..."ucap Paman Nias sambil menunjukkan jari kepada 2 orang pelayan cantik,namun kata²nya di potong Rasya


"Tidak²,aku masih ingin berlatih bersama paman dulu.Aku masih bisa bergerak dan aku masih belum mengantuk,huahhh(menguap)"ucap Rasya sambil berusaha berdiri


"Tak usah di paksakan,lihat!.Bahkan tubuhmu saja sudah tak setuju melakukannya,kita lakukan latihan besok saja.Sekarang istirahatlah dulu!"ucap Paman Nias dengan nada santai


"Baiklah,tapi besok paman harus berjanji ya"ucap Rasya dengan suara loyo


"Iya²,besok paman janji akan mengajarimu.pelayan!,bawa keponakanku ke kamarnya sekarang dan layani dia dengan baik malam ini"ucap Paman Nias,menyuruh pelayan nya pergi


"Baik tuan"jawab pelayan secara serentak


Para pelayan cantik ini membantu Rasya berjalan hingga ke kamarnya.Sesampainya di sana,mereka membaringkan Rasya di sebuah kasur yg sangat empuk,Rasya yg sudah sangat mengantuk langsung tertidur saat tiba di kasur.


Dua pelayan yg sebelumnya membawa Rasya mengunci pintu dan berbalik ke kasur.Namun mereka melihat bahwa Rasya telah tidur dengan sangat lelap,melihat hal ini kedua nya bingung harus melakukan apa.Karena takut Rasya terbangun,keduanya hanya diam dan tidur di sebelah Rasya tampa melakukan apapun

__ADS_1


...----------------...


*Di dalam otak Rasya*


"Terdeteksi makanan yg berlebihan di dalam tubuh tuan.Mengaktifkan sistem pencernaan ganda secara otomatis untuk mempercepat proses pencernaan"


...----------------...


Setelah inner mengaktifkan ini,tubuh Rasya yg awalnya sudah kembung,kembali kebentuk semula.Semua makanan yg di makan Rasya di ubah menjadi energi,sehingga membuat Rasya yg awalnya,kesulitan bergerak karena terlalu kenyang,dia akhirnya bisa bergerak seperti biasa lagi


...----------------...


2 jam pun berlalu


...----------------...


Manusia normal bisanya tidur hingga 8 jam sehari,namun orang di planet ini membutuhkan tidur hingga 15 jam sehari karena perbedaaan waktu dengan di bumi.Sedangkan Rasya,karena dia bisa mengatur otaknya,dia bisa langsung masuk kedalam mode tidur nyenyak begitu dia tidur.Jadi dia hanya butuh 2 jam waktu tidur dalam sehari


...----------------...


Setelah 2 jam berlalu Rasya pun terbangun dari tidurnya.Saat bangun Rasya sangat terkejut karena 2 orang wanita cantik sedang tidur di sisi kanan dan kirinya.Dengan sensasi dari kasur yg sangat empuk dan dua wanita cantik yg tidur dengan posisi memeluk Rasya,di tambah dengan bau yg sangat wangi dari tubuh keduanya,ini bisa benar² membuat iman Rasya goyah.Tapi Rasya saat ini benar² mencoba menenangkan dirinya,dia tak mau kalau si burung kecilnya mendarat di tempat orang yg tak dia kenal.Perlahan² Rasya mengangkat tangan dan kaki dari kedua gadis manis ini dari tubuhnya,dia berusaha untuk tidak membangunkan keduanya,bergerak perlahan tampa membuat suara yg berisik,hingga akhirnya dia lolos dan turun dari kasur tempat 2 gadis manis ini tidur


"Akhirnya aku lolos dari iblis kecil ini"ucap Rasya didalam hati


Namum saat Rasya berbalik,ia tak sengaja melihat kearah 2 gadis yg sebelumnya


Ketika mata Rasya melihat keduanya kali ini,Rasya tak sengaja melihat tubuh keduanya yg sangat langsing dan berisi,tak hanya cantik, tubuh keduanya jika di lihat baik² benar² sangat bagus.Rasya melihat kearah pintu yg terkunci rapat,hanya dia seorang pria di sini.Mengigat perkataan Paman saat menyuruh 2 gadis ini membawa Rasya ke kamar,tujuannya juga untuk membuat Rasya bersenang² dengan keduanya.Saat ini Rasya seolah² ditarik untuk kembali ke kasur dan bersenang² dengan kedua gadis ini,Rasya yg tak mau melakukan hal ini,berusaha keras melangkah ke depan dan meninggalkan kedua gadis ini.Hati Rasya terasa sangat sakit melewati kesempatan yg sudah di depan mata ini,rasanya seperti hati Rasya hancur berkeping².


Rasya berusaha melawan rasa ini dan terus melangkah menuju kamar mandi untuk menenangkan dirinya.Di dalam kamar mandi dia melakukan beberapa hal,sehingga akhirnya niat berkuda²an yg sebelum sangat menggebu² akhirnya hilang.Dengan hati yg lega Rasya keluar dari kamar mandi,menganti pakaiannya,dan beranjak keluar dari kamar tampa membuat keributan,sehingga ke dua gadis yg ada di kamarnya tetap tertidur lelap tampa terusik sedikit pun


...----------------...


Setelah sekian lama berlalu,baru sekitar 4 jam dari seluruh waktu malam di lalui,masih ada sekitar 16 jam lagi untuk menunggu pagi tiba.Rasya sudah tidur dengan puas tadi,sekarang Rasya hanya ingin mencari kesibukan untuk menghabiskan malam panjangnya.Rasya mencoba menaiki tangga yg mengarah kelantai 44,ia ingin melihat suasana langit malam dari atas sana.Setelah menaiki tangga yg sangat banyak dan menghabiskan waktu hampir 1 jam,akhirnya Rasya sampai di puncak.Dia merasa sangat kelelahan karena menaiki ribuan anak tangga,namun setelah melihat pemandangan yg sangat indah dari atas.Rasya merasa kalau perjuangannya ini sepadan.Rasya melihat berbagai hal dengan mengunakan mode zoom dari atas sini,akan tetapi beberapa hal tak bisa di lihatnya karena gelapnya malam


"Pemandangan dari tempat ini sangat indah(melihat ke langit).Bintang² di sini juga terlihat sangat jelas,planet ini memiliki satu bulan yg sangat besar,sangking besarnya permukaan bulan ini hampir terlihat sepenuhnya dari sini dengan mengunakan mata telanjang.Selain itu,di sini juga terdapat sekitar 18 bulan kecil,tapi mengingat ukuran planet ini yg jauh lebih besar dari ukuran matahari,bulan sebanyak ini adalah jumlah yg wajar.Sayangnya suasana di bawah sangatlah gelap(melihat ke bawah).Jika saja ada cahaya yg lebih terang,maka itu pasti akan membuat suasananya jadi lebih indah"ucap Rasya sambil melihat kiri kanan dari atas


"Hal itu bisa dilakukan dengan membuat bola mata tuan menjadi lebih luntur.dengan ini pupil mata anda akan dapat membuka cukup lebar untuk menyerap seluruh cahaya yang ada pada malam hari.Dengan ini anda dapat melihat di dalam kegelapan meski dengan cahaya yg sangat sedikit,apakah tuan ingin mengaktifkan "mode malam" ini?pemberitahuan dari Inner


"Hhh(tertawa karena senang),ada hal sebaik ini,bagaimana bisa aku mau melewatinya,aktifkan sekarang!"ucap Rasya dengan hati yg penasaran


"Perintah diterima,mengaktifkan mode malam di mata tuan,harap tuan bertahan!,karena proses ini akan sangat menyakitkan"pemberitahuan dari Inner


"Inner,pemberitahuan resiko darimu selalu diakhir,tunggu.. Argh...Argh...Argh( berteriak kesakitan)"ucap Rasya dengan wajah kesal


"Proses tak bisa dihentikan setelah menerima perintah,jika dipaksa berhenti anggota tubuh pengguna akan langsung rusak.Harap tuan bertahan!"pemberitahuan dari Inner


"Sial,argh,argh"teriak Rasya sambil mencoba menahan teriakannya


Setelah 15 detik,akhirnya proses ini selesai,mata Rasya merah setelah proses ini selesai.Namun Rasya tak memperdulikannya,dia langsung mengecek kebawah dengan mode zoom nya,dia takut teriakannya tadi akan membangunkan orang² yg ada disini.Setelah melihat²,Rasya tak menemukan orang yg keluar dari kamarnya akibat teriakan Rasya tadi.Rasya merasa tenang, setelah melihat ini,ia menghembuskan nafas karena lega kecemasannya itu tak terjadi


Namun tiba² di halaman depan rumah Paman Nias,Rasya melihat seseorang dari dalam kegelapan yg berlari ke arah gedung tempat Rasya berada sekarang,orang ini masuk ke gedung lantai pertama sebelum Rasya dapat memastikan siapa dia,Rasya sangat ketakutan melihat ini,ia takut kalau orang ini akan mengincarnya


Benar saja,belum 10 detik berlalu,terdengar suara langkah orang yg naik keatas mendekati tempat Rasya.Rasya semakin takut.Dari kegelapan mulai muncul seseorang dengan pedang panjang yg terhunus ditangannya,ia mengarah ketempat Rasya dengan cepat,dan mengayunkan pedangnya kearah Rasya


Rasya yg melihat ini langsung lemas ketakutan dan terjatuh ke lantai,ia menutup muka dengan tangan karena takut melihat dirinya yg sebentar lagi akan terpotong.Rasya berteriak sekuat tenaga berharap ada yg datang menolongnya.


"Apakah ini akhir hidupku?..."ucap Rasya yg sudah mulai pasrah dalam hati


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Bersambung..........


__ADS_2