Legenda Bocah Bencana

Legenda Bocah Bencana
Perguruan pedang merah


__ADS_3

Setelah setengah jam kemudian


"Sebentar lagi kita akan singgah di restoran dulu untuk makan pagi sebelum mengantar Leslie kembali ke perguruannya.Aku sudah mulai merasa lapar sekarang"ucap Nixias


"Aku punya saran tempat makan terenak disini.Ayo kita ke sana saja"ucap Leslie sambil tersenyum


"Karena itu adalah wilayah perguruan mu,maka kita akan ikut saran mu saja"ucap Bibi Arshia melihat kearah Leslie


Leslie menunjukkan arahnya kepada Nixias.Nixias langsung mengarahkan space altar nya sesuai arahan Leslie


Sebuah pulau yg sangat indah mulai terlihat didepan mereka.Dari pinggir pantai ini terlihat jajaran bangunan yg tersusun rapi sampai kedalam laut.Dibeberapa bagian pantai juga terlihat jalan² unik yg menuju kedalam air


Disekitar pulau ini juga terlihat ratusan pulau kecil yg mengapung diudara.Pulau² kecil ini mengambang ratusan dan beberapa bahkan sampai ribuan meter diudara.Mereka terlihat seperti tak terpengaruh oleh gravitasi yg ada ditempat ini sama sekali


Jembatan² unik menghubungkan pulau² kecil dengan pulau utama dan beberapa juga menghubungkan sesamanya.Dari kejauhan terlihat jutaan orang lalu-lalang ditempat ini dengan bahagia


Bangunan² disini benar² sangat indah,unik dan terlihat begitu cangih.Sulit untuk mengungkapkannya satu persatu,tapi yg pasti,benar² tak ada peluang untuk kata jelek ditempat ini


Rasya melihat pemandangan ditempat ini dengan perasaan kagum yg tak ada habis²nya.Selama hidupnya,ini pertama kalinya Rasya melihat tempat sebagus ini


"Ternyata seperti inilah pemandangan dikota.Ini benar² berbeda jauh dengan pemandangan di desa yg aku tempati sebelumnya"ucap Rasya dalam hati sambil memandangi tempat ini tampa berkedip


"Itu disana.Kita akan turun di restoran warna ungu yg ada di sana.Aku jamin,kalian akan puas dengan pelayanan dan hidangan di sana"ucap Leslie


Nixias mengikuti arahan Leslie.Dia mendaratkan space altar nya disebuah tempat pendaratan,di bagian tengah restoran ini


Setelah turun dari space altar,seorang pelayan cantik langsung menyambut mereka dengan sambutan hangat dan mempersilakan mereka masuk ke dalam


Pelayan ini membawa mereka kesebuah ruangan dan mempersilakan mereka beristirahat disana.Setelah selesai mencatat semua pesanan orang² disini,si pelayan ini minta izin untuk undur diri dan langsung keluar dari sana


"Paman.Apakah sekarang kita sudah sampai?"ucap Rasya setelah melihat pelayan ini keluar


"Bisa dikatakan begitu.Sekarang kita sudah ada di kota yg kakek mu tinggali,kota Oxiland.dari sini hanya butuh waktu 1 jam lagi untuk tiba dirumah.Tapi kami berencana mengantarkan Leslie ke perguruan nya dulu setelah ini.Paman harap kamu tak keberatan untuk menunda kepulangan kita beberapa saat lagi"ucap Paman Nias


"Hhh.Paman bercanda.Sejak kapan aku bosan jalan² dan mengenal hal baru.Aku malahan senang bisa sekalian melihat seperti apa perguruan Leslie itu"ucap Rasya sambil tertawa


"Syukurlah kalau kamu suka..."ucap Bibi Arshia


"Kamu tak punya rencana masuk ke perguruan bersamaku saja..."tanya Leslie sambil melihat kearah Rasya yg duduk di sebelahnya


"Hhh..."Nixias tertawa mendengar pertanyaan Leslie


"Orang setingkat aku saja bukan lawannya sama sekali.Apa memangnya yg bisa diajarkan oleh orang² di sana pada monster sepertinya ini?.Yg ada,mereka yg harus belajar dari Rasya"ucap Nixias dalam hati sambil terus tertawa


Semua orang melihat kearah Nixias dengan wajah terheran²


"Ada apa?.Kenapa kakek tertawa?.Apa ada yg salah dengan perkataan ku?..."ucap Leslie kebingungan


"Hhh.Tidak².Kamu lanjutkan saja kata²mu.Kakek hanya sedang ingin tertawa saja sekarang"ucap Nixias sambil terus tertawa


"Bagaimana pendapatmu Rasya.Aku yakin,kamu tak akan kecewa bila masuk kesana.Diseluruh wilayah kakekku ini,perguruan ku adalah yg terbaik.Guru² di sana sangat kuat,bahkan pemimpin perguruan nya saja berada diranah soul union.Kebetulan dia juga guru privat ku disana.Dia pasti bersedia mengangkat mu sebagai muridnya dengan bakat mu yg sangat tinggi ini"ucap Leslie merayu Rasya


"Hhh.Benarkah?.Kalau kakek ingat²,sepertinya kakek pernah memukulnya sampai menangis minta ampun beberapa tahun yg lalu dengan ranah kakek yg hanya arc zing tingkat 8"ucap Nixias yg tertawa semakin keras sampai air matanya mengalir


"Dan aku juga ragu dengan pernyataan Leslie,yg ada nantinya malah gurunya Leslie yg jadi murid Rasya"ucap Nixias dalam hati yg sudah ngakak brutal


"Monster seperti kakek tak masuk dalam hitungan...Dan bisakah kakek berhenti tertawa seperti itu.Tawamu membuat mood bicaraku benar² hancur berantakan"ucap Leslie sambil memandangi Nixias dengan tatapan tajamnya


"Maaf².Kakek tak akan ketawa lagi.Kamu lanjut saja"ucap Nixias sambil menahan tawanya dan menyapu air matanya


"Abaikan saja sikap kakekku yg sudah pikun dan tak jelas ini.Bagaimana keputusanmu sekarang"ucap Leslie sambil melihat Rasya dengan mata berbinar² yg penuh harapan


"Bukannya aku tak mau,tapi aku benar² tak mengenal tempat seperti apa perguruan mu itu.Jadi bolehkah aku menolak permintaan ini?"ucap Rasya sambil memaksa tersenyum dan menggaruk kepala


"Kau tak boleh menolaknya begitu saja.Kau akan menyesal jika benar melewatkan kesempatan langka ini.Tak sembarangan orang bisa masuk keperguruanku.Semua murid di sana adalah jenius nomor 1 ditempatnya.Mereka bisa masuk ke perguruan ku,setelah mengalahkan semua peserta lain di desanya,dalam lomba pemilihan yg diadakan setiap 3 tahun sekali.Tapi kalau kamu mau masuk,aku akan membujuk guruku untuk menerimamu disana.Aku yakin dia pasti tak akan menolak permintaanku ini"ucap Leslie dengan sangat serius


"Ini..."ucap Rasya ragu²


"Aku anggap kamu setuju.Kamu harus ingat ini dan jangan mengingkari janjimu"ucap Leslie yg langsung memotong kata² Rasya


Rasya tak bisa berkata apa² setelah ini.Semua orang hanya tersenyum melihat Rasya yg sudah dipojokan oleh Leslie


Sebuah suara tiba² terdengar dari luar ruangan ini...


"Hidangan telah tiba tuan..."ucap pelayan yg mengantarkan makanan dari luar


"Masuklah..."ucap Nixias


3 orang pelayan masuk kedalam sambil membawa meja hidangan yg melayang di udara bersamanya.Ketiganya mendekat dan menata rapi hidangan dimeja makan


Setelah selesai,ketiganya berpamitan untuk pergi


"Karena makanan sudah sampai,ayo sekarang kita makan dulu.Katakan saja pada kakek kalau ada yg kurang.Makanlah sepuasnya sekarang"ucap Nixias yg sudah menghabiskan setengah piring daging didepannya


"Tak bisakah kau menunggu semuanya selesai diatur dulu sebelum kau makan begitu.Aku sama sekali tak melihat wibawa seorang pemimpin padamu"ucap Paman Nias sambil menepuk dahinya


"Hhh.Sudah².Kita makan saja dulu.Nanti kasihan makanannya keburu dingin"ucap Bibi Arshia sambil ketawa melihat Nixias


"Aku tak ingat pernah punya kakek yg tak tau malu begini..."ucap Leslie sambil menutup mukanya dengan tangan kiri dan meraih piring dengan tangan kanan


Akhirnya semuanya memulai makan paginya,sambil melakukan omongan ringan selama acara makan berlangsung

__ADS_1


Setelah selesai makan,Nixias kembali memesan beberapa makanan penutup yg berupa berbagai macam kue disini dan berbagai macam air minum


Setelah selesai makan,semuanya bersantai² sebentar ditempat ini dengan ditemani makanan penutup yg dipesan Nixias tadi


Setelah merasa puas,akhirnya mereka keluar dari tempat ini dan kembali melanjutkan perjalanan ke perguruan Leslie


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 10 menit,akhirnya mereka sampai di sebuah pulau yg mengapung setinggi 10ribu meter lebih di udara


Pulau ini terlihat sangat besar walau berada di ketinggian ini.Puluhan gunung berukuran besar terlihat berdiri kokoh di atas pulau ini


Pemandangan hijau desa di tempat ini terlihat sangat hidup.Namum bangunan² yg ada di pulau ini benar² dibuat dengan gaya kota.Perpaduan keduanya ini membuat tempat ini terlihat elegan dengan ciri khasnya sendiri


Beberapa orang terbang lalu-lalang di atas tempat ini mengunakan pedangnya.Ini pertama kalinya Rasya melihat cara terbang dengan gaya ini


"Inilah perguruan ku.Apa pendapatmu mengenainya?"ucap Leslie sambil mendekati Rasya


"Seluruh pulau ini?"ucap Rasya kaget


"Iya.Memangnya apa yg kau bayangkan sebelumnya"ucap Leslie penasaran


"Hhh.Tadinya ku pikir itu adalah sebuah tempat seluas ratusan meter yg diberi pagar dan diisi beberapa bangunan didalamnya"ucap Rasya sambil tertawa


"Yg benar saja.Bayanganmu itu,bahkan tak layak untuk di tempati pajak ikan.Aku merasa kau mengejek perguruan ku dengan imajinasi mu itu"ucap Leslie setengah marah


"Hhh.Sudah².Maklumi saja.Rasya belum pernah melihat hal² seperti ini sebelumnya"ucap Bibi Arshia yg ketawa mendengar bayangan yg diberikan Rasya


"Aku lupa kalau ini bukan bumi.Padahal aku sudah memperluas imajinasi ku dengan menambahkan beberapa ratus meter di pikiranku,yg mana area sekolah ku saja dulu tak seluas ini.Tak ku sangka ternyata perguruan nya itu adalah sebuah pulau sebesar ini"ucap Rasya dalam hati merasa bodoh


"Baiklah.Karena kau memang tak mengetahuinya,aku tak akan mempermasalahkan ini.Tapi jangan pernah mengejek perguruan ku lagi dimasa depan"ucap Leslie sambil menyilang tangannya di dada


"Berhentilah berbicara.Gurumu sudah datang kesini.Sana temui dia"ucap Nixias yg sudah selesai mendaratkan space altar nya


"Dimana...?"ucap Leslie yg tak menemukannya setelah melihat sekeliling


"Itu didepan..."ucap Nixias sambil mengarahkan wajahnya ke depan


Leslie terus melihat kearah yg ditunjukkan Nixias,tapi dia tak melihat apa² di arah sana.Setelah 3 detik berlalu barulah Leslie bisa melihat bayangan gurunya dari arah ini


"Jarak penglihatan mu terlalu jauh kek...Yasudah.Aku akan menemuinya dulu ya"ucap Leslie yg tersenyum sambil keluar dari space altar


"Pergilah..."ucap Nixias yg juga tersenyum


Setelah Leslie turun,yg lainya juga ikut turun satu persatu dibelakang


Seorang pemuda yg memakai baju putih dengan sedikit corak biru dan bawahannya serba hitam terlihat terbang dari kejauhan mendekati Leslie dan Mendarat tepat didepannya


"Akhirnya kamu kembali juga.Kemana saja kamu selama ini?.Biasanya kamu langsung kembali sebelum seminggu dikampung.Guru sampai khawatir kamu tak kembali lagi loh"ucap gurunya Leslie


"Bisakah kamu ceritakan pada gurumu,apa saja yg telah menimpamu selama kamu pulang kampung?"ucap gurunya Leslie yg terlihat khawatir


Leslie menceritakan kronologi singkat dari kejadian yg dia alami sebelumnya pada gurunya hingga mereka harus pindah ke kota


"Itu benar² situasi yg sangat mengerikan.Syukurlah kau bisa selamat dari kejadian ini.Aku pasti akan sangat merasa bersalah kalau sampai sesuatu terjadi padamu,sedangkan aku disini bahkan tak tau mengenai ini sama sekali"ucap gurunya Leslie yg terlihat sangat panik setelah mendengar cerita ini


"Tidak kok guru.Artefak yg kau berikan padaku saat itu benar² sangat berguna.Jadi guru tak usah merasa bersalah begini"ucap Leslie tersenyum


"Aku merasa sangat bersyukur karena itu bisa membantumu.Aku merasa sedikit senang karena artefak itu berguna.Jika guru tau kau akan mengalami kejadian seperti ini,guru pasti akan memberi beberapa artefak lain padamu"ucap gurunya Leslie sambil mendekati Leslie dan mengelus kepalanya


Gurunya Leslie melihat kearah Nixias setelah ini


"Sudah lama kita tak bertemu.Ayo kita masuk kedalam dulu.Aku sudah menyuruh beberapa orang untuk menyiapkan penyambutan kalian sebelum aku kesini.Ayo ikut aku"ucap gurunya Leslie sambil mengeluarkan rug zing nya


"Dengan senang hati,aku terima undangamu.Ayo!.Kita langsung ke sana saja"ucap Nixias dengan percaya diri


"Dasar tak tahu malu..."ucap Leslie sambil menatap tajam kearah kakeknya


Semuanya hanya tersenyum mendengar Leslie mengatakan ini,kecuali Paman Nias,dia sedikit menutup mukanya saat melihat ayahnya yg tak tau malu ini


Mereka semua naik ke atas rug zing yg tadinya dikeluarkan gurunya Leslie


Gurunya Leslie membawa mereka ke tempat pribadinya di sebuah puncak gunung tertinggi disini.Setelah sampai dipuncak,rug zing ini berhenti di sebuah taman bunga yg sangat indah dipuncak ini


Setelah menuruni rug zing,gurunya Leslie memandu mereka semua kesebuah tempat santai di taman ini dan duduk di sana dengan ditemani teh yg telah selesai diseduh


"Ini adalah teh dengan kualitas terbaik disini.Silahkan diminum"ucap gurunya Leslie mempersilakan


Semuanya langsung mencoba teh ini sambil menikmati sensasi kenikmatannya


"Ini benar² sangat enak.Kualitas rasanya hampir setara dengan teh kualitas impor dari istana dari kerajaan kita.Aku sangat suka dengan rasanya ini"ucap Nixias yg telah mengosongkan cangkirnya


"Tambah saja lagi jika kau suka.Disini masih ada banyak kok"ucap gurunya Leslie sambil tersenyum


"Baiklah jika kau berkata begitu.Aku tak akan sungkan²"ucap Nixias yg langsung menambah tehnya


"Dasar...Dia sedang menikmati teh atau sedang kehausan sih sekarang"ucap Paman Nias dalam hati yg tak bisa berkata apa² melihat kelakuan ayahnya


"Apa aku hajar saja wajah tak tahu malunya ini,untuk meredakan amarah ku..."ucap Leslie dalam hati dengan wajahnya yg sudah merah menahan rasa malu


"Leslie.Wajahmu terlihat sangat merah.Apa kau kepanasan?.Tak usah terburu² minumnya kalau masih panas.Kakek akan menyisakan tehnya untukmu sedikit nanti.Santai saja"ucap Nixias dengan santai


"Sabar².Masih ada guruku disamping.Tetap tenang.Sabar².Bonus untuk orang sabar itu awet muda..."ucap Leslie dalam hati menenangkan dirinya dengan senyuman yg masih terlukis diwajahnya dan tinjunya yg sudah terkepal kuat

__ADS_1


"Ngomong².Siapa anak muda ini?.Aku merasa sedikit asing dengan wajahnya.Apa kami benar² tak pernah bertemu sebelumnya?"ucap gurunya Leslie yg penasaran saat melihat Rasya


"Dia saudaranya Leslie,dia memang belum pernah kesini sebelumnya"ucap Nixias yg langsung menjawab dan lanjut minum


"Maaf tak mengenalkan diri sebelumnya.Nama saya Rasya.Saya saudara angkatnya Leslie"ucap Rasya memperkenalkan diri


"Oh.Kamu sangat sopan ternyata.Aku akan terlihat buruk jika tak memperkenalkan diri sekarang.Namaku Grahav Lovato.Pemilik perguruan ini,sekaligus gurunya Leslie.Bolehkah aku tau,kamu sekarang bergabung dengan perguruan mana"ucap gurunya Leslie penasaran


"Aku belum bergabung ke perguruan manapun untuk sekarang"ucap Rasya


"Kalau kamu mau,kamu boleh bergabung dengan perguruan ini saja.Bagaimana?.Apa kamu tertarik"ucap gurunya Leslie


Leslie tersenyum lebar saat mendengar gurunya yg langsung mengundang Rasya ke perguruan nya


"Aku minta maaf sebelumnya.Bukannya aku ingin menolak kebaikan anda,tapi aku benar² tak mengerti apa² soal perguruan ini.Jadi sekali lagi aku minta maaf karena harus menolak undangan anda ini"ucap Rasya dengan sopan


"Yasuda..."ucap gurunya Leslie


Leslie langsung menghentikan gurunya sebelumnya menyelesaikan kata² ini.Leslie langsung mendekat ke telinga gurunya dan membisikkan sesuatu


"Jangan melepaskannya begitu saja guru.Dia ini benar² jenius kultivasi.Meski dia baru belajar kultivasi seminggu yg lalu,tapi perkembangannya benar² diluar imajinasi kita.Dia bahkan hanya butuh semalam untuk naik kepuncak fusion zing tingkat 1.Dan guru bayangkan saja,hanya dengan ranah nya yg tingkat 1 ini dia bisa mengalahkan ku hanya dengan satu gerakan tampa bisa ku lawan sedikitpun.Meski aku tak tau dia sudah di tingkat apa dia sekarang.Tapi 1 yg harus guru tau,dia benar² sangat kuat.Kalau guru melepaskannya,seumur hidup pun guru tak akan menjumpai jenius sepertinya ini lagi"ucap Leslie sambil berbisik membujuk gurunya agar Rasya tetap disini


Gurunya Leslie seketika langsung bimbang mendengar bisikan Leslie ini.Dia benar² tak percaya kalau ada orang yg bisa meningkat hanya dalam satu malam.Tapi jika apa yg dikatakan Leslie benar,maka dia benar² akan rugi besar jika melepaskan Rasya ini.Karena tak punya waktu lama,gurunya Leslie hanya bisa memilih untuk bertaruh sekarang


"Apa yg sedang kalian bicarakan?.Aku melihat kalian seperti sangat serius begitu"ucap Nixias yg penasaran sambil lanjut mengosongkan guci tehnya


Leslie dan gurunya langsung berbalik arah ketika mendengar panggilan Nixias ini


"Ehemm...Setelah aku pikir².Bagaimana jika begini saja.Kalau kau mau bergabung dengan perguruan ku,kau akan langsung ku jadikan murid dalam tampa harus mengikuti ujian dan mendapatkan perlakuan yg sama seperti mereka.apa kau tertarik"ucap gurunya Leslie mencoba membujuk Rasya


"Aku kan tadi sudah bilang kalau aku menolak"ucap Rasya kebingungan


"Bagaimana kalau aku akan langsung menjadikanmu murid inti.dan mendapatkan perlakuan yg sama dengan mereka?ucap gurunya Leslie kembali membujuk Rasya


"Aku benar² tak tertarik dengan itu"ucap Rasya mengerutkan wajah


"Sepertinya Leslie sudah mengatakan sesuatu tentang Rasya pada gurunya tadi.Dasar...Wanita memang bukan tempat yg tepat untuk menyimpan rahasia.Kuharap yg dia katakan itu bukanlah sesuatu yg terlalu mencolok.Tapi sepertinya ini tetap tak akan selesai dengan mudah"ucap Nixias dalam hati sambil menikmati tehnya dengan serius


"Bagaimana kalau aku menjadikanmu murid inti ku,aku akan memperlakukanmu sama seperti Leslie"ucap gurunya Leslie tak menyerah


"Aku tetap tidak mau"ucap Rasya yg mulai jengkel menjawabnya


"Bagaimana jika..."ucap gurunya Leslie


"Cukup!.Kau itu terlalu memaksa Rasya.Begini saja.Atur orang²mu untuk melawan Rasya dalam 3 putaran.Kalau mereka bisa mengalahkannya dalam 1 babak saja,Rasya akan bergabung dengan perguruan ini.Bagaimana?..."ucap Nixias memotong kata² gurunya Leslie


"Tapi kakek..."ucap Rasya ingin menolak


Nixias mendekati Rasya dan berbisik padanya


"Sudah lakukan saja.Itu cuma 3 babak kok.Apa susahnya.Bahkan kalau tua bangka ini turun tangan.Aku yakin dia itu juga bukan masalah buatmu.Tapi tenang saja itu tak akan mungkin terjadi.Kau hanya harus mengalahkan mereka,tak perlu membunuhnya.Hitung saja ini sebagai olahraga pagi"ucap Nixias berbisik


"Baiklah kalau kakek berkata begitu"ucap Rasya setuju


Karena mendengar Rasya yg sudah setuju,Nixias berbalik kearah gurunya Leslie


"Bagaimana...Apa kau sudah memutuskannya.Aku akan langsung pergi jika kau tak setuju"ucap nixias


"Apa kau yakin Rasya sanggup bertarung selama 3 putaran"ucap gurunya Leslie ragu²


"Kau hanya perlu menjawab ia atau tidak.Kalau tidak,aku akan pulang sekarang"ucap Nixias sambil berbalik arah dan membawa teko berisi teh yg sebelumnya bersamanya


"Tunggu².Aku setuju"ucap gurunya Leslie


"Kalau begitu langsung buat arena nya sekarang.Aku masih harus menempel tidurku yg kurang tadi malam"ucap Nixias yg kembali duduk di tempatnya


"Baiklah jika itu mau mu"ucap gurunya Leslie


Gurunya Leslie mengerakkan tangannya yg tiba² membuat tanah disekitarnya terangkat dan terbentuklah sebuah arena di udara


Sebuah kata pemberitahuan dibuatnya di awan dengan energi jiwanya.Membuat semua muridnya berkumpul di sekitar dan berdiri tegak di atas pedang mereka


"Apa sekarang sudah boleh dimulai?"ucap gurunya Leslie melihat kearah Nixias


Mendengar ini,Rasya langsung melompat ke atas arena yg telah dibentuk sebelumnya


"Mulai saja..."ucap Rasya yg sudah berdiri tegak di arena


"Tunggu apa lagi.Orang yg bersangkutan sudah di atas arena tuh"ucap Nixias sambil berbaring santai melihat kearah Rasya


"Aku hanya tau Rasya pernah mengalahkan Leslie.Tapi tak pernah melihat,seperti apa caranya bertarung.Kebetulan sekali,aku juga ingin melihat penampilannya"ucap Paman Nias yg mulai bicara saat melihat Rasya meloncat ke arena


"Apa kau tak khawatir sesuatu akan terjadi pada Rasya?"ucap Bibi Arshia sambil melihat kearah Paman Nias


"Khawatir.Untuk apa?.Aku sudah pernah melihat seperti apa serangannya saat pertama kali dia belajar berpedang dan juga serangannya saat melawan Leslie.Keduanya bukanlah serangan yg sederhana.Dan itu sudah seminggu yg lalu.Aku tak bisa membayangkan,sekuat apa dia sekarang"ucap Paman Nias dengan serius


"Karena kamu terlihat sangat percaya dengannya,mari kita lihat saja penampilan seperti apa yg akan dia berikan selanjutnya..."ucap Bibi Arshia sambil melihat kearah Rasya


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2