
Didepan Paviliun 1001 Harta
"Akhirnya sampai juga..."ucap Rasya sambil mendarat ketanah
Melihat Rasya yg mendarat didepan pintu masuk paviliun,2 orang wanita cantik mendekatinya
"Selamat datang tuan.Apa ada yg bisa saya bantu"ucap salah seorang dari mereka
"Aku ingin menemui Kepala Paviliun,bisakah kalian mengantarku menemuinya"ucap Rasya
Kedua pelayan ini tertawa kecil mendengar pertanyaan Rasya
"Maaf,Kepala Paviliun sedang tak ada disini.Tapi sebenarnya walau dia adapun,tak semua orang bisa menemuinya.Bolehkah kami tau siapa tuan dan ada urusan apa ingin menemui kepala paviliun"ucap salah seorang dari mereka
"Dia terlihat masih sangat muda.Memangnya apa yg bisa membuat Kepala Paviliun tertarik dengan anak muda bau kencur ini"ucap salah seorang dari mereka dalam hati sambil menahan tawa
"Ohhh.Maaf karena aku lupa mengenalkan diri.Tapi,apakah ini cukup untuk membuatku bisa bertemu Kepala Paviliun"ucap Rasya sambil menunjukkan kartu vip yg tiba² saja sudah ada ditangannya
Kedua pelayan ini serentak terkejut melihat kartu vip yg dipegang Rasya.Mereka yg tadinya cengar-cengir,langsung menundukkan wajahnya kebawah
"Itu kartu vip tertinggi ditempat lelang ini.Sejak kapan Kepala Paviliun memberikan kartu ini pada orang lain.Anak muda ini benar² bukan tamu sembarangan ditempat lelang ini.Bisa tamat riwayat kami kalau dia mempermasalahkan sikap kami yg sebelumnya"ucap kedua pelayan ini dalam hati dengan keringat yg langsung mengalir ditubuhnya
"Maafkan kami tuan.Maafkan sikap kurang ajar kami yg sebelumnya.Kami tak tau kalau anda adalah tamu terhormat disini"ucap keduanya yg langsung berlutut didepan Rasya
"Sudah².Tak usah formal² begini.Antarkan saja aku ketempat Kepala Paviliun.Aku sedang buru² sekarang"ucap Rasya sambil menyimpan kembali kartu vip nya
"Terimakasih tuan atas belaskasihannya.Tapi hari ini Kepala Paviliun benar² tak ada disini.Dia sedang menyiapkan sebuah acara pelelangan di desa Arifuda yg berada di jarak 400 mil dari sini"ucap keduanya yg masih berlutut
"Jadi dia benar² tak ada disini ya.Bisakah kalian menghubunginya dan katakan padanya,kalau aku akan menunggunya disini dalam 8 jam kedepan.Kalau dia tak bisa pulang dalam waktu itu,maka aku tak akan menunggunya lagi"ucap Rasya
"Bisa tuan.Kami akan segera menghubunginya sekarang.Mari masuk kedalam dulu.Saya akan memandu tuan kedalam.Biarkan teman saya yg akan menyampaikan pesan ini pada Kepala Paviliun"ucap salah seorang dari mereka
"Baiklah.Tunjukan jalannya"ucap Rasya
"Silahkan tuan"ucap pelayan ini sambil membawa Rasya kesebuah ruangan vip
Pelayan yg satunya lagi,langsung menuju ke tempat Asao dan memberitahukan kedatangan orang yg memegang kartu vip tertinggi padanya
Asao langsung tau kalau orang yg mereka sebutkan padanya ini adalah Rasya.Dia langsung menghubungi Kepala Paviliun setelah ini dan mengabarkan kedatangan Rasya kepadanya
Kepala Paviliun yg mendengar kabar ini,dia langsung bergegas pulang dari sana dan menyerahkan semua urusan lelang pada pelayannya di sana.Untuk kelancaran pelelangan di sana,Awoeba ditugaskan menjaga tempat tersebut selama Kepala Paviliun tak ada di sana
Setelah selesai mengatur semuanya,Kepala Paviliun langsung tancap gas ketempat teleportasi terdekat di sana
Hanya butuh waktu yg kurang dari 15 menit,Kepala Paviliun pun tiba di depan ruangan tempat Rasya berada saat ini dengan nafasnya yg sudah sangat ngos-ngosan
Asao yg tadinya ingin menemani Rasya sebelum kedatangan Kepala Paviliun,dia terkejut saat melihat Kepala Paviliun yg sudah berada tepat di samping sekarang
"Dimana Rasya?"ucap Kepala Paviliun yg masih ngos-ngosan
"Dia ada di ruangan didepan sana.Apa tuan baik² saja sekarang"ucap Asao yg terheran² melihat Kepala Paviliun yg terlihat sangat berantakan sekarang
"Tenang saja.Aku baik² saja"ucap Kepala Paviliun sambil mencoba menarik nafas panjangnya
"Memang layak sebagai master ranah arc zing tingkat 7.Dia bahkan bisa sampai kesini dari jarak sejauh itu dengan waktu yg secepat ini.Tapi bisa membuat Kepala Paviliun sampai panik begini saat ingin bertemu dengannya,mungkin hanya Rasya saja yg pernah melakukannya.Kepala Paviliun pasti menaruh perhatian yg sangat besar padanya"ucap Asao dalam hati sambil melihat kearah Kepala Paviliun yg sudah di depannya
Kepala Paviliun mendekati ruangan Rasya sambil merapikan pakaiannya yg sudah sangat berantakan.Ia mencoba menarik nafas panjangnya dan bersiap bertemu Rasya sekarang
...---------------------...
Dalam ruangan Rasya saat ini
Pelayan yg sebelumnya membawa Rasya kemari terlihat sedang mengatur berbagai hidangan didepan Rasya sekarang
Karena belum pernah melihat makanan² ini,Rasya iseng² mengambil makanan yg sedang diatur didepannya ini dan mencicipinya satu persatu
"Apa dia benar² orang yg memiliki status besar disini.Sikapnya samasekali tak menunjukkan kharisma dari seseorang yg berwibawa.Aku sedikit mencurigai keaslian statusnya ini.Tapi dengan adanya kartu vip ditangannya,aku benar² tak bisa berkata apa²"ucap pelayan ini dalam hati sambil melihat kearah Rasya
"Nikmatilah hidangan ini sepuasnya tuan.Jika ada yg kurang nantinya katakan saja padaku.Aku akan berusaha sebaik mungkin untuk memenuhi keinginan tuan"ucap pelayan ini yg sudah selesai mengatur hidangan yg sangat banyak di depan Rasya
"Kau telah melakukan yg terbaik.Sekarang duduklah disini dan ayo temani aku makan"ucap Rasya yg sedang makan sambil menunjuk kearah sofa didepannya
"Tuan pasti bercanda.Saya tak berani bersikap begitu tak sopan dihadapan anda"ucap pelayan ini sambil tersenyum dan keringat dingin
"Yg benar saja.Mana ada orang besar yg bersedia makan bersama pelayannya.Ada masalah apa dengan kepala orang ini"ucap pelayan ini dalam hati sambil terus mempertahankan senyumannya
"Tak usah sungkan² begitu.Aku mana bisa menghabiskan semua ini sendirian.Ayo duduklah di sana"ucap Rasya sambil lanjut makan
"Situasi macam apa ini.Mana berani aku duduk didepannya dengan statusku yg hanya pelayan disini.Tapi kalau aku tak duduk,takutnya itu akan menyinggungnya.Apa yg harus kulakukan sekarang..."ucap si pelayan dalam hati kebingungan
Tiba² sebuah suara terdengar dari luar pintu
"Tuan.Ini aku Kepala Paviliun.Bolehkah aku masuk sekarang"ucap Kepala Paviliun yg sudah berada diluar ruangan
"Silahkan masuk saja..."ucap Rasya melihat kearah pintu
__ADS_1
"Apa?.Kepala Paviliun saja memanggil dia tuan.Apa status orang ini sebenarnya"ucap si pelayan dalam hati terkejut
Kepala Paviliun langsung masuk ke dalam setelah mendengar kata² Rasya ini.Dilihatnya Rasya yg sedang makan didalam ruangan ini beserta pelayannya yg berdiri di samping Rasya
"Kamu sampai kesini dengan sangat cepat Tuan Duan.Aku kira kamu akan butuh beberapa jam baru sampai disini.Ayo duduk disini dulu,jangan hanya berdiri di sana"ucap Rasya sambil melihat kearah Kepala Paviliun
"Bagaimana mungkin aku akan menunda² untuk pulang,saat tau kalau tuan sudah berkunjung kesini..."ucap Kepala Paviliun sambil berjalan kearah Rasya dan duduk di depannya
"Apa tuan menyukai pelayan ku ini.Aku tak keberatan memberinya pada tuan jika tuan menginginkannya"ucap Kepala Paviliun dengan sedikit mendekati Rasya dan berbisik
Si pelayan yg masih di samping mereka,mukanya langsung memerah mendengar ucapan Kepala Paviliun ini
"Uhuk...Uhuk...Uhuk(batuk)...Apa yg kau pikirkan.Aku masih terlalu muda untuk memikirkan hal² seperti itu"ucap Rasya yg sedang makan kaget mendengar perkataan Kepala Paviliun
"Hhh.Aku hanya bercanda,tak usah menganggapnya serius"ucap Kepala Paviliun sambil tertawa melihat Rasya yg kaget
"Kamu sudah boleh pergi sekarang.Katakan pada siapapun yg ingin menemui ku,kalau aku sedang sibuk dan tak menerima tamu sekarang"ucap Kepala Paviliun melihat kearah pelayannya
"Baik tuan.Aku permisi dulu"ucap si pelayan dengan wajahnya yg masih merah menahan rasa malu dan pergi meninggalkan mereka dalam ruangan ini
Setelah melihat pelayannya keluar dari ruangan ini,Kepala Paviliun kembali melihat kearah Rasya yg sedang makan dan memulai pembicaraannya
"Apakah tuan puas dengan pelayanan disini.Jika ada yg kurang katakan saja.Aku akan berusaha sebaik mungkin untuk memperbaikinya"ucap Kepala Paviliun memulai basa-basi
"Sudah².Aku sebenarnya sedang buru² sekarang.Jadi karena Tuan Duan sudah ada disini,mari kita langsung ke intinya saja"ucap Rasya yg mulai serius
"Aku tak melakukan kesalahan apa²kan.Kenapa dia langsung serius begini.Mudah²han saja ini bukan sebuah masalah.Bisa gawat kalau dia sampai tak senang dengan kinerjaku"ucap Kepala Paviliun dalam hati dengan jantungnya yg berdetak kencang melihat wajah serius Rasya
"Katakan saja apa yg tuan inginkan.Aku pasti akan melakukan yg terbaik untuk memenuhinya"ucap Kepala Paviliun sambil mempertahankan wajah tersenyum nya
"Aku cuma ingin menambah item lelang saja.Aku tak tau apa Tuan Duan masih bersedia menerimanya atau tidak"ucap Rasya
Mendengar ini,wajah Kepala Paviliun yg tadinya sudah sedikit ketakutan langsung kembali ceria.Dengan semangat dia langsung mendekati Rasya
"Itu kabar yg sangat bagus.Item seperti apa yg akan tuan lelang kali ini?"ucap Kepala Paviliun sambil berdiri dengan sopan di hadapan Rasya
"Kalau orang lain yg berkata begini,aku masih curiga kalau itemnya pasti artefak biasa² saja.Tapi karena ini adalah ucapan Rasya,aku yakin artefak yg akan dia lelang tak lebih kurang dari artefak tingkat prajurit"ucap Kepala Paviliun dalam hati dengan matanya yg berbinar²
"Aku akan melelang semua ini,apakah kau sanggup menampungnya"ucap Rasya sambil mengeluarkan sesuatu dari cincin ruangnya
Ratusan artefak tingkat jendral peringkat rendah sampai artefak tingkat raja peringkat menengah dan ribuan item langka lainnya dikeluarkan oleh Rasya saat ini,sehingga hampir seluruh ruangan ini sekarang di penuhi oleh benda² yg keluar dari cincin ruang Rasya
Kepala Paviliun yg sudah menduga hal ini,dia sudah bersiap untuk tak terkejut dari tadi.Saat Rasya mengeluarkan item² ini,Kepala Paviliun langsung tersenyum kegirangan.Dia langsung merebahkan dirinya di atas tumpukan didepannya dan memeluk tumpukan ini dengan wajahnya yg sangat bahagia
"Ini benar² surga dunia.Dalam mimpi sekalipun,aku tak pernah melihat artefak kelas tinggi dan ribuan item langka lain sebanyak ini.Setelah melihat semuanya dengan jumlah yg sebanyak ini,aku bahkan rela mati setelah ini tampa penyesalan sama sekali"ucap Kepala Paviliun sambil terus memeluk artefak² ini
"Hhh.Karena aku ini tak suka bertarung,maka seumur hidupku,aku terus belajar cara bertahan.Jadi jangan khawatir dengan pertahanan tubuhku.Tampa orang yg mengendalikannya,artefak ini mungkin hanya bisa memberi luka goresan padaku"ucap Kepala Paviliun sambil tiduran dan bolak-balik di atas artefak² ini dengan bahagia
"Terserah kau sajalah kalau begitu...Bagaimana.Apa kau bisa menampung semua ini di rumah lelang mu"ucap Rasya sambil melihat kearah Kepala Paviliun
"Tenang saja tuan.Aku sanggup menampung semuanya ini.Aku berjanji tak akan mengecewakan tuan dengan hasilnya nanti"ucap Kepala Paviliun sambil bangun dari tumpukan artefak dengan pakaiannya yg sudah compang-camping dan mendekati Rasya
"Baiklah kalau begitu.Aku serahkan semua ini padamu"ucap Rasya
"Terimakasih untuk semua ini tuan.Bila kedepannya tuan membutuhkan ku,jangan sungkan² untuk mengatakannya.Aku berjanji tak akan menolak permintaan tuan meski taruhannya adalah nyawaku sendiri"ucap Kepala Paviliun sambil berlutut didepan Rasya
"Sudah².Tak usah berlebihan begini.Kita hanya menjalin hubungan bisnis.Tak ada yg istimewa dengan itu"ucap Rasya yg langsung menahan Kepala Paviliun yg ingin berlutut dan membangunkannya
"Baiklah jika tuan berkata begitu.Tapi janjiku ini masih berlaku kapan saja.Jangan sungkan² memintanya padaku"ucap Kepala Paviliun sambil tersenyum
"Iya².Akan aku pikirkan tentang ini nanti.Sekarang urus dulu pakaianmu yg sudah compang-camping itu.Apa yg akan orang katakan jika melihatmu dengan pakaian begini"ucap Rasya sambil melepaskan tangannya dari lengan Kepala Paviliun dan kembali duduk untuk makan
"Kalau begitu aku akan membereskan ini dulu.Tuan lanjutkan makan saja.Kalau ada yg kurang katakan saja padaku"ucap Kepala Paviliun sambil membenarkan pakaian ditubuhnya
"Iya².Lakukan saja sesukamu"ucap Rasya melanjutkan makan
"Baik tuan..."ucap Kepala Paviliun
Kepala Paviliun langsung memisahkan semua item yg dibawa Rasya kedalam cincin ruangnya.Dia mengatur semuanya sesuai urutan dan tingkatannya masing²
Setelah selesai Kepala Paviliun kembali pamit pada Rasya dan ia pergi ke kamar mandi setelah ini
Setelah Kepala Paviliun kembali kesini,Rasya menghabiskan waktu paginya disini hari ini dengan ditemani Kepala Paviliun.Mereka berbicara ringan di sana sampai hari hampir siang
Rasya disini juga mengatakan tentang rencananya yg akan pindah ke pusat setelah ini.Mengetahui hal ini,Kepala Paviliun langsung membuat peta rumah lelangnya yg baru di buatnya beberapa hari yg lalu dipusat.Dia menyerahkan peta ini pada Rasya
Setelah hari menjelang siang Rasya berpamitan pada Kepala Paviliun dan kembali ke rumah
Kepala Paviliun mengantarkan kepergian Rasya ini dengan sangat bahagia.Dia terus melihat kearah Rasya hingga akhirnya Rasya luput dari pandangannya
"Item² yg dia serahkan padaku kali ini,kualitasnya jauh lebih baik dari yg sebelumnya.Aku penasaran,item seperti apa yg akan dia bawa di pertemuan kami selanjutnya.Aku sangat menantikan saat itu"ucap Kepala Paviliun sambil berbalik kearah paviliunnya
...------------------...
Di rumah Paman Nias
__ADS_1
"Huahhh(menguap sambil mengangkat tangannya)...Hari ini kita akan pindah ke pusat dan besok juga sudah sampai waktunya aku kembali ke perguruan.Benar² hari yg sangat melelahkan"ucap Leslie yg baru saja selesai mandi setelah mengemas barang²nya
"Kamu harus semangat belajar dan berlatih.Usahakan untuk tak tertinggal terlalu jauh dari Rasya.Meski ibu tau kamu tak bisa berdiri setara dengannya,tapi setidaknya cobalah untuk tak menjadi beban untuknya dimasa depan"ucap Bibi Arshia yg sedang menyisir rambut Leslie sekarang
"Iya².Aku tau kok bu.Aku akan berusaha keras untuk mengejar ketinggalan ku ini kedepannya.Tapi aku penasaran,apa ranah Rasya sekarang ya?.Apa dia sekarang sudah berada ditingkatan yg sama denganku atau tidak?"ucap Leslie yg tiba² memasang wajah penasarannya
"Ibu juga tak tahu jelas tentang itu.Orang yg bisa meningkatkan ranah nya secepat dia,sulit untuk ditebak berapa banyak perkembangannya dalam beberapa hari ini.Disaat orang lain butuh waktu tahunan untuk meningkat 1 tingkat,dia malah bisa meningkatkannya hanya dalam beberapa hari.Ibu merasa kalau dia adalah lelucon terbaik dalam dunia kultivasi.Peningkatannya benar² menghina kata² "Perjuangan".Hhh"ucap Bibi Arshia sambil tertawa lepas
"Hhh.Ibu kau terlalu mengejek Rasya dengan kata² itu.Rasya pasti akan sangat marah kalau dia tau ibu berkata dia tak pernah berjuang"ucap Leslie yg juga ikutan ketawa
"........"
Keduanya terus membuat canda tawa pada saat sedang berdandan ini
...----------------...
Paman Nias yg sudah selesai berkemas,dia duduk dihalaman rumahnya sambil ditemani segelas teh di sampingnya
Sambilan menunggu yg lainnya berkumpul Paman Nias mencoba mengisi waktu luangnya dengan membaca dan memahami beberapa buku seni beladiri
Dengan pemandangan di halamannya yg sangat sejuk dan memanjakan mata,Paman Nias benar² menghabiskan waktunya dengan tenang disini
Bibi Arshia dan Leslie yg sudah selesai berdandan terlihat mendekat ketempat Paman Nias saat ini
"Ayah.Kami sudah siap sekarang.Apakah ayah sudah lama menunggu kami disini?"ucap Leslie sambil mendekati tempat Paman Nias dengan gembira
"Tidak kok.Ayah juga baru tiba disini sekitar 4 jam yg lalu"ucap Paman Nias sambil meminum tehnya
Leslie dan Bibi Arshia tertawa pecah saat mendengar kalau Paman Nias sudah menunggu mereka disini dari 4 jam yg lalu
"Apa kakek juga belum sampai disini.Perasaan dia yg tadi pagi bilang akan berangkat sekarang"ucap Leslie sambil menyapu air mata bekas ketawanya tadi
"Ayah sudah tak melihatnya dari tadi pagi.Mungkin ada sesuatu yg belum selesai dia kerjakan sekarang"ucap Paman Nias sambil lanjut membaca
"Yasudah.Kita tunggu saja dia sebentar lagi.Rasya juga belum pulang sekarang"ucap Bibi Arshia
Tak lama setelah Bibi Arshia mengatakan ini,dari kejauhan terlihat Rasya yg menuju ketempat ini mengunakan rug zing nya
"Itu Rasya sudah pulang..."ucap Paman Nias sambil menutup bukunya
"Baru juga disebut..."ucap Leslie tersenyum
"Paman...Bibi...Leslie...Kalian semua sudah siap ya.Maaf kalau membuat kalian menunggu lama"ucap Rasya sambil mendarat didepan mereka
"Tidak kok.Kami juga baru tiba disini tadi"ucap Bibi Arshia tersenyum
"Syukurlah kalau begitu.Ngomong².Dimana kakek.Kenapa dia tak kelihatan disini"ucap Rasya melihat² sekitar
"Dia masih belum muncul dari tadi.Aku tak tau,apa yg sedang dia lakukan sekarang"ucap Leslie sambil mengerutkan keningnya
"Kita tunggu saja dia sebentar lagi.Kalau sudah siap,dia juga pasti keluar sendiri...Rasya.Apa masih ada yg yg belum kamu bereskan sekarang?"ucap Paman Nias
"Tidak paman.Semua barang ku,ada dalam cincin ruang.Jadi semuanya sudah ada disini sekarang"ucap Rasya sambil menunjukkan cincin ruangnya
"Jangan terlalu sering membawa semua barang mu di cincin ruang.Kalau suatu saat kamu dirampok,kau pasti akan kehilangan semua barang mu"ucap Paman Nias serius
"Iya paman.Aku akan berhati² kedepannya"ucap Rasya sambil tersenyum dan menggaruk kepala
Leslie tertawa kecil mendengar ayahnya yg berkata demikian pada Rasya
"Kenapa kamu tertawa.Apa ada yg salah dengan perkataan ayahmu"ucap Bibi Arshia yg terheran² melihat Leslie yg tertawa
"Tidak².Aku cuma sedang ingin tertawa saja sekarang"ucap Leslie mengelak
Bibi Arshia dan Paman Nias kebingungan melihat ekspresi Leslie ini
Tiba² sebuah ledakan kecil muncul dari kamar Nixias.Semua orang kaget mendengar suara ini dan langsung melihat kearah ledakannya
"Kakek/Ayah..."teriak Leslie dan Bibi Arshia secara serentak
Paman Nias langsung bergegas menuju mereka berdua dan merangkulnya
"Tenanglah.Ayah pasti baik² saja"ucap Paman Nias menenangkan mereka di pelukannya
"Ayah...Apa yg terjadi padamu.Jangan buat kami panik begini jika kau masih hidup.Keluarlah"ucap Paman Nias dalam hati dengan matanya yg berkaca² sambil melihat kearah bangunan yg sudah luluh lantak di tanah
"Apa yg terjadi pada kakek..."ucap Rasya yg melihat tak ada pergerakan apa² dari ruangan Nixias
"Aku tak tau.Aku hanya khawatir kalau ini adalah serangan dari orang yg sebelumnya mengepung kami"ucap Paman Nias sambil memeluk anak dan istrinya yg sedang menangis melihat ketempat Nixias
"Aku akan mengecek kondisi disana.Paman jagalah mereka disini"ucap Rasya yg langsung maju ke depan
"Berhati²lah dengan jebakan mereka di sana..."ucap Paman Nias yg sudah mulai meneteskan air matanya
"Akan ku buat mereka semua jadi abu,kalau itu benar² ulah mereka..."ucap Rasya dalam hati sambil terus maju ke depan dengan tinjunya yg sudah terkepal kuat
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung...