Legenda Bocah Bencana

Legenda Bocah Bencana
Kebenaran Yg Tersembunyi


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan yg sangat lama,akhirnya Rasya dan yg lainnya sampai juga di tempat tujuan mereka.Tempat ini adalah pusat dari kota yg berada dibawah kepemimpinannya Nixias yaitu kota Oxiland


Setelah melakukan perjalanan santai di atas kota ini,mereka akhirnya tiba ditempat tinggal Nixias yg tak disangka oleh Rasya bahwa itu adalah sebuah istana


Nixias mendaratkan space altar nya setelah sampai didepan istana ini.Satu persatu orang yg ada didalam menuruni space altar dan melangkahkan kakinya di atas permadani yg telah terhampar dibawah space altar ini tadi


Setelah semuanya turun,Nixias menyimpan space altar nya kembali dan maju memimpin jalan untuk memasuki istana


Seseorang diantara orang yg menyambut Nixias ini maju ke depan dan memberi hormat padanya


"Selamat datang kembali tuan..."ucap orang yg maju ini


"Selamat datang kembali Matahari Oxiland.Semoga kejayaan dan kemakmuran selalu menyertai anda"sambut semua orang² yg hadir disini sambil memberi hormat


"Betrant.Apakah ada masalah disini,selama kepergian ku?"ucap Nixias bertanya pada orang yg maju ke depan tadi


"Menjawab tuan.Tak ada masalah besar untuk saat ini.Saya sudah membereskan semua masalah yg ada.Yg tersisa hanya hal² yg biasa terjadi sehari²nya"ucap Betrant sambil memberi hormat


"Kerja bagus.Aku sangat puas dengan kinerja mu"ucap Nixias tersenyum


"Terimakasih atas pujiannya tuan.Karena sekarang anda sudah kembali.Maka saya akan menyerahkan kembali titah kuhoni ini pada tuan"ucap Betrant sambil mengulurkan tangannya yg berisi sebuah batu rubi berbentuk bintang yg bertuliskan kuhoni diatasnya kepada Nixias


"Aku terima dengan senang hati..."ucap Nixias sambil meletakkan tangannya di atas batu rubi


Batu rubi ini menghilang entah kemana setelah Nixias meletakkan tangan diatasnya


"Silahkan masuk tuan.Ratu sudah menunggu anda didalam dari tadi"ucap Betrant yg masih memberi hormat


"Aku pergi dulu kalau begitu.Dan terimakasih telah membantu menjalankan tugasku selama ini"ucap Nixias sambil tersenyum


"Itu sudah tugasku sebagai penasihatmu.Aku dengan senang hati melakukan tugas ini"ucap Betrant sambil tersenyum


Permadani yg berada dibawah kaki Nixias terangkat ke udara setinggi sejengkal setelah ini dan membawa Nixias dan yang lain melewati jembatan dan berhenti setelah Nixias sampai diujung halaman,didepan aula utama istana


Seorang wanita cantik bermata hijau dan berambut hitam pekat berdiri dengan anggun didepan pintu masuk aula istana.Dia tersenyum kearah Nixias


Setelah Nixias berjarak 5 meter dengan wanita ini,wanita ini mengangkat sedikit gaunnya dan memberi hormat pada Nixias


"Selamat datang kembali suamiku..."ucap wanita ini


"Sudah².Jangan terlalu formal begini denganku"ucap Nixias sambil mendekati istrinya dan memeluknya


"Kita masih didepan istana.Jangan lakukan hal memalukan ini..."ucap istrinya Nixias panik dan mencoba melepaskan pelukan Nixias


Semua orang disini tersenyum melihat kelakuan Nixias ini


"Ayah dan anak memang tak beda jauh.Bahkan didepan ribuan orang begini mereka tak perduli kalau ingin bermesraan.Gen tak tahu malu,sepertinya melekat erat dalam darah mereka"ucap Rasya dalam hati sambil tersenyum


"Memberi hormat juga pada ibu..."ucap Paman Nias dan Bibi Arshia serentak


Rasya yg melihat ini,dia juga ikut²tan memberi hormat walau tak tau harus mengatakan apa


"Sudah lama kau tak kembali kesini.Ibu senang melihat kau sudah mau kembali sekarang.Ayo kita masuk kedalam dulu"ucap istrinya Nixias sambil mendekati Paman Nias dan Bibi Arshia dan merangkulnya


Istrinya Nixias membawa mereka masuk kedalam sekarang sambil merangkulnya


"Ayo.Kita masuk kedalam juga"ucap Paman Nias sambil melihat kearah Rasya


"Baik..."ucap Rasya yg langsung nurut dan mengikuti mereka


Istrinya Nixias melihat kearah Rasya saat mendengarkan Paman Nias berkata seperti ini


"Bolehkah aku tau,dia ini siapa?.Aku lihat kau sangat dekat dengannya dari tadi"ucap istrinya Nixias sambil melihat kearah Paman Nias


"Dia anak angkatnya Nias.Kami sudah menganggapnya seperti keluarga"ucap Nixias yg langsung menjawab


"Nama saya Rasya.Senang bertemu dengan anda"ucap Rasya sambil tersenyum dan penuh hormat


"Ohhh.Maafkan aku yg tak tau tadinya.Kamu benar² terlihat sangat ramah.Namaku Xenia.karena kamu anak angkatnya Nias,panggil saja aku nenek kedepannya"ucap Xenia yg langsung mendekati Rasya setelah mendengar penjelasan Nixias


"Yg benar saja.Aku benar² terjebak dalam hubungan yg sangat rumit sekarang.Dulunya aku harus memanggil orang semuda Nixias sebagai kakek.Dan sekarang orang semuda dan secantik Xenia harus ku panggil nenek.Aku tak tau,apakah lidahku ini benar² bisa mengucapkannya"ucap Rasya yg kebingungan dalam hati sambil tersenyum palsu


"Baik ne...nenek..."ucap Rasya kaku


"Hhh.Tak usah gugup.Kita ini keluarga.Ayo ikut nenek masuk kedalam sekarang"ucap Xenia sambil merangkul Rasya dan membawanya kedalam

__ADS_1


"Keluarganya Paman Nias terlalu ramah.Dia bahkan tak menanyakan alasan kenapa paman mengangkat aku jadi anak angkatnya.Aku benar² jadi merasa tak enak sekarang"ucap Rasya dalam hati sambil mengikuti Xenia dengan patuh


"Ngomong².Kenapa Leslie tak terlihat disini?"ucap Xenia sambil terus berjalan


"Dia baru saja kami antar pulang ke perguruan nya tadi,karena libur di sekolahnya telah berakhir hari ini.Dia terpaksa tak bisa kembali bersama kami kesini hari ini"ucap Paman Nias


"Sayang sekali.Padahal hari ini semua orang sudah berkumpul.Tapi dia malah tak ada disini"ucap Xenia terlihat sedih


"Tak usah bersedih bu.Kita tunggu saja 2 tahun lagi,saat liburan di perguruan nya datang lagi,dia pasti kembali kesini...Tapi kalau dia mendapatkan misi yg berhubungan dengan tempat ini,setidaknya dia pasti bisa singgah disini selama beberapa hari hingga misinya selesai"ucap Bibi Arshia


"Hhh.Dia memang sangat sering kesini sebelumnya.Setiap kali ada misi yg berhubungan dengan tempat ini,dia pasti akan langsung mengambilnya.Aku tak tau dia akan melakukannya kali ini atau tidak"ucap Xenia tertawa


"Kalau dia memang sering kesini,untuk apa memangnya kita mengkhawatirkannya yg tak ada hari ini.Dia pasti akan kesini lagi kapan² ada waktu luang.Dasar anak nakal.Dia bahkan tak bilang apa² padaku kalau dia kesini.Padahal aku pindah ke desa dulu juga demi keselamatannya juga.Aku akan memberinya pelajaran kalau aku bertemu dengannya dimasa depan"ucap Paman Nias yg terlihat kesal


"Sudah².Itu cuma masa lalu.Kamu saja yg terlalu berlebihan bertindak saat itu.Setelah kejadian hari itu,hal yg serupa tak pernah terjadi hingga hari ini"ucap Xenia mencoba menenangkan Paman Nias yg terlihat hampir marah


"Hari itu,aku benar² ketakutan.Anak dan istriku hampir terpanggang hidup² di kejadian itu.Bagaimana mungkin aku tak mengambil tindakan,setelah mengalami kejadian yg mengerikan itu.Tapi tak ku sangka kali ini aku malah mengalami hal yg sama di desa tempat tinggal ku sebelumnya.Sehingga aku terpaksa harus kembali kesini lagi."ucap Paman Nias yg terlihat murung


"Apa?.Jadi kau kembali kesini karena alasan itu?.Kalian tidak apa²kan?"ucap Xenia panik mendengar Paman Nias diserang


"Itu salahku.Aku tak sengaja membiarkan salah satu musuhku hidup,sehingga ia ingin memanfaatkan Nias untuk memancingku keluar dari sini.Tapi karena kebetulan aku ada di sana saat itu,mereka langsung melanjutkan serangannya sehingga kami semua hampir mati saat itu"ucap Nixias merasa bersalah


"Sudahlah.Ayah tak usah menyalahkan diri sendiri begini.Lagi pula kita semua telah selamat sekarang"ucap Bibi Arshia menyemangati Nixias


"Ini tak sepenuhnya salah ayah kok.Ini juga akibat dari tindakan egoisku.Aku berpikir akan jauh dari masalah dengan berada jauh dari istana.Tak ku sangka,aku malah membuat keluarga ku hampir mati di sana.Sekarang aku sadar,tak peduli dimana pun kita berada.Selama kita lemah,kita hanya akan diinjak² oleh orang lain.Aku benar² minta maaf atas tindakan ceroboh ku ini"ucap Paman Nias dengan ekspresi kecewanya


"Tak usah saling menyalahkan diri begini.Kalian selamat saja itu sudah suatu berkah.Ibu senang tak ada korban jiwa di kejadian ini"ucap Xenia sambil tersenyum dan melihat kearah Paman Nias


"Apa yg ibu kata itu ada benarnya.Mari lupakan saja kejadian itu.Jadikan saja ini pengalaman untuk kita kedepannya"ucap Bibi Arshia sambil tersenyum dan terus berjalan ke depan


Setelah ini,mereka tiba disebuah ruang makan yg di atas mejanya sudah disiapkan berbagai macam hidangan dengan bau harum yg sudah tercium dari saat mereka menuju kesini tadi


"Ayo kita duduk dan menikmati makanan² ini dulu.Kalian pasti lapar setelah melakukan perjalanan jauh ini"ucap Xenia sambil mengarahkan Rasya kesebuah kursi


Setelah membawa Rasya ketempat duduknya,Xenia duduk disebelah Rasya.Yg lainnya juga langsung ikut duduk setelah ini


"Aku tak tau harus bersikap seperti apa didepannya.Dia terlalu baik padaku"ucap Rasya dalam hati sambil tersenyum dan duduk dengan patuh di samping Xenia


"Kamu tak perlu malu² disini.Anggap saja ini seperti rumah sendiri.Ayo makanlah sepuasnya,jangan sungkan"ucap Xenia melihat kearah Rasya


"Baik nenek.Aku tak akan sungkan² kok"ucap Rasya ragu²


Setelah mendengar ucapan Xenia tadi,semuanya langsung memulai acara makan²nya


"Ngomong².Bisakah kalian bercerita tentang peristiwa yg menimpa kalian sebelumnya.Aku sedikit penasaran dengan kejadiannya"ucap Xenia yg tiba² berhenti makan


"Kalau soal bercerita,biar aku saja yg melakukannya...Jadi ceritanya pada saat itu,kami sedang menghabiskan waktu sore kami..."ucap Nixias yg mulai bercerita dengan panjang lebar


Semuanya mendengar cerita ini sambil makan,termasuk Rasya yg belum tahu kronologi kejadian sebelumnya.Dia menyimak cerita ini dengan serius sambil melanjutkan makannya


Karena terlalu semangat bercerita,Nixias hampir membongkar apa yg dilakukan Rasya saat itu.Rasya langsung pura² batuk saat hampir sampai bagian ini.Nixias yg paham langsung tersenyum dan mengakhiri ceritanya


"...Karena terlalu banyak kehilangan darah,aku pun pingsan saat itu dan tak tau apa yg terjadi setelahnya"ucap Nixias mengakhiri ceritanya


"Aku pikir ayah tau apa yg terjadi sehingga kita selamat.Ternyata ayah pingsan juga ya saat itu"ucap Paman Nias kecewa dengan akhir ceritanya


"Dasar anak tak berguna.Saat itu aku yg paling sekarat,tapi malah kau yg tak sadar duluan.Seharusnya kau yg tau lebih banyak tentang kondisi di sana saat itu"ucap Nixias mengejek Paman Nias


"Hhh...Aku sudah tak sanggup mempertahankan kesadaran ku saat itu"ucap Paman Nias sambil menggaruk kepalanya


"Begitu ya?.Jadi apa yg membuat kalian selamat setelah ini masih tak diketahui?.Dikepung oleh orang kuat sebanyak itu,sulit untuk membayangkan orang seperti apa yg sanggup menghentikan mereka.Ini benar² membuatku penasaran"ucap Xenia sambil menggosok² dagunya


"Alasan kami selamat,tentu saja karena mereka bodoh dan membangunkan monster di hadapan kalian ini.Berani membangunkannya,abu mereka pun dibuat tak tersisa olehnya.Aku sudah mencoba mencari sisa² mayat mereka beberapa hari yg lalu,tapi aku bahkan tak bisa menemukan 1 tetes darah pun dari orang² yg dia bunuh sebelumnya.Dia ini benar² orang yg sangat mengerikan.Aku lebih memilih bunuh diri saja dari pada harus bermusuhan dengan orang sepertinya dalam hidup ini"ucap Nixias sambil menatap Rasya yg sedang makan dengan serius


"Tapi dengan luka² yg kalian derita dari pertarungan ini,bagaimana kalian bisa terlihat baik² saja sekarang"ucap Xenia setelah berfikir sejenak


"Saat itu kami semua diobati oleh Rasya.Berkat perawatan darinya,kami dapat pulih dengan sangat cepat.Dia sangat ahli dalam bidang pengobatan"ucap Bibi Arshia yg langsung menjawab


"Ohhh.Jadi kamu sangat ahli dalam bidang pengobatan ya.Itu bakat yang bagus"ucap Xenia sambil melihat kearah Rasya yg dari tadi kerjanya makan terus


"Hhh.Itu hanya hanya pengobatan.Tak ada yg istimewa..."ucap Rasya sambil tersenyum


"Ngomong².Dari cerita tadi,perasaan aku tak mendengar nama Rasya disebut.Dimana dia saat itu"ucap Xenia memotong ucapan Rasya


"Dia saat itu masih dalam pelatihan tertutupnya.Saat itu Rasya sudah seminggu melakukan pelatihan tertutupnya disebuah ruangan di rumahku yg sebelumnya"ucap Paman Nias

__ADS_1


"Begitu ya?...Kalau nenek boleh tau,bagaimana kamu bisa menemukan mereka?.Dan apa kamu tak melihat siapa yg menolong mereka saat itu?"ucap Xenia sambil melihat kearah Rasya


"Ini yg sebenarnya memiliki kemampuan intelijen kakek atau nenek sih?.Bagaimana dia bisa langsung mencurigai ku di kejadian ini?.Apa yg harus kukatakan sekarang?..."ucap Rasya dalam hati yg langsung berkeringat dingin dan melihat kearah Nixias


Melihat Rasya yg melihat kearahnya Nixias langsung buang muka dan pura² tak melihat lirikan Rasya ini


"Aku sepertinya datang sangat terlambat saat itu.Sehingga tak sempat melihat apapun.Aku saat itu terbangun dari pelatihan tertutup ku karena di kejutkan oleh sebuah ledakan yg sangat besar di udara.Saat itu aku langsung terbangun dan mengecek kearah ledakan ini lewat jendela.Namun sayangnya aku tak menemukan apa² di arah ini saat itu.Tapi aku terkejut saat melihat kebawah ketika itu,di sana aku menemukan kakek dan yg lainnya sudah tak sadarkan diri dan tubuh mereka dipenuhi luka.Jadi aku langsung mengobati mereka saat itu.Hanya begitu saja yg aku tau tentang kejadian ini"ucap Rasya setelah memikirkan alasan ini dalam sejenak


"Dongeng yg sangat bagus.Tak ku sangka,selain bertarung,ternyata dia juga sangat hebat dalam mengarang cerita.Akupun juga pasti akan percaya dengan ceritanya ini,jika tak melihat dengan mataku sendiri apa yg ia lakukan saat itu"ucap Nixias dalam hati sambil tersenyum mendengar cerita Rasya


"Jadi begitu ya?.Dari ceritamu tadi,sepertinya orang² yg sebelumnya menyerang kalian sudah dibunuh oleh orang yg membuat ledakan ini.Atau setidaknya mereka kabur Karena tak mampu melawannya.Yasudahlah.Yg penting kalian sudah selamat saja sudah cukup bagiku.Tentang orang ini,biarkan waktu saja yg mempertemukan kita dengannya suatu saat nanti...Aku juga mengucapkan terimakasih karena kau telah menyelamatkan mereka.Tampamu,aku yakin pada akhirnya pasti akan ada korban dari penyerangan ini"ucap Xenia sambil tersenyum kearah Rasya


"Huhhh.Syukurlah dia percaya dengan ceritaku"ucap Rasya dalam hati lega


"Tak usah berterimakasih padaku nek.Itu sudah menjadi kewajiban ku untuk menyelamatkan keluarga ku sendiri"ucap Rasya sambil tersenyum


"......."


Mereka terus melanjutkan acara makan²nya ini sambil bicara ringan hingga akhirnya acara makan²nya pun selesai


Setelah selesai makan,Xenia menyuruh Paman Nias untuk membawa Rasya mengelilingi istana ini dan mengenalkan hal² yg ada disini padanya


Sebenarnya,Xenia yg ingin mengajak Rasya jalan² disini sebelumnya,tapi karena Nixias bilang ada urusan mendesak yg harus dia bahas bersama Xenia,dia terpaksa menyuruh hal ini pada Paman Nias dan dia langsung di bawa pergi entah kemana oleh Nixias


Bibi Arshia dan Paman Nias tersenyum melihat tingkah laku ayah dan ibunya ini.Setelah mereka hilang dari pandangan,Bibi Arshia melihat kearah Paman Nias


"Aku akan kembali untuk melihat kamar kita dulu.Kalian tak apa aku tinggalkan berdua saja kan?"ucap Bibi Arshia sambil tersenyum


"Tak masalah.Siapkan yg terbaik untuk malam kita ini"ucap Paman Nias sambil tersenyum


"Apasih.Rasya masih ada di sampingmu tuh"ucap Bibi Arshia malu² dan pergi meninggalkan mereka


"Hhh..."Paman Nias tertawa melihat istrinya malu²


Rasya hanya tersenyum melihat kelakuan mereka ini


"Ayo kita pergi dan mengelilingi istana ini.Paman akan mengenalkan semua yg ada disini pada mu nanti"ucap Paman Nias yg bersemangat sambil merangkul Rasya dan membawanya pergi sambil berjalan santai


"Paman dari tadi aku penasaran dengan sesuatu.Bolehkah aku bertanya padamu?"ucap Rasya melihat kearah Paman Nias sambil terus berjalan


"Tanyakan saja.Tak usah malu² begini dengan paman mu"ucap Paman Nias percaya diri


"Aku penasaran dengan umur kakek dan nenek.Aku merasa sedikit keberatan saat memangil mereka dengan panggilan ini,dengan wajah mereka yg masih terlihat 20an itu"ucap Rasya sedikit mengecilkan suaranya


"Hhh.Aku mengerti perasaanmu.Tapi jangan melihat dari wajah muda dan kulit mereka yg tak ada keriput itu.Mereka sebenarnya sudah berusia ratusan tahun.Kakekmu sekarang berusia 164 tahun.Sedangkan istrinya itu,sekarang berusia 159 tahun.Mereka terlihat muda kerena ranah mereka yg sangat tinggi.Nenekmu sekarang berada di puncak ranah arc zing tingkat 6.Sedangkan kakek,kamu tau sendiri kalau sekarang ia sudah di puncak ranah arc zing tingkat 9.Jadi wajar saja mereka terlihat seperti remaja dengan ranah nya yg setingkat ini"ucap Paman Nias sambil mengecilkan suaranya dan tersenyum


"Aku benar² tak menyangka kalau mereka setua itu.Padahal wajah mereka benar² terlihat masih sangat segar dengan umurnya itu"ucap Rasya sedikit tertawa


"Semakin tinggi ranah mu,masa hidupmu juga akan bertambah.Sehingga tubuh juga akan menyesuaikan diri dengan umur yg dimilikinya.Apa kau pernah mendengar tentang sistem pendeteksi umur dalam tubuh manusia?"ucap Paman Nias terlihat serius


"Tidak.Aku baru mendengarnya sekarang.Bisakah paman menjelaskannya?"ucap Rasya penasaran


"Seperti pengetahuan umum yg beredar di masyarakat.Sel² manusia terus membelah diri setiap harinya,sehingga tak ada sel yg benar² tua dalam tubuh manusia.Tapi di tubuh manusia ada semacam sistem pendeteksi yg mana umur setiap manusia telah ditentukan di sana sejak manusia itu lahir kedunia.Ketika umur kita yg tercatat dalam sistem pendeteksi ini mulai mencapai batasnya,saat itu sel kita akan berhenti membelah diri dan membuat kita akan mulai menua.Tapi seiring bertambahnya ranah,umur kita yg tercatat di sistem ini juga akan bertambah.Sehingga sel² yg tadinya sudah sampai di fase berhenti memperbaiki diri,kembali bekerja seperti semula karena bertambahnya umur kita di sistem ini"ucap Paman Nias menjelaskannya secara panjang lebar


"Aku baru tau kalau ada hal sepeti ini di dunia ini.Jadi kesimpulannya,bagi mereka dengan ranah yg tinggi,umur ratusan tahun itu,masihlah masa muda dari umur panjangnya.Begitukah?"ucap rasya sedikit mengerti


"Bisa dikatakan juga dengan pengertian itu.Bagi orang dengan umur 60 tahun,20 tahun itu masih disebut masa remaja baginya,dan itu sudah 1/3 dari keseluruhan umurnya.tapi bagi orang yg bisa hidup sampai 1000 tahun seperti kakek dan nenek,umur 200san saja masih seperti belum menginjak masa remaja bagi mereka,karena angka ini bahkan hanya 1/5 dari keseluruhan umur mereka"ucap Nixias


"Setelah mendengar penjelasan paman,aku malah merasa kalau mereka lebih muda dari padaku.Hhh"ucap Rasya sambil tertawa


"Begitulah kenyataannya.Tapi jangan pernah membicarakan masalah umur dihadapan nenekmu.Dia sangat marah jika mendengar soal ini"ucap Paman Nias sambil tersenyum


"Hhh.Aku sudah menduga itu dari tadi,makanya aku bertanya ini pada paman saat nenek sudah tak ada disini"ucap Rasya sambil ketawa


"Hhh.Jadi kamu sudah memprediksikan hal seperti ini sebelum bertanya.Kamu memang sangat bisa menilai situasi...Nah.Sekarang paman akan akan memperkenalkan tempat ini padamu sambil kita kunjungi satu persatu...Yg ada di depan itu..."ucap Paman Nias yg sudah sampai diluar aula istana dan mulai memperkenalkan hal² disekitarnya pada Rasya


Paman Nias membawa Rasya berkeliling istana ini sambil menjelaskan hal² yg ada disini pada Rasya.Rasya dibawa ke kolam air panas,bukit setinggi 1km di belakang istana,kamp tentara,beberapa taman bunga dan banyak tempat² lainnya lagi


Mereka terkadang melakukan perjalanan kaki dan sesekali mengunakan rug zing untuk menyusuri seluruh tempat ini.rasya terlihat tak pernah bosan mengelilingi tempat ini


Setelah mengelilingi area istana ini sampai sore hari,Paman Nias akhirnya membawa Rasya ke salah satu gedung pencakar langit,untuk memilih kamar yg akan ditempati Rasya selama ia disini


Rasya langsung memilih kamar dilantai paling atas karena dia bisa melihat berbagai macam pemandangan dari sana


Keduanya langsung menaiki lift untuk menuju ke sana...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung...


__ADS_2