Legenda Bocah Bencana

Legenda Bocah Bencana
Terkepung


__ADS_3

8 hari kemudian


Paman Nias dan keluarganya hari ini sedang jalan² menghabiskan waktu sorenya yg damai ditemani Nixias.Dalam beberapa hari ini Nixias buru² menyelesaikan tugasnya agar dia bisa cepat² kembali ke pusat,untuk menikmati hari indahnya disana.Namun Leslie yg tak mau Kakeknya pergi,dia terus menunda² kerja Kakeknya.Sehingga pekerjaan yg seharusnya selesai dalam 6 hari,malah belum selesai sampai sekarang


"Leslie.Tak bisakah kau membiarkan Kakek mu ini menyelesaikan pekerjaannya dulu.Pekerjaan Kakek sudah menumpuk banyak gara² Ayahmu mengikuti kompetisi perebutan wilAyah sebelumnya"ucap Nixias dengan wajah lesu


"Tak bisa.Kakek sangat jarang pulang kesini.Aku harus menghabiskan waktu ini bersama Kakek baik²"ucap Leslie sambil memeluk tangan kanan Nixias


"Yg Leslie katakan ada benarnya juga.Ayah sangat jarang datang kesini.Karena kebetulan hari ini Ayah ada disini,kenapa tidak Ayah habiskan saja waktu Ayah disini menemani Leslie jalan².Sudah lama juga Leslie tak menemui Ayah sejak dia masuk ke perguruan"ucap Bibi Arshia membela Leslie sambil memeluk tangan kanan Paman Nias


"Ini..."ucap Nixias melihat kearah Paman Nias


"Jangan melihatku,aku juga korban"ucap Paman Nias memalingkan muka


Keluarga bahagia ini terus terbang mengunakan rug zing berbentuk tandu sambil menikmati pemandangan desa di sore hari dengan pemandangan indah matahari terbenam


"Ngomong²,Rasya sudah hampir seminggu melakukan pelatihan tertutupnya,aku jadi penasaran seperti apa perkembangannya sekarang ini"ucap Leslie sambil menatap matahari terbenam


"Dia bisa naik keranah fusion zing tingkat 1 hanya dengan berlatih semalam dan sekarang dia malah melakukan pelatihan tertutup,Ayah sudah sangat bersiap² untuk tak kaget melihat perkembangannya setelah ini"ucap Paman Nias tersenyum


"Ibu yakin sekarang dia setidaknya sudah meningkat sekitar 2 atau 3 tingkat setelah latihan tertutupnya.Ibu tak sabar ingin menemuinya setelah ini"ucap Bibi Arshia melihat kearah Leslie


"Tidak².Mudah²han saja monster itu tak meningkat kali ini.Ranah fusion zing tingkat 1 saja,aku dibuat setengah sekarat olehnya.Jika dia benar² meningkat 1 tingkat lagi,aku hanya akan jadi mainan ditangannya"ucap Nixias dalam hati ketakutan mendengar nama Rasya


"Ngomong²,sejak kapan kamu mulai akrab dengan Rasya.Tumben kamu yg mulai membicarakannya duluan"ucap Paman Nias melihat kearah Leslie dengan penasaran


"Itu rahasia,hihihi"jawab Leslie sambil tersenyum


"Ayah,kenapa kamu terlihat tak suka,begitu kami membicarakan Rasya,apa ada sesuatu yg salah dengan Rasya"ucap Bibi Arshia yg penasaran melihat wajah Nixias yg melihat keluar


"Ssttt...(memberi isyarat untuk diam)"ucap Nixias sambil melihat keluar


"Ada apa kek.Kalau memang Kakek tak suka Rasya,tak usah cari² alasan seperti ini juga kali"ucap Leslie sambil tersenyum


"Ayah ada apa..."ucap Paman Nias yg penasaran melihat wajah serius Nixias


Nixias mendekatkan tangan kanannya kemuka dan meletakkan jari tengah dan telunjuknya ketengah dahi.Seketika aura Nixias menyebar ke seluruh desa dan membuatnya bisa merasakan pergerakan semua orang di desa ini.Setelah melakukan ini,Nixias tiba² terkejut,dia mempercepat terbang rug zing nya dan mengarahkannya ke rumah


"Kenapa Ayah tiba² panik begini.Katakan sesuatu Ayah?"ucap Bibi Arshia yg ikutan panik melihat reaksi Nixias


"Kita sudah dikepung.Satunya pilihan kita sekarang,hanyalah melakukan teleportasi ke pusat kota"teriak Nixias yg panik sambil mempercepat terbang rug zing nya


Melihat Nixias yg panik,semuanya langsung tau kalau musuh yg sedang mereka hadapi ini bukanlah musuh biasa,sehingga membuat semua yg dalam rug zing terdiam ketakutan dan saling berpelukan


"Tenanglah.Aku akan berusaha sebaik mungkin agar kita dapat lolos"ucap Nixias yg terus mempercepat rug zing nya


...----------------...


Melihat rug zing milik Nixias terbang dengan cepat,puluhan orang yg ada dalam kerumunan orang desa mulai menampakkan diri dan mengejar rug zing Nixias dari belakang


"Memang pantas dengan julukannya"The Fast Sword"(si pedang cepat).Meski kami sudah menyembunyikan aura kami saat datang kesini,tapi dia benar² hanya butuh waktu semenit untuk menyadari penyamaran kami.Sepertinya kita tak bisa menunggu yg lainnya berkumpul.Semuanya serang mereka sekarang..."ucap orang yg memimpin penyerangan ini


Mendengar perintah dari atasannya ini,puluhan orang menyerang rug zing yg dinaiki Nixias bersama²


Nixias yg dihujani puluhan serangan diudara.Dia berusaha menghindar dari beberapa serangan ini,tetapi sebagian masih tetap mengenainya.Namun kerena adanya pelindung tak kasat mata dari rug zing yg dinaikinya,serangan ini tak mengenainya secara langsung.Nixias terus menyalurkan energi zing nya ke rug zing untuk mempercepat proses pemulihan pelindung ini,sambil terus terbang melesat dengan cepat ke depan


Bibi Arshia dan Leslie sudah menangis didalam sini sambil memeluk Paman Nias.Paman Nias yg tak bisa membantu Nixias dia mencoba menenangkan mereka yg sudah ketakutan dipangkuannya.Nixias melihat kearah Paman Nias dan melemparkan sebuah kristal kecil kearah Paman Nias


"Masukan energi zing mu kedalam kristal ini.Saat kristal ini pecah,aku akan langsung di teleportasi ketempat kristal ini,tak peduli dimana pun aku berada.Setelah membawa kalian masuk ke halaman rumah,aku akan mencoba sebisa mungkin menahan mereka,kalian langsung saja menuju aula teleportasi dan menuju ke pusat.Soal keselamatan ku,itu tergantung apakah kau bisa memecahkan kristal ini atau tidak"ucap Nixias sambil tersenyum


"Ayah.Jangan...Kita pergi bersama saja.Jangan mengorbankan dirimu begini..."ucap Bibi Arshia sambil menangis


"Kakek...Aku tak mau kalau sampai Kakek kenapa².Ayo kita pergi bersama saja"ucap Leslie yg menangis tersedu-sedu saat mendengar Kakeknya yg akan menahan orang² ini


"Aku senang kalian mengkhawatirkanku.Tapi untuk bisa bertahan,kita membutuhkan seseorang yg berkorban.Mereka mengincar ku,selama aku bisa bertahan di sana.Mereka tak akan mau membuang waktu untuk menyakiti kalian"ucap Nixias sambil menatap keluar


Halaman rumah Paman Nias sekarang berada tepat didepan mata,Nixias bersiap untuk keluar rug zing dan menyerahkan kendalinya pada Paman Nias


"Sekarang,semuanya ku serahkan padamu.Nias,kau harus membawa pergi mereka dengan selamat"ucap Nixias sambil melompat keluar


"Kau harus kembali hidup² Ayah..."teriak Paman Nias


"Itu semua tergantung kemampuanmu"ucap Nixias sambil tersenyum dan terbang keluar

__ADS_1


"Kenapa aku sangat lemah...Kenapa aku selalu jadi beban seperti ini..."ucap Paman Nias dalam hati sambil menggenggam erat kristal yg diberikan Nixias padanya sampai tangannya terluka dan berdarah


"Tidak...Ayah/Kakek"teriak Bibi Arshia dan Leslie secara bersamaan sambil menangis dengan kencang


Paman Nias mengambil alih rug zing dan langsung menuju ke aula teleportasi sambil memeluk anak dan istrinya


"Kita harus cepat.Jangan buat Kakek bertarung terlalu lama di sana"ucap Paman Nias yg terus memasukkan energi zing nya ke kristal ditangannya dan tangannya sekarang sudah penuh dengan darah akibat terlalu keras menggenggam kristal ini


Mendengar kata² Paman Nias ini,Bibi Arshia dan Leslie menyapu air matanya walau masih terus menangis dan berniat membantu Paman Nias sebisa mungkin


...****************...


Diluar


Nixias menahan serangan puluhan orang yg menyerangnya tadi dari dibelakang dengan sebuah artefak pertahanan


Melihat Nixias yg telah keluar,orang² ini menghentikan serangannya.Setelah melihat serangan orang² ini telah berhenti,Nixias mengarahkan tangan kanannya kearah rumah Paman Nias,lalu dia menggenggam jari²nya dalam posisi ini.Seketika sebuah pelindung muncul di seluruh halaman rumah Paman Nias ini


"Syukurlah aku masih sempat mengaktifkan pelindung alami ditempat ini,sekarang mereka sudah lumayan aman"ucap Nixias dalam hati sambil melihat kearah rumah Paman Nias


Setelah ini Nixias memalingkan wajahnya ke depan,menghadap musuh² sekarang.Terlihat seorang diantara orang yg menyerang tadi maju ke depan


"Jumlah mereka ada 78 orang ,50 diantaranya ranah arc zing tingkat 7,20 ranah arc zing tingkat 8,6 orang ranah arc zing tingkat 9,dan 2 orang ranah soul union(penyatuan jiwa) tingkat 1.Mereka pasti mengumpulkan orang² kuat dari beberapa planet sehingga mencapai jumlah ini.Tampa artefak ini,aku sama sekali bukan lawan mereka,tapi jika aku mundur saat ini,anak² ku pasti akan dalam bahaya"ucap Nixias sambil sedikit melihat kearah rumah Paman Nias


"Benar² sangat pemberani,bahkan dihadapan lawan sebanyak ini,kau masih berani menatap kebelakang tampa ragu².Rumor tentang ketangkasan mu di medan perang,memang bukan hanya omongan semata.Kau sama sekali tak terlihat gentar dihadapan lawan sebanyak ini"ucap pemimpin orang² ini sambil bertepuk tangan dan maju ke depan


"Jadi ini ulah mu Durant.Tak ku sangka,orang yg ku kalahkan 20 tahun yg lalu di Lembah Mayat,ternyata masih hidup dan bahkan muncul di hadapanku dengan ranah soul union,sepertinya kau mendapatkan beberapa keuntungan di sana"ucap Nixias menatap Durant dengan santai


"Sebenarnya,saat itu aku tak benar² mati.Aku berhasil memindahkan jantungku saat kau menusukku,aku hanya sekarat disana.Setelah pertempuran berakhir,saat itu aku masih hidup,tapi tak mampu keluar dari lembah itu dengan kekuatanku yg tersisa.Setelah bertahan selama 3 hari di sana,tempat itu mengakui ku dan memberikan semua esensi mayat² di sana padaku.Aku terus menyerap semua esensi di sana selama bertahun² hingga akhirnya ranah ku meningkat hingga seperti ini.Apa sekarang kau merasa takut dan terkejut melihatku"ucap Durant menyombongkan diri


"Maafkan aku telah mengecewakanmu.Aku sudah pernah bertemu lawan yg bisa membuatku gemetar,dan ku yakin dia jauh lebih kuat dari pada kau yg sekarang,ku hargai usahamu untuk menakut²tiku dengan mengumpulkan orang sebanyak ini,tapi maaf telah mengecewakanmu"ucap Nixias sambil tersenyum


"Ini lumayan untuk mengulur waktu,kuharap mereka sudah pergi sekarang"ucap Nixias daam hati


"Kau masih bisa tersenyum di situasi seperti ini.Biar ku tebak,kau pasti berfikir kalau kau sudah berhasil mengulurkan waktu untuk keluargamu melarikan diri.Apa kau berfikir aku sebodoh itu.Aku tau kau pasti akan sadar kalau aku mengutus manusia menyusup ke tempatmu,jadi untuk waspada aku sudah mengutus 3 jiwa ranah stuff zing tingkat sempurna untuk merasuki orang² di tempatmu dan menghancurkan alat teleportasi yg ada disana.Setelah itu coba tebak,apa yg akan dilakukan jiwa² ini saat bertemu mereka..."ucap Durant sambil tersenyum lebar melihat kearah Nixias


"Nias..."teriak Nixias sambil terbang kembali kearah rumah Paman Nias


Semua orang ini langsung menyerang Nixias dari segala arah.Nixias yg ingin kembali ke halaman dibuat kewalahan oleh mereka.Nixias terpaksa harus mengalahkan orang² ini dulu sebelum kembali ke sana


...****************...


Di aula teleportasi


"Ayo,cepat!.Kita tak bisa berlama disini"ucap Paman Nias mengajak Leslie dan Bibi Arshia turun dari rug zing dan langsung lari kearah aula teleportasi


Saat menuju kearah aula teleportasi,tiba²,beberapa orang keluar dari ruangan ini dan lari kearah Paman Nias untuk menyerangnya


Paman Nias yg melihat ini,dia langsung menarik pedangnya yg telah di alirkan energi zing dan dengan cepat langsung menebas orang² di depan nya ini.Namun karena perbedaan ranah,serangan Paman Nias tidak bisa membunuh mereka dan hanya membuat mereka terpental beberapa meter kebelakang dan jatuh ketanah.Saat mereka terjatuh Paman Nias terkejut melihat orang² yg menyerang nya ini


"Eric...Xixi...Fimi...Itu kalian,kenapa kalian menyerang ku"teriak Paman Nias yg kaget melihat pembantunya menyerangnya


"Sepertinya itu sudah bukan mereka.Mereka sudah dirasuki sesuatu,dan membunuh semua orang yg ada disini,sehingga kita tak menemukan siapapun saat kesini"ucap Bibi Arshia yg langsung sadar saat melihatnya


"Gunakan belati pemberian guruku saja Ayah,ini sangat ampuh kalau soal membunuh jiwa"ucap Leslie mengeluarkan belati yg dia gunakan untuk menyerang Rasya sebelumnya


"Aku terlalu cemas sehingga bahkan tak menyadari hal yg sudah jelas begini,terimakasih sudah mengingatkan ku"ucap Paman Nias sambil mengambil belati dari tangan Leslie


Setelah ini Paman Nias maju kearah mereka dan melawan ketiganya secara bersamaan.Dengan keahlian Paman Nias,perbedaan 1 tingkatan bukanlah masalah besar ia menghadapi ketiganya dengan mudah.Satu jiwa ini tumbang oleh Paman Nias dengan belati yg memotong lehernya dari belakang,hanya 2 yg tersisa.Keduanya menyepam beberapa jurus kearah Paman Nias,Paman Nias berhasil menghindari semua serangan ini.Paman Nias mendekati mereka dari depan,sebuah serangan mereka luncurkan kearah Paman Nias dari arah depan.Melihat serangan ini,Paman Nias loncat keatas sambil melakukan salto ke depan dan berhasil menancapkan belati di kepala salah satu jiwa ini.Melihat Paman Nias yg masih di udara dan membelakanginya saat membunuh temannya,jiwa ini membentuk sebuah pedang ditangannya dengan mengunakan energi zing dan berniat menusuk paman dari belakang.Tiba² saja kaki kiri Paman Nias mendarat dimuka jiwa ini,sebelum dia sempat menyerang Paman Nias.dia terlempar beberapa meter setelah terkena tendangan ini


"Si4l,aku harus mengunakan kaki karena terlalu sulit mencabut belati ini dari kepala orang ini.Tau begini,aku tak akan menancapkan nya ke kepala tadi"ucap Paman Nias dalam hati sambil mencabut belatinya


Karena merasa dirinya sama sekali bukan lawan Paman Nias,jiwa ini mengumpulkan sisa² energinya dan berniat meledakkan diri


"Sayang,awas..."teriak Bibi Arshia yg kaget melihat jiwa ini sudah mengembung


Paman Nias yg sedang mencabut belati kaget saat mendengar teriakan Bibi Arshia dan langsung melihat kebelakang,dia terkejut setelah melihat kondisi jiwa dibelakangnya.Dia lari kearah Bibi Arshia dan Leslie dengan cepat


"Hati².Itu akan meledak..."ucap Paman Nias sambil memeluk istri dan anaknya dan loncat sejauh mungkin


...Boom...(suara ledakan)...


"Nias..."teriak Nixias yg kaget melihat ledakan sebesar 20 meter dibelakang rumah Paman Nias

__ADS_1


Terlihat Paman Nias,Bibi Arshia dan Leslie,terlempar jauh akibat ledakan.Nixias yg melihat ini langsung panik,dia langsung mengamuk dan berusaha membunuh orang yg mengepungnya.4 orang ranah arc zing tingkat 7 dan seorang ranah arc zing tingkat 9 terbunuh akibat amukan Nixias ini.Melihat hal ini orang² yg menyerangnya menjauh dan menjaga jarak dari Nixias,mereka semua mulai menyerang Nixias dari jarak jauh


"Nias bicaralah...Katakan sesuatu...Aku percaya kamu tak akan mati semudah ini"teriak Nixias yg sudah menangis melihat keadaan anaknya


Mendengar teriakan Ayahnya,Paman Nias perlahan² membuka matanya dan melihat kearah Ayahnya yg sudah dikepung dan dibombardir oleh serangan habis²san,Melihat hal ini Paman Nias langsung bangun dan mengecek kristal ditangannya


Sebuah retakan akibat menyerap energi ledakan tadi terlihat di kristal ini,Paman Nias langsung bangun dan kembali memasukkan energi zing nya untuk memecahkan kristal ini


"Syukurlah kamu tidak apa²..."ucap Nixias sambil tersenyum dalam perisainya yg sudah mulai retak akibat serangan bertubi-tubi yg diterimanya


"Dasar tak berguna.Membunuh orang dibawah ranah mereka saja tak bisa,Padahal aku sudah mengutus 3 jiwa untuk berurusan dengannya.Tapi hasilnya masih tetap sama seperti sebelumnya.Nixias,inilah yg paling ku benci dari keturunan mu.Mereka selalu saja bisa mengalahkan orang di atas ranahnya.Aku akan membantai kalian semua hari ini tampa tersisa.semuanya gunakan serangan penuh untuk membunuhnya"ucap Durant yg marah melihat Paman Nias yg kembali selamat setelah 2 kali dijebak olehnya


"Jadi yg menjebak anakku sebelumnya juga kau.Durant suatu saat kau pasti akan terkena karma atas perbuatan mu ini.Aku akan menunggu saat² kau merasakan karma itu...ah"teriak Nixias yg sudah mulai terkena serangan akibat perisainya yg bocor


"Walau hari itu datang,kau tak akan punya kesempatan melihatnya"ucap Durant sambil mengayunkan tangannya kebawah


"Pecah...Pecah...Pecah..."teriak Paman Nias dengan air matanya yg mengalir deras sambil terus memasukkan energi zing nya kedalam kristal ditangannya


Akibat dari teriakan Paman Nias ini,Bibi Arshia dan Leslie yg tadi telah pingsan,tiba² mereka terbangun dan langsung meletakkan tangannya di atas kristal ditangan Paman Nias dan menyalurkan energi zing nya ke sana


"Sayang,kau sangat ribut sekali ya?"ucap Bibi Arshia sambil tersenyum dan air matanya mengalir deras


"Ayah...Ibu...Kalau ingin tersenyum setidaknya sapu dulu darah di mulut kalian.Itu benar² terlihat menakutkan"ucap Leslie sambil menyapu darah disekitar mulutnya dengan tangan kiri


"Kalian..."ucap Paman Nias yg tertahan karena melihat keadaan keluarganya yg sudah sangat berantakan


Walau ketiganya sekarang terlihat sedang tersenyum,namun air mata mereka mengalir deras di pipi mereka.Ketiganya terus memasukkan energi zing nya kedalam kristal ini tampa putus asa


"Habisi dia..."ucap Durant memberi perintah


Semua orang yg mengepung Nixias melancarkan serangan mereka masing² kearah Nixias dengan niat membunuhnya.Semua serangan ini bertabrakan satu sama lain saat menyerang Nixias sehingga menghasilkan ledakan dahsyat diudara.Nixias yg masih berada dalam perisainya hanya memasang wajah tersenyum dan sudah sepenuhnya pasrah pada nasibnya.Tiba².


...KRAK...TAKK...TAKK...TAKK...


Kristal yg ada ditangan Paman Nias pecah berkeping² sebelum serangan orang² yg mengepung Nixias mengenainya.Seketika Nixias berpindah dari dalam perisainya ke halaman rumah didepan Paman Nias.Tubuh Nixias sudah luka² akibat serangan sebelumnya.Mulutnya memuntahkan darah akibat tekanan dalam perisai saat menahan serangan sebelumnya


"Kakek/Ayah..."teriak semuanya bahagia karena berhasil memindahkan Nixias ke halaman rumah


Paman Nias,Bibi Arshia dan juga Leslie,langsung bergerak menuju Nixias yg sudah ada dihadapan mereka.Mereka langsung memeluknya dengan erat tanpa peduli kondisinya saat ini


"Auuu...Tangan Kakek sudah tak bertenaga,jangan merebahkan badan begini,Kakek masih membutuhkan tangan sebelah kanan ini dimasa depan"ucap Nixias dengan wajahnya yg berantakan


"Aku tak peduli.Lagipula sebentar lagi kita akan mati,aku tak ingin jauh dari Kakek meski kita kelak sudah tak bernyawa"ucap Leslie sambil memeluk Nixias dengan erat


"Setidaknya mati seperti ini lebih baik dari pada melihat Ayah dikepung dan disiksa di sana"ucap Bibi Arshia sambil tidur di atas dada Nixias


"Ayah.Maafkan aku yg lemah ini.Aku sama sekali tak bisa membantumu hingga membuatmu jadi seperti ini.kalau ada kesempatan dimasa depan aku berjanji pasti akan..."ucap Paman Nias sambil memeluk kaki Nixias


Setelah ini ketiganya roboh dan tak sadarkan diri akibat luka² yg dialami sebelumnya dan energi zing mereka yg mengering saat membantu Nixias kabur.Hanya tersisa Nixias yg masih sadar sekarang


"Hei².Yg sedang sekarat itu aku,kenapa jadi kalian yg meninggalkan wasiat,kalian hanya kehabisan energi zing dan akan pulih setelah 3 hari istirahat.Jika aku beneran mati sekarang,pada siapa aku akan meninggalkan wasiatku,dasar..."ucap Nixias yg hanya bicara sendiri sekarang


"Sungguh reuni keluarga yg mengharukan.Apa sekarang sudah siap mati.Aku akan melanjutkan serangan kalau kau sudah siap"ucap Durant yg berada di udara


"Aku menyarankan mu untuk tidak menyerang sembarangan diarea ini,karena itu hanya akan membangunkan monster mengerikan yg sedang tidur disini.Ini juga salah satu alasanku mengaktifkan pelindung disini sebelumnya"ucap Nixias dengan santai


"Apa kau ingin menakut²tiku dengan dongeng sebelum tidur.Maaf saja,umurku sudah tak cocok untuk mendengar omong kosong itu.Semuanya serang dan hancurkan seluruh tempat ini"ucap Durant memberi perintah


"Bodoh..."ucap Nixias sambil tersenyum puas


Setelah mendengar perintah Durant,semua orang melancarkan serangannya masing²,bahkan Durant sendiri juga melakukanya.Disaat serangan mereka hampir menyentuh gedung yg ditempati Rasya,tiba²


...Seni pedang mengalir......


...Aliran bulan sabit......


Sebuah serangan keluar dari salahsatu bangunan dan membawa naik semua serangan yg dilancarkan orang² ini ke langit


"Siapa yg mengganggu latihan ku...?"ucap Rasya yg sedang kesal


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2