
Dalam Rumah Makan Ziva
"Apa yg kau katakan pada pengawal tadi.Kenapa dia terlihat sangat ketakutan,setelah kau mendekatinya"ucap Bibi Arshia penasaran
"Aku cuma mengatakan kalau ada seorang koki yg aku kenal disini dan kebetulan statusnya disini lumayan tinggi.Jadi wajar saja kalau dia sedikit ketakutan"ucap Rasya yg sudah mempersiapkan jawabannya dari tadi
"Kalau aku mengatakan Kepala Koki memberikanku kartu VIP nya.Aku khawatir akan sulit untuk menjelaskannya pada mereka nanti"ucap Rasya dalam hati
"Sombong..."ucap Leslie dengan wajah cuek melihat kearah Rasya
"Iya².Anak ibu adalah yg paling rendah hati di dunia ini"ucap Bibi Arshia sambil mengelus kepala Leslie mencoba membuat Leslie tersenyum
"Apa sih bu..."ucap Leslie yg mulai tersenyum karena malu diperlakukan seperti anak² ditengah keramaian
"Saat tersenyum dia terlihat secantik Bibi Arshia.Aku tak memperhatikannya selama ini,karena dia selalu memarahiku"ucap Rasya dalam hati karena terlalu silau dengan senyuman Leslie
"Apa lihat²"ucap Leslie membentak Rasya yg terus melihatnya
Rasya langsung mengalihkan pandangannya saat Leslie memarahinya.Tiba² seorang pelayan cantik datang kearah Rasya
"Rasya...Eum..Maksudnya selamat datang tuan Rasya.Tuan menyuruhku mengantarkan mu keruang VIP jika anda datang lagi kesini.Silakan lewat sini tuan"ucap si pelayan berniat memandu Rasya
"Itukan pelayan yg mengarahkan jalan saat aku pertama kali kesini"ucap Rasya dalam hati
"Oh.. Itu kamu.Hari ini aku membawa paman dan bibiku kesini.Layani mereka dengan baik"ucap Rasya
"Maafkan atas kelalaian saya.Selamat datang juga tuan².Silahkan mengikuti saya.Saya akan mengarahkan tuan² keruang VIP"ucap si pelayan
"Tunjukan jalan"ucap Paman Nias
"Silakan tuan"ucap si pelayan dengan penuh hormat
"Sepertinya,orang² disini sangat mengenalimu ya?"ucap Paman Nias yg baru saja sampai
"Itu hanya kebetulan kok"ucap Rasya malu²
"Kamu sudah mulai main rahasia²an sama pamanmu ini sekarang ya"ucap Paman Nias
"Hhh.Itu hanyalah hal yg tidak layak untuk dikatakan"ucap Rasya berusaha tersenyum
Pelayan ini membawa Rasya dan yg lainnya kelantai 50,diruang VIP.Hanya mereka berempat yg ada di ruangan ini.Sehingga suasananya sangatlah nyaman,walaupun dibawah sekarang sangatlah ribut karena banyaknya pengunjung
Rasya dan yg lainnya duduk di sofa yg terbuat dari "Benang Kuni",yg mana kualitasnya 100 kali lebih bagus dari benang sutra
"Apa yg ingin tuan pesan malam ini"tanya si Pelayan setelah melihat mereka duduk
"Aku ingin semua menu baru,yg disajikan malam ini" ucap Rasya dengan santai
"Baik tuan.Silahkan menunggu sebentar"ucap si Pelayan
Setelah ini si Pelayan pergi dari ruangan ini menuju ke dapur untuk memberitahu Kepala Koki soal kedatangan Rasya dan mengambil pesanan Rasya dari sana.Begitu tau kalau Rasya datang ke tempatnya,Kepala Koki langsung mengambil alih dapur dan menyiapkan semua pesanan Rasya.Dia melakukan yg terbaik untuk menyajikan hidangan ini.
Setelah selesai,Kepala Koki mengantarkan hidangan ini secara langsung ketempat Rasya
...****************...
Dalam ruangan VIP
Setelah Pelayan tadi pergi.Semua pandangan tertuju pada Rasya.Rasya sampai GR karena dipandangi terlalu lama
"Bagaimana.Sekarang kalian percayakan kalau aku tak berbohong?"ucap Rasya mencoba memecahkan suasana
"Tak ku sangka kalau kamu punya seorang kenalan disini.Bolehkah paman tau siapa orang ini,sehingga bahkan membuat para Pelayan memanggilmu tuan dengan nada yg sangat sopan"ucap Paman Nias penasaran
"Aku sangat bingung harus menjelaskannya bagaimana.Tapi yg pasti,dia akan kesini jika ingin menemui ku"ucap Rasya yg masih tak mau menceritakan kebenaran
"Sok misterius banget jadi orang.Lebay..."ucap Leslie tampa melihat Rasya
"Sudah².Jangan terlalu memaksa Rasya menceritakan sesuatu yg tak dia inginkan.Setiap orang pasti punya rahasianya sendiri"ucap Bibi Arshia membela Rasya
__ADS_1
Setelah ini Bibi Arshia mengalihkan pembicaraan,sehingga perhatian tak lagi tertuju pada Rasya.Tiba² terdengarlah suara dari luar...
"Hidangan sudah siap.Bolehkah saya masuk"ucap Kepala Koki yg sedang mengantarkan pesanan Rasya
"Silakan masuk"ucap Paman Nias
Kepala Koki membuka pintunya dan masuk kedalam ruangan dengan hidangan yg telah diletakkan di atas meja yg terbang dibelakangnya
"Padahal hanya setengah hari kami tidak bertemu,namun hawa keberadaan Rasya yg sekarang 5× lebih kuat dari saat terakhir kami bertemu.Indra perasa ku memang tak salah menilai Rasya sebelumnya"ucap Kepala Koki dalam hati sambil melihat kearah Rasya
Rasya melihat kearah pintu dan mendapati bahwa Kepala Koki secara langsung yg mengantarkan pesanannya keruangan Rasya.Rasya berdiri dan maju ketempat Kepala Koki
"Ternyata itu kau Tuan Ribery,kenapa kau yg mengantar hidangan ini.Kenapa tak menyuruh para Pelayanmu saja"ucap Rasya yg kaget melihat Kepala Koki yg mengantarkan pesanannya
"Hhh.Aku kedatangan teman baikku kesini.Bagaimana mungkin aku tak menyambutnya.Kalau aku tau tuan akan datang malam ini,aku akan menunggumu langsung didepan pintu"ucap Kepala Koki sambil tersenyum
Semuanya melihat kearah Rasya saat mendengar kata² "tuan" dari mulut Kepala Koki
"Jangan memanggilku tuan dimasa depan.Apalagi dihadapan mereka,ini akan terlihat sangat canggung.Gunakan panggilan biasa saja.aku tak suka terlihat terlalu mencolok"ucap Rasya sedikit berbisik
"Baiklah jika itu memang yg tuan inginkan"ucap Kepala Koki yg ikut berbisik setelah melihat kearah belakang Rasya
"Tuan Ribery perkenalkan,ini pamanku,Paman Nias.Yg ini bibiku,Bibi Arshia.Dan ini saudaraku,Leslie(menunjukkan satu persatu).dan semuanya perkenalkan ini Tuan Ribery,Kepala Koki disini"ucap Rasya sambil memperkenalkan semuanya
"Kepala Koki?.Jadi anda adalah Kepala Koki yg terkenal itu.Satu²nya master ranah arc zing yg beralih profesi jadi koki.Kalau tak salah anda juga salah satu dari 2 master ranah arc zing tingkat 6 di desa ini.Maafkan aku karena tak menyadarinya dari awal tadi"ucap Paman Nias yg terkejut saat tau kalau yg berdiri didepannya sekarang adalah Kepala Koki yg sangat terkenal disini
"Aku memang jarang berhubungan dengan dunia luar,jadi wajar saja jika anda tak mengenal saya.Saya juga minta maaf karena tak menyadari kehadiran pak walikota disini tadi.Walaupun ini agak terlambat,saya tetap akan mengatakan selamat datang ditempat kami ini,semoga anda puas dengan Pelayanan disini"ucap Kepala Koki merendah diri dengan wajah tersenyum
"Kami benar² sangat puas dengan Pelayanan disini.Bahkan sekarang anda telah bersedia mengunjungi kami disini,ini merupakan kehormatan terbesar bagi kami,tapi sebelum itu..."ucap Paman Nias memotong kata²nya dan memberi isyarat pada Bibi Arshia dan Leslie
"Maaf sudah merepotkan anda untuk mengantarkan makanan keruangan kami ini"ucap Paman Nias,Bibi Arshia dan Leslie secara serentak sambil memberi penghormatan
"Tidak perlu merasa sungkan² begini.Aku dan Rasya adalah teman baik,dia adalah tamu istimewa ditempat ini.Yg artinya,paman dan bibi dari Rasya juga akan jadi tamu istimewa disini dimasa depan"ucap Kepala Koki
"Terimakasih atas kemurahan hati anda,tuan Kepala Koki"ucap Paman Nias sambil tersenyum
Rasya yg tau,bahwa maksud dari perkataan Kepala Koki ini tertuju pada dirinya,dia langsung mencoba sate dihadapannya satu persatu.Rasya merasakan kalau sate yg ada dihadapannya ini,puluhan kali lebih enak dari yg pernah dia coba di bumi
"Resep ini memang tak jatuh ke tangan yg salah.Tuan Ribery,kau memang sangat ahli dalam memasak.Rasanya ini,benar² tak mengecewakan ekspetasi ku"ucap Rasya melihat kearah Kepala Koki
"Makasih atas pujiannya"ucap Kepala Koki yg puas dengan komentar Rasya
Yg lain hanya terheran² melihat sikap Kepala Koki terhadap Rasya yg terlihat sangat merendahkan diri.Tapi karena tak berani berbicara secara langsung dengan Kepala Koki,yg lain hanya diam melihat Rasya dan Kepala Koki berbicara seperti sahabat yg sangat dekat.Melihat Paman Nias dan yg lain terlihat sangat canggung,Rasya mencoba mengajak mereka bicara,setelah beberapa saat suasana pun cair kembali,canda tawa pun mulai pecah kembali dalam ruangan ini.Namun Paman Nias masih tetap tak berani menanyakan apapun soal hubungan antara Rasya dan Kepala Koki,hingga akhirnya acara makan²pun selesai dan semua orang disini sekarang sudah kenyang termasuk Kepala Koki karena Rasya juga mengajaknya makan.Dengan adanya Rasya disini semua makanan yg dipesan ini, jadi gratis tampa harus membayar sepeserpun
Setelah ini Rasya dan yg lainnya berpamitan ingin pulang.Kepala Koki mengantar mereka hingga ke pintu gerbang dan secara langsung menemani kepergian Rasya dan yg lainnya.Semua orang terkejut melihat Kepala Koki yg biasanya jarang keluar,tiba² sekarang malah secara langsung mengantar kepergian tamunya
"Terimakasih Tuan Ribery,kami pamit dulu ya"ucap Rasya berpamitan
"Berhati²lah dijalan,dan jangan lupa,sering²lah berkunjung kesini dimasa depan"ucap Kepala Koki dengan tersenyum
Rasya dan yg lainnya menaiki rug zing dan terbang pergi meninggalkan rumah makan ini.Setelah beberapa saat Paman Nias melihat kearah Rasya
"Hubungan apa yg kamu miliki dengan Kepala Koki itu?,paman lihat dia sangat menghormatimu.Bahkan dia terlihat seperti menganggap mu lebih dari sekedar teman"ucap Paman Nias penasaran
"Aku juga tak tau dia menganggap ku seperti apa.Yg jelas aku hanya menganggapnya teman.Tak lebih dari itu"ucap Rasya yg sudah menyiapkan alasan
"Tak wajar saja menurut bibi kalau seseorang sehebat Kepala Koki menghormatimu tampa ada alasan apa².Apa kamu yakin tak melakukan sesuatu yg menarik perhatiannya?"ucap Bibi Arshia yg juga ikut penasaran
"Hmm...(pura-pura berfikir).Seingat ku semua yg aku lakukan adalah hal normal.Aku tak ingat,pernah melakukan hal² hebat dalam hidupku"ucap Rasya dengan wajah yg sangat santai
"Normal pala mu.Apa kau pikir mengalahkan fusion zing tingkat 7 dengan hanya ranah fusion zing tingkat 1 adalah hal normal.Aku heran bagaimana otakmu membatasi mana yg normal dan mana yg tidak"ucap Paman Nias dalam hati dengan wajah yg terlihat tetap tersenyum
"Aku lupa kalau dia adalah monster.Kata normal baginya pasti adalah hal yg biasanya membuat orang lain ketar-katir.Sepertinya dia benar² telah menarik perhatian Kepala Koki tampa dia sadari"ucap Bibi Arshia dalam hati sambil menggelengkan kepala
"Tadi sore dia mengalahkan ku.Apa menurutnya aku ini biasa² aja.Aku ini jenius di perguruan ku,sampai² kepala perguruan mengangkat aku jadi murid pribadinya.Awas saja kalau suatu hari aku mengalahkan mu,aku akan mengatai mu "Tai yg tak layak di pandang" pada semua orang saat itu terjadi"ucap Leslie dalam hati merasa jengkel
Setelah Rasya menjawab pertanyaan Bibi Arshia,semua orang hanya terlihat diam tak mengatakan apa²,hingga akhirnya mereka semua sampai dirumah.Begitu sampai,Leslie yg terlihat jengkel langsung turun dan pergi menuju kamarnya.Dibelakangnya Rasya juga terlihat turun dari rug zing dan hendak pergi ke kamarnya
"Rasya,kalau kau punya waktu luang,sering²lah memadatkan energi zing dan menyerapnya.Dengan tingkat pemahaman mu paman yakin,kamu akan bisa mencapai puncak ranah fusion zing tingkat 9 hanya dalam waktu satu bulan"teriak Paman Nias menyemangati Rasya
__ADS_1
"Baik paman,aku akan berlatih dengan giat dan tak akan mengecewakan paman"ucap Rasya sambil terus berjalan meninggalkan Paman Nias dan Bibi Arshia
"Hhh.awalnya aku berencana menaikan 1 tingkat ranah setiap bulannya.Tapi karena Paman Nias telah berkata begitu,sepertinya aku dapat menunjukkan ranah puncak tingkat 9 ku dalam waktu sebulan ini.Lagi pula aku juga belum bisa mengatur energi yg ku keluarkan hingga 100%.Mungkin dalam waktu sebulan ini,aku dapat memperhalus pengunaannya dan bisa mengeluarkannya sesuka hati"ucap Rasya dalam hati sambil berjalan menuju kamarnya dengan wajah tersenyum
"Apa kamu yakin dia bisa melakukannya.Dalam sejarah energi zing,orang tercepat yg dapat naik kepuncak tingkat 9 adalah Leluhur Keluarga Kerajaan Nantian dari Planet Abis ditata surya tetangga kita.tapi hal itupun bisa terjadi karena dia berhasil menyerap mata air zing yg tak sengaja dia temukan.Sedangkan beberapa orang lain dengan kultivasi tercepat,butuh setidaknya 10 tahun untuk mencapai puncak tingkat 9.Tapi kamu mengatakan kalau Rasya bisa mencapainya hanya dalam sebulan.Apa itu tak terlalu berlebihan"ucap Bibi Arshia setelah melihat Rasya lenyap dari pandangannya meragukan ucapan Paman Nias
"Walau sudah melihat perkembangannya yg sangat pesat,sebenarnya aku masih ragu dengan hal itu.Tapi entah dia bisa melakukannya atau tidak,aku hanya tak ingin membatasi pencapaiannya dimasa depan,dengan standar pemikiran kita yg sangat rendah ini"ucap Paman Nias sambil berjalan menuju kamarnya
"Begitu ya.Sepertinya aku paham"ucap Bibi arsya mengikuti Paman Nias
"Sudah²,mari kita tidak membicarakan soal Rasya dulu.Orang seperti dia,tak akan pernah bisa kita jangkau dengan pemikiran orang normal.Mari kita pikirkan saja apa yg akan kita lakukan malam ini.Kamu terlihat sangat cantik setelah berdandan tadi malam bahkan sampai sekarang.Akan sangat disayangkan kalau hal ini dilewatkan begitu saja.Bagaimana kalau kita habiskan saja malam yg indah ini dengan baik² menikmati mu nantinya"ucap Paman Nias sambil menyentuh wajah Bibi Arshia
"Dasar.Tak bisakah kau menahannya sedikit sampai kita tiba dikamar.Jangan melakukan hal cabul ditempat terbuka seperti ini"ucap Bibi Arshia mencoba menghindar
"Baiklah ratuku.Aku akan mematuhi mu malam ini.Biarkan kekasihmu ini yg membawamu ke kamar.Jangan biarkan kakimu yg lembut itu kelelahan untuk sampai di sana"ucap Paman Nias yg langsung merangkul Bibi Arshia dan menggendongnya
"Sayang.Aku bisa berjalan sendiri,bisakah kau menuruni ku sekarang"ucap Bibi Arshia mencoba lepas
"Kalau kamu berani turun disini,aku akan langsung bercinta denganmu ditengah jalan ini.Jangan bilang suamimu ini jahat kalau kau turun dari pangkuanku"ucap Paman Nias yg terlihat tak bercanda
"Aku hanya bercanda tadi,mari kita ke kamar dulu.Jangan lakukan itu disini"ucap Bibi Arshia yg tak melawan lagi
"Sebenarnya,aku sudah tak ingin menundanya sekarang.Tapi karena kamu sudah tak melawan,maka aku akan menuruti keinginanmu dengan senang hati"ucap Paman Nias yg sudah sampai didepan kamar
Paman Nias memasuki kamarnya,menutup pintu dan mengaktifkan sebuah formasi yg membuatnya tak akan terganggu dengan apapun yg terjadi diluar dengan menekan sebuah alat didinding.Setelah ini dia meletakkan Bibi Arshia di kasur
"Aku akan melakukan beberapa ronde malam ini.aku tak akan menyerah sampai aku benar² kering.Kuharap kamu akan bertahan sampai semuanya berakhir"ucap Paman Nias mendekati Bibi Arshia yg berada di kasur
"Tak bisakah kita melakukannya seperti biasa saja,masih ada beberapa pekerjaan yg harus ku tangani besok"ucap Bibi Arshia yg sudah terlentang di kasur
"Tidak bisa.Siapa suruh kamu terlalu cantik malam ini.Aku benar tak akan berhenti selama masih bisa bergerak.Ayo kita mulai"ucap Paman Nias yg langsung naik keatas Bibi Arshia dan mencium bibirnya
Setelah ini hanya ada suara d3sahan Bibi Arshia yg berlanjut hingga 16 jam ke depan,dalan waktu selama ini.Tak ada waktu luang untuk Bibi Arshia berhenti berd3sah.Leslie yg tidur dikamar sebelah mereka,hanya mampu bertahan dengan bantal yg menutup telinganya.Setelah setengah jam berlalu.Leslie keluar dari kamarnya dengan wajah memerah dan berpindah tempat tidur kebangunan disebelahnya.Setelah pindah ke sana Leslie langsung tertidur dengan nyenyak.
Seketika 1 jam lagi waktu malam akan berganti pagi.Paman Nias pun roboh dan tak bisa bergerak lagi.Dia lupa minum obat kuat tadi malam karena terburu² menaklukkan Bibi Arshia.Setelah ini dia langsung tertidur dengan pulas dan tak bangun hingga seharian penuh,hal yg sama juga terjadi pada Bibi Arshia.Mereka berdua benar² kelelahan dan tak bisa bergerak kali ini
...****************...
Disisi lain,Rasya hanya tidur selama 2 jam malam ini,sama seperti malam² sebelumnya.Di tengah malam dia terbangun dan tak berencana untuk tidur lagi.Setelah bangun Rasya mengambil pedangnya dan terbang pergi menuju sungai dibelakang rumah Paman Nias.Tempat yg sebelumnya dia gunakan untuk berlatih.Disana,Rasya mencoba tehnik pedangnya dengan kekuatan yg berbeda.Dia menyuruh Inner melepaskan kekuatannya sedikit demi sedikit hingga akhirnya Rasya dapat mengendalikan 50% kekuatannya pada malam itu
Rasya yg sekarang sudah bisa melepaskan 50% kekuatannya,dan bisa mengatur serangan dari kekuatan 50% ini dengan dampak yg diberikan hanya 1% dari kekuatan asli Rasya.Setelah latihan malam ini Rasya akhirnya berhasil mengendalikan 50% kekuatan ini dan bisa mengatur dampak dari serangan sesuka hatinya.Rasya sangat gembira dengan pencapaiannya malam ini
Setelah selesai latihan Rasya kembali ke rumah dan hari sekarang sudah pagi.Sesampainya di sana Rasya langsung ke kamar mandi dan mandi di sana.setelah selesai,Rasya menganti pakaiannya dan memakai pakaian baru yg telah dia beli tadi malam yg jumlahnya hampir mencapai ratusan pasang.Rasya sibuk memilih baju yg akan dia kenakan hari ini.Setelah beberapa saat dia telah menentukan baju pilihannya.Setelah memakai baju,Rasya juga tak lupa memakai wangi²an setelah semuanya selesai Rasya sekarang sudah siap melewati pagi dengan penampilan keren seperti biasanya
...****************...
Di hutan tempat Rasya dibegal sebelumnya,terlihat 2 orang sudah datang untuk memeriksa tempat ini.Mereka pergi kearah pemimpin begal yg sebelumnya telah dibunuh oleh Rasya
"Aku menemukan sinyal terakhir yg dipancarkan oleh otak Bosedek(nama pemimpin begal yg dibunuh Rasya),berakhir ditempat ini...Lihat di sana ada bekas pertempuran ayo kita ke sana"ucap seseorang yg melihat sebuah tempat yg telah porak-poranda
Keduanya terbang tepat kearah bos begal yg dibunuh Rasya dan berhenti di sana
"Coba lihat.Bukankah orang terlentang di sana itu mirip Bosedek.Ayo kita periksa ke sana"ucap seseorang sambil turun dan pergi mengecek tubuh si bos begal
"Siapa yg telah membunuh Bosedek dengan luka sebrutal ini dan dimana semua anak buahnya.Kenapa tak terlihat satupun disekitar sini"ucap seseorang yg terkejut melihat tubuh bos begal penuh dengan luka dan organnya telah berhamburan keluar
"Untung otaknya masih utuh.Coba kita periksa memori terakhir Bosedek dan kita lihat apa yg telah terjadi padanya"ucap seseorang sambil menancapkan sebuah alat ke kepala bos begal
Setelah alat ini ditancapkan ke kepala bos begal,sebuah gambar berbentuk hologram muncul di udara.Di sana semua hal yg dilakukan Rasya sebelumnya muncul lengkap dengan suara²nya.Kedua orang ini menonton adegan dari saat Rasya menebas si gendut sampai adegan Rasya ingin membantai orang desa dan akhirnya dia sadar dan pergi dari tempat ini.Kedua orang ini merinding ketakutan melihat pembantaian Rasya yg tampa perlawanan sama sekali
"Padahal Bosedek dan anak buahnya adalah orang² yg sudah dilatih bertahun² dan memiliki jurus uniknya masing².Tapi mereka benar² tak bisa melawan anak ini sama sekali.Bahkan luka² yg dia derita dari jurus rahasia mereka sembuh dengan cepat.Anak ini benar² monster.Sebaiknya kita memperlihatkan rekaman ini pada pemimpin dan melihat apa keputusannya"ucap seseorang yg sudah gemetaran
"Ayo cepat"ucap temannya dan keduanya langsung pergi dari tempat ini dengan cepat
Setelah sampai di markas keduanya langsung memperlihatkan rekaman ini pada pemimpinnya yg beranah arc zing tingkat 5,si pemimpin juga ikutan terkejut saat melihat seorang bocah beranah fusion zing tingkat 1 yg melakukan pembantaian ini.Dia beranggapan kalau Rasya adalah monster ribuan tahun yg menyamar menjadi seorang bocah dan menyembunyikan ranah aslinya.Dia langsung menunjukkan wajah Rasya pada semua anak buahnya dan berkata akan memutuskan hubungan dengan siapapun yg berurusan dengan Rasya dimasa depan...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung....
__ADS_1