
Setelah kejadian tadi,Paman Nias bangun dari kasurnya dengan celana pendek dan mengusir ayahnya keluar kamar dan mengunci pintunya.Bibi Arshia hanya bisa menarik selimutnya hingga menutupi setengah wajahnya dan melihat semuanya ini
"Maafkan kelakuan cabul ayahku,aku sendiri bingung dengan apa yg dipikirkannya yg selalu bertamu malam² ketempat kita"ucap Paman Nias yg telah selesai mengusir ayahnya dari kamar
"Tak apa²,dia sudah melakukan ini sejak malam pertama kita.Aku sekarang sudah terbiasa dengan sikapnya itu"ucap Bibi Arshia malu²
"Syukurlah kalau kamu memakluminya.Aku merasa bersalah tak bisa menjaga sikap ayahku yg satu ini"ucap Paman Nias menghembuskan nafas
"Hhh.Sudah²,temui dulu ayahmu sana,kasian dia menunggumu terlalu lama diluar"ucap Bibi Arshia sambil tersenyum
"Baiklah.Kalau istriku telah berkata begitu,aku akan bersiap² dulu sekarang"ucap Paman Nias yg lega melihat Bibi Arshia masih tersenyum
Paman Nias mengeluarkan beberapa pakaian dari cincin ruangnya dan bersiap untuk bertemu ayahnya
...****************...
"Dasar anak durhaka.Tak bisakah dia membiarkan ayahnya melihat menantu cantiknya yg sedang tidur beberapa saat lagi.Huuhhh"ucap Nixias yg sedang ngambek diluar
Nixias pergi dari depan kamar Paman Nias dan berjalan menuju kamar lain.Sebelum Nixias masuk ke kamar,Paman Nias keluar dari kamarnya
"Orang tua mesum,berhenti di sana.Jangan memasuki kamar orang seenak jidatmu"ucap Paman Nias memarahi ayahnya
"Orang tua apanya.Apa kau melihat sebuah keriput dimukaku.Aku yakin,pesona di wajahku bahkan lebih baik darimu"ucap Nixias dengan santai
"Kau terlihat lebih muda dariku karena ranah mu yg lebih tinggi.Jangan terlalu kepedean dengan umurmu yg sudah ratusan itu"teriak Paman Nias
"Kamu iri ya.Kasian.Padahal sudah tua tapi masih ranah stuff zing"ucap Nixias mengejek Paman Nias
"Kamu...."ucap Paman Nias
Mereka terus berdebat selama beberapa menit kedepan.Hingga akhirnya Paman Nias kalah dan menunjukkan sebuah kamar untuk Nixias beristirahat malam ini.Setelah ini mereka kembali tidur menunggu pagi
...****************...
Dalam formasi dunia terpisah
Rasya terus berlatih dalam formasi ini,untuk mengendalikan kekuatannya.Sudah puluhan dunia dalam ruang terpisah ini dihancurkan oleh energi Rasya.Namun Inner terus memperbaikinya dan menciptakan dunia yg baru.Setelah berlatih selama beberapa jam,akhirnya Rasya mulai bisa mengendalikan kekuatan 100%nya hingga 50% kekuatan aslinya.
Rasya sangat senang dengan hasil ini.Tiba² Inner memberi informasi pada Rasya bahwa sekarang sudah pagi.Rasya akhirnya menghentikan latihannya dan menyimpan kristal formasi ini kedalam cincin ruangnya.Rasya juga menyuruh Inner untuk menyegel 50% kekuatannya lagi karena belum bisa dia kendalikan sepenuhnya
"Sepertinya latihan malam ini cukup sampai disini saja.Sekarang lebih baik aku mandi dulu dan pergi Rumah Makan Ziva untuk makan pagi disana.Sudah lama aku tak makan sate.Makanan kesukaanku, tunggu saja,sebentar lagi aku akan datang"teriak Rasya yg bersemangat ingin pergi makan sate
Rasya langsung melompat kedalam sungai dan berenang² sebentar disana.Setelah merasa cukup,Rasya akhirnya keluar dari sana dan berpakaian dengan rapi untuk mengawali paginya
Rasya terbang mengunakan rug zing ke Rumah Makan Ziva setelah ini.Setelah sampai di sana,Kepala Koki langsung menyambutnya dengan hormat
"Baru beberapa hari kami tak bertemu,tapi auranya sudah meningkat ratusan kali lipat.Sekarang aku benar² merasa kalau diriku yg sekarang,sama sekali bukan tandingannya.Benar² orang yg sangat mengerikan"ucap Kepala Koki dalam hati
Kepala Koki melayani Rasya dengan baik selama dia disini.Rasya yg teringat bahwa biasanya Leslie akan mengajaknya makan saat dia pulang,Rasya hanya makan sedikit disini dan membungkus yg lainnya untuk dia bawa pulang dan makan bersama nanti dirumah.Setelah beberapa saat,Rasya berencana pulang dan berpamitan kepada Kepala Koki
"Tuan Ribery.Seiring waktu berlalu,sepertinya skill memasak mu juga semakin membaik.Aku merasa kalau sate buatan mu hari ini lebih lezat dari yg kemaren"ucap Rasya sambil makan sate dan menyimpan sate yg telah dibungkus ditangan Kepala Koki kedalam cincin ruang nya
"Terimakasih pujiannya Tuan.aku senang mendengar Tuan puas dengan hidangan ku"ucap kepala koki tersenyum bahagia
"Aku pulang dulu ya dan terimakasih untuk makan hari ini"ucap Rasya sambil terbang menjauh
"Hati² dijalan dan sering²lah berkunjung kesini kedepannya ya"teriak Kepala Koki
"Dengan senang hati"ucap Rasya tersenyum
"Padahal,awalnya aku hanya menjalin bisnis sate bersamanya.Tak ku sangka,aku malah berhasil menjalin hubungan dengan monster seperti dia.Aku tak sabar ingin melihat seperti apa masa depannya"ucap kepala koki dalam hati sambil tersenyum melihat kepergian Rasya
...****************...
Rasya terbang pulang ke rumah sambil menikmati sate dan sebotol air yg rasanya hampir sama dengan kopi ditangannya.Setelah beberapa menit akhirnya Rasya sampai dihalaman rumah,dan beranjak masuk kedalam
...----------------...
1 jam yg lalu
Setelah bangun pagi,Leslie terkejut saat mendengar kabar dari ayahnya,kalau kakeknya sudah pulang kerumah.Dia sangat senang mendengar kabar ini dan langsung menuju ke kamar kakeknya untuk menemuinya di sana
...Tok...Tok...Tok...(suara Leslie yg mengetuk pintu)...
"Kakek...Bangun sudah pagi...Bangun Kakek...Kakek..."teriak Leslie didepan pintu kamar kakeknya
Mendengar suara ribut² diluar,Nixias yg masih tidur akhirnya terpaksa harus bangun karena merasa terganggu
"Iya².Ini kakek sudah bangun.Bisakah kamu berhenti teriak²"ucap Nixias melihat kearah pintu dengan hanya membuka 1 matanya
"Tak mau.Buka pintunya dulu baru aku berhenti" ucap Leslie sambil mengetuk pintunya dengan sekuat tenaga
"Iya².Kakek buka...Dasar bocah nakal(suara kecil)"ucap Nixias yg bangun dari tempat tidurnya dengan terhuyung-huyung
Nixias duduk di atas kasurnya dan mengerakkan jarinya kearah pintu,seketika pintu yg awalnya terkunci,langsung terbuka
Leslie yg melihat pintunya sudah terbuka,dia langsung lari kearah Nixias yg masih setengah sadar dan loncat keatas Nixias yg baru saja duduk di atas kasur
"Kakek...Aku sangat merindukanmu"ucap Leslie yg loncat dan memeluk Nixias
__ADS_1
Nixias roboh lagi ke kasur kerena ditindih oleh Leslie.Rasa ngantuk nya sekarang hilang entah kemana dan membuat Nixias langsung melek seketika
"Apa dia sadar,kalau dia sekarang sudah dewasa.Kelakuannya masih sama seperti bocah berumur 7 tahun di umurnya yg sudah 16 tahun.Punya cucu kok gini² amat ya..."ucap Nixias dalam hati dengan wajah lesu
"Leslie.Sepertinya pinggang kakek tak akan bertahan lama lagi jika kau melakukan ini terus saat kita bertemu.Tak bisakah kau biarkan kakek mu ini hidup sedikit lebih lama lagi"ucap Nixias tampa bergerak dengan wajahnya yg polos tampa ekspresi
"Kakek pasti bercanda,kakek bahkan terlihat lebih muda dan lebih berenergi dari pada ayah.Mana mungkin gadis lemah seperti ku bisa membuat pinggang kakek bermasalah"ucap Leslie sambil tersenyum memeluk Nixias
"Terserah kamu sajalah..."ucap Nixias pasrah
"Kakek biasanya selalu punya cerita seru setiap pulang berperang seperti ini.Aku ingin tau,berapa banyak Jendral musuh yg telah kakek kalahkan dalam pertempuran kali ini"ucap Leslie penasaran
Mendengar Leslie bertanya seperti ini,Nixias langsung teringat tentang pertarungannya dengan Rasya tadi malam.Nixias langsung bangun dari tempat tidurnya
"Apa kamu percaya kalau kakek pernah bertemu monster yg sangat mengerikan di pertempuran kali ini"tanya Nixias dengan wajah sangat serius
"Ada lawan yg bisa membuat kakek berkata seperti itu,dia pasti lawannya sangat mengerikan.Ayo ceritakan kek,aku sangat ingin mendengarnya"ucap Leslie yg langsung turun dari Nixias dan duduk di samping Nixias sebagai pendengar yg budiman
"Dia itu adalah satu²nya lawan yg bisa membuat kakek merinding saat mengingatnya.Walau tak sempat mengeceknya.Tapi menurut kakek ranah nya tak lebih rendah dari para Pilar Istana(orang² yg berada dibawah raja planet ini secara langsung).Saat itu kami...(bercerita tentang pertemuan dan pertarungannya dengan Rasya yg sebelumnya,dengan beberapa fakta yg diubah).Akhirnya kami mengakhiri pertarungan itu dengan mengeluarkan jurus pamungkas kami masing² sehingga membuat langit dan bumi bergetar,dan kami berdua terbaring di tanah tampa tenaga yg tersisa.Kami berakhir seri di pertarungan ini"ucap Nixias mengakhiri ceritanya dengan bangga
"Aku belum pernah kalah sebelumnya sekalipun.Mengatakan aku kalah telak dengannya,benar² memperburuk citraku yg sangat bersinar ini.Mengatakan seri adalah pilihan terbaik"ucap Nixias dalam hati yg lega kerena berhasil merubah alur ceritanya
"Pertarungan mereka bisa membuat semuanya yg ada dalam jarak pandangnya hancur dan rata dengan tanah.Mereka sangat kuat sekali.Benar² seperti pertarungan dalam legenda"ucap Leslie dalam hati yg terkagum² mendengar cerita Nixias
"Kakek...Apakah aku bisa menjadi sekuat kakek suatu hari nanti?"ucap Leslie dengan mata berbinar²
"Kamu itu cucu kakek.Selama kamu berlatih dengan giat,kamu pasti akan bisa berdiri setara dengan kakek suatu hari nanti.Kakek sangat menantikan saat² itu" ucap Nixias
"Aku akan berjuang dengan sungguh² kek.Sekarang ayo ikut aku ketaman.Aku akan menghidangkan makanan lezat untuk pahlawanku di sana"ucap Leslie sambil menarik tangan Nixias
Leslie membawa Nixias kesebuah tempat duduk santai di taman,tempat Leslie biasanya menghabiskan waktu bersantai nya disana.Nixias membiarkan Leslie membawanya kesini dengan bahagia.Nixias langsung duduk di sana setelah sampai
"Tunggulah disini kek,aku akan mengambil makanan dari dapur dulu ya"ucap Leslie sambil pergi ke dapur dengan senyum yg masih terpancar diwajahnya
"Iya².Kakek tak akan kemana² kok"ucap Nixias sambil menikmati makanan yg sudah ada di sana
...****************...
3 menit kemudian
Rasya yg baru saja pulang dari rumah makan,masuk ke halaman rumah dan berniat pergi masuk kedalam.Saat melewati halaman rumah,Rasya tiba² melihat seseorang yg duduk ditempat santai dibawah pohon.Saat melihat punggung orang ini,Rasya merasa seperti mengenalnya.Rasya mendekati orang ini karena rasa penasarannya.Rasya melihat orang didepannya ini baik² setelah mendekat
"Nixias...Itu kau,kita bertemu lagi ya.Untuk apa kau datang kesini?"ucap Rasya dengan santai sambil lanjut minum kopi yg sebelumnya dia ambil dari rumah makan
Mendengar orang yg memangil namanya,Nixias yg sedang makan langsung berbalik kebelakang dengan wajah marah
"Siapa yg berani²nya memangil namaku seca...Ra...Lang...."teriak Nixias yg terkejut saat melihat kalau yg dibelakangnya ini adalah Rasya
"Mampus aku.Kukira tadi malam dia beneran melepaskan ku,tak taunya ternyata...Tapi yasudah lah.Setidaknya aku sudah bertemu dengan semua keluargaku untuk terakhir kalinya.Leslie maaf sepertinya kakek tak bisa lagi menemani kamu makan pagi hari ini.Selamat tinggal semuanya.Sayonara"ucap Nixias dalam hati yg sudah pasrah dengan tubuhnya yg sudah bermandikan keringat
"Kakek.Ini aku sudah membawakan makannya.Ayo kita makan...Ohhh.Kamu juga sudah bangun Rasya,ayo kita makan bersama.Dan kenalkan ini kakekku..."ucap Leslie yg baru saja keluar dari dapur
"Pushhh(menyemburkan kopi yg sedang dia minum ke depan,dan memenuhi seluruh muka Nixias)...Dia kakek mu"ucap Rasya kaget sambil menyapu sisa kopi di mulutnya
"Kakek...(terkejut melihat wajah kakeknya menghitam terkena semburan kopi Rasya).Kakek maaf...Maafkan Rasya ya.Dia pasti tak sengaja melakukannya.Rasya cepat minta maaf"ucap Leslie yg panik sambil Langsung meletakkan makanan dimeja dan lari kearah kakeknya
"Bisa gawat kalau kakek mengamuk.Rasya pasti akan langsung tamat jika berhadapan dengan kakek.Aku harus mencegahnya"ucap Leslie dalam hati ketakutan
"Maafkan aku kek.aku tak tau kalau sebelumnya anda adalah kakeknya Leslie.Semoga kakek tak mengambil hati atas kejadian sebelumnya"ucap Rasya menyesal kerena telah menghajar Nixias sebelumnya
"Aku sudah menghajarnya setengah mati sebelumnya.Aku jadi merasa sangat bersalah karena telah menindas nya tadi malam"ucap Rasya dalam hati
Melihat Rasya yg minta maaf padanya,Nixias langsung panik dan memberanikan diri untuk bicara
"Tidak².Itu semua salahku sendiri karena duduk disana.Kalau tidak mana mungkin semburan Tuan akan mengenaiku.Tolong maafkan kesalahanku ini"ucap Nixias yg langsung lari memeluk lutut Rasya
"Ideologi sesat macam apa ini.Sejak kapan orang yg hanya duduk saja dianggap bersalah.Apakah otaknya sedikit tergeser saat ku hajar tadi malam"ucap Rasya yg kebingungan dalam hati sambil menahan Nixias yg ingin memeluk kakinya
"Sudah².Kakek bangun dulu.Tak enak dilihat orang lain jika Kakek melakukan ini"ucap Rasya membangunkan Nixias yg ingin memeluk kakinya sambil berbisik
"Baik Tuan.Terimakasih atas belas kasihan nya"ucap Nixias sambil berbisik yg langsung berdiri saat Rasya ingin membangunkannya
"Sejak kapan Kakek jadi selembut itu.Seingatku,Tak pernah ada orang yg berakhir baik setelah menyinggung Kakek.Bahkan orang yg tak sengaja membuat sepatunya kotor saja,dibuat setengah sekarat olehnya.Sehingga,orang disini sangat takut menyinggungnya.Bahkan alasan orang² disini tak pernah berani menyinggung aku atau ayahku juga karena dirinya.Apakah sekarang aku sedang bermimpi"ucap Leslie dalam hati tak percaya dengan yg dilihatnya
"Berhenti memanggilku Tuan,dan panggil aku Rasya"ucap Rasya berbisik
"Baik Tuan Rasya"ucap Nixias ikut berbisik
"Buang kata Tuan,atau aku benar² akan merontokkan gigimu"ucap Rasya yg jengkel sambil berbisik
"Baik Ra..Ras...Rasya"ucap Nixias yg terbata² sambil berbisik
"Pertahankan itu"ucap Rasya sambil berbisik
Nixias mengangguk dengan cepat
Leslie hanya bisa terdiam melihat kelakuan kakeknya yg sangat aneh hari ini dan tak tau harus berkata apa
"Ayo kita duduk dan makan dulu.Aku baru pulang dari Rumah Makan Ziva dan membeli sate disana.Ayo kita makan bersama"ucap Rasya sambil mengeluarkan sate yg dia bawa pulang tadi
__ADS_1
Rasya langsung duduk setelah ini.Karena sudah diajak oleh Rasya sebelumnya,Nixias juga ikutan duduk ditempat santai ini
"Jangan sungkan²,makanlah sepuasnya.Aku membawa pulang sangat banyak sate tadi dari sana.Ayo makan"ucap Rasya yg langsung memulai makan dengan lahap
Melihat Rasya yg sudah mulai makan,yg lain juga ikutan makan dengan lahap.Leslie ingin bertanya tentang hubungan Rasya dan kakeknya.Namun tiba² Paman Nias keluar dari sebuah ruangan dan berjalan kearah Nixias dengan membawa sebuah chip ditangannya
"Karena ayah sudah pulang.Aku tadi malam mengumpulkan semua data penting yg harus diurus dan kumasukkan dalam chip ini.Aku kembalikan jabatan wali kota pada ayah.Aku..."ucap Paman Nias sambil meletakkan chipnya didepan Nixias
"Push(menyemburkan sate yg sedang dimakannya)...Kakek juga seorang wali kota disini?"tanya Rasya yg kaget tampa sadar kemana dia menyemburkan makanannya
"Yg benar saja.Jadi semalam aku baru saja menyinggung ayahnya Paman Nias beserta wali kota disini.Sepertinya masa depanku sudah sangat gelap ditempat ini.Lain kali sepertinya aku harus menanyai identitas orang yg akan ku hajar terlebih dulu,sebelum benar² menghajarnya"ucap Rasya dalam hati menyesal
"Ayah.Kau tak apa²kan.Maafkan Rasya.Dia pas..."ucap Paman Nias kaget melihat wajah Nixias yg dipenuhi makanan semburan Rasya
"Tenang saja ayah.Kakek pasti punya alasannya sendiri..."ucap Leslie menahan kata² Paman Nias
"Heh...Bukanya ras..."ucap Paman Nias bingung
Leslie menahan kata² Paman Nias ini lagi dan memberi isyarat pada ayahnya untuk melihat kearah Nixias
"Maa..."ucap Rasya yg baru sadar kemana arah semburannya tadi
"Tak apa².Aku sudah terbiasa kok"ucap Nixias dengan santai sambil menyapu mukanya dan lanjut makan
"Heh...."ucap Paman Nias kaget
"Tuh kan.Aku bilang juga apa?"ucap Leslie yg sudah memprediksi endingnya
Paman Nias hanya bisa bengong setelah ini,dia bingung dengan apa yg baru saja terjadi
"Paman.Sepertinya aku sudah makan dengan cukup sekarang.Aku akan berlatih dulu selama beberapa hari kedepan.Tak usah mencari ku selama beberapa hari ini ya!"ucap Rasya yg menyudahi makan²nya dan beranjak pergi
"Kamu yakin tak mau makan lagi..."ucap Paman Nias
"Aku sudah makan di Rumah Makan Ziva sebelumnya,aku sudah kenyang sekarang.Aku pergi dulu ya"ucap Rasya sambil berjalan menuju ke rumah
"Kalau begitu,Berlatihlah baik² disana.Jangan sungkan² mengatakan apa yg kau butuhkan pada Pamanmu nantinya"ucap Paman Nias menyemangati Rasya
"Baik Paman.Dan untuk Kakek,jangan sungkan² begini dipertemuan kita selanjutnya"ucap Rasya sambil tersenyum
"Baik²..."ucap Nixias yg sedang makan dengan cepat
"Walau aku ingin menghabiskan waktu lebih banyak bersama mereka sebelum memasuki latihan tertutup ku,tapi aku merasa tak enak melihat Nixias yg terlihat sangat tertekan dengan adanya aku disana.Mudah-mudahan saja traumanya ini dapat pulih setelah beberapa hari ke depan"ucap Rasya dalam hati sambil bergegas masuk kedalam kamarnya
Semua orang melihat kepergian Rasya dengan ekspresi yg berbeda
"Setelah ini,perkembangan Rasya pasti sangat mengejutkan,aku tak sabar menantinya"ucap Paman Nias tersenyum
"Dia meninggalkan ku tampa berkata apa.Baka..."ucap Leslie yg sedang sebel dalam hati
"Akhirnya Monster itu pergi juga.Jika aku sudah menyelesaikan masalah disini,aku akan langsung pergi dari sini"ucap Nixias dalam hati sambil mengakhiri makan²nya dan bersandar di kursi dengan wajah lega
Leslie dan Paman Nias menatap kearah Nixias yg melihat ekspresinya sekarang telah berubah total
"Kenapa Kakek terlihat sangat takut kepada Rasya sebelumnya,apa Kakek mengenalinya"tanya Leslie penasaran
"Takut...Hhh.Kamu pasti bercanda.Mana mungkin kakek takut pada bocah seperti dia.Kakek hanya bersikap baik padanya karena kamu menganggapnya saudara..."ucap Nixias dengan bersantai di kursi
...Tring...Tingg...Tingg...
"Tidak²...Aku tadi hanya bercanda...Maaf²"ucap Nixias yg langsung meloncat dari kursi dan tersungkur dilantai
"Maaf ayah.Aku tak sengaja menjatuhkan piring ini tadi"ucap Bibi Arshia dibelakang dengan senyuman bersalah
Paman Nias dan Leslie kebingungan melihat sikap Nixias yg sekarang ini
"Apa ayah baik² saja"ucap Paman Nias kebingungan
"Ehmm...Aku tak apa²,Ehmm...Yg tadi itu lupakan saja"ucap Nixias sambil bangun dari lantai
"Apa benar² Kakek tak apa²,Kakek benar² terlihat sangat aneh hari ini"ucap Leslie penasaran
"Tak usah khawatir,Kakek baik² saja sekarang.Nias,pada saat kau katakan padaku,kalau ada seorang pemuda yg menolong mu saat kau dijebak sebelumnya.Apakah yg kau maksud adalah Rasya?"ucap Nixias dengan wajah serius
"Iya.Dialah yg mengobatiku sebelumnya..."jawab Paman Nias
"Coba ceritakan padaku kronologinya"ucap Nixias
"Setelah berhasil lolos dari mereka dengan jimat teleportasi yg ayah berikan,aku berhasil sampai di hutan dekat desa.Di sana....(Paman Nias menceritakan pertemuannya dengan Rasya,sampai dia membawa Rasya ke rumah).Karena dia belum belajar energi zing sama sekali,jadi aku mengajarinya sesampainya disini.Tak ku sangka perkembangannya sangat mengerikan,bahkan dia dapat mencapai puncak tingkat satu hanya dalam semalam..."ucap Paman Nias menceritakan kisahnya dengan Rasya secara detail
Leslie dan Nixias yg mendengar cerita paman nias,mereka jadi bingung harus percaya dengan cerita paman nias atau percaya dengan apa yg sebelumnya merela lihat.Namun setelah mereka mendengar paman nias yg bercerita tentang rasya yg melubangi dinding ruang latihan saat pertama kali dia belajar tehnik pedang.Mereka akhirnya percaya kalau kekuatan rasya benar² tak bisa diukur dengan akal sehat
...----------------...
Setelah memasuki kamarnya,rasya meletakkan kristal yg sebelumnya di empat sudut kamarnya,dan berniat melatih kekuatannya di dunia terpisah selama beberapa hari ke depan
"Inner.Aktifkan formasinya..."ucap rasya
"Formasi dunia terpisah diaktifkan..."pemberitahuan dari Inner
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung...