
Kila bangun pagi,,
ya karena Kila sadar akan statusnya saat ini sebagai seorang istri, tidak lagi seperti dulu bisa bangun siang. Kila melihat kesamping,, dia melihat bagas masih terlelap.
Kila bangun dari pembaringannya berjalan kearah kamar mandi. setelah itu menuju dapur untuk membuat sarapan pagi untuk mereka berdua.
Saat meraba raba kasurnya mencari guling hidupnya tempat di sampingnya kosong sang istri tidak ada disana,, Bagas membuka matanya hendak mencari sang istri yang diyakininya kini berada didapur dengan cepat Bagas turun dari pembaringanya. keluar dari kamar guna mencari sang istri.
setelah membuka pintu kamar aroma harum masakan menyeruak di hidung Bagas..
tanpa kila sadar karena sedang asik membuat sarapan pagi, kini posisi Bagas telah berada di belakang Bagas dan memeluk istrinya dari belakang.
" sudah bangun gas? mandi dulu baru makan, bukannya hari ini kamu berangkat ke kantor kan?" ucap Kila sambil memasak.
" saya tadi cari kamu di kamar ternyata lagi memasak". lalu mencium pipi Kila, berlalu dari dapur, hendak mandi menuju kamar mandi yang letaknya berada di dalam kamar tidur mereka.
ketika kila sedang menata makanan di atas meja, Bagas datang dalam keadaan sudah rapih menggunakan pakaian kerja berlengan panjang dan celana panjang kain lalu menduduk pantatnya dikursi.
" gas, maaf pagi ini aku masak hanya omelet dan mie goreng saja karena di dapur persediaan makanan tidak ada". sambil menarik kursi duduk di samping Bagas.
" nanti setelah pulang dari kantor saya jemput kamu, kita beli sama sama kebutuhan rumah.
" ok, deh".
Mereka melanjutkan sarapan paginya.
" gas hari ini aku masuk siang, tapi apa boleh aku ikut kerumah sesil barengan sama kamu. ada tugas yang belum aku kerjakan kemaren pas saya ijin".
" boleh lah kil,, ".sambil mengusap puncak kepala Kila.
"bentar ya aku ganti baju sama ambil tas dulu dikamar, bentar kok gak lama". lalu Kila bergegas menuju kamar mengambil tas dan perlengkapan kuliahnya..
Kila dengan cepat kembali ke ruang makan. mendengar suara langkah kaki Bagas menoleh melihat istrinya kini menggunakan rok dengan panjang sampai sebatas lutut dan atasannya kaos berwana pink lengan pendek.
" tumben pakai rok?".
setelah Kila berada di sampingnya kini Bagas menarik Kila, memeluk sambil duduk di kursi kemudian mencium perut Kila sejenak. ada perasaan aneh menyeruak dari dalam hati kila.
" sehat sehat di dalam ya nak".
Sebelum berangkat tidak lupa Kila membereskan piring kotor bekas sarapan.
ketika Kila akan membasuh piring kotornya, Bagas datang menghampiri Kila " tidak usah di cuci lagi nanti saja setelah pulang kita sama sama membereskan rumah". suruh Bagas.
kini mereka sudah di dalam mobil menuju kerumah sesil. Seperti biasa jalanan setiap pagi hari selalu macet dimana mana. itulah yang terjadi saat ini. Setelah melalu perjalanan yang begitu macet, kini tibalah mobil yang di kendarai Bagas sampai di halama rumah sesil.
__ADS_1
ketika Kila hendak turun tangannya di pegang oleh Bagas, sambil menatap Bagas " ada apa?" Kila melihat bagas mengeluarkan dompet dari dalam tasnya. Dan memberikan uang 2 lembar berwarna merah kepada kila.
" ini uang jajan kamu buat hari ini". sambil menyodorkan uang berwarna merah tersebut kepada kila.
"terima kasih Bagas".
" tidak usah terima kasih karena ini adalah tanggung jawab saya sebagai seorang suami Kila".
" aku turun dulu ya".
" nanti saya jemput kamu di kampus. lalu kita ke supermarket".
Bagas tidak langsung menjalankan mobilnya tetapi menuunggu sang istri masuk ke halaman rumah sesil terlebih dahulu baru dia berangkat.
" tok,, tok,,, tok,, assalamualaikum".
dari dalam rumah terdengar " wa Alaikum salam".
itu adalah suara yang sudah Kila kenal yaitu mamah sesil.
" eh,, Kila masuk, ada tuh sesil masih di kamar. Sana langsung masuk aja ya kil."
Kila tidak lupa menyalami tangan mamah sesil.kemudian berlalu pergi ke kamar sesil.
Setelah sampai di depan pintu kamar milik sesil, Kila mengetok pintu.
" ya elah Lo, kil. tinggal buka aja pintu Napa gak usah pake ketok lagi.gue kira tamu penting ternyata elo".
" sil,, aku mau liat tugas kemaren donk"
" Lo,, emang kemaren kemana sampe gak masuk 3 hari?kawin Lo?". ujar sesil sembarang.
Kila yang mendengarnya kaget bukan main takut rahasia terbongkar. Buru buru Kila mentral kan mimik wajahnya agar tidak di ketahui sesil. yang saat itu sedang mengambil buku di dalam tasnya yang di letakkan diatas meja.
" ini bukunya" sambil membalikan tubuhnya melemparkan buku tugas ke arah Kila.
" gue mau mandi dulu. elo udah sarapan belum?"
sambil berfikir menimbang nimbang apa bilang sudah aja kali ya, tapi perutku masih laper nih.
" woy di tanya bukan jawab malah ngelamun. parah Lo mah kil, pagi pagi udah ngelamun. kesambet Lo nanti".
" belum.. "
" abis gue mandi kita makan bareng ya,,".
__ADS_1
di balas anggukan oleh Kila.
setelah sesil selesai mandi. Mereka keluar kamar menuju ruang makan yang letaknya berada di belakang dekat dengan taman.
makanan yang disajikan di atas meja makan oleh mamahnya sesil menggugah selera makan Kila. Bagaimana tidak, makanan yang diatas meja adalah gado gado kesukaan Kila.
saat ini Kila,sesil dan juga mamah sesil tengah menikmati sarapan pagi mereka. melihat Kila makan dengan lahapnya, sesil dan juga mamahnya hanya bisa bengong apalagi sesil yang melihat Kila makan bagaikan manusia yang tidak makan selama 2 hari..
" kil,, gila Lo makan banyak amat?laper apa doyan neng?" mamah sesil mencolek lengan sesil,sesil kemudian diam menikmati sarapannya lagi.
" sil udah biarin, Kila makan aja yang banyak Tante senang kok kamu suka masakan Tante". ucap mamah sesil.
" Tante,, beneran deh masakan enak tidak ada tandingannya".
" ah Lo mah dasarnya aja mau gratisan".
" sudah sudah makan yang banyak".
,,,,,,,,
setelah makan sesil dan Kila kembali ke kamar sesil untuk mengerjakan tugas yang belum selesai.
dering telpon berbunyi tertera nama Wahyu di layar hape
" assalamualaikum" ucap Kila
" wa alaikumsalam" jawab seseorang di sebrang sana.
" Kila ada yang mau saya bicarakan, kamu ada waktu hari ini?". tanya Wahyu ragu ragu.
kila yang mendengarnya bingung mau di jawab apa.
" Kila" panggil seseorang lagi karena tidak mendengar suara Kila.
" hari aku,,, " ragu harus jawab apa. " aku,, bisa tapi hanya di kampus saja ya gak bisa keluar".
" ya baiklah saya,, kita ketemu di kantin kampus aja". kemudian laki laki itu menutup teleponnya.
saat dikampus sesil mengandeng tangan kila.seketika ad yang aneh di jari tangan kila.tersemat cincin di jari manisnya.
" Kila sejak kapan Lo pake cincin? jangan jangan Lo kemaren nikah ya ma Bagas tuh cincin di jari Lo apa?". dengan nada curiga sesil berujar.
Kila lupa sebelum berangkat harusnya tadi melepas cincinnya. Dengan cepat Kila menjawab " ngga lah ini kemaren waktu aku pulang di kasih sama mamah Katanya itu cincin milik mamah dulu"
" nikah ma Bagas ya gak mungkin lah secara aku masih kuliah kan bentar lagi mau lulus, ondol".
__ADS_1
" ya,, kali aja kila.kan nikah gak lihat sedang kuliah apa nggak nya, orang baru lulus SMA ja udah nikah kok".