
" ok,, aku turun tapi lepasin tangan aku dulu".
Kila turun dan mengikuti Bagas dari belakang. tiba tiba kepala Kila pusing dan akhir jatuh pingsan.bagas yang menengok kebelakang kaget dan buru buru membopong Kila ke apartemennya.
Bagas menghubungi temanya yang dokter karena tidak mungkin membawa Kila kerumah sakit.
" Seno, kamu lagi dimana?saya minta tolong bisa gak ke apartemen saya sekarang cewe saya pingsan".
" ok, untung masih dijalan belum sampe rumah sakit ok gue ke apartemen Lo sekarang".
sekitaran 5 menit Seno datang dan memeriksa Kila. Kila masih dalam keadaan pingsan.
" gimana sen keadaan cewe saya?"
Seno yang sedang memeriksa merasa ragu untuk memberi tahu Bagas apa tidak namun melihat wajah khawatir Bagas akhir Seno memberi tahu bagas. "bisa kita ngobrol di luar gas?". tnya Seno sambil membereskan perlengkapan dokternya dan tidak lupa memberikan resep kepada Bagas.
" ada apa Seno?"
" maaf sebelumnya, cewe Lo sedang hamil Bagas. gila Lo dia hamil?belum nikah kan Lo?parah yakin."
" saya yang salah Seno,, saya mau tanggung jawab. saya sayank ma Kila dia cewe yang baik terima saya apa adanya tanpa melihat embel embel apapun itu".
" tolong jangan kasih tau siapa siapa".
" emang selama ini rahasia Lo kebongkar apa anjir. Lo bisa andalin gue kalau ada apa apa. jaga cewe Lo karena orang hamil itu hormon tidak stabil Bagas apalagi keadaan dia hamil di luar nikah Lo harus perhatiin benar benar".
" ok,, gue balik ke rumah sakit dulu. jangan lupa obat di tebus terus di minum ".
Bagas kembali ke kamar ternyata Kila masih belum sadarkan diri.bagas mengingat ucapan temannya bahwa dia melihat Kila mendatangi temannya yang menjual pil penggugur kandungan lantas sahabat Bagas itu memberi tahu Bagas.
awalnya Bagas tidak percaya akan itu namun kini ia percaya bahkan Bagas sangat marah.kenapa Kila tidak memberi tahunya bahwa dia hamil malah memilih menggugurkannya. Bagas menjambak rambut prustasi...
Kila mengerjap kan matanya perlahan lahan membuka matanya, dengan keadaan yg masih lemas tak bertenaga Kila memaksakan diri bangun dari kasur.
Bagas yang melihat langsung menghampiri Kila
" gak usah bangun tidur lagi kamu masih sakit" Bagas berusaha menahan amarahnya mengingat kini kila sedang hamil.
Kila menatap wajah Bagas batin berucap :apa Bagas tau kalau aku sedang hamil. lalu berucap " aku gak sakit aku hanya kecapean Bagas".
" Bagas tas aku mana?" sambil duduk sandaran di kasur.
__ADS_1
" ada di meja bentar saya ambilin" sambil berjalan mengambil tas milik kila.lalu Bagas menyerahkan tas kepada kila.
" makan dulu, saya suapi ya?" sambil menyodorkan sendok kemulut Kila. awalnya Kila menolak namun karena paksaan akhirnya dengan terpaksa Kila memakannya baru beberapa suap tiba tiba perut Kila mual kembali.
" aduh kenapa harus saat ini sih mual tolong please jangan mual donk nanti Bagas bisa curiga" ucap batin Kila.
" Napa kok berhenti?" Bagas sudah curiga pasti Kila akan muntah namun Bagas tetap memaksa Kila untuk makan. "ayo makan lagi Kila".
" nanti aja gas udah kenyang".
namun benar perutnya sudah tidak bisa diajak kompromi lagi akhirnya Kila berjalan menuju kamar mandi dan memuntahkan semua yang baru saja di makannya.
" Kila,, kamu kenapa?" tanya Bagas pura pura tidak tahu karena ingin kejujuran dari mulut kila.
" gak apa apa hanya maaf aku kambuh kok"
" kamu yakin"
dijawab Kila dengan anggukan kepala.
saya ambil minum dulu kamu tiduran di kasur saja.akhir Bagas keluar kamar untuk mengambil air. saat masuk melihat kila sedang mencari sesuatu di dalam tasnya.
" kamu sedang apa Kila, nyari sesuatu?"
tepat ketika Kila hendak mengambil benda pipih itu,Bagas keburu melihatnya dan segera mengambil dari tangan Kila.
"Kila maksud ini apa?ini tespek kan?ini arti hamil kan?kamu Yang Hamil Kila?jawab Kila?lihat mata saya, jawab yang jujur Kila?"
rasa takut menyeruak di hati Kila saat Bagas bicara lantang dengan nada emosi Kila mentap bagas tak bersuara.
" jawab Kila?terus itu pil apa?" sambil mengambil obat dari tangan Kila mata Bagas melotot sempurna di situ tertera pil penggugur kandungan.
amarah Bagas yang tadi nya ditahan kini tidak dapat di bendung lagi Bagas marah semarah marahnya.
" liat saya Kila,, ini pil penggugur kandungan,dan ini tespek hamil garis 2, di tambah keadaan kamu yang sering muntah muntah.fix kamu hamilkan Kila?jawab saya, liat mata saya". sambil memegang kedua pundak Kila.
" ia, aku hamil puas kamu Bagas,, puas ka?" sambil memukul mukul perutnya.
Bagas yang melihat langsung memegang kedua tangan Kila. " Kila kamu jangan bunuh anak saya, saya akan tangung jawab. saya besok akan datang kerumah orang tua kamu Kila".
" Sampai kapan pun aku nggak Akan nikah sama kamu Bagas ".
__ADS_1
" terus mau kamu gimana?mau gugurin gitu maksudnya?tidak akan pernah kila. camkan itu".
" mau tida mau kita harus nikah dan ingat mulai sekarang kamu akan tinggal disini Kila".
tiba tiba Kila merasa perutnya kram dan kesakitan.bagas yang melihatnya merasa kaget dan khawatir.dan mendekat.
" Kila kamu kenapa" melihat kia kesakitan Bagas membawa Kila kerumah sakit untuk mengeceknya.
Bagas langsung membawa Kila ke IGD.
" dokter tolong istri saya" pintanya kepada sang dokter.
" bapa tunggu bentar akan saya panggilkan dokternya"
" gimana kondisi istri saya dokter?" tanya nya.
" Alhamdulillah kondisi istri anda baik baik saja hanya kram perut,itu hal biasa ketika hamil di semester awal kehamilan.jangan biarkan istri anda stres dan banyak pikiran".
" terima kasih dokter".
setelah dokter pergi Bagas masuk.saat ini tangan Kila di pasang infus.setelah infus habis Kila di perbolehkan pulang.
Kila dan Bagas pulang ke apartemen Bagas.kila hanya diam dan menatap ke arah jendela.bagas menghela napas.
" Kila, mau makan apa?"
" mau makan SOP ayam kampung enak kali ya gas"
Bagas menarik sudut bibir sedikit. ya akhirnya Kila mau berbicara dengannya.
" ok, kita akan mencari SOP ayam kampung" sambil mengusap kepala Kila.
setelah sampai di tempat yang Kila inginkan yaitu SOP ayam kampung.mereka turun.
" bang pesen SOP ayam 2 porsi,minum nya jus alpukat dan jus jeruk" ucap Bagas kepada waitres.
makanan yang telah di pesan pun datang.kila makan dengan lahapnya.sambil makan Kila memanggil waitres lagi. " bang pesen lagi SOP ayamnya aja tanpa nasi sama jus jambu merah 1" .
Bagas yang melihat porsi makan Kila yang banyak membuat Bagas menggelengkan kepalanya dan tersenyum. sambil berucap "dasar bumil".
pesanan yang baru pun sudah datang dan habis di makan Kila dalam sekejap.setelah itu Bagas dan Kila kembali ke apartemen, dalam perjalanan kila tertidur karena kekenyangan dan lelah setelah bertengkar hebat dengan Bagas yang menghabiskan tenaganya.
__ADS_1
Bagas tak tega membangunkan Kila akhirnya memutuskan untuk menggendong Kila langsung membaringkan ke kasur milik bagas. lalu Bagas mengecup kening Kila sebelum mereka berdua sama sama tertidur.