
" sore ibu, bapa." sapa sang dokter. " saya periksa dulu ya bu".
Bagas diam di tempatnya sambil memperhatikan sang dokter memeriksa Kila.
" kondisi ibu bagus,sudah stabil.nanti kita cek dulu ya Bu. kalau hasilnya bagus ibu boleh di pindahkan keruangan perawatan".titah sang dokter.
" makasi dokter". ucap bagas.
lalu suster membawa Kila keruang pemeriksaan yang telah di tunjuk sang sang dokter.
Sore hari hasil pemeriksaan Kila telah keluar.hasil dari semua periksaan menunjukkan dalam kondisi baik. jadi malam hari Kila di pindahkan keruang perawatan kelas VVIP.
keduanya kini berada di dalam ruangan VVIP nanum tidak ada yang bersuara.diam dalam keheningan.. Bagas diam diam mengamati kil yang saat ini Tengah tiduran..
Kila bangun ingin mengambil minum karena tenggorokan terasa haus. " prank" suara gelas terjatuh membuat Bagas terkejut dan mendekat.
" kalau mau minum bilang.tangan kamu ngga apa apa kan?".tanya nya.
yang di tanya malah diam dan memalingkan wajahnya.
Bagas diam dan memencet telpon penghubung ke ruangan sang suster berada
[ Bagas : suster tolong ke kamar no 23 ada pecahan gelas ] titahnya kepada sang suster.
Lalu datanglah sang OB membersihkan ruangan.
" kamu mau minum?" tanya nya. " ni minum Kila" sambil menyodorkan gelas berisi air kedepan wajah kila.
Kila menerima gelas tersebut dan meminumnya sampai habis tak tersisa. Kila saat ini sangat malas untuk berdebat dengan sang suami.
Mata Kila tidak dapat terpejam,, tubuhnya merasa gelisah sehingga membolak balik kan tubuhnya ke kiri dan ke kanan.
Bagas yang melihat pun mendekat dan bertanya " Kila apa ada yang di rasa,, apa perlu saya panggilkan dokter.atau ingin makan sesuatu?" tanya Bagas secara beruntut.
walau masih dalam mode marah terhadap sang suami,, tapi mengalahkan rasa keinginannya untuk memakan bubur kacang hijau.
__ADS_1
" gas,, aku ingin makan bubur kacang hijau apakah kamu mau membelikannya untuk ku?" tanya Kila menatap netra milik Bagas.
" kenapa kamu bertanya seperti itu.. saya pesan kan via online saja mau.kalau saya keluar malam malam begini siapa yang akan menjaga kamu kil".ucapnya menjelaskan.
" boleh gas. tapi buburnya pakai ketan hitam ya. di tambah sama telor setengah matangnya 2 ya ".
Dibalasnya senyuman oleh Bagas. dalam hatinya berucap " walau kamu masih marah ngga apa kil yang penting kamu masih mau berbicara sama saya dan meminta apapun yang kamu inginkan.
makanan pun telah datang.Bagas menyuapi Kila bubur yang masih hangat kini telah habis tak tersisa. di lanjutkan dengan makan telor setengah matang pun kini telah habis.
" tidurlah sudah kenyang kan?" sambil membaringkan Kila ke tempat tidur tidak lupa mencium kening dan mengusap perut Kila dengan lembut.
ketika tangan bagas menyentuh perut Kila tiba tiba sang bayi bergerak gerak di dalam perut sang mamah. itu adalah baru pertama kalinya Bagas merasakan gerakan sang anak disana.
Ada perasaan bahagia dan penyesalan campur jadi satu di dalam sana.
" anak papah sudah bisa nendang sekarang, sudah kenyang sekarang tidur ya kasian mamah mu nak mau istirahat" Bagas berbicara kepada sang anak seolah olah telah lahir kedunia.
Setelah makan barulah Kila dapat tidur terlelap hingga matahari pagi menyapa sinarnya.
" taro disana aja suster.biar saya yang bersihkan. minta sekalian di bawain seprai yang baru ya sus. nanti saya saj yang menggantikannya."
" baik pa" sang suster berlalu pergi.
Dilihatnya sang istri masih tidur.bagas tidak membangunkannya, dirinya kini memutuskan akan mandi terlebih dahulu sambil menunggu Kila bangun.
Kila bangun di saat bagas membuka pintu kamar mandi.. sang suami kini sudah dalam keadaan segar rambutnya terlihat masih basah.
" kamu sudah bangun mau mandi apa makan dulu?".tawarnya.
" makan saja dulu gas baru setelah itu mandi" pintanya.
Bagas menyuapi Kila lalu mengelap tubuh Kila perlahan Sampai seluruh makanan itu habis tak tersisa.
Bagas menutup horden pembatas kasur lalu mengelap elap seluruh tubuh Kila. kini Kila sudah merasa segar dan tidak lengket seperti kemarin, tidak lupa menyikat giginya.
__ADS_1
Dari hari kehari kondisi kila semakin membaik. Namun tidak dengan hubungan keduanya yang belum kembali seperti semula. Kila masih tidak mau berbicara banyak padanya.
" ibu Kila hari ini sudah bisa pulang ya. tapi minggu depan kontrol lagi ya.jangan lupa jaga kesehatan bayi ibu."
" baik dokter". ucap keduannya secara bersamaan.
dokter pergi berlalu meniggalkan ruangan Kila.
" saya mau ke bagian administrasi dulu kamu tunggu Disni."
suster datang membawa troli berisi perlengkapan obat untuk melepaskan selang infus di tangan Kila.
setelah selesai handphone milik Bagas bergetar. Kila turun rasa penasaran kini menguasainya hendak melihat siapa yang menghubungi sang suami saat ini.
di sana tertera nama amel. Kila tidak terkejut lagi dan bersikap biasa.dirinya tidak ingin terjadi sesuatu pada janinnya makanya bersikap seperti itu. Saat ini Kila hanya mengutamakan kesehatan sang buah hati jadi Kila memutuskan mengesampingkan semuanya termasuk masalah rumah tangganya.
di kembalikan ya handphone milik Bagas ketempatnya. dan Kila tiduran di kasurnya. sahabatnya tidak ada yang tahu dirinya dirumah sakit.
Saat handphone di bukanya chat sudah banyak bagaimana tidak sudah lebih dari 4 hari Kila tidak membuka grop chatnya dan tidak masuk ke kampus membuat para sahabatnya khawatir.
Kila mulai membuka satu persatu chat yang masuk ke dalam handphone nya.
" sedang apa kil,,a?".tanya Bagas ketika melihat sang istri sedang bermain gadgetnya.
Kila tidak menjawab pertanyaan Bagas. jadi Bagas memutus kan untuk membereskan barang bawaan mereka satu persatu kedalam tas.
Bagas menghubungi bibi dirumah :
[ BI,, hari ini Kila pulang tolong siapkan kamar ya bi.] titahnya.
[ bibi Sarti : sudah saya rapihkan pa, seprai dan selimutnya pun sudah saya ganti.mau di masakin apa pa buat ibu? ]
[ Bagas : sayur SOP iga saja bi kesukaan Kila sama buatkan jus jambu merah ya bi.kalau tidak ada suruh pa dirman saja beli dulu].
setelah selesai berkemas melihat sang istri tertidur bagas tidak tega membangunkan nya akhirnya menunggunya sampai bangun lalu pulang kerumah.
__ADS_1
Bagas membuka handphone dilihatnya nama amel mencoba menghubunginya berkali kali.. namun tidak di gubris olehnya.. setelah malam itu dimana dirinya untuk pertama kali merasakan gerakan sang anak Bagas memutuskan akan merubah sifatnya. untuk saat ini biarlah seperti ini dahulu putusnya dalam hati.