Lelahnya Seorang Istri

Lelahnya Seorang Istri
episode 18


__ADS_3

Sudah beberapa hari ini Bagas selalu berangkat pagi pagi sekali,,


sayang,, aku berangkat dulu ya.kamu dirumah baik baik ya,, Kila menatap kepergian Bagas dengan wajah sendu.


" mbok hari gak usah masak banyak banyak ya cukup buat kita berdua saja, sepertinya Bagas tidak akan makan dirumah.. ".


" mbok,, aku pergi dulu sebentar. sekalian mau membeli kebutuhan rumah yang telah habis. apa mbok mau titip sesuatu?" ucap Kila menjelaskan.


" neng, boleh tidak mbok titip beli balsem, sama kayu putih itu aja neng." ujar mbok malu malu.


" ok mbok,, aku pergi dulu. kunci rumah jangan di buka siapapun itu. aku sepertinya akan lama mbok".


" hati hati dijalan neng Jangan ngebut ngebut". ucap si mbok dengan nada cemas.


Kila melakukan kendaraan ke arah mall.saat ini dirinya ingin membeli sesuatu buat dirumah peralatan di dalam kamar sang anak nanti.


sudah beberapa kali,, Kila mengajak Bagas untuk menemani dirinya membeli perlengkapan sang buah hati namun sampai saat ini selalu saja Bagas tidak memiliki waktu..


akhirnya saat ini Kila membeli perlengkapan kamar sang anak seorang diri..


Saat hendak menuju sebuah mall tidak sengaja mobil yang di kendarai Kila melihat sang suami tengah berada di dalam mobil berasama seorang wanita yang pernah ia temui di mall. perih itu yang di rasakan hati Kila saat ini.


Saat dirinya tengah hamil anak pertama namun sang suami sibuk dengan kekasih gelapnya tanpa memperhatikan sang istri yang kini tengah hamil besar, saat ini usia kandungan Kila memasuki usia 6bulan.


Kila memutuskan untuk mengikuti kemana arah mobil yang di kendarai sang suami dari kejauhan agar tidak di ketahui sang suami.bulir air mata membasahi pipi Kila.


Karena mobil yang di kendarai Bagas berjalan dengan kecepatan tinggi sehingga mempersulit Kila untuk mengejarnya,, Kila sadar kini dirinya tengah hamil jadi dia memutuskan untuk ke mall dari pada terjadi sesuatu dengan kandungannya.


" Kila" seseorang yang tidak ia ketahui menyapanya terlebih dahulu.


Kila membalikan badannya.betapa terkejutnya seseorang itu adalah Wahyu.. orang yang begitu baik terhadapnya.


" ha,, hai yu" sapa Kila terbata bata.


sejenak Wahyu menatap perut buncit Kila saat ini.sehingga timbul rasa sesak teramat di dada Kila.. kenapa dirinya tidak memberi tahu Wahyu saat terkahir bertemu,, penyesalan itu yang kini Kila rasakan..


" sendirian aja kil?"


" ia Wahyu. kamu kapan balik kesini?".

__ADS_1


" kita ke resto sebelah sana yuk,, kan sudah waktu makan siang juga. kamu sudah makan,?".sambil menunjuk kearah resto dengan telunjuk tangan nya.


" belum"


" ayo makan ngga baik,buat kandungan mu kalau telat makan".


di jawab Kila dengan anggukan kepala.lantas keduanya berjalan menuju resto tersebut.


Dalam hati sebenernya wahyu merasa sesak di dadanya. bagaimana tidak dirinya pulang saat ini itu karena Kila.. Wahyu memutuskan akan serius berhubungan dengan Kila. namun yang di dapat malah terbalik. dirinya dikejutkan bahwa sang seseorang yang dia cintai kini tengah berbadan dua.


[ apa jangan jangan Kila sudah menikah dengan Bagas ], cicitnya dalam hati.


pramusaji datang membawa daftar menu.kemudian mencatat yang di pesan keduanya.


" mas, saya pesan steak ma jus alpukat saja, kamu pesan apa Kila?".ucap Bagas


" sama kayak kamu aja deh Wahyu".


" usia kandungan kamu berapa bulan kil?kamu menikah dengan Bagas atau dengan orang Laen?". dengan ragu ragu Wahyu bertanya.


Kila diam tak bergeming sambil menatap wajah Wahyu melihat sorot matanya.


Wahyu tidak terkejut,, dugaannya benar.. jujur saja hatinya sakit, sedih namun apa mau di kata jodoh yang mengatur semuanya hanya tuhan. sedangkan dirinya hanya menajalani yang sudah di takdirkan padanya.


pembicaraan keduanya terhenti di saat sang pramusaji datang membawa makanan yang telah keduanya pesan.


" maaf Wahyu aku tidak memberi tahukan kamu kalau aku sudah menikah".


" tak apa Kila, tidak usah merasa tak enak.. kita akan tetap berteman seperti biasa.. kalau ada apa apa cerita saja jangan sungkan".ucapnya panjang.


Di tatapnya kini wanita di depannya,, sorot mata dan wajahnya terlihat sendu dan terlihat habis menangis..


melihat orang yang di cintai ya seperti ini ada rasa sakit, namun dirinya bisa berbuat apa.hanya berdoa yang terbaik buatnya.


" Sekarang Bagas kemana kok tidak menemani kamu,kil? bukannya sekarang usia kandungan mu sudah besar.harus ada yang mendampingi kalau terjadi sesuatu bagaimana?" Wahyu begitu khawatir terjadi sesuatu dengan Kila.


" Bagas kerja yu,, aku kesini mau membeli keperluan kamar anak ku nanti".


" mari saya antar kamu. bolehkan?"

__ADS_1


keduanya kini berjalan memasuki toko yang menjual tempat peralatan kamar anak bayi kemudian memilih..keduanya kini terlihat seperti pasangan suami istri.


" Kila lihat ini bagus kan?sambil menunjukan box bayi yang warna netral.


Kila menengok ke arah wahyu.lalu menimbang nimbang.


" bagus deh yu,, jadikan netral ya warnanya yu."


kemudian Kila memanggil sang penjaga toko.


[ mba aku ambil box ini,dan kasurnya juga ya warna yang ini saja ]


[ ia Bu apalagi?]


Wahyu ikut membantu Kila dalam memilih perlengkapan sang anak,, ada perasaan sedih..


" nak seharusnya sekarang yang menemani kita belanja itu papahmu bukan orang lain".cicitnya dalam hati sambil mengusap perutnya.


Kila tak menyadari bahwa wahyu diam diam mencuri pandang ke arahnya, dan Wahyu tidak sengaja melihat Kila meneteskan air mata.


bagi Wahyu melihat Kila seperti itu terasa sakit.. dia ingin membahagiakan Kila namun dengan cara yang berbeda yaitu menjadi sahabatnya.


" sudah semua kan kil?"


" yu,, aduh banyak sekali ya kita belanjanya, ternyata lengkap sudah." mendesah.


" kamu capek?".


" capek sih tapi mau gimana lagi yu kan harus di beli belum tentu besok besok saya bisa kesini kan udah gede Juga usia kandungan ku".


" kamu disini saja biar saya yang ke kasir". Tawarnya.


"nggak usah aku masih bisa kok."


" duduk diem disini jadi orang yang nurut Kila". memegang kedua pundak Kila.


Akhirnya Kila menuruti perkataan Wahyu " yu,, ini buat bayar".sambil memberikan kartu debit yang biasa ia gunakan kepada Wahyu.


Di tempat berbeda saat sang istri tengah sibuk membeli perlengkapan tempat tidur sang buah hati malah sang suami tengah berduaan dengan kekasih gelapnya..

__ADS_1


Bagas saat ini berada di sebuah resort di kota Bogor...


__ADS_2