
pagi hari yang cerah namun tidak secerah hati Kila...
saat ini Kila dan Bagas sedang dalam perjalanan menuju rumah Kila. ada perasaan takut di hati Kila terhadap kedua orang tuanya.
tidak terasa sudah sampai di halaman rumah Kila.
Bagas duduk berhadapan dengan kedua orang tua Kila di ruang tamu rumahnya. Bagas menceritakan tujuannya datang menemui kedua orang tua Bagas..
kedua orang tua Bagas setelah mendengar cerita Bagas langsung marah namun yang lebih emosi adalah papah damar.papah damar langsung memukuli bagas secara terus menerus sampai wajahnya biru dan ujung bibir mengeluarkan darah." ayah hentikan liat nak bagas sudah berdarah". ucap ibu sambil menahan ayah. setelah ibu Selesai bicara ayah damar baru berhenti.
sedangkan Kila yang melihat itu tidak bisa berbuat apa-apa. hanya bisa berucap " ayah maaf kan Kila,, Kila salah sangat sangat membuat ayah dan ibu kecewa" sambil terisak.hampir saja tangan ayah mengenai Kila namun dengan cepat Bagas menghadangnya sehingga yang kena pukulan sang ayah adalah Bagas. Bagas tidak melawan sedikitpun,, dia hanya bisa menerima semua pukulan itu tanpa membalas.
" kapan orang tuamu datang kesini?"
" setelah ini saya langsung kerumah untuk menceritakan ini semua lalu besoknya saya akan membawa kedua orang tua saya menghadap Ayah dan ibu".
" saya tunggu niat kamu sesuai dengan ucapan kamu".
" baik ayah,, saya minta maaf telah melukai perasaan ayah dan ibu. dan membuat ayah dan ibu kecewa terhadap Kila, gara gara saya".
setelah itu Bagas pamit pulang kepada kedua orang tua Kila. Bagas pulang dalam keadaan wajah penuh luka akibat pukulan ayahnya Kila.
sesampai di rumah orang tua Bagas,rumah dalam keadaan sepi, kedua orang tua Bagas sedang keluar menghadiri acara nikahan anaknya sahabat ibunya Bagas.
Bagas langsung melangkah menuju kamarnya terletak di lantai 2, Bagas mengobati luka lukanya sendiri. lalu mandi dan berganti pakaian.
setelah itu Bagas menchat Kila :
[ Kila maafkan saya pasti sekarang kamu lagi marahi ayah ma ibu ya?]
pesan masih centang 1.
Bagas menunggu balasan dari Kila namun pesan yang baru saja dikirim masih centang 1.
__ADS_1
dirumah Kila saat ini sedang dimarahi ayah dan ibunya.ayahnya sangat sangat marah, namun apa daya walau semarah apapun ayah terhadap anak perempuan tetapi ayah tidak pernah maen tangan ya,, Kila hanya diamarahi tidak sampai di pukuli..
" ayah, ibu maafkan Kila. Kila sudah membuat ibu kecewa".Kila duduk bersimpuh di kaki sang ayah,sambil menangis.
"nak walau ayah kecewa kamu tetap anak ayah. walau ayah marah sekalipun semua ini tidak akan kembali seperti sediakala lagi kila.kamu ambil pelajaran dari ini semua jangan melakukan hal bodoh lagi ya nak". tangis sang ayah pecah setelah mengucapkan itu.
" denger ucapan ayahmu nak."
" ya Bu,ayah. Kila tidak akan melakukan hal bodoh lagi Kila menyesal" tangis Kila semakin kencang.
kemudian ayah dan ibu memeluk Kila.
" usia kandungan mu berapa saat ini Kila?"
" 3 Minggu Bu"
" ya sudah,Mungkin ini semua juga adalah takdir Yang Allah berikan kepada keluarga kita Bu.kalau Allah tidak mentakdirkan ini semua mungkin tidak akan terjadi"
" benarkah Bu"
" sekarang kamu makan dan istirahat nak,, " ucap ayah sambil menghapus air mata yang mengalir di pipinya. lalu sang ayah membimbing Kila berdiri dan memeluknya serta menghapus air mata di pipi sang anak.
" Bu bawa Kila ke kamar sekarang"
lalu ibu membawa Kila ke kamarnya.
"Bu maafkan Kila".
"ya nak istirahat.semua orang tua jika terjadi hal seperti ini pasti kecewa bangat nak.. namun ayahmu emang dari dulu sangat bijaksana dalam menyikapi segala hal sekali pun itu menyakitkan nak".
sang ibu keluar dari kamar Kila dan menutup pintu kembali.
Kila tiduran di kasurnya sambil menangis karena sikap ayahnya yang benar Benar sangat bijaksana itu menimbulkan rasa penyesalan yang mendalam bagi Kila.
__ADS_1
"mah,pah ada yang mau Bagas bicarakan sama mamah dan papah penting" ucap Bagas bersamaan dengan rasa khawatirnya yang hinggap di dadanya.
akhirnya Bagas menceritakan semuanya di hadapan orang tuanya.papah dan mamahnya yang mendengar itu langsung marah.
" kamu tidak pernah papah ajari sebejat ini Bagas,kamu udah merusak anak orang,menghancurkan masa depannya yang masih panjang walaupun yang kamu bilang itu sayang tapi tidak seperti ini caranya Bagas". ucapnya sambil memukuli bagas tak henti hentinya.
" cukup pah,yang penting sekarang kita kerumah orang tua Kila. kamu mau pukuli Bagas pun sudah terjadi tidak dapat diubah lagi pah.sabar pah" sambil mengentikan suaminya yang sedang emosi.
akhirnya papah Bagas duduk sambil ngos ngosan." besok pagi kita langsung kerumah Kila. kamu siapin semua sekarang Bagas mamah dan papah tidak mau tau kamu harus persiapkan semuanya sendiri". sambil mengajak mamah ke taman belakang rumah. " ayoo mah papah capek kita ketaman belakang aja".
" mamah buatin teh anget dulu ya, papah duluan aja bisa kan ke tamannya". dijawab dengan anggukan kepala.
mamah Anita sedang membuatkan teh hangat sekaligus membawa cemilan kepada papah Anggara. " pah jangan melamun terus, tahan emosi papah inget penyakit papah". sambil meletakkan kue dan tehnya di meja, lalu duduk di sampingnya.
" mah,, papah malu dengan sikap Bagas. bagaimana besok kita menghadapi papahnya Kila, mah?". lalu menyeruput teh hangat buatan mamah.
" mamah juga kecewa sama seperti papah,anak yang sudah kita didik sampai seperti ini malah sudah besar jadi seperti ini pah".
" pah, mamah tinggal dulu kedalam. nanti mamah kesini lagi cuma sebentar". di balas dengan anggukan kepala oleh papah.
mamah berjalan masuk menuju kamar Bagas yang terletak di lantai 2.
mamaah sambil mengetuk pintu " Bagas, mamah mau masuk".
pintu di buka oleh Bagas, dan mamah masuk lalu mendudukkan pantatnya di kasur.
" Bagas jujur mamah dan papah kecewa sama kamu. kenapa kamu bisa jadi seperti ini nak?. kemudian mendesah. " apa yang akan mamah katakan pada orang tuanya Kila Bagas?sekarang usia kandungan Kila sudah berapa bulan?". ucapnya sambil menatap sang anak yg sekarang sedang bersimpuh duduk di hadapannya sambil memegang tangan sang mamah.
" usia kandungan Kila sekarang menginjak 3 Minggu mah. Bagas khilaf mah ngelakuin itu sama Kila. Bagas cemburu mah sama Kila waktu itu Kila minta putus mah".
" besok kita ke rumah Kila pagi dari sini Bagas".
" ya mah"
__ADS_1
ke esokan harinya Bagas beserta keluarganya pergi pagi pagi sekali menuju rumah kila. Bagas mengendarai mobilnya sendiri sedangkan ayah duduk di sampingnya, ibu dan adiknya duduk di bangku tengah.