
Bagas kini telah tiba dihalaman rumahnya, dirinya membutuhkan waktu hanya 3 jam untuk dapat Sampai dirumahnya.. Bagas langsung berlari kedalam rumah membuka pintu utama rumahnya.
" gimana bi Kila? ".
" belum ada suara apapun lagi pa Bagas".
Bagas menganggukkan kepalanya lalu pergi keruang kerjanya mengambil kunci cadangan yang di simpannya di dalam lemari kerjanya.
Saat membuka pintu kamarnya betapa dirinya terkejut melihat sang istri terlihat sangat berantakan.. Dan di dekat tangan sang istri terdapat pil yang tidak ia ketahui pil apa.berjalana mendekat..
" stop gas, aku benci kamu,, kamu jahat gas hik,, hik,, ".
Bagas bingung apa yang saat ini sedang terjadi.
" Kila ada apa kita bisa bicarakan ini baik baik, ok.". sambil melangkah perlahan lahan menuju sang istri yang kini sedang menangis..
Saat ini Kila sedang duduk di lantai bersandar pada sofa di belakangnya.
" apa ini gas,, apa coba kamu jelaskan?".sambil mengirimkan foto yang terdapat di handphonenya melalu chat.
Bagas terkejut saat melihatnya. " dari mana Kila mendapatkan ini". ujarnya dalam hati.
" kamu tidak bisa menjelaskannya kan,, berarti semua itu benar Bagas, tadi siang saya menghubungi kamu tapi yang mengangkat seorang wanita. di tambah lagi bukti itu sudah cukup bagi saya Bagas. kamu selingkuh akan kan di belakang saya hiks,, hiks". ucap Kila dengan penuh emosi dan menangis
" tidak seperti itu Kila?".jawab Bagas bohong.
" tidak seperti itu bagaimana,, Bagas jawab. aku pernah melihat kamu berdua dengan wanita itu di bascampe kantor kamu, kamu tau waktu itu saya membawa makanan untuk makan siang kamu.tapi apa yang di dapat kamu sedang mengandeng perempuan itu."
" masih di bilang bukan apa apa.dari mananya Bagas,, jawab."
tiba tiba perut kila terasa kram terasa teramat sakit.kila memejamkan matanya sambil menggigit bibir bawahnya menahan rasa sakit di perutnya.
Bagas yang melihat sang istri seperti itu meneteskan air matanya.. melangkah mendekat namun lagi dan lagi Kila menolak menepis tangan sang suami.
" aku ngga Sudi di pegang kamu Bagas, ngga usah pedulikan aku dan anak kamu. sana urus perempuan selingkuhan kamu."
" aku ngga butuh suami seperti kamu.. kamu jahat Bagas."
Kila mencoba untuk berdiri dari duduknya namun tiba tiba perutnya semakin bertambah sakit dan pandangan terlihat buram badannya terasa akan terjatuh.. lalu Kila pingsan.. untungnya Bagas dengan sigap menahan Kila agar tidak terjatuh.
saat Bagas akan mengangkat sang istri betapa terkejutnya melihat ada darah segar mengalir di kedua paha sang istri.
__ADS_1
sang bibi masih dengan setia menunggunya di luar pintu." saya akan menunggu disini saja barangkali neng Kila membutuhkan sesuatu ". pikirnya dalam hati.
" BI,, bibi,," teriak Bagas sambil mencoba membopong Kila
" ia pa,,"
Melihat sang majikan perempuan mengeluarkan darah membuat bibi langsung ikut membantu membopong sang majikan.
sambil membopong menuju mobil yang kini terparkir di halaman di lantai 1.memasukan Kila di bangku penumpang bagian tengah.
" bibi ikut saya kerumah sakit " titahnya sambil membuka pintu kemudi mobil.
bibi duduk di belakang sambil menjaga kil yang saat ini tengah dalam posisi tertidur di pangkuannya.
sang bibi sambil mengelus elus rambut sang majikan dengan penuh kasih sayang dan tidak lupa memanjatkan doa untuknya agar keduanya selamat.
,,,,,,,,,,,,
Bagas mengemudikan mobil dengan kecepatan diatas rata rata yang ada dalam pikirannya saat ini adalah sang istri dan bayi yang ada dalam kandungannya.
Bagas langsung membawa Kila menuju IGD. rasa cemas dan sedih kini yang di rasa Bagas.
" tolong dokter, istri saya". pintanya pada sang dokter.
Deg, jantung Bagas berdetak lebih cepat ia begitu takut terjadi sesuatu terhadap istri dan anak yang di kandungnya.
Dokter keluar dari dalam ruang IGD.
" maaf pa keadaan istri anda saat ini telah kehilangan banyak darah, kondisi sang bayi masih harus dalam perhatian khusus oleh suster".
Bagas terkulai lemas di bangku pasien setelah sang dokter pergi.. hanya penyesalan kini yang Bagas rasakan.
suster membawa sang istri menuju ruangan khusus sang istri.. Bagas berjalan di samping sang istri yang saat ini tengah berbaring di ranjang rumah sakit sambil memegang tangan sang istri.
" Kila maaf,, membuat kamu seperti ini".
kini Kila sudah berada di ruangannya di rumah sakit. Dengan infus yang terpasang di tangan kanannya,, selang oksigen tepasang di hidungnya.
" maaf bapa bisa melihat ibu dari luar jendela saja. di dalam hanya diperbolehkan kami para suster". titah sang suster.
" sus,, tolong sebentar saja,". Bagas memohon.
__ADS_1
selama 2 hari Kila tak sadarkan diri, dan selama 2 hari itu juga Bagas dengan setia menunggu Kila di rumah sakit.
telepon dari Amel pun tidak di perdulikanannya karena saat ini dalam pikirannya hanya Kila dan anaknya,,
" Bagas,, Bagas kamu harus kembali dalam pelukan saya,, liat saya tidak akan tinggal diam." ujarnya sambil menggak minuman alkohol di apartemennya.
Amel tidak suka jika Bagas lebih perhatian terhadap istrinya.
hari ini Kila mengerjapkan kelopak matanya perlahan lahan,tangan bergerak perlahan. kemudian mata itu membuka sempurna.
Kila menatap sekelilingnya,, dirinya merasa bingung saat ini berada dimana.
Pikirannya menerawang saat malam dimana dirinya sedang bertengkar dengan sang suami lalu setelah itu pandangan hilang.
Suster yang menengetahui Kila telah sadar langsung mendekat dan memeriksa tubuhnya.
" suster aku dimana sekarang? ".tanya dengan suara yang masih lemah.
Kila teringat akan janin yang dikandungnya lalu meraba perutnya. " Alhamdulillah kamu masih ada di dalam perut mamah, nak".ucapnya dalam hati.
" sekarang ibu berada di rumah sakit, sudah dua hari ibu tidak sadarkan diri".sang suster memberitahunya.
" bagaimana keadaan janin saya sus?".
" janin ibu baik baik saja,ibu tidak usah khawatir.. sekarang ibu istirahat, jangan banyak pikiran. nanti akan berpengaruh terhadap janin yang di kandung ibu".ujar suster menjelaskan secara rinci.
di balas senyuman kecil di bibir kila. Sang suster berlalu meninggalkan Kila guna memberitahu dokter dan sang suami yang saat ini tengah menunggunya di luar ruangan.
" maaf pa,, saat ini ibu Kila sudah siuman dan sudah bisa di tengok, barangkali bapa ingin menemui silahkan".
Kila saat mendengarnya bahwa sang istri telah siuman sangat bahagia terukir senyuman di wajahnya dengan bergegas masuk keruangan sang istri berada.
Saat sosok sang suami terlihat di matanya,, rasa marah dalam hatinya kembali muncul kepermukaan.. saat ini dirinya belum mau bertemu dengannya. Kila memalingkan wajahnya ke arah samping.
Bagas tahu bahwa sang istri masih marah dan tidak ingin melihat dirinya.. " hm,,, hm,,, " Bagas hanya bisa menghembuskan nafasnya.
" Kila kamu sudah sadar,, apa ada yang di rasa?apa masih ada yang sakit?".tanya penuh selidik memandang wajah sang istri dari samping.
Saat tangan Bagas hendak memegang telapk tangan Kila, tangan Bagas di hempaskanya.. dia tidak ingin di pegang oleh Bagas..
Bagas masih mencoba memegang telapak tangannya namun di urungkannya karena kondisi Kila. dia tidak ingin terjadi sesuatu yang lebih dari ini lagi sudah cukup kemaren dia akan kehilangan anak dan istrinya kalau datang terlambat kerumah sakit.
__ADS_1
Bagas hanya duduk terdiam di samping ranjang sang istri.