Lelahnya Seorang Istri

Lelahnya Seorang Istri
episode 14


__ADS_3

kila memutus kan akan pergi jalan jalan ke mall sebentar untuk menghilangkan rasa penatnya..


betapa terkejutnya Kila melihat bagas dan wanita itu yang tidak ia ketahui namanya siapa sedang duduk saling berhadapan di sebuah restoran. Kila buru buru bersembunyi agar tidak di ketahui Bagas. Niat hati ingin menyegarkan pikiran eh ternyata malah membuat hatinya semakin sakit..


" harusnya aku sadar bahwa orang seperti dirimu pastinya akan sulit untuk berubah gas" ucapnya dalam hati.


wanita itu adalah rekan kerja Bagas, Kila membalikan badanya ke arah pintu keluar mall. hatinya sakit melihat orang yang di cintai sedang bersama wanita lain terlebih saat ini dirinya sedang hamil..


Kila sedang menunggu antrian di poli kandungan.. melihat yang lainnya diantar oleh pasangannya membuat Kila semakin sedih..


" nyonya Kila silahkan masuk " suara suster memangil namanya.


Kila melangkah memasuki ruang periksa.


" silahkan duduk ibu Kila"


" makasi dok".


" bagaimana apakah masih mual dan muntahnya?". tanya sang dokter.


" Alhamdulillah dok sudah mulai berkurang cuma kalau pusing sih masih suka di rasa dok"..


" ayoo kita cek dulu".


Kila berbaring di ranjang pasien, suster mengoleskan kream di bagian perut bagian bawahnya untuk Mempemudah dokter memeriksa kandungannya.


" bagus ibu Kila kondisi janin sehat sekarang sudah memasuki mau 4 bulan.sudah ada detak jantungnya". ujarnya pelan " coba dengarkan sebentar, ini adalah suara janin yang di dalam perut ibu.sudah ada jantungnya. bagus secara keseluruhan Bu".


" ini hasil USG nya, disimpan ya Bu"


" nanti saya akan beri resep di minum,, bulan depan kontrol lagi ya Bu".


" makasi dok permisi".


Seketika perasaan marah di hati Kila sebelumnya menguap entah kemana setelah mendengar bahwa janinnya dalam keadaan sehat


membuatnya bahagia.


Tut,,, Tutut dering telpon berbunnyi, pikir Kila yang menghubunginya adalah sang suami namun kenyataan Wahyu yang menghubunginya saat ini.


"assalamualaikum". sapa seseorang di sebrang sana.


" wa alaikumsalam salam Wahyu."


" kamu lagi apa kil,, sehat sehat aja kan?".


" baik yu,, aku lagi di kampus donk yu ".Kila berbohong. " aku pikir kamu udah lupa ma aku Wahyu. disana pasti banyak cewe cantik ya yu? ".

__ADS_1


" yang cantik banyak lah, tapi yang saya suka cuma kamu. mau gimana coba".


" ah gombal kamu yu".


" sekarang kamu lagi apa yu,, enak ya udah kerja?".


" nanti juga kamu bisa kerja kil ".


Kila pikiran menerawang jauh apa ia dirinya akan bisa bekerja setelah melahirkan nanti, apa ada yang mau perusahaan menerima seorang karyawan yang sudah menikah dan memiliki anak.


sesampainya dirumah Kila langsung masuk menuju kamar tidurnya dan merebahkan tubuhnya di kasurnya. karena rasa lelahnya Kila dengan waktu singkat sudah terbang ke alam mimpi..


,,,,,,,


mobil yang di kendarai Bagas kini telah memasuki halaman rumah,,


" mbok,, Kila sudah pulang?".


" sudah pa, tadi neng Kila pulang sore lalu langsung masuk kamar sampe sekarang belum keluar dari kamar pa ".jawab si mbok.


dijawab dengan anggukan kepala oleh Bagas lalu menaiki tangga menuju kamarnya,, di bukanya pintu kamar. Bagas melihat sang istri tengah tertidur di pembaringannya dengan lelap.


Bagas mendekat tidak lupa mengecup kening sang istri dengan lembut.


Merasa ada yang mencium keningnya,,, mata Kila terbuka,bangun dari tidurnya. melihat sosok sang suami keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk saja,, Kila bangun dengan bersandar pada ujung Kasur..


" jam 8 malam".


Kila terkejut,, menyadari dirinya tertidur terlalu lama 4 jam semenjak sampai rumah.


" gas mau makan apa sudah makan di luar?". tanya Kila.


" ngga usah tadi saya sudah makan dengan klient di luar".


apa bagas makan malam dengan wanita itu ya, kata hatinya curiga. Wajahnya berubah sendu setelah mendengar kejujuran Bagas.


******


"saya ke ruang kerja dulu ya " mengecup kening kila.


setelah kepergian raga tiba tiba air mata mengalir dari sudut matanya,, " nak semoga papahmu tidak seperti yang mamah pikirkan saat ini ".cicitnya sambil mengelus perutnya berbicara dengan sang anak yang masih ada dalam perutnya.


untuk menghilangkan rasa sakit di hatinya Kila membuka grop chat di kampusnya.


[ eh,, Minggu depan kita akan KKN gimana ya ]


[ ia,, tapi gue dapat dosen pembimbing yang baik tau ]

__ADS_1


[ Lo dapat dosen pembing siapa? pa Seno kalau gue mah ]


[ bagaimana sebelum kita KKN kita kumpul dulu, setuju gak ]


[ setuju ajalah ]


[ bakar Bakaran aja tah Sabtu besok kan pas banget tuh ].


[ cewe cewe yang nyiapin bahannya , cowok yang bakar, setujuhkan gays ]


[ ok deh ]


[ aku ikut gays ]


[ OMG Kila,, Lo kemana aja baru nongol ] celetuk sesil.


[ abis di pingit lah ].


Lelah berselancar di dunia Maya kini Kila merasa perut lapar minta di isi, jadi ia memutuskan ke dapur untuk mencari makanan.


ketika melewati ruang kerja suaminya dengan pintu yang terbuka sedikit, sehingga dapat mendengar tidak sengaja mendengar bagas tangah menghubungi seorang wanita.


Kila melanjutkan melangkahkan kakinya kedapur, membuka kulkas lalu membuat roti bakar dan susu hangat khusus ibu hamil..


Kila memutuskan untuk memakannya di dalam kamar. Sebelum menuju kamar sejenak kaki berhenti di depan rumah kerja sang suami ingin mengetahui apakah sang suami masih menghubungi wanita tersebut yang ia tak ketahui nama nya itu.. ternyata tanpa di duga sang suami masih menghubungi wanita itu..


hatinya begitu sakit,, mungkin hatinya tidak akan sesakit ini kalau statusnya saat ini hanya menjadi kekasih Bagas bukan seperti sekarang yang sudah menjadi istri sahnya..


Kila menghela napas melanjutkan langkahnya ke kamar tidur Mereka.. Kila memutuskan untuk menikmati makanan yang telah di buatnya di balkon kamarnya.. buliran air mata mengalir di pelupuk matanya.


Terdengar suara pintu kamar di buka dari luar,, Kila sadar saat ini sang suami telah masuk kemarnya dengan cepat Kila mengusap air mata di pipinya..


saat Bagas masuk ke kamarnya, ia tidak menemukan sang istri tidur diatas pembaringannya. Mata menelisik seluruh penjuru kamar dan ia melihat pintu keluar arah balkon di kamarnya terbuka. Bagas melangkahkan kaki menuju balkon di Mana sang istri berada.


" kenapa belum tidur ini sudah malam tidak baik buat kandungan mu Kila?" tanya.netra matanya melihat ada bekas air mata di sudut pipi sang istri.


apa jangan jangan Kila mendengar tadi aku menghubungi Amel ucap Bagas curiga dalam hatinya. Namun dengan ia mengusir rasa itu dari dalam hatinya.


" aku lapar gas jadi tadi aku membuat roti sama susu hangat. kamu mau rotinya gas ? ingin aku buatkan kopi atau teh hangat mungkin ".tawarnya kepada sang suami.


" tidak usah cepat selesaikan makannya lalu tidur . aku temani kamu makan ". putus Bagas.


" tadi sore periksa ke dokter apa kata dokter kandungannya Kila mengenai anak kita?" ucapnya sambil duduk di samping Kila dan mengusap lembut perut sang istri.


" kata dokter bayinya sehat gas, sudah ada suara detak jantungnya.. kamu tahu baru kali ini aku pertama kali mendengar detak jantung anak kita rasanya tidak bisa diungkapkan gas. bahagia sekali ".


Bagas menatap tajam mata sang istri. Dalam hati ada perasaan yang tidak bisa diungkapkan,, dia kecewa karena hari ini tidak bisa menemani sang istri periksa.

__ADS_1


__ADS_2