
" Eyang Kiky berangkat ke sekolah ya, kalau eyang mau makan semua sudah Kiky siakan di atas meja," pesan Kiky kepada eyangnya.
" Iya sayang, kamu hati hati di jalan ya, belajar yang rajin."
" Assalamualaikum eyang,pamit Kiky lalu mencium punggung tangan eyangnya yang sedang ada di kebun memetik sayuran."
Adinda Risky gadis cantik yatim piatu tinggal bersama eyang putrinya di pinggiran kota. Kedua orang tuanya meninggal sewaktu Ia masih berusia 5 tahun dalam kecelakaan. Kiky sapaan gadis cantik itu.
" Pagi," sapa Dara teman sebangku Kiky.
" Pagi, tumben sendiri mana Tara."
" Biasa ke kantin dulu, eh ya Ky pulang sekolah nanti kamu sibuk ga?"
" Ga sih emang kenapa?"
" Ikut aku sama Tara yuk."
" Kemana, tapi aku belum ijin sama eyang gimana dong."
" Hari ini aku sama Tara ada pemotretan, kamu ikut ya. Tenang saja nanti aku antar kamu pulang dulu sekalian ijin sama eyang."
" Oke."
Kiky punya tiga sahabat di sekolahnya Suci, Tara dan Dara. Dara dan Tara sahabatnya sejak SMP, mereka itu kembar identik yang susah di bedakan, hanya orang ora terdekat saja yang bisa membedakan.
Usai jam sekolah Tara dan Dara mengantar Kiky pulang pakai mobil pribadinya. Bisa di bilang mereka itu anak orang kaya tapi tak malu berteman dengan seorang Kiky yang orang biasa.
" Ky kenapa sih kamu ga mau ikut jadi model kaya kita, kan lumayan upahnya bisa buat di tabung sama biaya hidup,"tanya Tara.
" Aku ga PD Tara, aku ga secantik kalian. Terus aku mana ada uang buat beli make up dan perlengkapan yang lainnya."
" Kiky, kan ada kita jadi kamu tenang saja," sambung Dara.
" Assalamualaikum eyang ,Kiky pulang."
" Waalaikumsalam eh ada Dara sama Tara, masuk nak."
" Eyang kalau Kiky kami ajak pergi boleh apa tidak ,"kata Tara meminta ijin.
" Boleh, tapi sebelum pergi kalian makan dulu."
Sekarang semua sudah duduk di tempat makan, di meja terhidang beberapa masakan rumahan yang begitu menggugah selera.
" Makanan disini itu selalu bikin kangen,"ucap Dara dengan mulut penuh makanan.
__ADS_1
" Kalau makan jangan sambil ngobrol nanti tersedak," ujar Eyang Yati.
" Eyang kapan kapan ajari kami masak kaya gini ya."
" Ini yang masak Kiky, tadi eyang hanya panasin."
" Wah besok kalau libur ajari masak kaya gini ya Ky, sumpah masakan kamu ga ada duanya. Masakan resto kalah deh sama masakan kamu."
" Kamu itu muji apa ngeledek sih Tara Agustina."
" Muji Adinda Risky."
Setelah ganti baju dan berpamitan ke eyang ketiganya siap untuk berangkat. Sepanjang perjalanana tak henti hentinya Tara dan Dara membujuk Kiky untuk ikut pemotretan tapi dengan 1000 cara juga Kyki menolak.
" Ayolah Ky, sekali ini saja ya ya ya ya," bujuk Dara.
" Ga mau Dara."
" Ya udah aku nyerah," ucap Dara.
_Lokasi Pemotretan_
" Gimana Dara dan Tara sudah siap?"tanya salah satu kru disana.
" Yuk langsung ke luar, hari ini temanya outdoor."
Setengah jam berlalu, Kiky duduk tak jauh dari tempat Dara dan Tara pengambilan foto.
Tiba tiba ide gila Tara dan Dara muncul, ia lalu membisikan sesuatu ke fotografernya. Lalu ketiganya tertawa bersamaan.
"Maaf ya Ky lama, kamu ga papakan?"
" Santai saja lagi,tumben kalian pemotretannya ga hari minggu?"tanya Kiky.
"Soalnya ini foto mau buat lomba gitu terus waktunya juga terbatas makanya aku sama Tara cepet cepet biar bisa ikutan,"jelas Dara.
" Oh gitu,"kata Kiky sambil menganggukan kepalanya tanda mengerti.
" Ky kita makan dulu ya,"ajak Tara.
" Oke makan di tempat biasa ya,"sambung Dara.
" Siap, jawab Kiky.
Satu bulan berlalu setelah itu,di sekolah Kiky menjadi heboh karena fotonya ada di mading sekolah.
__ADS_1
" Eh kamu anak kampung saja sok sokan jadi model," kata seorang kakak kelas.
" Apaan sih kak, aku ga tahu dengan maksud kakak."
" Alah ga usah banyak ngeles, itu buktinya foto kamu ada di mading dan sebagai pemenang lomba,"kata Clara.
Kiky berlalri menuju ke mading sekolahnya dan betapa terkejutnya dia melihat fotonya ada di sana. Ia binggung kenapa bisa ada di sana ada fotonya bahkan yang membuat ia binggung kapan ia mengikuti lomba itu.
Kiky melanjutkan langkahnya menuju ke kelasnya. Beberapa teman yang sudah datang memberikannya selamat. Dara dan Tara yang baru datang dengan senyumnya menghampiri Kyki.
" Ini pasti ulah kalian kan,"kata Kiky.
" Hehehe iseng Ky tapi kamu menang loh," ucap Dara.
" Terus aku sekarang harus gimana?"
" Nanti pulang sekolah kita tunggu saja ya, semua sudah kami atur," jelas Dara.
Jam istirahat, seperti biasa Kiky dan tiga sahabatnya makan di kantin, tiba tiba datang kakak kelas mereka yang bernama Clara bersama genknya.
" Eh kamu, anak kampung. Kok bisa bisanya ya cuma foto kaya gitu aja menang lomba,sedangkan aku yang bayar fotografer terkenal kalah sama kamu. Jangan jangan kamu ada orang dalam ya,"teriaknya.
" Apaan sih kak, orang aku saja ga tahu kok. Kakak jangan asal nuduh gitu kalau ga ada bukti, itu sama aja fitnah."
" Alah ngaku saja dech,"teriaknya lagi.
" Kak Clara yang cantik, kalau ngomong mulutnya di jaga ya. Asal kakak tahu Kiky ga tahu apa apa soal ini, aku sama Dara yang sengaja kirim fotonya buat ikut lomba,"jawab Tara.
" Kalian bertiga itu sama saja,"katanya lagi.
" Ya elah kak jangan sirik donk, orang kita saja kalah juga ga gimana gimana. Aku saranin ya jangan wajah saja yang cantik itu hatinya juga," sambung Dara.
Clara mengebrak meja yang ada di hadapannya, lalu ia baranjak.Hatinya sangat marah dan kecewa gara gara ia kalah. Kemudian ia mengambil segelas air jeruk yang ada dihadapanya hendak menyiramkan ke Kyki tetapi di gagalkan oleh Adam.
" Apaan sih lo Dam, ikut ikutan saja," teriak Clara.
" Kamu itu sudah keterlaluan Clara, itu bukan contoh yang baik. Ingat kamu itu ketua OSIS tapi kelakuanmu minus," kata Adam sambil memegang tangan Clara.
Clara terdiam, kini ia jadi pusat perhatian seluruh siswa yang ada di kantin.
" Elo sama dia itu sama saja, sama sama menyebalkan," ucap Clara sambil menunjuk Adam dan Kiky.
" Semuanya bubar," perintah Adam.
Satu persatu siswa pergi meninggalkan kantin, tinggal beberapa saja yang masih makan. Adam adalah kakak kelas Kiky satu angkatan dengan Clara, Adam dan Kiky sudah lama kenal karena rumah mereka yang bertetangga. Tapi kedekatan mereka membuat seorang Clara cemburu. Karena Clara sudah lama menaruh hati kepada Adam, ketua basket di sekolahnya.
__ADS_1