
" Udah yuk balik ga usah nyari gara gara sama kak Clara," ajak Kiky.
" Nanggung Ky, kita sudah sampai sini juga," kata Dara.
" Tapi Dara itu kak Claranya pergi naik mobil, kita ketinggalan,"sambung Suci.
" Yah,gagal deh," Dara kecewa.
Akhirnya mereka berempat langsung pergi menuju ke mall seperti yang di rencanakan tadi di sekolah. Di mall mereka ketemu lagi sama Clara dan sekarang ga sendiri tapi bareng sama laki laki setengah baya yang pantasnya jadi omnya.
" Nah itu," kata Tara semangat.
" Lihat apaan kamu Ra?"
" Itu Clara sama om om," kata Tara sambil menunjuk ke arah dimana Clara berada.
" Ternyata ternyata dia yang suka jalan sama om om kaya. Makanya penampilannya selalu wooowww," kata Suci.
" Bentar aku kesana dulu ini kak Sean telpon," pamit Kiky.
" Oke, nanti kamu susulin kita kesana," kata Dara.
Sean Dan Kiky
" Halo ada apa kak Sean?"
" Kamu dimana Ky?"
" Jalan sama teman teman ke mall yang ada ga jauh dari sekolah kenapa kak?"
" Pulang sama siapa?"
" Diantar sama Dara dan Tara, ada apa sih kak?"
" Kamu selesai jam berapa nanti kakak jemput, ada yang mau kakak omongin sama kamu," jelas Sean.
" Nanti aku kasih kabar lagi ya kak soalnya ini aku baru saja sampai," kata Kiky.
" Oke, kakak tunggu kabarnya. Jangan lupa makan siang. Satu lagi jangan sampai ada yang tahu kalau kita sudah tunangan walaupun itu bohongan."
" Siap kak, udah dulu ya kak kasihan teman teman aku sudah pada nunggu."
" Hati hati kamu di mall," pesan Sean lagi.
Kiky kembali menemui ketiga sahabatnya yang sudah menunggu.
" Yang habis di telpon, mukanya biasa saja kali bu," goda Dara.
" Elu habis pakai blush on ya Ky, tuh pipi kamu merah bener," sambung Tara.
" Duh merona bener bu pipinya, habis di kasih kabar apa sih sama kakaknya," ledek Suci.
" Ihhh kalian ini apa apaan sih orang aku biasa saja kok. Kok kalian malah berhenti disini, kak Claranya mana?"
" Kak Clara noh makan disana," jawab Suci sambil menunjuk keberadaan Clara.
__ADS_1
" Sumpah aku masih penasaran sama apa yang di lakukan Clara di losmen tadi. Dia saja kaya gitu kok malah nuduh Kiky yang ga ga sih," kata Dara kesal.
" Udah Dara, aku ga papa kok. Oh iya nanti aku pulang ga bareng kalian ya tadi kak Sean bilang mau jemput soalnya."
" Oke dech tapi besok harus jadi kerja kelompoknya dan kak Sean ga boleh ganggu," kata Suci.
Ke empat sahabat itu lanjut jalan jalan sampai waktu sudah menunjuk pukul 17.00.
" Balik yuk," ajak Tara.
" Kamu yakin ga mau pulang bareng kita Ky?" tanya Dara.
" Ga, kak Sean udah jalan kesini kok," kata Kiky.
Dara, Tara dan Suci pulang duluan sementara Kiky menunggu kak Sean di lowby mall.
" Udah lama ya Ky nunggunya?" tanya Sean yang baru datang.
" Ga kok kak, Kiky juga baru saja selesai jalan jalannnya. Emang ada yang penting banget ya sampai harus ketemu?"
" Naik mobil dulu," ujar Sean.
" Ada apa sih kak kok, jangan bikin Kiky penasaran."
" Tadi asistant kakak lihat kamu keluar dari losmen ngapain kamu dari sana?"
" Oh tadi Tara ga sengaja lihat kak Clara masuk kesana karena penasaran aku sama semuanya terus kesana."
" Ngapain ikut kesana?"
" Kiky besok besok ga usah ya masuk masuk ke sana, kakak takut kalau kamu terbawa sama Clara."
" Memang kak Clara ngapain sih kak, kok kakak larang aku."
" Nih lihat," kata Sean sambil memberikan handphonennya.
" Kakak tadi ketemu juga sama kak Clara?"
" Iya tadi pas mau jalan kesini mama minta di belikan madu terus kakak belok dulu ke apotek. Lihat yang Clara beli apaan?"
" Emang itu apaan sih kak?" tanya Kiky.
" Masa kamu ga tahu sih Ky itu apaan."
" Kiky ga tahu kak, baru kali ini lihat."
" Itu alat kontrasepsi sama tes kehamilan," jelas Sean.
" Kak Clara hamil?" tanya Kiky lagi.
" Mana kakak tahu Ky, kan tadi kakak cuma lihat Clara beli ini soal hamil apa ga ya mana kakak tahu. Lagian kamu sudah SMA kok ga tahu alat kaya gitu sih Ky. Kamu itu terlalu polos apa gimana sih."
" Kiky memang ga tahu kok, lagian belum saatnya juga Kiky tahu. Jangankan alat alat kaya gitu pacaran saja sampai sekarang belum pernah."
" Kalau belum pernah pacaran kenapa kakak tembak kamu ga jawab."
__ADS_1
" Binggung kak mau jawab gimana."
" Tinggal bilang iya apa ga gitu kok, apa yang buat kamu binggung sih. Aku kasih kamu waktu seminggu buat jawab," kata Sean.
" Oke, kak besok ga usah jemput ya soalnya besok aku sama Dara, Tara dan Suci mau belajar kelompok di rumah."
" Malamnya bisa keluar?"
" Malamnya aku ada kelas model kak."
" Sibuk banget sih kamu Ky."
Kiky hanya tertawa melihat Sean kesal.
" Ya udah besok kelar kelas model kakak jemput."
" Ga udah kak nanti ngerepotin, lagian kenapa sih kakak harus banget ketemu sama aku tiap hari."
"Kangen tahu Ky," jawab Sean dengan lantang.
" Ha...," Kiky terkejut mendengar pernyataan dari Sean barusan.
" Biasa saja ekspresinya, jangan kaya gitu kenapa. Lama lama aku terkam juga kamu, biar kaya si Clara masih sekolah udah beli test pack."
" Apaan sih kak Sean jangan nakuti Kiky dong."
" Habisnya kamu itu lucu, ngangenin sehari ga ketemu sama kamu bikin aku jadi gila tahu. Makanya terima aku jadi pacar kamu dong Ky aku mohon," kata Sean.
" Kak Sean," teriak Kiky.
" Di terima ga nih?" tanya Sean lagi.
" Kan tadi aku sudah bilang kasih waktu buat mikir, terus kakak kasih waktu seminggu."
" Bisa ga jawabnya sekarang saja."
" Ga, udah yuk jalan," ajak Kiky.
Keesoakan paginya Kiky memberitahu Dara, Tara, dan Suci apa yang di lihat kak Sean kemarin waktu bertemu dengan Clara di sebuah apotek.
" Masa sih Ky, kak Clara beli gituan?"
" Iya kak Sean saja puya fotonya," kata Kiky.
" Gila itu kak Clara, kamu telpon kak Sean dong Ky buat minta fotonya," ujar Dara.
" Nanti ya pas jam istirahat kak Sean bakal kesini kok."
" Ngapain kak Sean kesini?" tanya Tara.
" Ga tahu, tadi pagi cuma bilang mau kesini pas jam istirahat."
" Aku semakin penasaran sama kak Clara, Ky kamukan anggota OSIS bagian urus ketertiban siswa kenapa ga kamu adain geledah tas kaya biasanya ," saran Suci.
"Tapi harus persetujuan ketua OSIS sama guru Ci, sedangkan ketua OSISnya kan kak Clara."
__ADS_1
" Kamu bilang saja sama pembina OSIS, demi kebaikan bersama. Dari pada kita penasaran kaya gini ga enak rasanya."