Lelaki Pecemburu

Lelaki Pecemburu
3. DIAM DIAM CARI TAHU


__ADS_3

Ke esokan paginya di kantor, Sean dengan saksama mendengar penjelasan dari Rio.


" Nama lengkapnya Adinda Risky, dia tinggal tak jauh dari sini. Dia hidup sama neneknya karena orang tuanya meninggal kecelakaan saat usainya 5 tahun. Kiky masih pelajar di salah satu SMA favorit di kota ini, dia juga siswi berprestasi. Banyak lomba sains dan matematika yang ia juarai. Mereka berdua bertahan hidup dengan hasil kebun yang ada di belakang rumahnya," jelas Rio.


" Lah kok dia ga pakai motor,?tanya Sean.


" Ya elah bos, orang mereka hidup cuma andalin hasil kebun kok mana kebeli sih bos."


" Oke, cari tahu lagi makanan favoritnya ukuran sepatu ukuran baju dan cari tahu dia sudah punya pacar apa belum."


" Siap."


" Hari ini aku freekan?"


" Iya, emang kenapa?"


" Ga papa, kamu stay disini ya, aku mau keluar dulu nanti kalau ada apa apa langsung telpon," jelas Sean.


" Iya bos, hati hati di jalan."


Hari ini Sean akan pergi cari tahu sendiri siapa sebenarnya Kiky, perempuan yang sejak kemarin memporak porandakan pikirannya. Hari ini ia cari tahu mulai dari sekolahnya Kiky.


Jam sekolah sebentar lagi usai, dengan saksama Sean memperhatikan setiap anak yang keluar, tapi sejak tadi ia belum melihat Kiky keluar.


Terlihat dari jauh Kiky jalan dengan ke tiga temannya, mereka tampak asik bercerita. Sean tersenyum melihat kecantikan Kiky yang begitu alami, terlihat sangat berbeda dari ketiga sahabatnya.


Hari ini sebelum ke kelas model Kiky pulang terlebih dahulu untuk ganti pakaian di antar Dara dan Tara.


" Makasih ya twins udah antar sampai rumah,"kata Kiky.


" Sama sama sayang, kita langsung ya, soalnya mama sama papa pulang hari ini," jelas Dara.


" Oh ini rumahnya,"gumam Sean dari dalam mobil.


Lima belas menit berlalu, Kiky sudah tampak rapi dengan kemeja panjang warna pink dan di padu celana jeans hitam rambutnya di biarkan tergerai di hiasi jepit kecil.


Sepeninggal Kiky, Sean langsung turun dari mobil dan berpura pura bertanya tempat pengisi bahan bakar dengan eyangnya.


" Selamat siang nek, maaf saya tadi dari rumah saudara tapi sampai depan mobil saya kehabisan bahan bakar. Kalau mau ngisi dimana ya ?"


" Selamat siang nak, aduh adanya di pertigaan depan lumayan jauh dari sini."


" Terima kasih nek, kalau begitu saya pamit dulu," pamitnya.


" Loh kok buru buru istirahat dulu, ayo masuk dulu?"tanya eyang Yati.


" Wah jadi ngerepotin ."

__ADS_1


Keduanya masuk, Sean di ajak eyang duduk di ruang tamu.


" Nenek tinggal di sini sendiri?"tanya Sean basa basi.


" Panggil eyang saja, eyang disini tinggal sama cucu," jelasnya.


" Iya eyang,kalau boleh tahu cucunya perempuan atau laki laki?"


" Cucu eyang perempuan, ini fotonya," jelas eyang Yati sambil memberikan figura berisi fotonya dan Kiky.


" Wah cantik ya eyang."


" Iya cucu eyang memang cantik, tapi dia kasihan sejak usia 5 tahun sudah menjadi yatim piatu soalnya kedua orang tuanya meninggal dalam kecelakaan. Walaupun dia hidup sederhana bersama saya tapi dia tak malu, bahkan yang bikin eyang bangga dia membuktikan kalau dengan kesederhanaannya tetap bisa berprestasi," cerita eyang Yati.


" Tanpa aku bertanya, eyangnya cerita sendiri dan semua yang Rio katakan benar," batin Sean.


Sean hanya manggut manggut mendengar cerita dari eyangnya Kiky.


" Wah eyang sudah cerita panjang lebar tapi belum kenalan sama kamu. Maaf nak siapa namamu?"


Sean tersenyum lalu mengulurkan tangannya ke eyangnya Kiky.


" Sean eyang."


" Nama yang bagus, kalau eyang boleh tahu Sean masih kuliah atau sudah bekerja?"


" Wah masih muda tampan sudah mapan, pasti banyak perempuan yang suka," kata beliau.


" Ah eyang bisa saja, terima kasih ya eyang sudah memberikan tempat buat istirahat. Maaf kalau merepotkan, Sean mau pamit."


" Sama sama nak Sean, kapan kapan kalau ada waktu berkunjunglah kemari nanti eyang kenalkan sama cucu eyang,"sambungnya.


" Iya eyang," kata Sean lalu menjabat tangan eyang Yati dan mencium punggung tangannya.


Sean pura pura jalan ke arah jalan raya untuk biar eyangnya Kiky tak curiga dan setelah aman ia kembali lagi menuju ke tempat ia memarkirkan mobil.


"Besok aku akan kesini lagi, PDKT dulu sama eyangnya," batin Sean.


Sesampainya di kantor betapa terkejutnya Sean yang melihat mamanya sudah ada di dalam ruangan.


" Loh mama kok ada di sini?"


" Kemana saja dari tadi, di telponin ga ada respon sama sekali. Mama tanya sama Rio katanya kamu baru keluar kemana?"


" Maaf ma handphone Sean di mobil jadi ga dengar pas mama telpon, ada apa mama kesini?"


" Jawab dulu kamu dari mana?"

__ADS_1


" Ah mama, kaya mama ga pernah muda saja. Baru nyari mantu buat mama," jawab Sean.


" Nyari dimana?"


" Ya adadeh pokoknya, semua kriteria yang mama mau ada pada satu orang,kan katanya mau menantu yang cantik, baik,bisa masak, yang ga mandang harta dan satu lagi ga manja kaya Susan,"jawab Sean.


" Memang ada perempuan kaya gitu?"


" Ada dong ma, asal mama sabar aja nunggunya."


" Pokoknya pas ulang tahun kamu yang ke 28 bisa ga bisa kamu sudah punya pacar, tapi ingat kalau sampai kamu ga punya pasangan terima konsekuensinya."


" Iya ma."


" Mama mau pulang dulu, jangan lupa nanti malam antar mama ke bandara mama mau ke Surabaya."


" Siap ma."


Sean bernapas lega karena mamanya sudah pulang. Ia langsung memeriksa beberapa berkas yang sudah ada di mejanya.


Sementara itu, ketika mama Sean berjalan keluar dari ruangan putranya ia kepleset karena lantainya licin. Melihat itu dengan sigap Kiky berlari menolong, padahal ia pakai high heels.


" Ibu gapapa?" tanya Kiky.


" Ga papa,terima kasih ya sudah menolong saya."


" Sama sama bu, sudah kewajiban saya membantu kalau melihat orang lain kesusahan.


" Sekali lagi terima kasih nak," kata mama Sean sambil mencoba berjalan tetapi kakinya terasa sakit.


" Ada apa bu?"


" Kaki saya rasanya sakit apa kamu bisa membantu saya berjalan?"


" Sepertinya kaki ibu terkilir, ayo bu duduk di situ biar kakinya saya pijit," kata Kiky.


Kiky memapah mama Sean berjalan menuju ke kursi tunggu, dan ia duduk di lantai untuk memijit kaki mamanya Sean.


" Wah kamu sudah cantik baik lagi, kalau boleh tahu siapa namamu dan apa kamu bekerja di sini?"


" Jangan memuji seperti itu bu saya malu, nama saya Kiky bu, saya tidak bekerja di sini. Saya hanya mengikuti kelas model untuk pemenang lomba foto kemarin," jelas Kiky.


" Kamu masih sekolah atau sudah kuliah?"


" Masih sekolah bu."


" Kamu pintar pijitnya, kaki ibu sudah enakan. Sekali lagi ibu terima kasih ya," ucap mama Sean.

__ADS_1


__ADS_2