Lelaki Pecemburu

Lelaki Pecemburu
6 # HUTANG PENJELASAN


__ADS_3

" Ya udah yuk jalan, ih mama kok seneng jalan sama kamu Ky. Berasa punya anak perempuan, punya teman buat ngobrol."


" Ya allah jadi Sean ga di anggap nih," kata Sean memelas.


" Ya kan kamu anak laki laki mama dan Kiky anak perempuan mama," ujarnya.


Ketiganya berjalan keliling mall buat belanja.


" Sudah bu, ini terlalu banyak buat Kiky," katanya.


" Ga papa sayang di terima ya," kata mama Sekar sambil memberikan beberapa baju kepada Kiky.


Sampai terakhir mama Sekar mengajak Kiky ke salon dan berubahlah penampilan Kiky.


" Aduh bu, Kiky malu dandan kaya gini, " kata Kiky.


" Tapi kamu cantik kok, gimana Sean sama penampilan baru Kiky cantik ga?"


Sean hanya mengganggukan kepalanya sambil terus memandang Kiky.


" Jangan di lihatin kaya gitu Kiky malu," ucapnya.


Selesai jalan jalannya ketiganya langsung pulang, kasihan eyangnya Kiky di tinggal sendirian dari pagi.


" Assalamualaikum eyang," salam Kiky.


" Waalaikumsalam masuk masuk," ajak eyang Yati.


" Maaf ya eyang Kiky saya pinjem lama."


" Tidak apa apa bu, tapi kok penampilan kamu berubah Ky?"


" Iya eyang, tadi Kiky di ajak ibu Sekar ke salon terus jadi kaya gini."


" Loh nak Sean mana?"


" Itu masi di luar baru keluarin belanjaan," jawab mama Sekar.


" Kamu bantuin Ky kasihan," pinta eyang.


Kiky berjalan menghampiri Sean yang masih mengeluarkan belanjaan dari bagasi.


" Ada yang bisa Kiky bantu?"


Sean kaget mendengar suara Kiky yang tiba tiba.


" Kenapa kak?"


" Kamu ngagetin tahu ga?"


" Maaf maaf."


" Eh ya Ky ada yang mau aku omongin sama kamu."

__ADS_1


" Iya ngomong saja kak."


" Ky aku mohon banget ya turutin semua ke inginan mamaku, soalnya aku lihat mama bahagia banget jalan sama kamu. Paling tidak di sisa umurnya mama bisa bahagia karena mendapatkan anak perempuan kaya kamu."


" Hussst kak Sean jangan ngomong gitu ga baik, jangan mendahului takdir kak."


" Bukan mendahului takdir Ky, soalnya mama punya riwayat sakit jantung yang sewaktu waktu kambuh bisa fatal. Itu yang dokter bilang beberapa minggu lalu."


" Ya allah kasihan ibu Sekar, jadi kalau sewaktu waktu mama minta apa saja sama kamu aku mohon banget turuti ya."


" Iya kak, selama itu baik buat ibu Sekar akan aku turuti."


" Kalian kok malah ngobrol di luar ayo masuk, itu eyang sudah masak," ujar eyang Yati.


Sean dan Kiky berjalan beriringan sambil membawa beberapa paperbag belanjaan. Makan malam yang di akhiri dengan ngobrol bersama.


Rumah Sean.


" Duduk dulu ada yang mau mama tanyakan sama kamu?"


Deg jantung Sean berhenti berdetak.


" Ada apa sih ma, Sean capek mau bersih bersih dulu."


" Ya sudah kamu bersih bersih dulu mama tunggu kamu di ruang keluarga."


" Oke ma, Sean mandi dulu."


Setengah jam berlalu Sean yang sudah kembali segar turun menemui mamanya.


" Kamu hutang penjelasan sama mama."


" Mama juga hutang penjelasan sama aku."


" Sean sebenarnya kamu sama Kiky itu ada apa? Terus kenapa beberapa hari yang lalu kamu bisa sampai ke daerah rumah Kiky."


" Aku sama Kiky ga ada apa apa ma, waktu itu iseng saja di kantor ga ada kerjaan terus aku jalan jalan ga sengaja ketemu eyangnya Kiky di ajak mampirlah."


" Mama ga percaya sama kamu."


" Ya allah ma, bener kalau mama ga percaya tanya saja sama Rio."


" Oke besok kalau kamu ke kantor mama ikut mama mau tanya tanya sama Rio."


" Sekarang gantian aku tanya sama mama. Kenapa tadi di depan teman teman, mama bilang ke mereka kalau Kiky itu calon mantu mama. Padahal aku sama Kiky da ada hubungan apa apaloh."


" Ya habis mama kesel sama mereka."


" Kesel kenapa?"


" Kesel selalu di tanya mana calon mantunya, kok Sean betah banget sendiri padahal sudah umur gitu."


" Tapi kenapa ga bilang dulu sih ma."

__ADS_1


" Ga papa, mama lihat kamu sama Kiky cocok kok. Ada satu lagi yang mau mama tanyakan sama kamu, kenapa pas teman mama bilang awas kalau ga di gandeng bisa di ambil orang loh. Terus dengan spontan kamu bilang ya jangan dong tante."


" Ah mama."


" Ayo ngomong sama mama sebenarnya ada apa antara kamu sama Kiky."


" Jadi waktu itukan di kantor aku ngadain lomba buat cari brand ambassador dari kalangan orang biasa dan model model pendatang baru, terus Kiky jadi juaranya. Karena kebanyakan mereka masih model baru perusahaan buat kelas modeling buat pemenang, kebetulan kelasnya ada di ruang metting depan ruangan aku. Ga sengaja aku melihat Kiky yang latihan pakai high heels terlihat anggun gitu yang buat hati Sean adem gitu. Rasa penasaran Sean yang begitu tinggi, akhirnya Sean minta tolong Rio buat cari tahu tentang siapa Kiky. Karena belum puas dengan jawaban Rio, Sean pergi ke rumah Kiky buat cari tahu langsung."


" Kamu suka sama Kiky?"


" Sean masih binggung ma sama perasaan Sean sendiri."


" Ya kalau kamu suka sama dia perjuangin dong, lagian mama juga suka sama dia."


" Tapi Sean belum berani bilang ma, soalnya Sean ketemu langsung sama dia juga baru tadi dan Kiky juga belum tahu kalau Sean CEO tempat dia jadi model."


" Pelan pelan dong, besok pagi kamu datang ke rumahnya jemput dia terus antar ke sekolah. Kamu juga minta nomor telponnya biar kamu bisa tanya jam berapa dia pulang sekolah."


" Oke, Sean ke kamar ya ma capek."


" Iya sana buruan tidur biar besok pagi bangunnya ga kesiangan."


" Selamat malam ma, selamat istirahat," pamit Sean.


Keesokan paginya setelah sarapan Sean langsung bergegas menuju ke rumah Kiky.


" Ma, Sean jalan dulu ya."


" Hati hati di jalan jangan ngebut dan ini titip buat Kiky."


" Assalamualaikum."


" Waalaikumsalam."


Betapa terkejutnya Kiky ketika melihat mobis Sean berhenti di depan rumahnya.


" Loh kak Sean ngapain pagi pagi kesini, Kiky hari ini sekolah."


" Kata mama aku harus antar jemput kamu ke sekolah makanya pagi pagi aku sudah di sini."


" Tapi nanti merepotkan, lagian Kiky sudah biasa berangkat sekolah naik angkot."


" Ayolah Ky nurut ya jangan buat saya kena omel sama mama."


" Buruan masuk nanti kesiangan," ujar Sean.


Karena Kiky kemarin sudah janji buat menuruti semua keinginan ibu Sekar akhirnya dia naik ke mobil Sean.


" Ya duduknya jangan di belakang juga kali Ky, kan aku bukan supir kamu."


" Iya kak."


" Bungkusan itu sekalian di bawa kedepan, tadi pagi mama siapin katanya buat bekal kamu. Pesan mama harus di makan dan di habiskan."

__ADS_1


" Kok repot repot sih kak, kan aku sudah bawa bekal."


" Mulai besok ga usah bawa, soalnya tiap hari mama yang buatkan buat kamu."


__ADS_2