
Sesampainya di rumah Kiky langsung mandi karena sudah di tunggu sama MUA pilihan Sean.
" Eyang gimana ini?"
" Eyang juga binggung mau gimana, mau nolak ga enak. Mau nerima gimana,bikin eyang pusing."
" Sama eyang, Kiky juga binggung."
" Ikuti sajalah Ky," sarang eyang.
Baru pukul 17.30 Sean sudah datang buat jemput Kiky.
" Assalamuallaikum," salam Sean.
" Waalaikumsalam," jawab eyang Yati.
" Loh eyang kok belum siap siap," kata Sean.
" Eyang di ajak juga?"
" Iya di ajaklah eyang masa Sean tega biarin eyang di rumah."
" Aduh tapi eyang belum pernah datang ke acara seperti itu nak Sean."
" Gapapa eyang, oh iya ada yang mau Sean sampaikan tapi eyang jangan marah ya."
"Emang mau menyampaikan apa tow nak Sean kok sampai takut kalau eyang marah."
" Eyang pasti pernah di kasih tahu sama Kiky soal mama saya."
" Iya memang kenapa nak Sean?"
" Eyang mama saya itu punya penyakit keras, yang suatu saat bisa kambuh. Dokter pernah berpesan kepada saya kalau sekali lagi penyakit mama kambuh hasilny bisa fatal. Karena itu saya sebagai anak mama berusaha setiap keinginan mama selalu saya penuhi walaupun itu membuat Sean binggung. Malam ini mama berencana untuk menggelar acara pertunangan aku sama Kiky bersamaan dengan ulang tahunnya. Tapi karena memang aku sama Kiky sampai saat ini ga ada hubungan apa apa, kita berencana buat berpura pura demi kebahagiaan mama."
" Jadi kalian mau berpura pura tunangan?" Tanya eyang Yati.
" Iya eyang, habis aku binggung mau bagaimana lagi."
" Tapi itu hal yang sakral loh nak, masa mau di buat main main."
" Tapi Sean binggung harus bagaimana eyang, ini satu satunya jalan yang Sean temukan. Nanti kalau memang aku sama Kiky sama sama ada rasa ya kita akan melanjutkan tunangan itu tapi kalau tidak aku akan bilang pelan pelan sama mama."
" Apa nak Sean sudah bilang sama Kiky soal rencana ini dan bagaimana tanggapan Kiky."
__ADS_1
" Kiky setuju kok eyang, kalau nanti aku sama Kiky saling jatuh cinta apa eyang mau kasih restu?"
" Itu di pikir nanti nak, lagi pula Kiky juga masih kelas 1 SMA. Perjalanan dia masih panjang, apa nak Sean mau menunggu selama itu?"
" Iya eyang, sekarang eyang siap siap ya Sean tunggu."
Tepat pukul 18.00 Kiky keluar dari kamarnya, eyang dan Sean yang menunggu di ruang tamu tertegun melihat kecantikan seorang Kiky yang terlihat anggun dengan gaun warna biru muda.
" Eyang kak Sean kok lihat Kiky kaya gitu sih kenapa? Apa Kiky ga cocok pakai baju ini apa dandanannya terlalu menor."
" Kamu cantik Ky cantik sekali," jawab Sean yang tak berkedip melihat Kiky.
" Eyang ga nyangka kamu bisa secantik ini sayang," sanjung eyangnya.
" Yuk berangkat kasihan mama sudah menunggu lama."
Ketiganya kini sudah ada di hotel tempat acara itu di selenggarakan. Acara demi acara sudah selesai di laksanakann tinggal acara inti yaitu pemotongan kue.
" Sebelum acara pemotongan kue dilakukan saya ingin mengumumkan hal penting kepada kalian semua," kata mama Sekar lalu menarik tangan Sean dan Kiky ke depan."
" Malam ini saya juga akan melangsungkan acara pertunangan putra semata wayang saya dengan seorang perempuan cantik bernama Adinda Risky."
Sean dan Kiky saling menyematkan cincin di jari pasangannya, keduanya tersenyum lebar kepada semua tamu yang hadir. Acara semua berjalan lancar kini tinggal Kiky, Sean, eyang sama ibu Sekar sedang duduk menikmati hidanga yang tersisa.
" Gapapa bu, tapi Kiky masih sekolah masih lama untuk bisa meresmikan hubungan keduanya," kata eyang.
" Itu ga masalah buat saya eyang yang penting keduanya sudah ada ikatan."
Kiky dan Sean hanya saling pandang, mereka melakukan ini hanya untuk ke bahagian ibu Sekar.
" Malam ini kalian menginap saja di sini, sudah larut kalau harus pulang," ujar mama Sekar.
" Tapi besok Kiky harus sekolah bu," kata Kiky.
" Besok subuh kita pulang, biar Sean yang mengantar kalian."
Paginya setelah mandi Kiky dan semuanya pulang, sampai rumah Kiky langsung berganti baju tidurnya dengan seragam sekolah.
" Eyang Kiky berangkat ya udah kesiangan takut telat," pamit Kiky.
" Hati hati di jalan, nanti sarapan saja di kantin."
" Baik eyang."
__ADS_1
Kiky dan Sean langsung berangkat.
" Kak Sean ga pulang dulu buat ganti?"
" Ga nanti saja setelah antar kamu, takutnya nanti telat."
" Terus kita selanjutnya gimana kak?"
" Kita ya kaya gini saja, aku antar jemput kamu ke sekolah. Jalan bareng kemana gitu biar mama ga curiga, tapi kalau kakak lama lama suka sama kamu apa kamu mau beneran jadi pacar kakak."
Kiky hanya diam, pipinya merah karena baru kali ini ada yang menyatakan cinta sama dia.
" Kok diam sih Ky, pasti kamu ga mau ya pacaran sama om om," kata Sean.
" Kiky belum tahu kak, soalnya ini pertama kalinya ada yang bilang suka sama Kiky."
" Ya sudah kita jalani saja dulu ya Ky, soalnya kakak sendiri juga binggung mau gimana kelanjutannya."
Di sekolah Kiky sudah heboh ketika melihat Kiky turun dari mobil Sean.
" Gila sekarang Kiky sudah jadi seorang ratu," kata salah satu murid.
" Siapa yang nolak sih di perlakukan seperti itu walaupun itu cowoknya sudah umur tapi kalau tajir melintir terus loyal kaya gitu."
" Kalau aku jadi Clara udah malu, tuduhannya semua ga terbukti."
" Masih berani ga ya dia gangguin Kiky," kata para siswa yang ada di depan.
Kali ini Sean mengantar Kiky sampai depan kelasnya.
" Kiky malu kak, masa iya di antar sampai depan kelas. Kiky kaya anak TK yang di antar papanya."
" Biar kamu aman ga di gangguin sama cewek yang kemarin itu," kata Sean.
" Kiky masuk ya kak, nanti sore Kiky ada kelas tambahan buat lomba kakak ga usah jemput," kata Kiky.
" Oh ga bisa mau kamu pulang jam berapapun bakal kakak jemput."
" Oke, kakak hati hati di jalan," kata Kiky lalu melambaikan tangannya ke Sean yang sudah berjalan menjauh darinya.
Kiky duduk lalu mengeluarkan handphonennya dari dalam saku, ia melihat foto foto yang tersimpan di galeri. Ia tersenyum begitu melihat fotonya sama Sean ketika tunangan tadi malam.
" Ah kak Sean kenapa kamu tiba tiba bilang gitu sih kan Kiky gugup. Tapi Kiky bahagia punya kak Sean karena ada yang melindungi Kiky," kata Kiky sambil mengelus foto di handphonenya.
__ADS_1