Lelaki Pecemburu

Lelaki Pecemburu
2. Keputusan Kiky


__ADS_3

Sepulang sekolah Kiky bercerita kepada eyangnya.


" Eyang, Kiky mau cerita boleh," tanyanya.


" Boleh, ada apa, sepertinya sangat penting?"


" Begini eyang tadi di sekolah, Kiky dapat kejutan besar dari Tara dan Dara. Tapi kalau boleh jujur sebenarnya Kiky malu."


" Memang kejutan apa yang membuat kamu sampai malu?"


" Ini eyang,"kata Kiky sambil memberikan selembar kertas."


" Lah harusnya kamu bersyukur Ky, kenapa hasus malu? Dara dan Tara itu baik, mereka tahu kamu itu punya potensi. "


"Tapi eyang, kalau aku jadi model kaya mereka."


" Ga usah pakai tapi, di coba dulu sayang eyang yakin kamu bisa."


" Tapi kalau aku jadi model, nanti berkurang waktu aku sama eyang. Nanti siapa yang bakal temani eyang kalau aku sibuk."


" Jangan khawatirin eyang, yang penting kamu coba dulu kalau nyaman lanjutkan tapi kalau tidak berhentilah,"ujar eyang.


" Assalamualaikum."


" Waalaikumsalam," jawab Kiky dan eyangnya bersamaan.


" Maaf apa betul di sini rumah Adinda Risky?" tanya orang itu.


" Betul dengan saya sendiri,maaf bapak sama ibu siapa?"


" Kami dari penyelenggara lomba model yang tempo hari mbak ikuti."


" Mari masuk," ajak Kiky.


" Begini mbak, di perusahaan tempat saya bekerja memang sedang mencari model model baru seperti mbak untuk menjadi bintang iklan produk produk kami. Saya harap mbak mau bekerja sama dengan kami."


" Tapi saya bukan model pak."


" Tenang saja mbak, kami akan bantu. Nanti kami menyediakan kelas model untuk pemenang pertama kedua sampai kelima. Semuanya akan di bimbing menjadi model yang profesional."

__ADS_1


" Tapi bagaimana dengan sekolahku?"


" Mbak Kiky bisa ambil waktu selepas pulang sekolah, karena beberapa pemenang memang masih usia sekolah. Kelas itu akan di mulai besok, sekarang mbak Kiky bisa menandatangi berkas ini. Kemudian hadiah dan yang lainnya akan kami berikan nanti kalau kelas modeling selesai,"ujarnya.


Kiky menoleh ke eyang yang duduk di sampingnya. Eyangnya lalu menganggukan kepalanya dan tersenyum.


Sore harinya Kiky pergi ke pusara kedua orang tuanya. Ia menceritakan semua kepada mereka.


" Assalamualaikum bapak ibu, ini Kiky datang. Pak bu Kiky mau cerita, sebenarnya Kiky itu binggung antara senang atau sedih. Tanpa sepengetahuan Kiky, Tara dan Dara mengirimkan foto Kiky untuk mengikuti lomba dan ternyata Kiky menjadi juaranya. Yang buat Kiky binggung bagaimana eyang nanti kalau Kiky selalu sibuk dan ga ada waktu untuk menemani."


" Bapak ibu, sudah sore Kiky pamit ya, kalau ada waktu Kiky kesini lagi," pamitnya.


Malamnya Kiky masih termenung di kamarnya ia masih belum bisa mengambil keputusan. Sebenarnya itu kesempatan emasnya untuk bekerja sambil sekolah, dengan begitu eyangnya tak harus capek capek bertani di kebun belakang rumahnya.


Paginya, Kiky sudah siap sarapan bersama eyangnya,dimeja terhidang nasi goreng kampung.


" Gimana Ky kamu sudah ambil keputusannya," tanya eyangnya.


"Bismillah ya eyang Kiky sudah ambil kesempatan itu, doakan ya eyang semoga keputusan Kiky ga salah."


" Doa terbaik untukmu sayang."


" Mbak Kiky ya," sapa salah seorang staf di situ.


" Iya, maaf mau tanya kalau kelas model ada di ruangan mana ya?"


" Mari saya antar,"kata staf tadi.


Dari ruangan yang berbeda ada sesosok laki laki yang memperhatikan Kiky, ia tampak tersenyum bahkan kadang tertawa melihat Kiky yang belajar berjalan menggunakan higt heels.


" Lihat apaan sih bos dari tadi senyum senyum gitu?"tanya Rio.


" Itu ," jawabnya sambil menunjuk ruangan yang di gunakan untuk kelas modeling.


" Dasar Sean Pramana, ga bisa kalau ga lihat yang bening bening. Ingat kamu sudah di jodohin sama Susan."


" Ah kata mamakan kalau sampai aku ulang tahun ke 28 belum dapat cewek baru di jodohin sama Susan. Lagian kalaupun aku di jodohkan sama Susan bakal aku tolak, ogahlah sama cewek manja kaya dia. Ri cari tahu cewek itu siapa dong,"ujarnya.


" Oke oke, udah sana siap siap bentar lagi ada metting sama itu,"jelas Rio sambil menunjuk anak anak pemenang lomba.

__ADS_1


" Oke metting ya ya,"jawabnya sambil terus tersenyum.


" Ya allah punya bos gini amat ya, jangan senyum terus tuh gigi bisa kering," ejek Rio.


Dert Derrtttttt Derrttt handphone Sean bergetar tanda ada panggilan. Tampak nama My Queen, yang tak lain adalah mamanya.


" Halo ma, ada apa?"


" Lagi sibuk ga, mama minta tolong dong."


" Sean mau meeting ma, emang mama kenapa?"


" Jemput mama ya, mobil mama masuk bengkel."


" Tapi ma."


" Udah mettingnya biar di wakilkan sama Rio saja, pokoknya lima belas menit ga sampai sini mama coret kamu dari daftar penerima warisan."


" Siap my queen," kata Sean lalu menyambar kunci mobil yang ada di mejanya.


" Sean mau kemana?" tanya Rio.


" Jemput mama, meeting aku serahin sama kamu. Sama jangan lupa perintah aku tadi."


Ruang Meeting


"Selamat sore perkenalkan nama saya Rio, saya assistant dari bapak Sean selaku CEO di perusahaan ini, mohon maaf beliau sedang ada urusan jadi saya yang menggantikan. Pertama saya ucapkan selamat kepada semua pemenang dan selamat bergabung dengan perusahaan kami. Begini bulan depan perusahaan kami akan meluncurkan beberapa produk baru dan salah satu diantara kalian akan di pilih untuk menjadi brand ambassador," jelas Rio.


" Oh ya kalian tolong isi formulir ini," tambah Rio sambil membagikan kepada semua yang ada di sana.


Selesai meeting semua bubar menuju ke rumah masing masing. Kiky langsung menuju ke halte untuk menunggu bis yang akan membawanya sampai ke rumah.


Dari jauh Rio memperhatikan gadis itu, biar besok ia bisa laporan sama bosnya. Mulai Kiky naik bis sampai ia di depan pintu rumahnya Rio selalu mengambil foto untuk laporan sama bosnya besok.


Mobil Rio berhenti di samping rumah Kiky, sampai ada salah seorang tetangga Kiky yang curiga sama dia. Akan tetapi bukan Rio namanya kalau langsung menyerah . Bahkan dengan cara mendekati tetangga Kiky ia bisa mendapat banyak informasi yang di butuhkan.


" Untung tetangga Kiky baik, mau memberikan semua info yang aku butuhkan. Kalau tidak besok bakal kena omel Sean kan gawat, bonus bulanan bisa ga cair . Semoga Sean puas dengan semua info yang aku punya, Dia yang jatuh cinta aku yang selalu kebagian repotnya, tapi kalau ga gini ga ada uang bonus. Semoga kalian memang berjodoh ya Sean Kiky, biar usahaku cari informasi ga sia sia" batin Rio.


Rio meninggalkan rumah Kiky dengan tersenyum lebar, ia juga berharap Sean akan tersenyum lebar juga setelah mendapat semua informasi yang ia mau.

__ADS_1


__ADS_2