
" Ma, aku di luar saja ya baru ada telpon," kata Sean bohong.
" Ya sudah, mama juga sebentar kok nanti habis dari sini langsung mau ke arisan."
Sean menunggu mamanya di dalam mobil takut kalau eyangnya Kiky mengenalinya.
" Duh mama bikin deg degan saja, padahal di rumah ada sopir kenapa harus sama aku sih. Apa jangan jangan mama mau jodohin aku sama dia, ah tapi ga mungkin. Mama kamu bikin anak lelakimu ini binggung, " batin Sean.
Sementara di dalam rumah Kiky, mama Sean asik ngobrol dengan Kiky dan eyangnya.
" Wah ibu sudah sampai di sini lagi, cucu saya belum sempat main kesana,"kata eyangnya Kiky.
" Ga papa, saya juga hanya mampir kok bu mau kasih oleh oleh buat kalian."
" Ibu kesini sendiri?"
" Itu tadi di antar sama anak laki laki saya, tadi baru ada telpon makannya masih di luar. Nanti kalau sudah selesai ibu kenalkan sama kalian."
" Assalamualaikum," salam Sean ketika masuk rumah Kiky dengan wajah seperti udang rebus.
" Waalaikumsalam," jawab semuanya yang ada di ruang tamu.
" Loh loh bukannya kamu yang kemarin kesini ya nak?"tanya eyang Yati.
Seketika mama Sean memalingkan wajahnya ke anak semata wayangnya.
" Iya eyang yang yang tempo hari ke habisan bahan bakar terus eyang ajak masuk," jelas Sean.
Tapi mamanya tak langsung percaya, ia terus memperhatikan anaknya yang salah tingkah itu. Sementara Kiky tidak tahu dia siapa dan malah jadi binggung.
" Ky, ini anak tante namanya Sean."
" Ini anak laki laki yang kemarin eyang ceritakan sama kamu sayang," kata eyang Yati.
Keduanya lantas berkenalan.
" Saya Adinda Risky, biasa di panggil Kiky."
" Kalau saya Sean Pramana, panggil saja Sean."
" Maaf bu saya harus pamit soalnya mau arisan, ga enak sama teman teman kalau telat," pamit mama Sean.
" Iya tidak apa apa bu, terima kasih sudah berkunjung kesini."
" Tapi apa boleh saya ajak Kiky untuk teman saya selama perjalanan," pinta mamanya Sean.
" Boleh, tapi saya terserah sama anaknya mau atau tidak."
" Mau ya Ky," bujuk mamanya Sean.
__ADS_1
" Iya bu, akan saya temani tapi saya tidak punya baju yang bagus apa nanti ga membuat ibu malu," ucap Kiky.
" Sudah kamu ga perlu khawatir santai saja."
Setelah berpamitan kepada eyangnya Kiky keluar di gandeng mamanya Sean. Dari belakang Sean tersenyum karena kedua orang yang ia sayang jalan berduaan.
" Kamu kenapa senyam senyum kaya gitu, bukain itu mobilnya," kata mama Sean.
" Ih mama, orang anaknya lagi seneng juga. Jangan buat mood Sean jadi berantakan dong ma."
" Iya udah secepet buakain."
Sepanjang perjalanan ketiganya hanya diam, Sean fokus dengan jalan mamanya main handphone sementara Kiky melihat pemandangan samping.
" Duh aku harus gimana ya nanti, akukan sama sekali belum pernah ikut ke acara seperti itu. Apalagi aku juga bukan siapa siapanya, kalau di tanya terus aku salah jawabkan bisa buat malu."
" Kamu kenapa melamun sayang?" tanya mamanya Sean.
" Ga melamun kok bu, cuma lagi mikir nanti harus bagaimana kalau ketemu sama teman teman ibu. Kalau boleh jujur Kiky belum pernah ikut ke acara arisan arisan kaya begini. Mana Kiky juga belum tahu nama ibu, nanti kalau di tanya macam macam Kiky juga binggung jawabnya."
" Oh iya kemarin itu kita lupa buat kenalan nama ibu Sekar Pratiwi,biasa di panggil ibu Sekar. Tapi kalau anak ibu selalu panggil my Queen."
Kiky tersenyum mendengar penjelasan itu, apalagi waktu Sean melirik ke belakang dengan senyum manisnya membuat Kiky salah tingkah.
" Ma nanti acaranya lama ga?"
" Sebentar kok, lagian kenapa sih kamu nganter mama sekali saja kok ribut terus. Hari ini kan weekend jadi cuma bayar terus nunggu siapa yang menang udah. Emang kamu mau kemana sih?"
" Uh pantes kalian berdua sama sama jomblo orang tiap libur kerja cuma main PS."
" Duh mama ga tahu sih aku malu ma, jalan sama sama orang yang aku suka tapi aku belum berani bilang."
Tempat Arisan
" Jeng Sekar, tumben ga sendirian?" tanya salah satu temannya.
" Wah cantik sekali siapa itu?"
" Ah kalian masa ga tahu sih jeng, ini Kiky pacarnya Sean bisa di bilang calon mantu," ucap mamanya.
Seketika wajah Kiky dan Sean merah seperti udang rebus begitu mendengar pengakuan dari mamanya. Keduanya saling pandang karena binggung.
" Ayo Kiky kenalan sama teman teman mama," ucapnya.
" Kiky," katanya sambil menjabat semua teman mamanya Sean.
Sean melirik mamanya, dan ia berhutang penjelasan sama mamanya soal ini.
" Bukannya jeng Sekar mau jodohkan Sean sama Susan ya."
__ADS_1
" Kemarin kemarin sih iya tapi kalau Seannya sudah punya pilihan sendiri masa mau aku rusak. Lagian aku juga suka sama Kiky, anaknya baik sopan pinter masak yang jelas ga manja kaya Susan."
" Betul jeng, saya kok agak gimana gitu sama Susan. Masa udah gadis apa apa minta di ambilkan mana kalau mamanya arisan suka ngikut lagi."
" Sean Kiky, kalau kalian mau jalan jalan dulu ga papa, nanti mama susul ucapnya."
Sean dan Kiky saling berpandangan lagi keduanya binggung mau ngapain.
" Sudah sana kok malah lihat lihatan gitu sih," ujar mama Sekar.
" Ayo Ky, kita makan di sebelah sana," ajak Sean.
" Ayo."
Sean jalan di depan Kiky.
" Itu pacarnya di gandeng dong Sean nanti kalau di ambil orang loh," ucap salah satu teman mamanya.
" Ya jangan dong tante," ucap Sean cepat.
" Kayanya ini anak suka sama si Kiky, tapi biarinlah dari pada ia ke ingat terus sama mantanyya itu," batin mama Sekar.
Dengan canggung Sean menggandeng tangan Kiky, keringat dingin keduanya membasahi tubuhnya.
" Maaf ya Ky atas ucapan mama saya tadi."
"Ga papa pak Sean santai saja," kata Kiky.
" Jangan panggil pak dong, kok kesannya saya tua banget."
" Terus maunya di panggil apa?"
" Ya terserah kamu asal jangan panggil pak saja, Ky kalau kamu ke sekolah naik apa?" tanya Sean basa basi.
" Naik angkot kak kalau ga kadang suka di jemput sama teman."
" Cowok?"
" Bukanlah, Kiky belum punya pacar. Mana ada sih cowok yang mau sama aku yang hanya gadis desa ga cantik pula."
" Tapi aku mau Ky," batin Sean.
" Jalan yuk Ky kemana gitu dari pada nunggu mama lama banget," ajaknya.
" Eh ga boleh kalau kalian jalan harus sama mama, nanti Kiky kamu apa apain lagi, ucap mama Sekar yang baru saja datang.
" Iya bakal aku apa apain, biar cepat jadi mantu mama," ucap Sean.
Mata mamanya melotot ke arah Sean.
__ADS_1
" Apaan sih ma jangan melotot gitu dong serem, lagian ya ga mungkin lah Sean apa apainlah ma. Ih mama ada ada saja, lagian bukan tipe Sean merusak anak orang."