
" Kamu kenapa Ky, aku perhatikan dari jauh senyam senyum gitu," kata Dara yang mengejutkan Kiky.
" Habis dapat undian berhadiah ya Ky," sambung Tara.
" Undian apaan?" Kiky balik bertanya.
" Ya habisnya kamu dari tadi senyam senyum sendiri sambil lihat handphone," kata Dara.
" Bentar bentar ini yang di jari manis kamu?" tanya Suci yang membuat Kiky kaget karena cincin yang semalam lupa belum di lepas."
" Oh ini, cincin dari eyang," katanya bohong.
" Kok kaya cincin tunangan?"kata Dara.
" Ya kali aku tunangan, kamu ada ada saja sih Ra. Kita masih kelas 10 Dara yang cantik, lagian siapa yang mau sama aku yang yatim piatu ini," kata Kiky.
" Ya mana kita tahu sih Ky, siapa tahu ada sugar daddy yang beneran mau sama kamu," sambung Suci.
" Emang aku kak Clara yang suka sama om om kaya,"kata Kiky.
" Ky hari ini kamu ada kelas model ga," tanya Dara.
" Ga ada Ra ga tahu kenapa dari kemarin kelasnya di tiadakan."
" Jalan yuk kemana gitu," ajak Suci.
" Ayo, tapi kita mau kemana," tanya Kiky.
" Ke mall saja gimana, udah lama kita ga jalan berempat," seru Suci.
" Iya kamu yang jarang ikut karena les melulu," ledek Tara.
" Kalian enak udah pinter, tanpa lespun sudah encer otaknya. Lah apa kabar aku kalau ga les, udah les saja masih susah ngejar nilai kalian. Makanya bagi ilmunya dikit biar nih otak ga lemot lemot amat," kata Suci.
" Ya udah nanti kita bantuin kamu belajar gimana, kita kerja kelompok gitu," usul Kiky.
" Ide bagus tuh Ky, tapi nanti kalau kamu sudah mulai kelas model lagi gimana? tanya Suci.
" Tenang saja, kelas modelnya bisa aku ganti yang malam."
" Emang bisa ya Ky?"
" Bisa kok santai saja, rencananya mau di mulai kapan nih belajar kelompoknya?"
" Besok saja gimana, nanti belajarnya di rumah siapa dulu nih?" tanya Tara.
__ADS_1
" Di rumah Kiky saja biar bisa nyicipin masakan Kiky yang rasanya bikin nagih," kata Dara.
" Ah kamu Dar yang di pikirin cuma makan saja," ledek Tara.
" Mulai deh berantemnya, ga capek apa kalian berdua itu," kata Suci.
" Udah kalian ga usah berantem, lagian kalian berduakan sama," kata Kiky.
" Sama gimana maksud kamu Ky?" tanya Dara.
" Sama sama doyan makan kalau lagi ada di rumah aku."
" Salah sendiri kalau masak enak banget, bikin kita ketagihan makan di tempat kamu," sahut Tara.
" Ya kali makan ga enak di makan, kamu aneh Ra."
" Besok pulang sekolah kita langsung ke rumah Kiky, jangan lupa bawa baju ganti," kata Suci.
" Semangatnya kawanku yang satu ini," Kiky lalu memeluk tubuh sahabatnya di susul Dara dan Tara.
Jam sekolah sudah usai, sesuai kesepakatan awal keempat bersahabat itu langsung berjalanan ke parkiran.
" Hari ini elu ga di jemput sama kak Sean kan Ky?" tanya Suci.
" Ga kok, tadi aku sudah bilang kalau mau jalan sama kalian. Lagian masa iya kita jalan berempat cewek semua terus kak Sean ikut kan ga lucu, kasihan juga kalau jadi pusat perhatian."
Keempatnya sudah ada di dalam mobil, sekarang mereka meluncur ke mall.
" Ky, semenjak kamu dekat sama kak Sean penampilan kamu banyak berubah. Bisa di bilang hampir 70% berubah, tapi hati kamu jangan ikut berubah ya. Kita masih temenan kaya biasakan Ky" kata Tara yang tiba tiba mellow.
" Iya Ky,aku ga mau kalau kamu semakin jauh dari kita karena kak Sean setiap hari antar jemput kamu terus," sambung Dara.
" Kalian tenang saja aku akan selalu jadi sahabat kalian kok. Kalau soal antar jemput kak Sean nanti akan aku bicarakan lagi sama ibu Sekar. Soalnya beliaulah yang mengatur semuanya."
" Eh itu bukannya kak Clara ya,"kata Dara yang duduk di samping Tara.
"Iya itu kak Clara, ih ngapain dia masuk ke losmen itu? tanya Tara.
" Ya mana aku tahu Tara, lagian bukan urusan kita jugakan. Inget kita ga usah cari masalah sama itu orang, apa kalian ga ingat sama kejadian aku kemarin," kata Kiky.
" Tapi aku kok penasaran ya sama dia," kata Suci.
" Tara puter balik dong," perintah Dara.
" Ngapain Dar?" tanya Kiky.
__ADS_1
" Sssttt kamu diam saja Ky, jiwa kekeponanku sudah meronta ronta," jelas Dara.
" Nekat kamu Dar, ayolah kita cari aman saja," ajak Kiky.
" Kita ikuti tapi dari jarak jauh saja Ky," jelas Dara.
" Terus jalan jalan kita gimana dong?" tanya Suci.
" Kalian berdua duduk di belakang santai saja ya," kata Tara menenangkan kedua sahabatnya.
Kini mereka berempat sudah sampai dimana Clara berada.
" Eh itu dia disana," kata Dara sambil menujuk ke arah Clara."
" Jangan di tunjuk dong Dar, nanti kalau ketahuan mampuslah kita," sahut Suci.
" Kita jalan mendekat biar tahu Clara habis ini mau kemana," ajak Tara.
" Udah yuk balik saja," ajak Kiky.
" Kiky, kamu tenang saja ya. Siapa tahu dengan cara ini kita bisa tahu banyak soal kak Clara. Selama ini kita yang selalu di tindas sama dia, suatu saat kita bisa lawan dia," jelas Tara.
Keempat sahabat itu terus membuntuti Clara sampai tiba di suatu kamar paling ujung di losmen itu. Dari dalam tampak sesosok yang tak begitu jelas membukakan pintu untuknya.
"Yah orangnya masuk ke dalam, tapi tadi siapa ya yang bukain pintu? Kalau di lihat sekilas kaya postur cowok tapi ga tahu juga sih. Kita balik ke depan yuk, terus tanya sama resepsionis siapa tahu kita di kasih tahu siapa yang cek in di kamar ujung itu," kata Dara.
Dara dan Tara berjala duluan menuju ke resepsionis, sementara Kiky dan Suci berada di belakang.
" Maaf mbak tadi saya kesini sama temanku tapi dia jalan duluan kami kehilangan jejaknya, apa saya bisa tahu kamarnya Clara Putri Suhendra?"tanya Dara.
" Oh mbak Clara," kata Resepsionisnya.
" Mbak kenal sama Clara?"
" Dia seminggu tiga kali kesini, menggununjungi kakak sepupunya yang mengginap di sini," jelasnya.
Ke empat sahabat itu saling bertatapan heran.
" Kalau boleh tahu di kamar berapa ya mbak?" tanya Tara.
" Kamar 107, tapi kalian jangan kesana ya nanti pak Hans marah soalnya dia ga suka temannya mbak Clara datang," imbuhnya.
" Iya mbak terima kasih. Kita permisi mau nunggu Clara di depan saja," pamit Suci.
" Masa sih keluarga Clara ada yang tinggal di losmen gini, bukannya keluarga Clara itu kaya raya ya," kata Dara.
__ADS_1
" Ehh itu Clara keluar," kata Kiky.
Mereka berempat langsung berlari untuk bersembunyi agar Clara tak tahu kalau mereka mengikutinya.