Lelaki Pecemburu

Lelaki Pecemburu
13# Gimana Malu Tidak


__ADS_3

Ruang kepala sekolah


" Clara Ratu coba jelaskan sama bapak benda apa ini?"


" Itu titipan mama saya pak," jawab Clara bohong.


" Sebentar kalian disini dulu bapak mau telpon seseorang," pinta bapak kepala sekolah.


Selesai pemeriksaan Kiky dan yang lainnya berjalan menuju ke ruang kepala sekolah, untuk menyerahkan beberapa barang sitaan.


"Loh kak Sean kok masih disini?" tanya Kiky yang kaget melihatnya.


" Tadi sudah jalan pulang tapi di telpon sama pak kepala sekolah ya akhirnya kakak balik lagi."


Kiky bersama yang lainnya mengetuk pintu ruangan kepala sekolah.


Tok Tok Tok


" Silakan masuk," ujar kepala sekolah.


" Baik pak," jawab semuanya.


" Maaf ya pak Sean kalau merepotkan, saya hanya meu meminta bapak untuk menjadi saksi. Soalnya bapak yang melihat langsung kejadian itu."


" Iya pak tidak apa apa."


" Saya mohon pak Sean jelaskan semuanya di depan orang tua Clara dan Ratu.


" Jadi begini pak, kemarin siang saya bertemu dengan Clara di salah satu apotek. Secara tak sengaja kita bertubrukan yang menyebabkan barang belanjaan kita jatuh berhamburan. Betapa terkejutnya saya ketika melihat barang belanjaan Clara berupa alat kontrasepsi dan test kehamilan sedangkan waktu itu sata hanya membeli sebotol madu.


" Kemarin saya dan yang lainnya juga melihayt kak Clara masuk kedalam losmen yang ga jauh dari sekolah," sambung Kiky.


"Apa benar yang di ucapkan pak Sean sama Kiky?" tanya kepala sekolah.


" Iya pak, tapi ini semua punya mama saya pak. Terus saya klosmen cuma mau jenguk saudara saya yang sakit," jelas Clara.


" Saya tidak pernah menyuruh Clara untuk membeli ini pak, dan keluarga saya juga tidak ada yang tinggal di losmen apa lagi dia sedang sakit. Clara jelaskan sama mama apa yang sebenarnya terjadi."


" Mama sama papa kemana saja selama ini, Clara di rumah kesepian. Kalian selalu sibuk dengan pekerjaan sampai lupa kalau aku ada. Apa salah kalau selama ini Clara mencari kebahagian dan perhatian di luar sana."


"Tapi tidak dengan cara seperti ini Clara, ini sangat memalukan. Apa kata orang di luar sana kalau tahu anak mama sama papa melakukan hal sebodoh ini."


"Sekarang bapak minta kamu pakai alat test kehamilan ini. Hanya untuk membuktikan apa benar kalian hamil atau tidak."


"Tapi pak," kata Clara dan Ratu bersamaan.


" Tidak ada kata penolakan,cepat laksanakan sekarang," titahnya.

__ADS_1


Lima belas menit berlalu Clara dan Ratu keluar dari kamar mandi. Keduanya lantas menaruh alat itu di atas meja dan betapa mengejutkan ketika hasilnya sama sama garis dua.


Melihat hasil tersebut mama Clara dan Ratu menangis sejadi jadinya bahkan sampai pingsan.


" Kalian berdua tega mempermalukan orang tua dan mencoreng nama baik sekolah," kata papa Clara.


" Dengan berat hati saya selaku kepala sekolah memberikan sangsi untuk mengelurkan kalian berdua dari sekolah."


Beberapa siswa dan siswi bergerombol di depan ruangan kepala sekolah untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.


Wajah Clara dan Ratu merah padam karena malu sama perbuatan yang mereka buat. Tepat pukul 15.30 semua siswa membubarkan diri dan tinggal keluraga Ratu dan Clara.


" Duh acara belajar kita gimana ini sudah terlalu sore," kata Kiky.


" Ya tetep belajarlah, sejam dua jam gapapa," jawab Dara.


" Oke deh,yuk langsung saja," ajak Tara.


" Ky kamu pulang bareng siapa?" tanya Dara.


" Bareng kalian dong, soalnya kak Sean balik lagi ke kantor mau ambil berkas katanya.


Sesampainya di rumah Kiky ke empat sahabat itu langsung menyantap masakan yang di hidangkan oleh Kiky dan eyangnnya.


" Makasih ya Ky buat makan sorenya," ucap Tara.


" Masakan kamu itu ga pernah ada yang gagal Ky, selau enak dan cocok di perut aku,"sambung Dara.


" Pantes Tara sama Dara suka makan di tempat kamy Ky. Masakan kamu ga kalah sama resto bintang 5," puji Suci.


"Kalau kalian terus puji masakan aku lama lama ini kepalaku bisa besar, udah yuk belajar," kata Kiky.


Dua jam berlalu acara belajar keempat sahabat itu selesai.


" Kenapa ya belajar sama kalian cepet banget masuknya dibandningkan pas aku les,"kata Suci.


"Ya udah besok besok kamu ga usah les saja, kita belajar bersama terus biar kamu bisa kerjar nilai kita," ajak Dara.


" Ga semudah itu Dar, meyakinkan kedua orang tuaku."


" Besok belajar kelompoknya di rumah kamu saja Ci, terus kamu bilang kepada beliau untuk tidak les 1 bulan. Tetapi sebagai gantinya kita belajar kelompok kaya gini. Terus kamu buktikan kalau nilai kamu lebih bagus kepada beliau," usul Tara.


" Ide bagus itu Tar,aku akan berusaha lebih keras lagi.Oh iya Ky aku di kasih soal apa saja buat materi inu biar nanti aku pelajari lagi di rumah," kata Suci dengan semangat.


" Oke tunggu sebentar ya aku tuliskan dulu."


Habis magrib semuanya keluar dari rumah Kiky.

__ADS_1


" Dadah Ky sampai ketemu besok. Assalamualaikum ," pamit semuanya.


" Waalaimumsalam, dah hati hati di jalan. Jangan lupa kasih kabar kalau kalian sudah sampai rumah."


"Eyang, Kiky langsung mandi ya soalnya takut telat," pamitnya.


" Iya, itu sudah eyang siapkan air hangat."


" Eyang kok repot repot sih," kata Kiky lalu berhambur ke pelukan eyangnya.


" Eyang ga repot, eyang hanya ga mau cucu kesayangan eyang ini sakit. Apa lagi habis ini masih ada kelas modelkan sayang"


" Iya eyang, tapi Kiky ga bisa lama lama hanya sampai jam 9 saja."


" Kamu berangkatnya sama siapa?"


" Berangkat sama Sean eyang, "jawab Sean yang baru datang.


" Assalamualaikum eyang," salamnya lalu mencium puggung tangannya.


" Waalaikumsalam. Syukurlah kalau dengan nak Sean eyang jadi lega, masuk dulu nak itu Kikynya biar beberes dulu," ujar eyang Yati.


Tepat pukul 19.00 Kiky dan Sean berangkat menuju kelas model. Sepanjang perjalanan keduanya hanya diam sesekali mata mereka saling melirik.


" Adinda Risky, kenapa kamu diam saja dari tadi," teriak Sean.


" Terus aku harus teriak teriak gitu," jawab Kiky.


" Ngomong dong jangan diam saja ga enak tahu."


" Lagi males ngomong sama kak Sean soalnya udah bohongin aku," kata Kiky.


Sesampainya di parkiran Kiky jalan duluan meninggalkan Sean yang masih stay di dalam mobil. Dua jam berlalu dengan cemas Sean menunggu Kiky di dalam ruangannya. Entah kebohongan apa yang ia lakukan sampai seorang Kikypun tega mendiamkannya.


Melihat Kiky keluar dari kelas model, dengan cepat Sean menarik tanganya sampai masuk ke ruanganya.


" Kak Sean apa apaan sih sakit tahu tangan Kiky."


" Habis kakak sebel sama kamu dari tadi di cuekin terus, sumoah rasanya ga enak banget."


" Salah sendiri ga jujur soal pekerjaan kakak."


" Kamu ga nanya, lagian kakak kira kamu sudah tahu makanya kakak diam."


Kiky hanya diam wajahnya cemberut karena kesal.


"Kenapa?" tanya Sean.

__ADS_1


__ADS_2